
Begitu sampai di lantai bawah Reus dan Ikshan menemukan Ibane sedang berdebat dengan seorang Dragonewt yang di belakangnya terdapat sejumlah prajurit Lizardmen dilengkapi berbagai Equip selayaknya prajurit.
"Sudah kubilang aku ini Draconian! Aku bukan manusia, apalagi mata-mata dari Menschrein Kingdom!"
"Kau dapat mengatakan itu semua di meja interogasi! Sekarang ikut kami!"
Saat sang Dragonewt mengangkat jarinya menunjuk Ibane pasukan Lizardmen di belakang segera maju dan berniat membawa Ibane dengan kekerasan, namun sebelum mereka berhasil mengambil empat langkah sebilah pedang menghujam lantai, merebut perhatian mereka.
Dragonewt yang nampaknya merupakan pimpinan mereka mengalihkan pandangan menuju Reus dan Ikshan yang baru saja tiba di lokasi, lalu di saat yang sama pula keduanya memberikan tatapan tak senang pada mereka. Hal itu mengakibatkan suasana penginapan menjadi lebih mencengkam.
"Manusia? Di Dragnar?"
"Oh, kau bisa langsung menilai kami manusia, tapi tidak dengan teman Draconian kami?"
Reus menyeringgai kecil menanggapi perkataan sang Dragonewt, sementara sosok mirip Lizardmen namun dilengkapi sayap di punggungnya itu menyipitkan mata merasa tersinggung.
Dragonewt tidak berniat membuang suaranya pada Reus, dia mengayunkan lengan sembari memberi perintah.
"Mereka pasti mata-mata dari Menschrein Kingdom! Tangkap mereka!"
Para Lizardmen segera melaksanakan perintah si Dragonewt tanpa ragu. Mereka mengabaikan Ibane yang saat ini panik terhadap kedatangan Reus dan Ikshan yang tak terduga, menghunuskan senjata dan berniat membawa paksa kedua manusia tersebut.
Reus mengerutkan dahi melihat sikap prajurit ini merasa dirinya sama sekali tak dihargai bahkan sebagai makhluk hidup. Dia memang sedikit banyak paham betapa besarnya kebencian penduduk Bailendra Kingdom terhadap manusia, namun dia tak menyangka bahwa pihak militer juga tidak jauh berbeda.
"Ikshan, serahkan saja ini padaku."
Ikshan menyetujui permintaan Reus tapi tetap bersiaga bersama Silver Kusarigama di tangannya.
Di sisi lain Reus menarik nafas dalam-dalam sebelum mengangkat suara.
"Baik, kalian yang meminta. Jangan salahkan aku jika beberapa dari kalian terluka atau terbunuh."
Reus tidak melakukan apa-apa selain sedikit mengangkat dagu dan para prajurit Lizardmen tersebut sekaligus sang Dragonewt terhempas keluar dari penginapan, mengejutkan seluruh pegawai dan penjaga penginapan, tak terkecuali Ibane yang melotot hebat menyaksikan kejadian gaib tersebut.
Pasukan Lizardmen yang terhempas tersebut segera bangkit dari posisi terjatuhnya dengan ekspresi kebingungan, termasuk pula sang ketua Dragonewt. Mereka tak mengerti apa yang dilakukan Reus kepada mereka.
"Apa yang barusan? Sihir?"
"Bukan, aku tidak melihat mantra atau sejenisnya. Itu bukan sihir."
Para Lizardmen terperanjat kekuatan apa yang digunakan Reus, tetapi mereka tidak segera mundur. Mereka bangkit dan mengacungkan senjata mempersiapkan kemungkinan terburuk, diikuti Ketua Dragonewt yang menarik pedang di pinggangnya bersama sebuah seruan.
"Manusia berani melawan Dragonewt dan Lizardmen di Negeri Naga ini? Sepertinya memang kau mata-mata dari Menschrein Kingdom."
Reus tertawa sinis menanggapi perkataan sang Ketua Dragonewt.
"Ah, jadi begitu rupanya. Kau hanya mencari manusia yang dapat dituduh sebagai mata-mata."
Ketua Dragonewt itu mengerinyitkan dahi merasa tak senang terhadap arah kata-kata Reus, dia lalu menghunuskan pedangnya kepada Reus.
"Jangan memutarbalikkan fakta, manusia jahanam. Jika bukan karena tugas mata-mata lalu sedang apa kau berada di negeri ini?"
Reus sebenarnya ingin menjawab sedang menjalankan misi tertentu, namun di tempat seperti ini menyebutkan kata 'misi' saja dapat segera dituduh sebagai mata-mata.
Saat akalnya sudah mulai kehabisan alasan, Ibane datang dan menarik pundak Reus dari belakang.
"Hei, jangan langsung main serang begitu. Bagaimana jadinya jika mereka sungguh menganggapmu sebagai musuh dan menjadikanmu buronan seantero negeri?"
"Tenang saja, aku tak berniat sampai sejauh itu kok."
Reus kemudian memalingkan pandangan menuju pasukan Lizardmen sambil menyeringgai.
"Aku hanya ingin tahu apakah prajurit dan pejabat negeri ini sebegitu bencinya terhadap manusia sampai-sampai menuduh semua manusia yang ada di negeri ini sebagai mata-mata Meinschrein Kingdom tanpa pandang bulu."
"Jaga kata-katamu, sampah tak beradab!"
Ketua Dragonewt termakan emosi mendengar ucapan Reus, dia lalu melangkah maju berniat membelah Reus menjadi belasan bagian tetapi sebelum hal itu terjadi tubuhnya terasa ditekan oleh sesuatu yang berat.
Dia terlihat bingung selama beberapa saat sampai dia melihat Reus tengah mengangkat lengan kiri mengarah kepadanya seakan melakukan sesuatu terhadap dirinya.
"Apa-apaan.... Apa yang lakukan padaku?"
"Huh? Aku menghentikan gerakanmu agar kau tak mendekat, apa kau tak bisa memahami hal sesederhana ini?"
Dragonewt tersebut menggeretakkan giginya merasa begitu geram oleh sikap Reus yang terlihat sedang mempermainkan dirinya.
Reus tersenyum kecil mengejek Ketua Dragonewt itu sejenak sebelum kembali mengangkat suara.
"Apa kau tidak bisa tenang sedikit? Aku datang kemari juga tidak ingin mencari keributan. Bisakah kau setidaknya jangan langsung menyerangku?"
"Kalian para manusia tidak pernah menghiraukan apapun perkataan siapapun selain makhluk sebangsa kalian. Apa yang membuat dirimu, seorang manusia berhak berkata demikian?"
"Oh, jadi kau bersikap sama seperti manusia yang kau benci. Berarti kau sadar dirimu tak jauh berbeda dari manusia-manusia biadab itu?"
Ketua Dragonewt melebarkan matanya sesaat menyadari perkataan Reus yang sebenarnya tidak salah, tetapi mendengar kalimat seperti itu dari Reus tidak berhasil membuatnya tenang. Dia justru terlihat lebih marah dibanding sebelumnya.
"Beraninya kau menyamakan kami dengan sampah sialan seperti dirimu!"
Dia memaksa seluruh badannya untuk bergerak demi membelah Reus menjadi puluhan bagian tetapi tekanan dari Psychokinesis milik Reus masih lebih kuat membuatnya tak mampu bergerak lebih dari satu langkah.
Reus tidak menanggapi kata-kata sang ketua Dragonewt tersebut. Dia sendiri bisa melihat level Dragonewt di depannya ini meskipun hampir menyamai dirinya namun secara status Reus masih lebih tinggi sehingga hal seperti ini tidaklah sulit baginya.
Melihat si ketua tak bisa diajak berbicara dengan kepala dingin Reus mengalihkan pandangan kepada rombongan pasukan Lizardmen yang kini terlihat dilema.
Mereka masih menghunuskan senjata kepada Reus mewaspadai gerak-gerik manusia tersebut sekaligus mencari celah untuk melepaskan ketua mereka dari pengaruh Reus, namun di sisi lain mereka semua telah melihat bagaimana sosok manusia berambut putih keperakan ini menghempaskan beberapa anggota mereka hanya dengan mengangkat dagu.
Tidak ada dari mereka yang sebodoh itu maju dan menyerang musuh yang sama sekali belum diketahui kekuatannya.
Reus mengangguk pelan memastikan situasinya telah menjadi lebih tenang lalu merogoh sakunya dan menunjukkan sebuah lencana yang membuat semua pasukan Lizardmen sekaligus sang ketua Dragonewt tertegun, bahkan Ibane sekalipun menggosok matanya beberapa kali tidak percaya terhadap penglihatannya.
"Jadi, bisakah sekarang aku berbicara dengan seseorang yang berwewenang?"