Orbis Online

Orbis Online
36. Teman Baru



Setelah bertarung selama kurang lebih 20 menit melawan kerumunan Goblin dan Hobgoblin, Reus memenangkan pertempuran Man vs Army tersebut dengan sisa HP yang diambang batas yaitu 7%. Karena itu saat ini ia tengah beristirahat di bawah sebuah pohon untuk memulihkan HP-nya yang hilang.



Sambil menunggu HP-nya pulih, Reus telah membuat ribuan HP Potion I yang siap dipasarkan di Orbis Forum. Sekarang ia sedang melihat-lihat isi Inventory-nya menyisihkan mana Item yang bisa ia jual dan mana Item yang ia butuhkan. Kebanyakan drop item yang ia dapat memang sampah, tapi itu tak semuanya.



---



Goblin's Mace



Level Req : 22



Dmg : 24-26



Dur : 126



---



Hobgoblin's Hammer



Level Req : 29



Dmg : 34-36



Dur : 271



---



Goblin's Sword



Dmg : 12-14



Dur : 74



---



Hobgoblin's Cloak



Level Req : 25



Def : 20



Slash Resistance : 2%



Menambah 5% damage pada monster mob sejenis Goblin



---



Goblin's Fur



Material yang menjadi bahan perlengkapan tertentu oleh pemilik skill Stitch



---



Goblin's Underwear



Def : 15



---



Goblin's Teeth



Material yang menjadi bahan perlengkapan tertentu oleh pemilik skill Blacksmith



---



Viredeta Teleport Scroll



Mampu memindahkan pengguna ke desa Viredeta dalam sekejap



---



Goblin's Heart



Material yang menjadi bahan masakan tertentu oleh pemilik skill Cook



---



Goblin's Nail



Material yang menjadi bahan perlengkapan tertentu oleh pemilik skill Blacksmith



---



Low Energy Crystal



Memulihkan 30% Energy



---



Wuln Sword +2



Level Req : 40



Dmg : 53-55



Dur : 256




---



Sebenarnya masih banyak lagi Item yang ia dapat, namun sisanya Item sampah tak berguna. Mungkin lebih baik Reus menjualnya di toko Material di Livetuna dengan harga murah daripada dibuang dan tidak mendapat untung sama sekali.



Reus juga menganalisis Blackstar dengan teliti. Meskipun setiap menit bertarung ia mendapat 1% exp secara pasti, bukan berarti ia harus mengandalkan buff tersebut. Ia tidak boleh tergantung pada Enchant ini.



Lalu, Reus juga sempat mempraktekkan Ability milik Blackstar yang merupakan Magic Devour melalui pertarungan ketika melawan Goblin Shaman. Sesuai panel penjelasan, sihir yang dikerahkan oleh pemilik kelas Mage atau sejenisnya dapat diserap oleh Blackstar dan ia bisa memilih antara mengonversikannya menjadi Energy atau mengeluarkannya kembali.



Pada akhirnya, Reus memilih untuk mengeluarkan sihir yang dilahap oleh Blackstar dan membuat beberapa Goblin tewas terbakar. Sihir yang digunakan Goblin Shaman adalah sihir berelemen api, wajar jika tewas terbakar.



Sebelum pemain mengambil kelas Mage atau sejenisnya secara resmi, Mage Class Necklace akan memberi beberapa pilihan elemen yang ingin pemain pakai sebelum mendapatkan kelas. Setiap pemain kelas seperti Mage hanya akan memiliki satu elemen untuk jenis skill dan sihir yang bisa dipelajari nantinya, namun jumlah tersebut akan bertambah satu ketika pemain mencapai kelas Gold-Class.



Tapi, lain halnya jika seorang pemain mendapatkan Elemental Rune yang membuat pemain tersebut mampu mempelajari dan menggunakan skill berelemenkan unsur tertentu tanpa harus menjadi seorang Mage atau sejenisnya. Hanya saja Elemental Rune ini cukup langka dan hanya bisa didapatkan di lokasi-lokasi dan monster tertentu saja dalam dunia Orbis Online.



Penggunaan Elemental Rune ini mirip seperti Skill Emblem, namun Elemental Rune berbentuk batu yang bertuliskan suatu simbol bercahaya. Biasanya Elemental Rune bisa didapatkan ketika mengalahkan Dungeon Boss atau Monster Boss tertentu berlevel tinggi dan itupun masih sangat jarang bisa jatuh sebagai drop item. Item ini hampir selangka Dual Wielding Skill Emblem.



Jika Item ini ditemukan dan dijual oleh seorang pemain, percayalah bahwa harganya dapat mencapai 100 juta rupiah dengan nilai minimal 10 juta rupiah.



Meski Reus tahu Elemental Rune bisa dijual semahal itu, ia tak begitu tertarik karena cukup mustahil baginya untuk menemukan Item tersebut bahkan dengan faktor keberuntungannya yang bisa dikatakan luar biasa.



   "Baiklah, levelku sudah meningkat dan bar HP-ku hampir pulih sepenuhnya, kurasa sudah waktunya untukku bergabung dalam pasukan pertahanan Livetuna versi pemain."



Maksud Reus 'pasukan pertahanan Livetuna versi pemain' itu adalah sekumpulan party yang mungkin bisa dikatakan pasukan Raid untuk menghadapi gempuran monster akibat adanya Monstrous Event.



Setelah menyatakan itu pada udara, Reus mengganti perlengkapannya mengenakan Equip terbaik yang ia miliki dan mulai berlari kecil menuju arah Livetuna. Blood Bear Leather Armor, Hobgoblin's Cloak, Ice Golem Boots, Ice Golem Gauntlets, Wild Boar Fur Helmet, dan Ironforge Sword yang ia dapat dari Level 10 Bonus Treasure Box.



Blackstar cukup mencolok jika ia gunakan dalam pertempuran ini dan bisa mengundang banyak pemain untuk merampasnya dari genggaman Reus. Ia berpikir untuk menggunakan Blackstar kalau saja keadaan memaksa.



Lagipula, mungkin Reus akan menyimpan Blackstar di Bank mengingat jika ia mati ada kemungkinan kalau pedang tersebut akan jatuh sebagai drop item dan dipungut oleh orang lain. Blackstar mungkin akan ia ambil ketika dirinya sudah mendapat Item Lock Stone.



Item Lock Stone sendiri adalah Item berbentuk batu abu-abu kusam berukiran sebuah kunci. Dengan menggunakan Item ini, pengguna bisa memilih salah satu Item yang ingin ia segel agar Item tersebut tidak menghilang menjadi drop item saat pemilik mati dan dikenakan penalty.



Item Lock Stone sendiri cukup populer di kalangan pemain profesional Orbis Online dan sudah menjadi kewajiban dari salah satunya untuk memiliki atau menggunakan setidaknya enam buah Item Lock Stone agar Item atau Equip berharganya tidak jatuh sebagai drop item.



Selang beberapa waktu, Reus sampai di depan gerbang masuk Livetuna. Dari dalam gerbang terlihat barisan pemain-pemain ber-Equip lengkap tengah berbondong-bondong berjalan menuju ke arah yang sama. Kemungkinan besar rombongan ini adalah 'pasukan pertahanan Livetuna versi pemain' yang Reus maksud.



Ia pun segera bergabung ke dalam barisan tersebut di bagian paling belakang—berhubung jumlah pemain yang ada di sana hanya kurang lebih sekitar 50-an.



Ketika Reus bergabung di barisan paling belakang, ia mendapati seorang pemain yang kelihatannya berkelas Mage bertudung membawa sebuah Magic Staff yang sebagian wajahnya terlihat lesu dan dipenuhi masalah. Entah mengapa Reus yang merasa tertarik kepada pemain itu mendekatinya dan menyapanya.



   "Hei, kau terlihat murung berbanding terbalik dengan lainnya. Ada apa?"



Si Mage itu merasa sedikit terkejut didatangi dan disapa oleh Reus, namun ia menjawab pertanyaan Reus dengan nada biasa dan terkesan serius nan dalam.



   "Ah, hanya masalah kecil. Semua yang tergabung dalam Raid ini sudah memiliki party masing-masing untuk melakukan penyerbuan terhadap desa Viredeta yang diduga markas para monster yang menyerang, tapi aku tidak mendapat satu party pun."



Reus menyipitkan matanya begitu mendengar 'desa Viredeta' dari si Mage ini. Ia ingat bahwa ada satu Item yang mengandung kata 'desa Viredeta' yang ia dapatkan dari membunuh Hobgoblin tak lama tadi. Ya, itu adalah Viredeta Teleport Scroll.



Ia nampak memikirkan kemungkinan dugaan yang dikatakan si Mage ini benar, mengingat Goblin dan Hobgoblin yang ia lawan sebelumnya menjatuhkan Viredeta Teleport Scroll. Monster mob bisa membawa Item berharga seperti itu? Bukankah hal tersebut sedikit aneh?



Memikirkan hal itu, Reus menggelengkan kepalanya pelan mengusir pikiran anehnya. Sebaga gantinya, Reus mempertimbangkan baik dan buruknya untuk membuat party dengan pemain Mage ini mengingat dalam Raid pemain harus bisa memasuki sebuah party untuk dapat menggunakan sistem khusus Raid.



   "Kalau begitu maukah kau membentuk party bersamaku?"



   "Eh?"



Langkah pemain Mage itu berhenti seketika saat pertanyaan tersebut terlontar dari mulut Reus. Ekspresinya memperlihatkan bahwa ia sangat terkejut dengan apa yang baru saja ia dengar. Melihat itu Reus juga secara otomatis menghentikan langkahnya.



   "Ada apa?"



   "A-ah tidak, aku hanya terkejut saja. Selama ini tidak ada yang pernah mengundangku ke dalam party, bahkan teman-temanku yang mengajak diriku bermain game ini."



Reus sedikit membelalakkan matanya, tapi ia tetap tenang dan membalas ucapannya.



   "Memangnya kenapa? Apa ada yang salah denganmu?"



   "I-iya, katanya aku tidak berguna karena tak begitu paham tentang game ini. Saat mereka membentuk party, aku dibuang."



   'Ah, di game mana pun memang ada tipe pemain seperti itu.'



Reus hanya tersenyum masam mendengar alasan dari si Mage. Sebenarnya ia juga pernah merasakan hal itu ketika pertama kali bermain game MMORPG di ponsel, tapi ia tak begitu mempermasalahkannya. Berbeda dari si Mage ini yang merasakan langsung bagaimana dibuang tepat di depan matanya meski hanya dunia virtual semata.



Ia tak membalas dan melakukan sesuatu terhadap sebuah panel yang muncul di hadapannya. Dalam beberapa detik, panel yang sedikit berbeda tiba-tiba muncul di depan wajah si Mage. Ia terlihat sangat terkejut.



   "A-anu, apakah kau yakin ingin ber-party dengan orang sepertiku? A-aku juga memilih ras Demon yang dibenci banyak NPC di sini."



   "Tak masalah. Bagiku yang penting itu adalah teman satu party yang bisa saling mendukung meski hanya sedikit."



Mendengar balasan Reus, si Mage nampak terharu dan sedikit menitikkan air mata. Ia berjalan pelan ke arah Reus dan melangkah bersama-sama mengikuti jejak para pemain yang ingin melakukan penyerbuan terhadap desa Viredeta.



   "Namaku Reus. Namamu?"



   "Aku Kynel. Meski hanya nama game, salam kenal."



   "Namaku juga nama game, jadi salam kenal juga dan mohon kerja samanya untuk beberapa waktu."



Kynel mengangkat wajahnya dan membiarkan tudungnya tersingkap memperlihatkan paras cantik, berambut ungu, bermata merah dengan pupil silinder, bertanduk dua kecil di dahinya, dan sebuah senyuman manis nan ceria kepada Reus.



   "Baik!"



Reus yang melihat penampakan dibalik tudung yang menutupi wajah Kynel sejak tadi termenung dikarenakan jantungnya hampir berhenti. Wajahnya sedikit memerah dan bibirnya memasang lengkungan senyum kering.



Ia benar-benar tak menyangka bahwa teman party-nya merupakan seorang perempuan.