
Biarpun Reus sempat ragu mengikuti Ramsey, setelah berpikir kembali kegiatan yang bisa dia lakukan untuk mengisi waktu luang pada akhirnya dia menyerah dan mengekori Ramsey menuju markas sederhana Crimson Castle di Alvast.
"Ini kau bilang sederhana?"
"Yah, dibanding markas cabang di beberapa kota lain ini termasuk ukuran sederhana."
Hal pertama yang menyambut pemandangan Reus ketika sampai di wilayah markas Crimson Castle adalah sebuah kediaman besar. Ukuran serta kemewahannya memang jauh dari istana Lavore Kingdom yang baru saja dia tinggalkan, tapi dalam sekali lihat Reus bisa mengetahui kediaman ini selevel dengan kediaman bangsawan tingkat tinggi.
Crimson Castle memang bukan Legion besar ternama seperti Asterisk Arc atau Heaven Throne, namun reputasinya di kalangan NPC tidak kalah dari Legion setingkat keduanya.
Berbeda dari kebanyakan Legion yang mengutamakan kebutuhan dan keanggotaan pemain, sebagian besar anggota Crimson Castle merupakan NPC kuat nan tangguh. Mereka tidak memandang NPC sebelah mata.
Selain sebagian besar anggotanya berupa NPC, Crimson Castle juga sering membuat misi untuk membantu warga di kota tempat mereka membangun markas cabang. Mulai dari membasmi monster, mengawal warga berpergian, membantu membajak ladang, bahkan sampai membawa barang.
Hal inilah yang membuat reputasi Crimson Castle amatlah baik di mata NPC tidak peduli di kerajaan manapun mereka membangun markas cabang.
Itulah salah satu alasan terbesar Aulcrat langsung menerima kedatangan Crimson Castle dengan tangan terbuka lebar di Lavore Kingdom, kemudian ini juga menjadi salah satu alasah mengapa markas Crimson Castle begitu megah di setiap cabangnya.
Reus sebenarnya penasaran terhadap seberapa besar kekuatan dan pengaruh Legion-Legion besar di atas Crimson Castle. Jika Legion setingkat ini saja sudah terlihat megah hanya dari cabangnya saja, bagaimana dengan Legion seperti Asterisk Arc atau Heaven Throne?
Saat dia bertanya-tanya dalam kepalanya, Ramsey berseru kepada Reus melayangkan protes.
"Hei, kita bisa berkeliling nanti jika kau ingin, tapi untuk sekarang kau harus bertemu dengan Ketua Crystina dulu."
"Aku tahu, omong-omong bisa tidak kau tak menggunakan nada bicara seperti itu seakan-akan kau sedang menegaskan aku merupakan bawahanmu?"
"Bukankah memang benar begitu, pemain tanpa Legion?"
"Huh, mau mengejek pemain solo tanpa Legion sepertiku? Biar kuperingatkan saja, meskipun hanya cabang aku berhasil menghancurkan markas sebuah Legion seorang diri."
"Lalu kenapa? Kau pikir ancamanmu berguna pada markas cabang sebesar Crimson Castle? Jangan bandingkan Legion-ku dengan Legion rendahan tak bermoral seperti Gaia's Tree."
"Aku tahu itu, aku tidak sebodohmu yang kadang tak bisa membedakan kiri dan kanan."
"Apa katamu?! Coba katakan itu sekali lagi!"
"'Aku tidak sebodohmu yang kadang tak bisa membedakan kiri dan kanan', puas?"
"Oh, kau mengatakannya, orang jenius sialan!"
"Maju sini otak udang! Kau pikir aku yang sekarang takut padamu?"
Setelah sekian lama tidak bertemu dan bertengkar, Reus dan Ramsey sama-sama mengambil kuda-kuda bersiap bertarung satu sama lain. Reus menarik pedang di punggungnya, sedangkan Ramsey mengenakan Gloves besinya yang tergantung di pinggang.
Pemandangan itu menarik perhatian beberapa anggota Crimson Castle yang melihat keduanya. Sebagian dari mereka mempertanyakan siapa sosok Reus yang berani mengatakan kebenaran itu secara blak-blakan, sementara sisanya yang mengetahui sepak terjang di balik sosok Reus tersebut hanya bisa terdiam tidak ingin ikut campur.
Sudah kurang lebih seminggu semenjak markas Crimson Castle cabang Alvast mulai beroperasi dan beberapa anggota Legion dikirim dari pusat untuk mengisi kediaman megah pemberian Aulcrat ini.
Sebagian anggota ini mendengar kabar mengenai mengamuknya seorang pemain hingga menghancurkan markas cabang Gaia's Tree, bahkan selang sehari kemudian pemain yang sama juga membuat keributan besar sampai sejumlah pasukan kerajaan turun tangan.
Anggota Crimson Castle yang baru datang tentu tidak tahu siapa Reus, namun bagi mereka yang menemani Crystina dan Ramsey kemari sebelum pertempuran yang menguncang Orbis Forum itu menyaksikan dengan mata kepala mereka sendiri betapa mengerikannya kekuatan pemain berambut perak tersebut.
Crystina bahkan sempat berpesan pada mereka bahwa jangan mencari masalah dengan Reus jika tidak ingin menghadapi pertempuran besar seperti Lavore Kingdom lalu.
Memang benar dengan kekuatan Legion berperingkat tinggi seperti Crimson Castle, Reus yang sekarang tidak bisa berbuat banyak, tetapi bukan berarti Legion tidak akan mengalami kerugian. Legion sekelas Crimson Castle sekalipun pasti akan berpikir dua kali melawan orang yang mampu menghadapi ratusan hingga ribuan pasukan berlevel di atasnya seorang diri seperti Reus.
"Apa yang kalian ributkan hingga bertengkar seperti itu? Hentikan, kalian mengganggu anggota lain yang sedang bekerja!"
Saat Reus dan Ramsey sudah hampir beradu serangan, seorang gadis berambut ungu dan memiliki sepasang tanduk kecil di dahinya merebut perhatian mereka berdua, melerai keduanya dari kejauhan.
""Kynel....""
Mendengar perkataan Kynel, mereka berdua baru menyadari perhatian anggota Crimson Castle di sekitar tengah tertuju pada mereka. Reus dan Ramsey buru-buru mengembalikan senjata mereka dan bersikap seperti tak ada yang pernah terjadi sambil tersenyum kecut.
Kynel yang melihat hal tersebut memijat dahinya yang mulai berdenyut, tidak tahu harus bersikap apa terhadap dua orang bodoh ini.
"Kesampingkan itu, Ramsey, bukankah Ketua menyuruhmu mengamankan area sekitar Alvast dari monster kuat yang berkeliaran? Kau meninggalkan unitmu sendirian?"
"Ketua memintaku membawa Reus saat mengetahui dia berada di kota ini, jadi aku tidak meninggalkan unitku sendirian. Lagipula, unitku tidak selemah itu tak bisa mengatasi sesuatu tanpa kaptennya."
Dahi Reus mengerut sejenak begitu mendengar perkataan Ramsey yang dia merasa telinganya salah mendengar.
"Tunggu sebentar, 'unitku'? 'Kaptennya'? Kalian sedang membicarakan siapa?"
""Tentu saja aku/Ramsey, memangnya siapa lagi di sini?""
Ramsey dan Kynel berkata demikian dengan kompak, sukses membuat Reus melongo hebat.
"Apa-apaan dengan reaksimu itu yang memperlihatkan seolah matahari akan terbit dari barat karena aku memimpin sebuah unit pasukan?!"
"Tidak, bukankah reaksiku ini wajar?! Bagaimana bisa seseorang sepertimu memimpin pasukan?!"
"Apa?! Katakan itu lagi dan aku akan menumbukmu menjadi bubur tomat!"
"Kukatakan sekali lagi, bagaimana bisa seseorang sepertimu memimpin pasukan?!"
Tidak seperti sebelumnya, kali ini Reus dan Ramsey bertengkar tanpa menggunakan senjata. Mereka saling mencekik leher satu sama lain berusaha membuat salah satunya menyerah, tapi itu tidak terjadi sampai suara menggelegar seseorang terdengar keras seperti petir hingga ke penjuru Alvast.
"Apa yang kalian lakukan bertengkar di tempat seperti ini?! Tidakkah kalian bekerja?!"
Reus, Ramsey, Kynel, serta seluruh orang yang mendengar suara menggelegar tersebut begitu terkejut sampai terlompat secara refleks. Mereka menoleh ke arah suara itu dan menemukan seorang pria berbadan tinggi besar, berdiri tegak seperti manusia namun berselimutkan bulu kuning keemasan dengan kepala singa dilengkapi surai merah menyala.
Saat mengetahui siapa pemilik suara menggelegar tersebut, Kynel serta anggota Crimson Castle lain segera melanjutkan pekerjaan mereka, sementara Ramsey mengeluarkan bulir-bulir keringat dingin dari sekujur tubuhnya.
Sedangkan Reus? Dia hanya memasang ekspresi luar biasa heran di wajahnya.