Orbis Online

Orbis Online
125. Patroli di Hutan



Setelah merasa istirahatnya sudah cukup Reus dan Ikshan pergi menyusuri hutan sekitar desa secara terpisah, berjaga-jaga jikalau sekelompok Direwolf atau monster lainnya yang mengintai dari balik semak-semak dan pepohonan.


Keduanya sampai di desa Rockfall pada siang hari dan saat ini matahari sudah hampir tenggelam di ufuk barat. Para warga desa yang sebagian besar adalah wanita dan anak-anak bersembunyi di rumah masing-masing sambil meringkuk ketakutan, sementara para laki-laki dan anak muda berpatroli mengelilingi desa dengan senjata seadanya.


Keberadaan Reus dan Ikshan tidak terlalu diterima oleh para warga karena situasi yang mencengkam desa, jadi keduanya memutuskan untuk berpatroli di luar desa.


   "Meskipun mereka berlevel rendah, bukan berarti mereka akan menyerah begitu saja, ya?"


   "{Yah, ini adalah desa mereka. Kurasa lebih baik gagal setelah berjuang daripada tidak berjuang sama sekali.}"


Reus menghela nafas menyaksikan beberapa penduduk desa yang berpatroli dari sisi hutan. Bukannya Reus meremehkan penduduk desa, hanya saja dengan level rata-rata lima sampai sepuluh itu mereka takkan bisa mengalahkan monster sekelas Direwolf apapun, apalagi senjata yang mereka gunakan kebanyakan adalah pisau dapur, garpu ladang, kapak dan golok.


Mau bagaimanapun juga mereka hanya menggali kuburan mereka sendiri, bukannya melindungi desa. Yah, mungkin mereka bisa mengulur sedikit waktu untuk para penduduk desa lain melarikan diri dengan membiarkan monster memakan mereka.


Para NPC di Orbis Online ini bukanlah sekedar program semata, mereka diberi A.I khusus yang membuat mereka hampir tidak bisa dibedakan dengan manusia asli. Inilah yang membuat Reus merasa iba terhadap para penduduk desa yang berniat mengantarkan nyawanya sendiri.


Sambil mengkhawatirkan para penduduk, Reus menghembuskan nafas berat menatap awan-awan di langit berwarna merah kejinggaan. Malam sudah hampir tiba dan dirinya tidak memiliki alat penerangan satupun.


   "Kalau dipikir-pikir Ikshan, kau bisa membuat sedikit cahaya dari Elemental Rune-mu, kan?"


   "{Iya, kenapa memangnya?}"


   "Enak sekali punya kekuatan praktis begitu."


Reus tertawa kering mendapat jawaban Ikshan melalui pesan, hanya dirinya seorang yang tidak mempunyai alat penerangan dan mungkin akan kewalahan ketika malam tiba.


Direwolf mempunyai indra penciuman dan pendengaran yang tajam, lalu indra penglihatannya juga lebih baik dari manusia. Reus akan rugi jika para monster datang di malam hari dalam jumlah besar dan pertarungan berlangsung panjang.


Meskipun dirinya memiliki pengalaman bertarung di malam hari tanpa pencahayaan cukup ketika perang di desa Viredeta, kali ini tidak ada cahaya bulan sedikitpun yang dapat membantu penglihatannya.


   "{Reus, aku akan menyudahi percakapan ini. Ada beberapa monster yang datang.}"


   "Ya, aku juga kedatangan beberapa tamu di sini."


Setelah menutup panel pesan, perhatian Reus teralihkan pada sekelompok monster yang sudah mengepungnya. Walau cahaya matahari sudah meredup, Reus bisa melihat wujud mereka semua.


   "Death Walker, ya? Kenapa di mana-mana selalu ada Undead?"


Death Walker adalah salah satu varian dari monster ras Undead. Rupa mereka mirip Zombie yang pernah dilawan Reus di sekitar Dungeon Ambora Temple, hanya saja kulit Death Walker berwarna ungu kehitaman dan setiap serangannya dapat memberikan status Poison dan Slow, serta serangannya jauh lebih mematikan daripada Zombie biasa.


Status Slow sendiri mempunyai efek seperti namanya, status yang menurunkan status Dex lawan hingga titik tertentu bergantung level dan kekuatannya. Lawan yang cukup merepotkan bagi pemain yang mengandalkan kecepatan seperti Reus.


Hanya saja hal ini bukan masalah bagi Reus yang mempunyai titel Undead Slayer. Serangannya pada ras Undead manapun akan lebih kuat 30% dari biasanya, apalagi Enchant Black Necklace of Nightshade akan meningkatkan seluruh statusnya sebanyak 10% ketika malam hari tiba. Belum lagi adanya perbedaan level yang cukup signifikan di antara mereka.


Saat ini jumlah status Reus bisa disamakan dengan pemain berlevel 150 ke bawah atau bahkan lebih, jadi Death Walker yang kurang lebih berlevel 70-an ini bukanlah tandingan Reus.


Meskipun ada beberapa Direwolf yang menemani mereka, Reus tidak merasa takut sedikitpun.


Tanpa membuang lebih banyak waktu lagi, Reus menarik pedangnya dari punggung dan melesat menuju salah satu Direwolf di sana dengan Sprint, kemudian dilanjutkan dengan satu tebasan berkekuatan penuh sambil berputar.


Zraat!


Dalam satu tebasan kepala Direwolf itu melayang di udara. Leher merupakan salah satu dari beberapa Critical Zone pada tubuh makhluk hidup, jadi serangan Reus yang ditambahkan improvisasi putaran dan Breathing Power langsung merebut nyawa serigala raksasa tersebut.


Setelah merebut nyawa serigala itu Reus langsung melesat menuju Direwolf lainnya berniat melakukan hal yang sama, namun serigala raksasa tersebut telah mengantisipasi serangan cepat Reus. Ia mengambil langkah besar ke belakang.


Ketika serangannya berhasil dihindari, Reus kemudian menargetkan Death Walker terdekat yang hendak menyerangnya. Ia berhasil membelah dua tubuh Death Walker tersebut tanpa kesulitan hanya dengan satu ayunan saja.


Pada dasarnya Death Walker hanya unggul dalam status Str dan serangan berstatus Poison dan Slow, wajar jika Reus dapat membelah tubuh busuknya itu dalam satu serangan. Sebenarnya bukan hanya status Str dan serangan berstatus buruk saja, tetapi darahnya juga dapat meracuni makhluk hidup jika terkena sedikit saja.


Biasanya kebanyakan orang akan kerepotan dan merasa ragu untuk menyerang lawan seperti ini, namun Reus sungguh berbeda dari kebanyakan orang.


Ia menggunakan darah beracun dari Death Walker yang ia tebas sebelumnya sebagai keunggulannya untuk menyerang Direwolf di dekatnya.


   "Hmm, kelihatannya aku tidak perlu menggunakan skill apapun."


Reus merasa pedangnya terasa sangat ringan bahkan ketika menebas Direwolf maupun Death Walker. Perasaan ini belum pernah ia rasakan sampai sekarang.


Tak butuh waktu lama hingga akhirnya Reus berhasil membereskan semua lawannya tanpa kesulitan berarti.


Setelah menyelesaikan pertarungan Reus merasa ada yang mengganjal pikirannya. Seharusnya Undead adalah monster agresif yang menyerang makhluk hidup apa saja di dekatnya, mengapa mereka malah bekerja sama dengan Direwolf yang merupakan makhluk hidup?


   "Mungkin ini ulah seorang Necromancer atau sejenisnya."


Necromancer, salah satu kelas langka di antara para pemain maupun NPC. Kelas ini adalah kelas tingkat Silver-Class yang mana merupakan kelas lanjutan dari Mage serta memiliki kemampuan untuk membangkitkan makhluk mati dan membuat mereka menjadi bawahannya yang bersedia melakukan apa saja tanpa bertanya.


Kelas ini dikategorikan kelas langka karena sulitnya mendapatkan Skill Emblem Necromancy, salah satu syarat utama untuk mengambil kelas Necromancer. Tingkat kelangkaannya hampir sama dengan skill Dual Wielding.


Meskipun dikategorikan kelas langka, Necromancer bukanlah kelas yang populer mengingat mereka harus mencari mayat terlebih dahulu untuk dibangkitkan. Kekuatan Necromancer sangat bergantung pada seberapa kuat dan tinggi level mayatnya ketika hidup. Jika mayatnya lemah maka pasukannya juga akan lemah, berlaku pula sebaliknya.


Lagipula, Necromancer adalah kelas yang dianggap tabu oleh sebagian besar NPC karena dianggap tidak menghargai mayat seseorang yang telah mati. Ketika pemain mengambil kelas ini maka Respect-nya akan berkurang setidaknya 1.000 poin di mata NPC.


Dilihat dari fakta ini maka kecil kemungkinan ada pemain terlibat dalam penyerangan Rockfall, tapi tetap saja ini cukup membingungkan Reus.


Selagi dirinya memikirkan kemungkinan-kemungkinan dari bukti-bukti yang ada, Reus mendapat pesan dari Ikshan.


   "{Reus, aku menghadapi banyak Death Walker dan beberapa Direwolf di sini.}"


   "Di sana juga? Berarti memang ada kaitannya dengan Necromancer."


Dahi Reus mengerut saat membaca pesan Ikshan, ia tidak begitu suka dengan musuh dalam jumlah banyak. Itu akan menghabiskan staminanya dengan cepat, meski exp dan kemampuannya menghadapi musuh meningkat tajam.


---


Author


Entah mengapa saya merasa iba dan simpati terhadap mereka yg menyamakan novel ini dengan SAO, padahal saya rasa kalau dibaca jauh banget yak, baik dari segi sistem, game, pengaruh terhadap real world, skill, karakter, alur, dan persoalan death game 🤔


Saya penasaran, apakah literasi mereka hanya sebatas SAO? Saya pun penggemar si Kiritod, tapi gak sampai toxic sinting gitulah.


Oi, sadar diri kalian para toxic SAO biar gak mempermalukan diri sendiri.


Mulai sekarang saya akan teror mereka yg menyamakan novel ini dengan SAO dengan alasan "ogeb" sebisa mungkin, muehehehe.


Orang yg taunya cuma menyamakan ini dan itu hanya dengan melihat kesamaan di genre game virtual reality, saya rasa tidak berhak membaca dan mengomentari novel ini.


Jika dunia anda hanya di satu tempat, maka anda akan buta di dunia lainnya.


Dan untuk para promotor novel, saya harap anda tidak mempromosikan novel kalian di kolom komentar dengan kalimat-kalimat copas karena saya akan langsung blok (entah apakah ampuh atau tidak).


Alasannya? Rasanya tidak ada effort untuk menghargai penulis maupun pembaca yg telah menulis dan membaca sampai di sini. Jika ingin promosi, saya harap kalimatnya disusun sendiri jangan copas mulu, biar lebih terlihat effort-nya dan saya lebih menghormati kalian.


Asal kalian tahu, saya sering melihat-lihat komentar anda, terutama yg promosi dan komentar negatif, sering saya kunjungi profilnya untuk melihat komentar-komentar yg sering anda tulis di novel atau komik lain. Jadi yah, hati-hati saja.


Untuk kalian para pembaca yg telah membaca sampai chapter ini, terima kasih telah mengikuti petualangan Reus sejauh ini dan menerima keegoisan saya sebagai author.


Spoiler sedikit, saya rasa cerita ini baru selesai sekitar seperempatnya jika tidak ada hambatan atau perubahan, jadi ditunggu updatenya dengan sabar ya🤭


Maaf ya, saya malah curhat, awowkwkwk. Btw, see you on next chapter!


Jangan lupa like dan komen, lalu rate novel ini sesuai kehendak dan penilaian kalian bagi yg belum rate!