PRINCESS OF DARKNESS (My Beautiful Target)

PRINCESS OF DARKNESS (My Beautiful Target)
Rencana Kayra



hai semua jangan lupa tinggalkan jejak vote, like dan komentar ya....⭐


jejak itu gratis dan tidak El minta bayaran,so....bijaklah dalam membaca sesuatu ya teman-teman.


🌹 Happy Reading 🌹



manik dingin nan terlihat sendu itu menatap langit-langit kamar tamu Mansion Wiguna dalam diam,gadis itu terkekeh dan tak lama menyergai bengis dengan banyaknya ide gila yang terlintas di otak cantiknya.


"hm.....kalian akan merasakan teror sebenarnya my bit*h model !" Kayra tertawa bengis.


malam yang dingin disertai suara dari sang kegelapan tak menurunkan niat gadis itu untuk bermain-main.


membuka jendela lantai Tiga,Kayra keluar mengendap tak ingin menimbulkan suara.setelah makan malam,gadis itu berkata ingin beristirahat dan tak ingin diganggu.


dan disinilah dia,didepan sebuah mobil sedan hitam dengan seorang pria tampan lengkap dengan kaca mata tengah memandang dirinya frustasi.


"kali ini kau ingin membunuh siapa lagi?" tanya Nixon jengah.


"sudah kau diam dan turun! aku mau menyetir sendiri,dan kau pulang dengan taksi" ucap Gadis itu seenak hati,Nixon mengeram kesal namun tak juga bisa membantah.


duduk nyaman di kursi kemudi,Kayra menatap Nixon dengan senyum tanpa dosa kemudian mengeluarkan dompetnya.


"kau masih punya uang untuk bayar ongkos taksi kan?" tanya Kayra dengan senyum mengejek diwajah cantik nya.


Nixon mendengus kemudian menarik hidung Kayra dari balik kaca mobil.


"YAKH....SAKIT BODOH!!" umpat Kayra begitu Capitan maut Nixon terlepas dari hidungnya.


"kau kira aku pengangguran tidak punya uang?!! dasar gadis gila!!" balas Nixon tajam.


"sudah aku pergi,kalau tak ada taksi jalan saja!!" pekik Kayra bersamaan dengan mobil yang telah melaju cepat meninggalkan Nixon dengan wajah melongo nya.


🖤🖤🖤


Wanita dengan pakaian tidur sangat tipis itu mulai masuk ke dalam kamarnya,sepanjang waktu wanita dengan pipi bengkak dan merah itu terus memaki.


berjalan memasuki kamar mandi untuk sekedar menggosok gigi dan bersiap tidur,tapi begitu masuk.wanita itu berteriak ketakutan dengan tubuh ambruk jatuh lemas.


"MAMA......... STEFANI..........ARKHHHH" wanita itu, Natasha.berteriak ketakutan sembari menyeret tubuhnya kepojok kamar tak berani melihat lagi kedalam kamar mandi miliknya.


"KENAPA SAYANG?!!" Rebecca berteriak dari luar kamar dan tak lama masuk bersama Stefani.


"hiks.....ka....kamar mandi ma....kamar mandi!!" tubuh wanita itu menggigil takut.


Stefani berdiri dan melangkah masuk,tak lama dari arah kamar mandi terdengar suara teriakan Stefani.


"ARKHHH....APA-APAAN INI?!!" pekik Stefani ketakutan.


deg .... ......


tubuh Rebecca membeku,wanita paruh baya yang berdiri disamping Stefani itu terdiam sejenak dan tak lama mengeram murka.



kamar mandi putrinya begitu mengerikan dengan ancaman teror berupa noda darah berbentk telapak tangan menghiasi kaca besar didalam kamar mandi itu.dan jangan lupakan lampu yang awalnya terang kini terganti remang dan suram.


drttt..........


Dengan tangan yang gemetar,Natasha meraih ponsel di atas nakas tepat disamping ia duduk meringkuk.


unknown number


bagaimana? suka dengan hadiah dari ku? aku akan memberi lebih setelah ini.


dan satu lagi,bersiaplah kehilangan kesombongan kalian itu!!


mati....kau akan mati....


PRANKKKK........


Natasha membuang ponselnya hingga hancur menghantam dinding.


takut!......


wanita sombong nan angkuh itu kini ketakutan setengah mati.


"tenang sayang,semua akan baik-baik saja.mama akan suruh maid membersihkan semua ini,kau tidur saja bersama Stefani di kamar tamu" ucap Rebecca berusaha tenang .


"ma! aku takut.aku takut ma, bagaimana jika mereka seorang pembunuh ? pembunuh yang dikirim Tante Veleri?!!" pekik Natasha kalap.


"tenang! mama tidak akan membiarkan siapapun menyakiti putri mama!!" ucap Rebecca berang.wanita paruh baya itu menatap sayang wajah cantik Natasha,wajah cantik yang sudah banyak dirombak meja operasi dan Rebecca sungguh marah atas apa yang putrinya alami,berani sekali putra Tiran Rafendra itu? Rebecca tak akan mengampuni Liora atas apa yang keluarganya alami.


Stefani yang sudah ketakutan segera melangkah keluar kamar Natasha menuju kamar tamu tempat ia akan tidur.menutup pintu dan meringkuk diatas ranjang.


siapa? siapa orang gila yang meneror mereka? Stefani berfikir keras.


"siapa? apa yang harus aku lakukan?!!" gumam Stefani ketakutan.


Ting........


unknown number


well.......tunggu giliran mu.


bagaimana? suka dengan hadiah dari ku? aku akan memberi lebih setelah ini.


dan satu lagi,bersiaplah kehilangan kesombongan kalian itu!!


mati....kau akan mati......


Stefani mengeryit saat membaca pesan yang masuk kedalam ponselnya.


"apakah pesan ini juga dibaca Natasha? jika seperti itu pantas ia membanting ponselnya. kurasa aku harus berhati-hati mulai saat ini" monolog Stefani .


malam itu ketiga wanita itu tak bisa tidur lelap,bahkan Kevin tak pulang dan lebih memilih menemani Ayah mertuanya yang kini tengah sakit.Jack dan Hana ,kepala keluarga Houston itu kini semakin menua dan mulai sakit-sakitan.


🖤🖤🖤


Liora memeluk foto berisi sosok Tampan yang telah berhasil menggenggam hatinya .


"hiks....Ar....kapan kau kembali? hiks...aku merindukan dirimu" Isak Liora sembari mengelus wajah dari balik bingkai itu sendu .


drttt........


my prince devil calling...........


senyuman secerah mentari Liora terbit kala nama sang kekasih terlihat indah membingkai kontak panggilan nya .


"ha....halo" suara Liora terdengar lirih meski senyum manis kian melebar.


hening sesaat.......


"apa kabar mu disana baby,aku merindukan dirimu" suara maskulin yang mengalun lembut seketika menghancurkan dinding pertahanan Liora.


hiks.......


jatuh sudah,Cristal bening itu mengalir deras disertai isakan penuh kerinduan menyayat hati.


"jangan menangis sayang,aku akan pulang begitu semua selesai.kumohon jangan menangis baby" ucap Arkansas sendu,disana disebrang laut dimana Arkansas berada.pria itu menutup manik nya yang juga mulai memerah,sumpah demi apapun.kerinduan adalah penyakit paling menyedihkan yang dapat dirasakan sepasang kekasih yang tengah terpisah jarak dan waktu.


Liora diam,gadis itu memeluk erat bingkai foto Arkansas sembari terus mendengar suara pria tampan itu bicara.


"apa yang kau lakukan hari ini baby? apa kau tidak merindukan diriku?" tanya Arkansas lembut, terdengar kekehan merdu yang ditangkap jelas oleh Liora.gadis itu tersenyum.


"hiks....kau masih ingat padaku ternyata.kukira kau sudah menikahi gadis cantik diluar sana hingga tak mengingatku lagi?!" ucap Liora sedikit menyindir halus.


"hahahaha....tak ada gadis lain yang mampu mengganti posisi mu dihatiku" suara gelak tawa renyah terdengar sebagai balasan ucapan Liora.


"kau pembohong! sepertinya kau bukan bekerja,tapi berlibur dengan para wanita cantik disana.lama-lama kau akan tertular sifat playboy cap buaya James!!" sarkas Liora,isakan gadis itu sudah tak terdengar lagi dan kini berganti nada penuh kekesalan.Arkansas terdiam,tak lama suara tawa membahana pecah seketika.


"HAHAHAH...kau....kau cemburu baby,oh manisnya calon istriku ini!!" goda Arkansas,hatinya terasa berbunga-bunga.untuk pertama selama hubungan mereka berjalan,baru kali ini gadisnya itu cemburu.meski hanya tergambar melakukan panggilan telepon,tapi bagi Arkansas itu sudah cukup .


"mana ada!! aku...aku tidak cemburu, pergi... pergi saja yang jauh!!" balas Liora jengkel.


"ya...aku akan pergi sangat jauh...jauh mengelilingi dunia bersamamu wahai cintaku, sayangku,pemilik hati dan juga nafas hidupku"


deg......deg......deg......


Blushhhhhh.........


jantung Liora berdebar kencang, pipi dan seluruh wajahnya memerah.mengigit bibir bawahnya kencang menahan pekikan bahagia yang serasa berlomba ingin keluar.


"i...ia" jawab Liora gugup,ayolah mengapa pria ini semakin manis ? liora merutuk kesempurnaan yang ada pada pria tiran itu .


"ia apa hm? yang jelas kalau bicara sayang,my darling" goda Arkansas semakin menjadi.bahkan disamping pria itu,Ryu,Axel,Rion bahkan menampilkan ekspresi wajah ingin muntah saat melihat betapa tak cocok nya wajah dingin itu berucap manis.percayakah Arkansas lebih cocok menyergai bengis dari pada tersenyum samar dengan kata-kata gombalan nya.sungguh mereka merasa kasihan pada Liora.


"ihhh.....ia aku mau kesana sama kamu, seperti nya menyenangkan" balas Liora riang.


"baby, disini aku sangat mencemaskan diri mu.apa semua baik-baik saja?" suara maskulin itu terdengar lirih.


"ba... baik,aku baik-baik saja.dan jangan cemas kan diriku,bekerjalah baik dan aku akan menunggumu kembali" ucap Liora lirih.


"ingin kubawakan sesuatu baby?" tanya Arkansas setelah hening sejenak.


"aku tahu .....aku tahu sayang,bahkan sebelum kau bilang pun aku tahu" balas Arkansas tegar.


"i miss you so much" lirih Liora pilu.


"me too " menghela nafas dan menutup mata,Arkansas kembali bersuara.


"baby,tidurlah ini sudah sangat malam.dan maafkan aku yang menelpon dirimu pada jam seperti ini, sungguh rasa rinduku tak dapat kutahan lagi" Arkansas berucap dengan suara penuh sesal dan kecemasan .


"hiks....tapi aku tak bisa tidur,aku..aku merindukan dirimu" nah,Kembali air mata itu jatuh saat mendengar kata-kata penuh kerinduan dari Arkansas.tidak bisakah pria itu tak membuat nya menangis? Liora menjadi cengeng akhir-akhir ini.


hening.........


hingga helaan nafas berat terdengar dari sana.


"mau kunyanyikan sebuah lagu?" tanya Arkansas lembut.


"wow bos!!! sejak kapan kau menjadi seorang penyanyi? wah...wah...kau hebat nona Liora,atau Nyonya Liora Arkansas Wiguna!!"


suara riuh menggoda terdengar ribut dari balik suara Geraman kesal sang Tiran.disana,disana terdengar suara cuitan geli James dan Pekikan heboh Tristan.


"KELUAR!! ATAU KUPENGGAL KEPALA UDANG KALIAN!!"


Liora tertawa samar mendengar amukan Arkansas pada kedua kawan gilanya itu.


"baiklah sayang tunggu sebentar" ucap Arkansas santai,pria itu berlalu dan kembali dengan suara senar gitar yang mengalun merdu.


You And I


i figured it out


( telah kupahami)


i figured it out from Balck and white


( telah kupahami dari hitam dan putih)


second and hours


( detik dan jam)


maybe they had to take some time


( mungkin mereka perlu waktu)


i know how it goes


( kumengerti)


i know how it goes from wrong and right


(kumengerti dari salah dan benar)


silence and sound


( sunyi dan ramai)


did they ever hold each other tight,like us


( pernahkah mereka saling mendekap erat seperti kita)


did they ever fight like us


( pernahkah mereka bertengkar seperti kita)


You and I


we don't wanna be like them


(kita tak ingin seperti mereka)


we can make it till the end


(kita bisa terus bersama)


nothing can come between you and I


(tak akan ada yang bisa pisahkan kau dan aku)


Not even the Gods above can separate the two of us


(bahkan para dewa diatas sana tak bisa pisahkan kita)


no nothing can come between you and I


oh...you and I


i figured it out


Saw the mistakes of up and down


(telah kulihat kesalahan atas dan bawah)


meet in the middle


( bertemu ditengah)


there's always room for common ground


( selalu ada ruang untuk kesamaan)


i see what it's like for day and night


( kulihat seperti apa siang dan malam)


never together


(tak pernah bersama)


cause they see your thing in a different light like us


( karna keduanya melihat milikmu dengan cahaya berbeda seperti kita)


did they ever try like us?


( pernahkan mereka berusaha seperti kita?)


Liora tersenyum hangat saat kata demi kata yang dilakukan pria miliknya sebegitu indah menggenggam hati nya.


berbaring dan terus menempelkan ponsel ditelinga sembari menarik selimut dengan alunan suara sang kekasih .


You and I


we don't wanna be like them


we can make it till the end


nothing can come between you and I


not even the Gods above can separate the two of us


(instrumen)


"ternyata calon suamiku ini memiliki bakat seorang penyanyi,jika usahamu bangkrut bagaiman kalau kau jadi penyanyi saja Ar? " goda Liora ditengah petikan gitar Arkansas yang terus mengalun.pria itu tersenyum tipis menanggapi candaan sang kekasih.mana mungkin kerajaan bisnis Wiguna bangkrut? Arkansas terkekeh sesaat.


alunan petikan gitar Arkansas terdengar membawa ketenangan tubuh dan fikiran Liora.


You and I


we don't wanna be like them


we can make it till the end


not nothing can come between you and I


oh....you and I


not even the Gods above can separate the two of us


you and I


we could make it if we try


( kita akan berhasil jika kita berusaha)


you and I


petikan gitar berhenti disertai senyuman hangat Arkansas saat mendengar dengkuran halus dari gadisnya.betapa indahnya kebahagiaan yang diberikan Tuhan untuknya .


"sleep well baby,jaga kesehatan mu dan tunggu aku kembali.aku mencintaimu aku sakit disini,sakit akibat mabuk cinta dan kerinduan yang semakin mengerogoti setiap jengkal hatiku.night baby mimpikan aku" sambungan terputus dengan senyuman indah Liora yang tertidur sembari memeluk erat kemeja Arkansas dengan bingkai yang tergeletak di samping bantal tidur Liora.


pria tampan dengan wajah dingin nan sendu itu menatap layar tablet yang kini berisi sosok manis yang tengah tertidur memeluk kemejanya.


TBC...........