
Jangan lupa untuk selalu tinggalkan jejak vote like dan komentar kalian ya......✌️
...🌺 H A P P Y R E A D I N G 🌺...
Tristan keluar,wajahnya tenggelam dengan tekukan dalam penuh kekesalan.
"SIALAN KAU SILVER!!" teriak bungsu BE itu jengkel.
"MULUTMU ITU PERLU KUROBEK HAH?! PERGI SANA!!" baiklah Tristan meringis kala suara teriakan tak kalah tajam terdengar dari dalam markas besar BE.
dengan kesal ia berbalik menuju garasi penyimpanan mobil BE,garasi yang terletak cukup jauh dari markas dan berisi mobil khusus milik para inti.
sementara itu didalam markas,silver mengamuk kesal sembari menghajar siapapun yang berada dalam radius pengamatannya.bagaimana ia tak emosi coba? entah siapa yang sudah berani menyabotase semua mobil anggota BE dengan licik!.
ini tak pernah terjadi!!....
bahkan semua itu terjadi dibawah hidung pengawasannya!! Silver geram dan ia kini bak predator ganas yang siap memburu siapapun yang mencoba mendekat.
bahkan para anggora memilih mundur teratur dari setan putih gila Eagle itu.
silver geram saat memasuki garasi dan siap mengambil mobil menuju pabrik untuk inspeksi bulanan.dan apa yang terjadi?.
mobil tipe tiga,ban hilang dan kempes.mobil tipe dua,seluruh oli mobil disedot habis dan stang mobil hilang! dan mobil tipe pertama,mobil yang nilainya cukup fantasi ini bahkan lebih parah! bagaimana tidak? seluruh kursi untuk pengemudi hilang ,dan seluruh rem pada semua mobil sudah di sabotase!.
silver rasanya ingin tertawa,tidak! bahkan rasanya untuk pertama kali dalam hidupnya bergabung dalam organisasi ia ingin sekali menangis.
dibawah matanya,ia telah dicurangi.
silver mengutuk siapapun yang sudah membuat dirinya menjadi lelucon dalam markasnya sendiri.
disisi Tristan...
pria itu membuka kunci garasi khusus dan masuk menuju mobil pribadinya terparkir.
"well....Hay baby,kurasa kau harus keluar hari ini dan menantang matahari! kau tau? aku tak bisa memakai satupun mobil dari bagasi dua dan yah....terpaksa kau harus kubawa keluar hari ini!" Tristan bergumam malas sembari mulai membuka kunci keamanan mobil Porsche milikinya.
klik.......
aneh.....!!
kunci keamanan mobil itu tidak terpasang dengan normal? Tristan mengeryit curiga.
tapi mobilnya nampak mulus?
itu artinya tiada satupun anggota BE yang telah berani menyentuh bayi kesayangannya!.Tristan mengangkat bahu masa bodoh.
akhirnya mobil Porsche gagah namun terkesan lembut itu keluar dari bagasi dan mulai melaju pergi menuju pabrik.yah,Tristan pergi menggantikan silver memantau pabrik senjata Organisasi.
dan tak jauh,setelah mobil Porsche itu benar-benar meninggalkan gerbang pengawasan,sebuah mobil Audi berwarna hitam mulai mengikuti secara perlahan dari belakang.
hingga keluar dari area hutan dan akhirnya menuju jalan raya,mobil yang dikemudikan oleh seorang wanita dengan senyum menyeramkan itu mulai melaju kencang.
"hehe...maafkan kakak cantikmu ini ya Tan,tapi siapa tau setelah ini statusmu tidak Single lagi" wanita dengan senyum menyeramkan itu bergumam licik,dan seorang wanita cantik yang duduk disampingnya menatap ngeri dengan ekspresi wajah horornya.
"K...kay!! Ja...jangan berlebihan!!" Wanita dengan rambut panjang diikat tinggi itu tergagap ngeri saat kecepatan mobil mulai naik tajam.
"hehehe...kalau tidak terlihat realistis maka drama kita akan sia-sia!!" Kayra.yah,istri dari Arion itu mulai kambuh.
Angel,wanita yang duduk disampingnya mulai berdoa memohon pengampunan tuhan jika saja ia mati tiba-tiba nanti.
dan tak lama.....
di persimpangan jalan tepat dititik kordinat seluruh sistem keamanan AR Security mulai terkoordinasi.
Bammmmmmmm....
brakhhhhhhh......
hantaman keras terjadi.
mobil Porsche dihantam keras dari belakang oleh sebuah Audi hitam dengan tiba-tiba.
"DAMN!! ASTAGA....YA TUHAN AKU BAHKAN BELUM MENIKAH!! SETAN MANA YANG BERANI MENABRAKKU?!!!" Tristan memekik emosi saat berusaha mengendalikan laju mobilnya yang mulai kehilangan kendali.
"No...No...No......Arkhh!!"Tristan berseru panik saat baru menyadari rem kendali blong!.
Brakhhhhhhh........
dan akhirnya,mobil malang itu menabrak sebuah pagar jarak dan berakhir menghantam sebuah pohon besar hingga kap depan mobil mewah itu akhirnya rusak parah dan mengeluarkan asap tebal.
"ARKHH HH!! " Angel menjerit melihat kearah mobil Tristan berakhir.dan tak lama dua buah mobil lain berhenti tak jauh dari sana dan 5 orang wanita cantik keluar dari sana dengan ekspresi tak terbaca.
"Amber...aku...aku rasa ini terlalu berlebihan!!" Daisy tergagap ngeri.
"ya Tuhan!! apa..apa kak Tristan mati?!" Freya berseru horor.
"mulutmu itu ya Frey!!" sambar Ara ganas.
"sudah jangan banyak bicara!! cepat keluarkan bocah bodoh itu!!" Jessy berseru ganas kala melihat semua sahabatnya itu justru malah melamun bodoh melihat kearah mobil Tristan.jika bocah itu mati akibat terlalu lama menghirup asap bagaimana? bisa repot!.
Kayra keluar dari mobil dan bersama Jessy mereka menarik tubuh Tristan yang kini pria itu telah jatuh tak sadarkan diri akibat obat bius yang diletakkan Jessy dari sela AC mobil,tak lama Amber,Freya,Daisy dan Ara mulai datang membantu.
"kau benar-benar gila Jess!! aku tak sangka kau benar-benar meletakkan bius untuk hewan itu dimobil Tristan!!" kayra menggeleng geli kala melihat sebuah kantung putih samar dari sela AC mobil Porsche itu.
" yah!! mana mungkin bukan kita minta Daisy atau dirimu minta pada suami kalian obat bius? bisa curiga nanti para predator Bucin itu!!" ucap Jessy santai.Kayra mengangguk dan tersenyum geli mengangingat kelakuan suami mereka itu.
"a..aduh...ini si Tristan makan apa sih?! beratnya!!" dumel Freya.
"dia itu keberatan dosa!!" Ara menyahut jenaka,para wanita itu terkekeh menatap geli wajah terkulai Tristan yang malang!.
dan akhirnya,tubuh Tristan digotong oleh para wanita cantik itu kedalam mobil Alphard hitam milik Ara dan merekapun kembali pulang ke Mansion Wiguna menunggu kedatangan otak dari segala rencana licik para wanita BE!.
Amber dan Kayra membawa Alphard,dan mobil sisanya dibawa Ara,freya,Daisy,Jessy dan Angel.
.......🦇.......
Keheningan terasa mencekik didalam sebuah apartemen menengah yang dimana seorang gadis dengan wajah pucat terus menerus melirik ke arah sebuah jam dinding disalah satu sudut ruang tamu.
mengigit ujung kuku-kukunya,Sakura merasa jantungnya seakan diremas penuh kegelisahan.
"apa yang harus aku lakukan?! apa....?!" bergumam lirih penuh tekanan,Sakura mulai berjalan mondar-mandir sembari menarik rambutnya frustasi.
Ting.......
suara sebuah notifikasi masuk ke ponselnya.
Lio@ArWigunafamily :
...sakura,saya dan Cristal akan segera take off.kami berharap kamu bersedia untuk sekedar datang dan melihat Tristan nanti,jika kamu datang saya akan sangat berterimakasih....
...sakura,ini saya akan tinggalkan sebuah alamat untukmu....
...St Louis Mansion Wiguna palace No 201....
...terima kasih sakura!...
read.............
Brukhhhh.......
kaki jenjang berbalut celana kain putih itu lemah dan langsung meluruh kelantai dingin yang telak menembus relung hatinya.
sakura terduduk menatap ponselnya dengan nanar.
dia terlambat...!!
bahkan sakura tak sempat mengantarkan Kedua kakak perempuan Tristan kembali pulang! .
"bodoh.......kamu bodoh sakura!!"
memeluk kedua lututnya dan meringkuk seperti janin,gadis itu berbaring lemas di atas lantai dingin apartemennya.
Sakura_Dr :
baiklah Mrs Wiguna, terimakasih saya akan datang
send........
dan setelah pesan terkirim,sakura menelan harga dirinya bergegas melihat jadwal penerbangan menuju london dalam waktu dekat.
tidak bisa membohongi diri lagi!.......
hatinya sakit akan hal buruk yang menimpa pria itu.Tristan entah kapan menjadi berharga dimatanya!.
..........🦇..........
sementara itu.....
London at Great Building Wiguna Company....
Duakh......
"OH **.*!! ARION DREW WIGUNA..!! ISTRIMU SUDAH GILA!!!" Axel yang semula duduk memonitor seluruh keamanan berdiri kaget sembari berseru ngeri kala melihat apa yang kini terjadi dibalik layar didepan matanya.
kursi kepala IT itu terjungkal dan jatuh dengan suara keras mengagetkan semua orang.Axel berdiri panik,berbalik dan berlari keluar dari luar pusat kontrol menuju kearah lantai CEO berada.
"oh demi Tuhan!! ada-apa dengan para wanita rubah itu?! " Nafas Axel memburu,pria dengan kaca mata membingkai manik yang selalu menampilkan kesan kecerdasan dan ilmu pengetahuan itu memerah.
semua mata memandang aneh kepala departemen IT perusahaan WJC itu,Axel tak perduli.ia berlari menuju lift dan dengan brutal menambrak karyawan lain yang bersiap memasuki benda kotak yang terbuat dari besi itu.
apa ia perduli? tidak! Axel,sang mata dewa BE itu sudah tenggelam panik.
Brakhhhh......
pintu besar dengan ukiran rumit yang terbuat dari Mahoni bercat putih tulang itu terbuka keras oleh gerakan cepat axel.pria itu terengah-engah lelah berlari dari mulai awal lift terbuka hingga depan kantor CEO berada.
kedua pria tampan yang tengah serius berunding didalam ruangan itu menoleh cepat saat pintu terbuka keras.
Arkansas dan Arion menyipitkan mata geram pada kepala IT itu.
"apa kau sudah bosan hidup?!" sentak Arkansas dingin,maniknya menajam dan pria itu sukses membuat bulu kuduk seorang Axelio Lumiro Prameswara itu berdiri.
Glek!!...
Saliva tertelan paksa.
"raja neraka sial!! sekali saja bolehkah kutukar saja pria Tiran ini dengan sebungkus Tic Tac?!" batin Axel sakit hati.
"haha...kondisikan wajahmu itu Xel !! katakan mengapa dengan wajah jelekmu itu?! kau bahkan berani mengacaukan diskusi kami?!" Rion bersuara jenaka berusaha mengurai tekanan udara ganas dari saudara kembarnya saat ini.
Axel tersadar,pria itu mengusap keringat dingin dikeningnya dengan sebuah tisu yang ia sambar dari kursi tamu diruang CEO itu.
"R... Rion!! kau...kau harus siapkan mental,istri...istri gilamu!!" baiklah Axel bahkan kini tergagap dibawah tatapan tajam Arkansas yang sungguh kini terlihat menahan kesabarannya yang bahkan tak sampai seujung jari.
"katakan!!" sarkas Arkansas jengkel.
"SI KAYRA MENABRAK TRISTAN!!" Axel memekik horor dan seketika waktu seakan berhenti kala wajah jenaka Rion memutih seketika.
Brakhhhhhhh...
pria itu,Arion berdiri dari kursinya dan bergegas menuju Axel berada.ia meraih kerah baju Axel dan maniknya membola kejam.
"apa katamu?!! tidak mungkin istriku menabrak anak bodoh itu?!! kau jangan main-main Axel!!" seruan ganas Rion menggema di seluruh ruang pusat pemimpin WJC itu.
Arkansas mengeryit dalam,ia meraih ponselnya dan menghubungi sang istri.
Tut........
"Hallo, ada-apa suami?" Suara lembut terdengar dari dalam benda pipih canggih itu,senyum teduh Arkansas terbit disela suara sahutan Rion dan Axel,Arkansas! pria itu tak perduli.
"sayang,jam berapa kamu landing? Istriku....Tristan kecelakaan,dan Kayra......" terjadi keheningan sesaat hingga.
Deg.......
jantung Arkansas seakan berlomba kala suara manis nan merdu dari tawa renyah istrinya terdengar.ia tak terkejut saat hal itu terjadi.
pasti wanita manisnya berencana!.
Arkansas menyandar malas pada kursi singgasananya dan mulai memahami permainan kejam sang istri.
"kamu jangan khawatir Ar,suamiku tenang saja ya! aku janji ini akan berakhir baik right!!" Liora berucap manis dengan nada manja membawa rasa siraman madu keseluruhan relung hati sang Tiran.beban kerja selama beberapa hari belakangan hilang menguap tak tersisa.
"dan aku akan tiba di London pukul 8 pagi besok,sudah ya aku akan naik bersama Cristal dan Nixon,James telah selesai mengurus prosedur "
Arkansas tersenyum tipis dan menyentuh dadanya dimana kerinduan akan sang istri dan bayi mereka sungguh terasa berat.
"baiklah sayang... hati-hatilah dengan calon bayi kita,aku mencintaimu " menghela nafas dan perlahan menunggu balasan.
"*me to,i love you my Tyrant husband"
Tut*............
HAHAHAHAH......
pecah sudah tawa bahagia saat rasa rindu perlahan terobati meski tak lengkap.Rion dan Axel berbalik menatap aneh pada pria Tiran itu
"hei!! kau gila tertawa saat aku tengah pusing akan semua masalah ini?!!" Rion menyembur kesal.
"sebaiknya kita bergegas melihat Tristan" jawab Arkansas santai.
pria berkemeja putih berbalut rompi itu berdiri dan mulai berjalan menuju dimana mantelnya tergantung.
meraih mantel dan menatap kedua pria yang nampak masih berdiri linglung menatap dirinya.
"sebaiknya kalian bergegas karena aku tak suka menunggu!!" sentak Arkansas dingin,Rion dan Axel tersentak dan bergegas mengikuti langkah cepat Arkansas menuju lift.
"dimana kordinat Kayra sekarang?" tanya Arkansas acuh.
Rion dengan cepat meraih ponsel dan mencari lokasi sang istri.
"mansion Wiguna? mengapa mereka justru ke Mansion dan bukannya ke Rumah sakit?" Rion bergumam heran.
Arkansas menyeringai dan aura dinginnya semakin pekat.
brrrrrrr.....
sial!!.....
Rion dan Axel mengigil dan tanpa sadar melirik satu sama lain.
"Bos....ja..jangan bilang kalau ini permainanmu?" Axel tergagap ngeri.
"berfikir lah!" tiba di lobby lantai bawah,para karyawan menunduk hormat saat pemimpin mereka mulai melangkah keluar.
"kau mengemudi sendiri Brother?" Rion bertanya saat sebuah mobil Lamborghini Urus telah menunggu tepat di pintu keluar gedung.
"hm" memasuki mobil dan mobil Arkansas melaju pergi bergitu saja tanpa menunggu kedua pria yang kini berdiri linglung.
"dia gila!" gumam Rion frustasi.
"dan para wanita rubah itu lebih gila!" balas Axel putus asa.
"hei...ingat salah satu wanita yang kau sebut rubah itu juga istrimu!! dasar bodoh!!" ejek Rion sinis.
"CK... merepotkan!!"
akhirnya keduanya memasuki mobil Rion,karena Axel jujur terlalu malas mengemudi saat otak dan tubuhnya masih lemas atas drama dadakan para rubah betina inti itu.
"kuharap aku masih kuat saat para rubah itu berulah lagi" monolog Axel penuh beban diwajahnya.
Rion melirik dan diam menelan semua tangisan atas kelakuan akward istrinya
...🦇...
...TBC...