PRINCESS OF DARKNESS (My Beautiful Target)

PRINCESS OF DARKNESS (My Beautiful Target)
permintaan



Hai semua jangan lupa tinggalkan jejak vote, like dan komentar ya.....🌹


...🦂...


...H...


...A...


...P...


...P...


...Y...


...R...


...E...


...A...


...D...


...I...


...N...


...G...


...🦂...


...aku akan selalu berusaha...


...karena akan selalu ada harapan kesempurnaan didalam kisah kita...


...kau hanya perlu diam...


...dan lihat aku...


...tak perlu kata-kata...


...lalu semua akan berjalan indah...


...dulu kita menangis bersama...


...dan itu sudah berjalan lama...


...termakan waktu...


...dan kini hanya tawamu yang akan ku lihat...


...aku mencintaimu...


...kau buatku bahagia...


...kau buatku melihat kenyataan yang indah...


...selama sisa hidup kita...


...dalam banyak kesempatan...


...akan kubuat kau bahagia...


...jangan pernah berubah...


...kita akan terus seperti ini...


...bahkan saat bersama dirimu...


...seluruh nafas ini akan ada untukmu...


...lebih baik seperti ini selamanya...


...kau buat aku bahagia...


...kau buat hidupku terasa nyata...


...untuk sisa hidup kita...


...aku akan mencintaimu selamanya...


...bahkan sepuluh ribu tahun lamanya...


...tak akan bisa melupakan dirimu...


...kau adalah milikku...


...dan sampai akhirnya...


...aku akan terus memelukmu...



............🔱............



Pria berdarah Jepang Inggris itu turun dengan wajah dingin dan malas dari atas motornya,ujung matanya melirik kesal akan keluarga besar Kazehaya yang masih terus mengikutinya dalam diam.


dan kini Hyashi telah keluar dari mobilnya dan memandang megah dan mewahnya Mansion Utama Wiguna Family.



Bangunan arsitektural dengan kaya temporel yang sangat elegant dengan cat putih yang mendominasi.


"kenapa diam?!! kalau mau jadi patung jangan disini,kami tidak punya banyak waktu memikirkan dimana patung kalian mau diletakkan nanti!!" sarkas Ryu pedas.sungguh,mulut putra lingga ini 11 12 dengan mulut wasabi putra sulung Rafendra,Arkansas!.


"kau!!" Aikaru benar-benar membenci pria tampan dengan wajah malas itu.Aiko menarik lengan Aikaru dan memintanya tenang.


bersidekap dada dan bersender malas pada body motor sportnya,Ryu menguap bosan.


"apa?!! kau mau kutebas?" ucap Ryu sinis.


Hyashi menghela nafas dan menahan tubuh istrinya.yah,Hyashi dan Aikaru telah menikah belum lama ini akibat kekosongan kursi ratu.dan kaisar Hideki telah mangkat dari jabatannya maka dari itu Hyashi harus rela mengambil semua tanggung jawab dan menjadi kaisar demi memperbaiki daerah Kazehaya palace yang hancur akibat penyerangan BE dulu.


"Tuan muda Hara,sungguh saya minta maaf atas semua ini dan bisakah anda melanjutkan permintaan saya untuk bertemu tuan besar Rafendra" ujar Hyashi bijak.Ryu melirik dan terkekeh sinis menatap kaisar baru Kazehaya itu.


ia berbalik dan mulai menaiki tangga menuju pintu utama memasuki Mansion.tangga putih yang begitu indah terbuat dari beton dan dihiasi guci-guci besar terbuat dari kayu yang diukir sepuhan emas dan hiasan pohon imitasi yang terbuat dari silver dan emas asli.perdana Mentri mengangga takjub melihat semua yang kini ia lihat,apa pemimpin Wiguna itu sangat royal hingga menjadikan emas sebagai hiasan? Aiko,Aikaru dan perdana menteri saling melirik penuh arti akan rasa kagum akan semua kemewahan ini.


para Penjaga utama berjejer kala Ryu sudah berada ditangga teratas.


"tuan muda.....tuan besar dan seluruh keluarga telah menunggu di ruang tamu utama " Faren menunduk Hormat dan mulailah pintu besar terbuka oleh dua orang penjaga.


Hyashi tak dapat berkata-kata,bahkan keamanan di Mansion ini jauh lebih elit dari keamanan tempat tinggal seorang presiden atau bahkan seorang raja sekalipun.



rombongan keluarga Kazehaya digiring masuk melalui lorong dengan warna dominan gold menuju pintu utama dimana keluarga Wiguna telah menunggu.lorong dengan lampu kristal mewah yang menggantung apik menambah kesan mewah ditempat itu.


"kuingat kan pada anda Hyashi-sama,jangan mengusik ketenangan yang bisa menimbulkan badai!!" ancam Ryu tegas.


Hyashi mengangguk paham,lebih baik diam agar semua cepat selesai.


lalu tak lama,sebuah pintu besar berwarna golden dengan gradasi putih mulai terbuka lebar.Ryu masuk dengan mata lurus ke depan dan tak berbalik sama sekali bahkan untuk melihat bagaimana reaksi para Kazehaya kini.


Hyashi dapat melihat nenek serta Istrinya begitu kelelahan sejak harus berjalan begitu lama bahkan hanya untuk sampai kelobby pintu masuk.dan kini ia menghela nafas merasa lega kala melihat para inti generasi sebelumnya telah berdiri dengan sebuah tangga besar dikanan kiri mereka.


"selamat datang ke tempat sederhana kami kaisar Hyashi,ada masalah apa hingga anda datang jauh-jauh kemari? bukankah masalah kita sudah selesai?" baiklah lamunan para Kazehaya terhenti oleh suara berat nan dingin yang kini sosoknya berdiri ditengah, Rafendra! yah,pria Lucifer yang tak lekang oleh waktu itu berdiri tegak menatap dingin pada mereka .


"apa katanya tadi? sederhana? sederhana dari mananya ?!!' batin Perdana Mentri jengkel.



"sabar sayang,bicara pelan-pelan ya" bisik Anggi lembut.Rafendra mendesah dan hanya bisa mengangguk setuju,lagipula ia tak mungkin berbuat onar didepan istrinya.


"duduk!!" titah Rafendra dingin.para ayah generasi Rafendra duduk tegak menatap datar tamu tak diundang dihadapan mereka ,namun Hyashi harus kuat menahan rasa permusuhan yang menguar dari para inti yang duduk tak jauh dari para ayah mereka.


"mau apa kau?!! sudah bosan hidup?!!" sembur Marsel sinis,ingat! dulu mereka harus menghadapi kehancuran Liora akibat tewasnya Leo akibat ketidak tegaskan para Kazehaya itu pada Hyuga,dan para inti itu tidak akan pernah lupakan itu!.


"Marsel.....tenanglah son!!" Marvel menegur tegas Marsel yang menatap ayahnya sengit dan tak lama mendengus menahan emosi.


"katakan cepat,ada hal apa lagi kau kemari?!!" Bimo mengambil sikap begitu melihat sikap diam Rafendra.


"tuan Smith,saya kemari ada hal yang sangat penting untuk dibicarakan dengan tuan Wiguna.ini soal perbaikan palace dan kamipun datang atas persetujuan dari presiden Jepang Amano oiku!" ucap Hyashi tegas,ia tak bisa takut kini.tanggung jawab besar kini ia pikul sebagai kaisar dan jika ia tak bisa bertindak maka Kazehaya palace akan runtuh.


..........🔱..........


Arkansas menimang putranya sayang,ia bahkan tak bergeming pada sosok Tristan yang duduk Pundung dipojokan akibat diabaikan oleh si tiran tega itu.


"bos....ayo turun...Daddy sudah menunggu!!" rengek Tristan putus asa,ayolah sudah 30 menit ia disini tanpa dianggap.mau sabar bagaimana lagi coba? rasanya mau menangis namun gengsi!.


kini pria itu menuju istrinya karena Rayganta kecil mulai merengek.


"putra mom lapar sepertinya? mau Mimi sepertinya!!' Liora meraih tubuh putranya lembut dan kini mengecup tangan mungil jagoannya itu,Arkansas tersenyum meraih tangan istri dan putrinya kedalam telapak tangan besarnya perlahan dan mengecupnya penuh kasih.



"sayang...liat tangan kecil ini nantinya akan mengenggam dunia underworld!!" celetuk Arkansas sembari mengecup sayang telapak tangan mungil putranya yang masih asik menatap keduanya polos.


Liora terkekeh dan menggeleng geli melihat kelakuan ajaib suaminya itu.


"Mimi apa kak?"


deg....


Arkansas menoleh cepat saat sadar Tristan masih dikamarnya dan istrinya itu tengah siap membuka kancing piyamanya bersiap mengeluarkan gunung ranum kembar yang hanya boleh seorang Arkansas saja yang melihat.


"eh..kau tak tau Mimi itu apa Tan?" baiklah itu suara laknat James terdengar memasuki kamarnya.Arkansas menoleh cepat sembari menutup tubuh istrinya dengan tubuh besarnya.


"TRISTAN.. JAMES....KELUAR KALIAN!!" amuk Arkansas panik dan segera menutup kembali gunung ranum yang hampir keluar itu.


deg....


OEKKK....


pecah sudah tangis baby Raygan mendengar suara menggelegar sang ayah.


"kami itu menunggumu bos!! lagipula Mimi itu apa? apa rasanya enak?" Tristan bertanya penuh binar dengan semburat malu Liora yang kini timbul mendengar pertanyaan frontal dari si bungsu BE itu.


"KELUAR!!" amuk Arkansas benar-benar naik pitam hingga.


Nyutttt...


"hais....aduh..kenapa sayang? kenapa kau mencubit pinggangku?!!" ucap Arkansas meringis,sungguh cubitan maut istrinya benar-benar sakit!.


"diam! anakmu sudah lapar dan sebaiknya pergi temui dad!! kau itu berisik, putraku bisa menagis terus menahan lapar!! sekarang pergi kalian bertiga!!" Sembur Liora kesal.


Liora sudah meraih kancing piyamanya dan bersiap memberi asi pada bayi mungil tampan kesayangannya.


"tidak...tidak..tidak..sayang kau tidak boleh menunjukkan gunung ranum penghasil susu hak ku pada orang lain!!" panik Arkansas sembari mendelik tajam hingga James dengan cepat menarik Tristan keluar dengan panik,sial! si Hades mulai kehilangan kesabaran.mereka harus pergi atau melayang nyawa kemudian.


akhirnya setelah kedua makhluk astral itu keluar,Liora kini bebas menyusui putranya yang nampak sudah lapar.


Glek.......


Arkansas panas dingin kala melihat betapa lahap putra iblisnya meraup susu segar dari istrinya itu.


"dasar iblis kecil!! kau..kau sudah mengambil hak Daddy!!" batin Arkansas nelangsa,sial! dia mau juga melepas dahaga setelah lelah berteriak murka pada Tristan dan James tadi,namun melihat tatapan maut istrinya akhirnya dengan bahu turun dan lemas,pria tampan itu berbalik dan pergi dengan berat hati.


hell......!!


mengapa istrinya semakin montok? ia juga mau mendaratkan mulutnya dan mencecap makanan putranya itu,sial! Arkansas dan otak mesumnya sudah bekerja tidak singkron.hatinya meminta ia pergi dan biarkan putranya makan dengan tenang namun otak kotornya terus bekerja menghasut hatinya,bolehkah Arkansas menangisi nasibnya? poor you man!.


didepan pintu.


"sayang....bolehkah aku rasa sedikit saja?" bujuk Arkansas memelas.sial wajah memerah mungil putra kecilnya sungguh penghasut yang hebat.


Liora menaikan sebelah alisnya dan memasang senyum mengejek sembari kini membuka total bra-nya.


Glek.....


ya Tuhan cobaan apa ini? Arkansas mengerang frustasi.


"Daddy mau Mimi sama seperti baby Ray?" Liora berkedip menggoda nakal.Arkansas tanpa sadar mengangguk semangat bak anak puppy yang diberi tulang.


"sini mommy kasih Daddy yang kanan" goda Liora sembari tersenyum menyeringai.


Arkansas menjilat bibirnya sensu*l dan mulai melangkah hingga.


deg...


Prank.....


lampu tidur itu pecah menghamtam dinding tepat saat gerak gesit Arkansas berhasil mengelak serangan ganas istrinya.


"DASAR ARKANSAS MESUM!! KELUAR SANA,BUAYA TIDAK TAU UMUR SAMA ANAK TIDAK MAU MENGALAH!! KELUAR SANA,ATAU KULEMPAR KEPALAMU DENGAN VAS INI!!" amuk Liora emosi,Arkansas melongo linglung,bukankah tadi istrinya sendiri yang menawarkan? lalu dimana lagi salahnya kini hingga membuat wanita cantik nan bohay itu mengamuk? Arkansas berbalik dan berlari cepat menghindari bidikan maut dari Glock 20 yang diraih Liora dari laci samping ranjang.gila! istrinya benar iblis betina yang mengerikan.


Blam.....


pintu kamar tertutup cepat dengan wajah pias Arkansas yang menatap ngeri amukan sang ratu rubah.memegang dadanya yang berdebar kencang sembari menatap para pelayan yang meliriknya geli,sial! karena Pintu yang tidak ditutup maka aibnya terlihat oleh para bawahannya.malu sampai ketulang,Arkansas meringis kala melihat wujud iblis si ibu yang tengah menyusui putranya itu.


"itu...itu istriku? wah......seramnya!!" ucap Arkansas bergidik sembari berjalan menuju lift menuju lantai utama.


sementara itu....


"BWAHAHAHAH...kau lihat wajah pucat daddymu sayang? Daddy sangat lucu ya!!" gelak Liora sembari mengecup pipi bulat putranya itu.Raygant tersenyum sembari terus meneguk air susu ibunya itu.sungguh bayi kecil itu sangat lapar sepertinya.


"sepertinya mommy harus sering mengerjai daddymu agar wajahnya itu tidak selalu kaku dan Menyebalkan! bagaimana ya suamiku memang tampan,tapi senyum mesumnya itu buat mommy jengkel! baiklah putra kecil mom,sekarang waktunya tidur,kamu tidur dan mom akan mandi" Liora perlahan meletakkan tubuh kecil baby Raygan dan menyelimuti bayi kecilnya itu sayang.Liora merapikan sedikit piyama bagian dada dan mulai bergerak turun dari ranjang perlahan.


memasuki Kamar mandi dan mulai membersihkan diri.


.........🔱........


Taphhhh.... taphhhh....


suara langkah berat nan tegas itu terdengar keluar dari dalam lift,Arkansas menuju sofa dimana semua keluarganya dan tamu tak diundang itu datang.


"to the poin!!" ucap Arkansas dingin.pria berwajah tampan dengan garis wajah tegas dan sorot mata tajam itu duduk di sofa tunggal tepat disamping sang ayah.Arkansas dapat melihat wajah tenang Rafendra dan wajah bosan para inti.


"Hyashi ingin kita memberi kompensasi atas seluruh kerusakan palace dan juga menjalin kerja sama multinasional dalam keamanan dan juga membantu pemerintah Jepang dalam persenjataan!!" jelas Axel panjang,ia melihat para ayah nampak malas menjelaskan ulang hingga pria sayap kiri sang mata dewa itu mengambil inisiatif atau si Hades itu akan mengamuk nanti.


"Masalahnya apa? apa perlu hal ini aku yang tangani?!!" baiklah, sepertinya Arkansas bermood buruk kini.suaranya nampak terkesan dingin dan penuh aura hitam pekat yang terasa mencekik dan para ibu hanya menatap takut apa yang tengah terjadi.


"ti..tidak perlu Bos,akan ..akan kami tangani" sial,Ryu bahkan gagap ia melirik angel yang sudah bergidik ngeri sembari memeluk tubuhnya erat takut melihat sorot mata bengis sang Hades.


" calm down son! ini perkara mudah akan Daddy dan para saudara mu yang tangani!!" akhirnya Rafendra bersuara.ia mendesah kala Anggi sudah menatapnya tajam penuh peringatan seakan ' bicara atau putramu akan mengamuk disini' itulah mungkin arti dari tatapan maut sang istri Anggita.


"kalian urus dan jangan menganggu waktuku dengan putra juga istriku!!' sembur Arkansas penuh ancaman.pria itu bangkit dan tak perduli wajah pucat Hyashi.


"penganggu!" batin Arkansas kesal setengah mati.


...TBC...


right guys...see you next chapter 🤗


stay home...😉