PRINCESS OF DARKNESS (My Beautiful Target)

PRINCESS OF DARKNESS (My Beautiful Target)
this sakura



Hai semua jangan lupa tinggalkan jejak vote like dan komentar ya.......✌️



...💠...


...H...


...A...


...P...


...P...


...Y...


...R...


...E...


...A...


...D...


...I...


...N...


...G...


...💠...


"Dokter sakura.......apakah anda mengakui kesalahanmu?! saya tidak menyangka anda akan melakukan tindak kekerasan hanya karena cinta! anda harusnya bersikap dewasa jika Dokter Benjamin memilih menikahi putri saya Denada,mengapa harus sampai ada kekerasan seperti ini?!! anda tau......karena ulah anda pernikahan mereka harus diundur!!" Pria paruh baya dengan kumis tipis itu menghardik sinis begitu dokter muda nan manis itu kembali dari London untuk menghadiri jurnal medisnya.Sakura langsung dipanggil menuju kantor direktur umum rumah sakit tempatnya bekerja,sudah gadis itu duga! Wanita itu,Dena pasti menambah banyak bumbu kebohongan atas apa yang menimpa dirinya malam itu.


menghela nafas dan mulai menutup mata meredam amarah dan sakit hati yang ia rasakan,harusnya disini dirinyalah yang marah! karena mereka telah menipu dan menusuknya dari belakang.


"apakah anda bicara seperti ini pada saya sudah tau dengan pasti kejadian apa yang sebenarnya terjadi?!" sakura berucap lirih,mengapa dirinya selalu dianggap salah disini? bukan,bukan ini yang ia inginkan saat merajut kasih bersama Benjamin.


Pria dengan kumis tipis itu tersenyum sinis,sudah lama ia menyimpan ketidak senangan pada diri sakura.biar bagaimanapun gadis itu telah menyerobot tempat dimana putri bungsunya harus dapatkan! sakura,dokter muda itu terlalu luar biasa hingga dalam waktu kurun dari satu tahun ia sudah menjadi kepala bagian dokter Estetika dimana tempat itu harusnya ditempati oleh salah satu putrinya,namun para pemegang saham rumah sakit justru menunjuk gadis yatim piatu itu! sungguh ia tak puas.


"hahaha....tak perlu penjelasan panjang lebar dokter sakura. saya lebih tau putri saya Dena seperti apa! jangan lupa kau itu dokter baru di sini dan jangan terlalu sombong!!" Sarkas pria itu sinis.


"jadi disini saya yang bersalah dokter Ferdinand? dari sudut mana anda katakan sayalah yang bersalah?!" tantang sakura emosional.


Brakhhhh......


Ferdinand,pria Dirut rumah sakit Jhony Hospital center itu meradang! ia menggebrak meja dan menunjuk sakura nyalang.


"BETAPA SOMBONG DIRIMU DOKTER SAKURA!! PERGI DAN RENUNGKAN KESALAHAN DIRIMU ATAU SILAHKAN HENGKANG DARI RUMAH SAKIT INI?!!" pekik Ferdinand murka.


tatapan mata sakura dingin,terus dan terus mereka menindas dan merendahkan dirinya.ia berbalik tanpa kata dan segera berlalu pergi mencari ruang dimana Benjamin berada untuk perawatan .


Para suster dan perawat yang berpapasan dengan sakura menatap dokter manis itu iba,mereka tau seberapa berat perjuangan gadis itu untuk sampai ke posisi sebagai kepala bagian dokter Estetika ,kerja kerasnya membuahkan hasil dengan adanya pengakuan dan penghargaan dari para pendiri rumah sakit,dan memang sulit bertahan tanpa sokongan belakang yang kuat.seperti saat ini,kemahiran tangan medisnya tak mampu membuatnya terbebas dari kecurangan kepala rumah sakit sendiri.


"Dokter......" salah seorang suster asistennya memanggil lirih.sakura mengangkat tangan dan tersenyum sangat manis namun sumpah demi apapun,senyuman itu terlihat sangat menyayat hati!.


"aku tidak apa.....kalian kembali dan periksa saja pasien yang lain!" sakura berucap lembut dan terus berjalan meski senyum tetap menyebar,namun hati begitu hancur.


.............💠...............


Para inti mendesah lelah melihat kehebohan istri mereka.


dan terutama Arkansas! pria itu meringis ngeri sendiri melihat betapa aktif gerak sang istri demi mempersiapkan keberangkatan Tristan.


"Nah......Tristan,jangan lupa pergilah ke Sunfloris! kakak sudah pesankan kamu bunga Tulip berwarna pink yang sangat segar untuk kau bawa sebagai buah tangan menemui kekasihmu itu hihihi...." Liora terkekeh lucu,wanita cantik itu terlihat sibuk dengan ponselnya entah sedang apa?.


Tristan mengangguk semangat dan wajahnya tak berhenti menguarkan senyum bodoh yang sangat menjengkelkan dimata para inti,sungguh apa tidak bisakah aib mereka ini dimusnahkan saja? gusar!.


"wajahmu Tan......!! bisakah jangan terlihat bodoh begitu?! kau membuat kami malu!!' James mendesah putus asa,sungguh dari sejak mempersiapkan keberangkatan ,Tristan terus saja tersenyum lebar dan itu sangat mengerikan!.


dan akhirnya para inti membiarkan para istri mereka sibuk sendiri dengan keperluan Tristan,entah? para wanita itu seperti mengurus bayi saja,heboh sana-sini!.


"Tristan.....kau harus bersikap tenang saat berjumpa dengan sakura nanti! ingat.....jangan tersenyum sendiri seperti orang beg*,sungguh jadilah coolman!! paham?!" kini Cristal yang bersuara tegas,dan Kayra mengangguk mengiyakan mantap.


"oh....satu lagi...satu lagi....ingat Tristan,sama seorang gadis itu harus bicara manis dan romantis,jangan bikin malu kamu!!" Amber menambahkan,sungguh para wanita itu sangat takut akan kesan cinta pertama untuk adik lelaki bungsu mereka itu,salahkan saja para ibu dulu yang tidak memperbolehkan si bungsu BE itu belajar mendekati seorang gadis sama seperti saudaranya yang lain,sungguh Tristan dijaga tak kalah dari Ara dan Freya dulu.


Tristan mengangguk patuh dengan senyum yang tak pernah pudar,sungguh jika bibirnya itu bisa sobek! mungkin sudah sedari tadi bibir itu sobek akibat Tristan yang tiada henti entah tersenyum atau tertawa sendiri,para inti yang mengawasi kelakuan mereka dari cctv Axel hanya bisa menggeleng miris,sungguh kasihan adik bungsu polos mereka itu!.


"gila.....itu anak budak cinta parah!!" Marsel berseru horor.


"hm...kalau kata orang Indonesia itu Bucin!" sahut Ryu menimpali ucapan Marsel.


"benar...benar.....kurasa Tristan bukan lagi bucin, tapi menjurus kearah gila!!" James terbahak nista kemudian.


para inti lainya hanya bisa mengangguk mengiyakan ucapan ketiga pria inti itu.


kembali ke kamar khusus Tristan di mansion Wiguna.


"nah....sudah beres semua persiapan, Tristan.apa kau mau Kakak minta James mengantarmu sampai California?" Liora bertanya setelah sebuah tas kecil berisi pasport,dan segala kartu tanda identitas lain telah selesai di siapkan.Tristan memang tak ingin membawa baju satupun karena Cristal memiliki sebuah kondominium kecil di California dimana nanti akan Tristan tempati nanti selama usaha membujuk sakura agar ikut dengannya nanti.


"tidak kakak ipar,cukup James antar sampai bandara saja.dan aku akan naik pesawat saja nanti,jadi tidak perlu sampai James antar sampai California!" tolak Tristan halus.


"hati-hati disana Tan, California bukan wilayah kekuasaan BE.jadi sebisa mungkin jangan cari masalah,jika memang mendapat masalah tak terduga.kau bunuh saja langsung sumber masalah itu dan yah....kami akan membereskan sisanya!"


hening......


semua menatap kearah Cristal yang baru saja selesai memberi petuah.inilah definisi dari manusia tak berakhlak!.Liora menggeleng miris melihat kelakuan absurd seorang Cristal,entah bagaimana ada seorang kakak yang memberi nasihat pada adiknya untuk membunuh?


dan yang paling mengenaskan lagi adalah,Tristan! pria manis itu justru mengangguk polos dengan semangat juang tinggi.definisi keluarga tak berakhlak memang!.


"sudah...sudah...cepatlah pergi ,penerbangannya tinggal 30 menit lagi!!" Liora memutus semua wejangan para iblis itu dan yang pasti hal itu akan dituruti dengan senang hati oleh si babyface,maka dari itu sebaiknya dihentikan sebelum nasihat yang lebih sadis jika sang Hades turun.


"uncle!!"


suara panggilan imut namun terselip kedinginan disana terdengar dari arah belakang.


" Raygan!! ada apa boy?!!" Tristan mengusak rambut tebal nan hitam bocah tampan itu .


"ini ada bisa black widow yang baru Ray ekstrak! cobalah jika ada hama yang mendekat.semprot saja maka orang itu akan buta!!" Bocah itu berucap santai sambil menyerahkan sebuah botol kecil lengkap dengan penyemprotnya kepada Tristan.


Liora melotot horor! sejak kapan putra manisnya menjadi sadis begini? oh andai kau tau Liora? putra mahkota Arkansas itu sangat sadis.


"putramu Ar.......?!!" gumam Ngeri Liora menatap frustasi wajah tampan suaminya kini.Arkansas menyerigai,sudut bibirnya naik dengan bangga.


"sayang...kalau kau lupa itu keluar dari rahimmu!!" bisik Arkansas sensu*l sambil meniup lembut daun telinga Liora yang seketika langsung memerah malu.dasar mesum!.


dan akhirnya semua telah selesai.setelah pamit pada semua kakak iparnya dan saudara-saudaranya,Tristan pergi dengan diantar James kebandara.


"bye Uncle!!!" teriak para bocah yang entah sejak kapan berdiri di tangga pintu masuk Mansion.


Tristan melambai dari kaca pintu mobil.


...............💠...............


Kini ruangan terasa dingin,Sakura menatap sosok Benjamin yang duduk diantas brangkar sembari menatapnya tajam.


"Kau puas?!! karenamu aku sampai dipukuli oleh pria antah berantah!!" maki Benjamin sinis .


Sakura tertawa miris,seginikah arti cinta yang ia bina hampir 3 tahun lamanya.


"kau yang memulai semua kemalangan tipuan ini!!" lirih sakura nanar.


Benjamin menatap gadis itu dingin, memang! ada sudut hatinya yang menyesali semua ini,namun hidupnya butuh status dan kekayaan,kepuasan sebagai pria dan martabat! dan sakura tak bisa membantunya mendapatkan semua itu.


"pernahkan kau merasa?! dan pernahkan kau tegaskan?! sebenarnya adakah cinta untukku dari hatimu yang terdalam? kau....kau sejak mengenal Dena! aku tau dan aku sadar....cinta itu memang tak pernah ada,jarak itu semakin melebar!!" Sakura berucap lirih,sakit! hatinya sakit.


Benjamin menatap gadis itu diam,dan ia melirik sorot mata teduh itu lagi.


"kau tak bisa menopang hidupku sakura! dan cinta? itu hanya dongeng indah yang tak berarti untukku!! yah,Dena! aku memang belum atau tidak mencintainya namun dia bisa memberikan apa yang tidak kamu bisa, untukku!!" balas Benjamin kejam.


sakura tertawa sumbang,mata indahnya memerah.


" aku tak bisa percaya ini! teganya kau...teganya kau Benjamin!! kau hianati,kau putuskan semua hal indah yang aku coba bangun dan lakukan untukmu.....kau...kau tak pernah hargai semua perjuanganku!! kau tinggalkan aku...kau menipuku?!!" Sakura tersekat,dadanya bergemuruh dan rasa sakit menghantam hatinya.


"maaf....tapi aku tak butuh gadis yang bahkan tak bisa aku sentuh,sakura....kau terlalu menjaga harga dirimu! bahkan aku sebagai kekasihmu dulu tak kau izinkan bahkan hanya untuk sekedar kecupan singkat!!" Nafas Benajamin menderu,ia sakit hati atas semua penolakan sakura dulu.


"aku tak menyangkal semua tipuanku,namun semua itu juga karena kolotnya dirimu!!" tambah Benjamin keras.


tertawa dan menangis liris,sakura duduk disalah satu sofa vip diruangan itu.mengatur nafas dan mencoba menenangkan diri.


"tak pernahkan kau berfikir dan sadari ini Benajamin?! aku..akulah yang tersakiti disini ! kau...kau seenaknya pergi dan memutuskan segalanya... segala hal manis yang kau janjikan dulu!! kau ingkar!!" Tekan Sakura penuh kepedihan .


Benjamin tertawa dingin,memang sedikit bagian hatinya merasa sakit juga! namun apalah daya,di dunia yang kejam ini manusia harus berhati kejam atau berakhir menjadi pecundang! dan Benajamin adalah salah satu pria yang memutuskan membuang gadis sebaik sakura hanya untuk bisa bersama Dena,wanita kaya yang bisa membantu dirinya menerobos batas kaya dan miskin .


"hahahaha...kau naif sakura!!' tawa Benajamin terdengar sangat menusuk.


"oh Tuhan...tolonglah aku,hapus semua rasa ini! jangan sisakan sedikitpun.izinkan aku bahagia meski kisah ini akan kulepas darinya!" sakura membatin penuh luka dan rasa sakit.


"memang semua tak mudah sakura....tapi,aku akan tegaskan padamu.....kita berakhir" tekan Benajamin tegas.sakura hanya bisa mengangguk miris dan menarik nafas dalam-dalam mengurangi sedikit saja tusukan jarum yang terasa dihatinya.


"baiklah.... kau tau,memang tak akan mudah.tak mudah bagiku untuk melupakan segala rasa cintaku dan penghianatanmu.aku pergi.....untuk bahagiamu dengannya" ucap Sakura tersenyum miris,bangkit dan berjalan pergi menuju pintu keluar.dan didepan pintu,Dena berdiri angkuh menatapnya dengan senyum ejekan.


"Sa... sakura" Benjamin memanggil lirih,entah ? wajah cantik dengan senyuman itu benar-benar menyakitkan hatinya! sudah pria itu tanamkan dalam hati,tidak ada cinta! namun apa? sosok sakura bukankah sosok yang bisa begitu mudah ia buang.meski mulutnya berbicara begitu kejam,namun tetap saja ada secuil rasa yang tertinggal dan itu cukup melukai jiwanya.


sakura tak bergeming dan terus melangkah hingga.


"kau tau....harusnya kau sadar diri!' ucap Dena sinis.


sakura berhenti,keduanya saling berhadapan dan sakura hanya tersenyum lembut sembari melangkah melewati tubuh Dena.


"aku sadar diri,dan aku sadar.kalian memang pasangan yang cocok! satunya pria penghianat,dan satunya lagi wanita perusak hubungan orang! hah.......terima kasih pada Tuhan untuk menghentikan diriku dari cinta palsu ini" balas sakura menatap wajah geram Dena tegas.


"KAU........!!" Dena menunjuk wajah tenang sakura tajam,meski mata indah gadis itu memerah,namun ia sudah tak lagi mengeluarkan air mata!.


tersenyum dan menggeleng samar,sakura pergi dengan langkah pasti meninggalkan sejuta rasa sakit akibat penghianatan dalam rasa sakit cinta dan harapan .


................💠................


pria tampan dengan kaos dan kemeja putih itu baru saja turun dari pesawat.


"kyaaaaa so cute!!!"


"astaga ada pria semanis itu?!!


"hei tampan.......!!'


" lihat kulitnya bahkan lebih putih dari seorang gadis!!"


para wanita di bandara terpekik heboh saat pria berwajah manis dengan kaca mata membingkai wajahnya itu menapaki area bandara.



senyum menawan melelehkan hati terbit dan tak ayal sorot mata lapar dari kaum hawa terus mengikuti kemana langkah pria itu pergi.


" Sakura.....aku datang!!" tersenyum saat mengingat wajah cantik gadis yang ia temui malam itu,Tristan melangkah pasti.


...TBC...