
Hai semua jangan lupa tinggalkan jejak vote like dan komentar ya....✌️
...🍁...
...H A P P Y...
...R...
...E...
...A...
...D...
...I...
...N...
...G...
...🍁...
Sakura menatap linglung saat keluar dari mobil mewah yang telah membawanya.dihadapanya berdiri sebuah gedung besar kondominium elit yang dibangun di kawasan mewah pusat kota.
"Nona sakura,kami akan kembali dan ini duplikat kunci pintu kondominium Tristan.kau pergi dan masuklah karena kami akan kembali dulu!" Si pengemudi ramah menyerahkan sebuah card kunci dengan gantungan seekor elang yang membawa seekor ular.
sakura menerima card itu dengan linglung dan menatap tiga mobil mewah yang bergerak pergi tanpa kata.
menghela nafas dengan fikiran berkecamuk ia melangkah memasuki gedung,memasuki lift dan menuju lantai 15 dimana seluruh bagian itu adalah milik Cristal yang kini ditempati Tristan.sakura merasa seluruh tubuhnya lemas bagai jeli.
tringgggg.......
pintu terbuka setelah key card terpindai.
masuk!!.......
apa ini? sakura tertegun melihat betapa besar dan mewahnya seluruh isi dari kondominium pria itu.
jika dibanding dengan apartemen sewaannya,itu tidak akan ada meski hanya sepertiga bagiannya saja! terlalu mewah dan bersih untuk ukuran seorang pria lajang.
Sakura melangkah dan duduk mengatur hatinya pada sebuah sofa putih nan lembut diruang tamu.
melamun ........
menit demi menit berlalu dan gadis itu tanpa sadar tertidur dengan wajah penuh kesedihan dan tekanan.
tringgggg..........
pintu terbuka kembali,Tristan masuk dan melihat sosok cantik yang tertidur di sofa dalam kerapuhan.
menghela nafas dan berjalan pelan menuju sosok sakura.Tristan berjongkok dengan satu tangan terulur mengelus dahi sakura yang terlihat mengeryit dalam.
gadis itu mimpi buruk!......
bulir keringat dingin mewarnai kening juga lehernya,dan sebuah sapu tangan hitam terulur mengelap setiap sudut wajah cantik itu .
" hah.........kenapa kamu begitu suka membuat dirimu susah sakura? tidak bisakah jangan membuat dirimu menangis dalam diam lagi? apa aku harus menjadi seperti Bos Ar,untuk mengurungmu disisiku?!" Tristan Frustasi,sangat Frustasi!.
Deg.........
sakura terbangun.
kedua bola mata itu saling bertemu,Tristan tenggelam dalam manik indah sakura.dan sakura,gadis itu tertegun akan obsidian gelap yang begitu dekat dari wajahnya.
"sakura....aku mencintaimu,tidak bisakah percaya padaku meski kita baru saja bertemu?" Tristan bertanya lirih,sakura mengigit bibir bawahnya menahan rasa yang terasa menyakitkan hati.
" mengapa kamu seperti ini? ada begitu banyak wanita yang melebihi aku,kau bahkan menembak orang,aku...aku tak tau" balas sakura lirih.
"aku takut"
Deg..............
Tristan merasakan rasa sakit yang begitu menusuk hati! takut? gadis itu takut padanya!.
berdiri dan melangkah pergi menuju dapur tanpa kata-kata.
40 menit telah berlalu dalam diam,sakura duduk dengan mata kosong menatap ke arah menghilangnya Tristan.
apa pria itu marah padanya? sakura menunduk merasakan rasa tak nyaman yang mulai menggerogoti hatinya.
"makanlah denganku,kau tak bisa melewatkan makan siangmu"
Deg.......
Sakura mengangkat wajahnya dan menatap sosok tampan yang berdiri menjulang dengan sebuah celemek ditubuh tegapnya.
"maaf...aku hanya bisa masak pasta instan,setidaknya itu akan membuatmu kenyang hingga waktu makan malam" Tristan tersenyum lembut dan menarik lengan Sakura perlahan.takut menyakiti gadis itu.
ikut dalam diam.
sakura menatap kearah meja dapur dimana dua buah porsi pasta telah terhidang,pria tampan itu bahkan kini telah mengganti pakaiannya dan hanya memakai kemeja putih biasa menatapnya intens .
"kamu....kamu memasak ini?" sakura bertanya lirih dan canggung.
tersenyum dan duduk membawa tubuh sakura dalam diam.
keduanya duduk saling berhadapan meski sebenarnya sakura tak merasa lapar sedikitpun.
"sakura aku akan kembali malam ini,dan mungkin tak akan kembali lagi" Tristan berucap dengan senyum getir menunggu reaksi gadis dihadapannya.
Deg..........
sakura mengangkat wajahnya dan menatap kosong dengan hati yang entah mengapa seperti terhantam Godam!.
" sakura......sejak kita pertama bertemu, bayangan dirimu selalu membuatku bahagia.namun seperti cinta yang telah pudar,kamu begitu sulit membuka hatimu padaku! dan segala hal yang aku lakukan tak bisa tergambar jelas olehmu.cintaku tak akan bisa terungkapkan semanis para pria diluar sana bicara" Tristan menatap manik bergetar sakura nanar,batas waktu yang diberi Arkansas sudah habis! dan dia harus kembali tanpa penolakan.
"bisakah aku memiliki cintamu seluas cakrawala?dan bertahan hingga akhir? mengubah warna kelam masa lalumu denganku,terbukalah sakura.....dirimu membuatku merasa hidup,jadi cobalah terima caraku membuktikan perasaanku dan bagaimana aku mencintaimu sakura" Tekan Tristan bersungguh-sungguh.
"mengapa? mengapa kau memberiku perasaan itu? aku...aku bahkan tak lebih dari sehelai rambutmu,Tristan!" balas sakura getir.
"jangan tanya kenapa! perasaan ini datang sendiri,hidup sendiri dan lewati badai tanpa disadari.sakura.....aku tak pernah merasakan ini selama 25 tahun aku hidup! aku akhirnya mengetahui saat cinta pada hatiku melihatmu.aku akan pergi sakura,dan aku ingin kamu ikut denganku" ucap Tristan lembut membelai noda saus di pinggir bibir sakura dengan perlahan.
tes........
jempol bungsu BE itu naik dan mengusap air mata yang jatuh tak disangka dari mata indah sakura.
gadis itu mengerjap dan berusaha menghindar,namun Tristan dengan lembut menahan wajahnya tetap saling menatap.
"lihat aku......!! bagaimana jika sekarang,hari ini? maukah kamu menerima cintaku sebagai akhir perjalananmu,takdirmu? bagaimana cinta kita memang telah ditakdirkan? jangan menolak sakura....kamu mengetahui sakitnya lebih dari siapapun saat cinta pergi dan tak akan bisa tergenggam lagi! cinta sejati tak datang dua kali sakura.....sakura,sebelum semua terlambat dan penyesalan datang.bagaimana jika sekarang,buka hatimu padaku?"
Tristan berucap begitu lembut penuh kasih,rupanya ceramah panjang dari James dan juga Liora yang beberapa waktu yang lalu ia dapat saat memasak berguna juga.lidahnya dengan lihai bergerak sendiri mengeluarkan segala isi hatinya untuk gadis itu.
Sakura menunduk,bahunya bergetar hebat dan air mata ketidakberdayaan mengalir deras.
"aku.....aku tak pantas bagimu Tristan! aku tak tau apa nilaiku hingga membuatmu mencintai diriku" Sakura terisak pelan,pengakuan ini terlalu membebani hatinya yang masih terombang-ambing .
Tristan bangkit dan berlutut dibawah sakura,gadis itu menegang saat telapak tangan hangat itu menggenggam tangan halusnya.
"kau lebih dari berharga sakura......bahkan aku merasa bisa gila saat aku bahkan bisa melihat seakan mentari terbit dari matamu,mengawali hari-hari baru dalam hidupku karenamu.sakura.....aku tau hatimu terluka bahkan mungkin sulit untuk sekedar bertahan! tapi.....percayalah kasihku ini tulus,izinkan aku menyentuh hatimu sakura!" pinta Tristan kala mata mereka saling bertemu dengan sakura yang menunduk untuk meresapi kedalaman obsidian gelap pria manis itu.
bibirnya bergetar dengan hati yang terasa sakit bercampur haru.
Jemari hangat itu terulur mengusap air mata yang jatuh di pipi putih sakura,Tristan tak tau bahkan sejak kapan ia bisa berbicara dengan hati!.
"biarkanlah gelapmu terisi oleh terang rasaku sakura.....aku berjanji akan selalu disisimu,dimana cintaku akan obati lukamu!" Bangkit dan mengusap rambut yang mulai terlihat sedikit panjang sejak terakhir mereka bertemu.Sakura tertegun,rasa manis akan kasih ini sungguh manis hingga kerelung hati.
" aku disisimu sakura.... selamanya,sebelum terlambat .aku cinta kamu,dimana hatiku berada,setelah aku sejauh ini melangkah aku akan bertahan sedikit lagi,hingga batasku.kamu tak perlu takut akan apa yang akan terjadi,karena aku disisimu.sepanjang nafasku,aku janji.aku hanya milikmu!" tegas Tristan tanpa keraguan sedikitpun.
Debar.....!!
untuk pertama kali.sakura merasa begitu dihargai,diinginkan,dicintai dan dihormati. ini begitu indah,manis dan membuatnya tenggelam.
tapi,bayangan akan bagaimana Tristan menembak rekannya,menganiaya Dena dan segala kebrutalan lainya membuatnya sulit membuka mulut.
Tristan membelai pipi sakura sebelum akhirnya berbalik keluar dari dapur.
"istirahatlah malam ini,ada kamar tamu dengan pintu putih dilantai satu.selamat malam sakura......jangan terbebani" ucap Tristan hangat dan akhirnya benar-benar berlalu pergi tanpa benar-benar menyentuh makanannya.
sakura menunduk dan akhirnya menutup mulutnya dengan suara tangis kepedihan akan cinta dan kasih sayang langka yang akhirnya ia rasakan.tapi,sungguh waktunya memang benar-benar tidak tepat!.
...........🍁...........
Brukhhhh......
Tristan jatuh bersandar pada pintu,ia seakan tak bisa bernafas lagi kala melihat keterdiaman sakura.meski ia berkata jangan terbebani,namun sungguh kini beban itulah yang menggerogoti dirinya.
disana,sosok Hangat Thomas sedang menggendong Cristal kecil.dan Tristan yang berdiri manis menggenggam tangan halus sang ibu Jessica Alfa.
memukul dadanya yang terasa sakit saat melihat sebuah tas punggung sudah tergeletak cantik dipojok ruangan.
yah,ia akan kembali ke London beberapa jam lagi.dan sakura bahkan belum memberi kejelasan akan jawaban atas cintanya.
drttt........
my sister calling.......
Tristan menatap ponsel ditanganya,Cristal menghubungi.
"hallo kak" jawab Tristan lemas.
terjadi keheningan sesaat .
"jangan pernah menyerah Tristan.hati memang sulit,kau lihat aku dan Nixon dulu? kami bahkan lebih buruk dalam menyatukan cinta kami.ingat Tristan semua butuh kesabaran dalam prosesnya" Cristal berucap bijak,ia kini menempatkan dirinya sebagai seorang kakak perempuan yang harus memberi petunjuk pada adik laki-laki nya.
"aku tidak tau kak.....rasanya sakit!' adu Tristan dengan suara bergetar.
"Tristan"
Tristan terdiam kala suara lembut memanggil namanya.itu liora! dan mendadak pria manis itu benar-benar ingin menangis.
"dengarkan kakak iparmu ini.Tristan,sakura baru saja mengalami badai hebat dalam hidupnya.dia kehilangan cinta, kepercayaan,harapan dan masa depan yang telah ia rancang dengan pria yang ia anggap adalah cintanya.jadi....adalah bijak jika gadis itu tidak langsung menerima pengakuanmu.dengarkan,jika dia memang takdirmu maka dia akan datang dengan sendirinya bila saatnya nanti.dan kini hanya perlu berhenti saat semua telah kamu lakukan dengan maksimal,Tristan.cinta bukanlah perkara jual beli senjata! tapi ini masalah hati dan kepercayaan,jadi sabar adalah kuncinya.mengerti?" Lugas Liora menjelaskan dengan sabar.
mengehela nafas dan Tristan mengangguk lirih.
"baiklah kak,aku mengerti" jawab Tristan akhirnya.
"kapan kamu kembali dik?" Cristal bertanya selanjutnya.
"malam ini,silver berkata pukul 3 pagi setelah semua urusan selesai" jawab Tristan lemas.
"baiklah, istirahatlah dan berhenti berfikir"
sambungan terputus dan keheningan kembali terjadi.
waktu makan malam terlewati karena Tristan tanpa sadar tertidur dalam posisi duduk dibalik pintu,saat ia melihat jam.itu sudah pukul 1.40 malam berganti hari.
ceklek.....
ia membuka pintu berniat memeriksa keadaan sakura.
perlahan menuruni tangga dan berjalan menuju pintu dengan cat putih.
ceklek.....
gadis itu tertidur membelakangi pintu.Tristan tersenyum dan melangkah masuk .
maniknya bergetar kala melihat jejak air mata di pipi sakura,mengusap pucuk rambut gadis itu dan dengan perlahan menunduk mengecup kedua mata dan pipi sakura.
Cup........Cup........Cup....
"selamat malam sakura,my Heart" Tristan berbalik dan melangkah pergi.
pria itu berjalan getir kearah sebuah gitar klasic berwarna hitam yang bersender di sudut ruang tamu,setiap kondominium kedap suara hingga meski ribut pun,tetangga tak akan mendengar.
melody petikan gitar mulai terdengar indah memecah malam,Tristan membuka pintu balkon dan duduk dengan sebuah gitar dipangkuanya.menatap rembulan dan tersenyum lembut meski jantungnya sakit.
...day after day...
...time passed away...
...and i just can't get you off my mind...
...nobody know,i hide it inside...
...i keep on searching but i can't find...
...the courage to show,to letting you know...
...i've never felt so much love before...
...and once again i'm thinking about...
...taking the easy way out...
...but if i let you go...
...i Will never know...
...what my life would be holding you close to me...
...Will i ever see,you smilling back at me...
...how Will i know if i let you go?...
sesuatu yang hangat terasa mengalir turun,Tristan.pria itu menengadah menatap langit kelam dengan air mata tegar.
sakura.Gadis itu berdiri menangis tepat dari dalam ruang tamu,menatap Tristan dengan sejuta penyesalan.
mengapa? mengapa sesakit ini?!.
tersenyum getir dan kembali memetik senar gitarnya lebih dalam.
...night after night...
...i hear my self say...
...why can't this feeling just fade away...
...there's no one like you,you speak to my heart...
...it's such a Shame we're worlds apart...
...i'm too shy to ask, i'm too proud to lose...
...but shooner or later i got choose...
...once again i'm thinking about...
...taking the easy way out...
...but if i let you go...
...i Will never know...
...what my life would be holding you close to me...
...Will i ever see you smilling back at me...
...how Will i know if i let you go?...
...oh..baby.......
suara petikan gitar itu begitu membawa tenggelam dalam perasaan akan putus asa.
hingga......
Deg......
Tristan berbalik cepat saat mendengar suara langkah kaki cepat dan pintu tertutup.
tidak mungkin! dirinya pasti berkhayal akibat terlalu larut dalam kesedihan.
Tristan bangkit,menatap arloji di pergelangan tangannya.tak terasa 15 menit tersisa sebelum Silver datang.
apa yang harus ia lakukan? bernyanyi hanya akan menambah rasa sakitnya!
berbalik kembali menatap langit,rasa kantuknya lenyap sudah!.
meraih sebuah memo.
dan tulisan tangan mulai mengisi lembar putih dengan ukiran bunga di sudutnya.
...Sakura.....mungkin ini malam terakhir kita,jika kau memang tak bisa ikut bersamaku.namun aku janji, kapanpun kau ingin lihat aku.cukup telpon dan aku akan datang....
...selamat malam dan sampai jumpa lagi,priamu! Tristan....
bangkit dan menuju lantai dua mengambil tas saat ia melihat mobil silver dari balkon.
saatnya kembali.
...🍁...
...TBC...