PRINCESS OF DARKNESS (My Beautiful Target)

PRINCESS OF DARKNESS (My Beautiful Target)
This love



Hai semua jangan lupa tinggalkan jejak vote, like dan komentar ya....🌹



...🦂 H A P P Y R E A D I N G 🦂...


...aku yang lemah tanpa mu...


...aku rentan karena...


...cinta yang kau beri selalu membawaku ada...


...selama mata terbuka...


...sampai jantung tak berdetak...


...selama itupun aku mampu untuk membahagiakanmu...


...darimu...


...kutemukan hidupku...


...bagiku...


...kaulah cinta sejati...


...bila yang tertulis untukku...


...adalah yang terbaik untukmu...


...akan ku jadikan kau seorang ratu...


...pemilik terindah dalam porosku...


...meski tak mudah berlalu...


...kau tinggalkan jejak hidupmu...


...yang telah terukir abadi...


...sebagai kenangan yang terasa pahit...


.........🔱.........


benar-benar! sungguh Ara rasanya ingin menangis saat para kakak ipar cantiknya menyeret dirinya kesebuah salon untuk melakukan perawatan.yah,walau sudah dasarnya gadis itu memang cantik.namun tentu saja semua butuh kesempurnaan dimata para wanita tega bertitle Kakak ipar gadis itu.


"kak...tolong Ara tidak mau duduk disini lama-lama!! pinggang Ara mau patah rasanya!!" protes Ara kala merasakan sakit pada pinggangnya,lihat! bahkan keramas saja butuh waktu hampir dua jam lamanya.


"Ara....kita ini lagi creambath sayang.....nikmati saja!!" ucap Amber frustasi melihat keengganan Ara memasuki salon.entah? biasanya para gadis akan senang memanjakan diri di salon namun Ara ini berbeda,dan apa katanya beberapa saat lalu? ' kesalon buang-buang waktu lebih baik tidur' sungguh,Angel ingin menangis mendengar ucapan tuan putri Wiguna itu,bagaimana tidak? ia adalah salah satu wanita yang rela berjam-jam lamanya jika itu menyangkut kegiatan salon.


"Ara itu lelah kak....apa itu tadi? manicure,padicure, lulur,sracp wajah dan sekarang creambath? ayolah Ara lelah!! masa kita disalon hampir setengah hari?!!" protes Ara kesal.


Kelima wanita cantik itu saling melirik pasrah dan memilih diam membiarkan Ara terus mengoceh sesuka hati,percuma mereka lelah meladeni kebosanan gadis itu.


langit mulai berubah menjadi senja,Kayra dan para sahabatnya kini keluar dari pusat Beauty salon and spa.kini para wanita itu membawa Ara memasuki sebuah mobil Alphard putih dimana Freya sudah tertidur didalamnya karena menunggu mereka selesai.disamping Freya ada Tristan yang asik bermain dengan ponsel barunya.kenapa baru? yah,biasalah yang lama sudah hancur dibanting oleh si babyface iblis itu akibat mengira rusak,padahal ia sendiri yang tidak tau cara pakainya.


"ck...lama!!" dumel Tristan begitu merasa pintu mobil terbuka dan masuklah Kayra bersama para pasangan iblis BE itu.


"protes lagi ku jahit mulutmu itu ya Tan!! tidak Ara...tidak kau apa tidak bisa jangan protes terus?!! rasanya kuping ini mau tuli tau tidak?!!" sembur Jessy kesal,Ara mengerucut kesal sedang Tristan sibuk mengoceh tidak jelas sembari mulai menjalankan mobilnya ke arah butik milik Samantha.


.........🔱.........


Ara mendesah frustasi kala kini harus memasuki butik Samantha,ayolah ini sudah pukul 7 malam dan mereka bukanya pulang justru membawa dirinya kebutik.


gadis manis putri bungsu Rafendra itu melirik aneh para ibunya yang duduk sembari bergosip ria di sofa ruang pribadi Samantha.disana ada Anggi,Zoya,Selenia dan juga Anastasia!! mengapa ibu dari Dexter ada disini? sungguh kepala Ara kini penuh dengan pertanyaan-pertanyaan berat yang belum mendapat jawaban.


"mommy...kenapa Ara dibawa ke butik kak Samantha sih? mana harus tunggu butiknya tutup lagi,mommy mencurigakan!!" ucap Ara frustasi,mana lagi ia seharian ini diseret kesana-kemari memasuki sebuah mall besar dimana pemiliknya adalah keluarga besar Wishnutama, dan sayangnya Ara tidak tau itu.


Anggi melirik putrinya sejenak dan terkekeh melihat wajah frustasi itu.


yah,para ibu dan para istri kakak-kakaknya terus saja bertingkah aneh sedari pagi,dan puncaknya adalah saat para kakak iparnya membawa dirinya kesalon meski tanpa Liora tentunya yang sibuk mengurusi bayi besarnya selain baby Raygan.


"sudah Ara...kita semua hanya ingin mengajakmu memanjakan diri!!" smirk Jessy penuh arti,Ara bergidik ditambah lagi kekehan setan dari Daisy,Amber,juga Kayra.lengkap sudah penderitaannya.


Angel diam saja menyimak, tersenyum tipis melihat kekompakan para sahabatnya,walau bagaimanapun ini sudah direncanakan.


"Ara sayang...ikuti saja kakak-kakak iparmu sana" ucap Anggi lembut,tak lama kemudian ia kembali asik dengan obrolanya bersama Anastasia.wanita paruh baya itu melirik sesaat pada Ara dan terkekeh geli melihat bagaimana kekasih putranya itu nampak tenggelam kebingungan.


Ara mendesah dan terpaksa menerima apapun yang dilakukan para kakak iparnya itu.


Jessy,Angel dan Daisy nampak antusias mencoba sebuah dress senada yang dikeluarkan Samantha.Kayra, Amber juga Freya sibuk memilih contoh dress di sebuah katalog.


"apa-apaan ini?!!" batin Ara putus asa.


"mom...apa para ibu sudah selesai?" kayra bertanya sembari berjalan mendekati sang ibu mertua, bagaimanapun usia kehamilan sekarang memasuki tahap mendekati kelahiran.berat rasanya membawa tubuh dengan perut buncitnya kemana-mana hingga terkadang istri dari Arion itu harus duduk sejenak sembari meluruskan kakinya.


Anggi tersenyum dan mengelus perut buncit menantunya itu,melirik kearah Ara sekilas untuk memastikan semua aman.


"sudah sayang...mom dan para ibu kalian sudah selesai memilih dress dan sepertinya para ayah juga sudah selesai dengan bagian mereka" jelas Anggi lembut.


Kayra mengangguk dan terkekeh melihat Ara yang sibuk kesana-kemari bertanya namun tak ada yang mau menjawab pertanyaan frustasi gadis itu.


dan akhirnya,malam itu Ara tetap tertahan oleh kebungkaman tingkah aneh keluarganya.para ibu tetap diam membiarkan wajah putri mereka terlihat suram.


.........🔱.........


seminggu telah berlalu.........


London September 07.00


Pagi hari yang cerah disambut kebingungan Ara kala melihat para maid,beberapa orang yang tak dikenal tengah sibuk mendekorasi Mansion,para kakak iparnya beserta para ibu yang sibuk didapur dengan beberapa koki.terlihat jelas keriuhan kala ia melihat para ayah termasuk Daddy juga para kakaknya sibuk berjalan mondar-mandir dan berbicara dengan ponsel ditelinga mereka.


Ara mendekati sang ayah Rafendra yang sibuk mengutak-atik ponselnya.


"Daddy....." panggil Ara cepat begitu Rafendra lewat didepannya.


pria paruh baya itu menoleh dan seketika bunyi panggilan masuk mengganggunya,lagi.


"sebentar ya sayang...Daddy terima telepon dulu" ucap Rafendra cepat.


"hm...hallo...cepat bicara!!" ucap Rafendra sarkas.


"......"


"Apa kau tidak bisa ganti warnanya? ganti cepat atau kutebas kepalamu !!" Ara tersentak kaget begitu mendengar suara amukan ayahnya itu.


panggilan terputus dan Rafendra berjalan cepat keluar menuju belakang Mansion ke ruang aula yang disulap cepat dihalaman belakang mansion itu.Ara mendesah,benar.ayahnya terlihat sangat sibuk jadi ia memilih duduk di sofa dan menatap pada kesibukan itu bosan.mereka sibuk dan ia tak tau harus buat apa.


Rion berjalan memeriksa bagian dalam aula saat melihat ayahnya nampak lelah dan kini ia harus turun tangan mengawasi tanah belakang mansion.


"hei.....kau bodoh?!! jangan gunakan warna itu,berikan sentuhan warna putih dan jangan berikan terlalu banyak mawar,ganti dengan tulip!!" sembur Rion begitu melihat bunga kesukaan sang adik ternyata sangat sedikit digunakan.


para pekerja dekor itu mengangguk cepat dan segera berlalu mengganti semua yang dititahkan iblis Wiguna itu.


Gabril memastikan Ara tidak bisa masuk ke aula dan gadis itu benar ditahan oleh Tristan dan Starla.


"Ara...." panggil Liora begitu keluar dari Lift.


gadis yang tengah asik bermain game online bersama Tristan langsung menoleh begitu suara lembut kakak iparnya terdengar.


"ia kakak ipar, ada-apa?" tanya Ara riang.


Liora melirik Tristan dan Starla yang nampak mengerling nakal.Liora terkekeh dan menyodorkan sebuah kotak pada adik iparnya itu.


" ini apa kak? dress?!" pekik Ara begitu membuka kotak itu dan seketika ia tersentak kagum melihat sebuah mini dress slevess black yang terlipat rapi didalamnya.


"untuk Ara...nanti malam pakai ya!!" ucap Liora lembut dan berlalu begitu saja tanpa penjelasan .


Tristan menggeleng geli melihat wajah melongo Ara dan seketika kembali sibuk dengan duelnya bersama Starla.


.......🔱.......


entah mengapa Ara ingin menangis kini,Mansion besarnya sepi hanya ada beberapa penjaga dan para keluarganya entah kemana? .


"nona Ara...ini ada surat dari nyonya besar Veleri!" Faren menyodorkan sebuah amplop putih dan segera berlalu cepat.


srrkkhhhh...


penutup amplop itu dirobek cepat oleh Ara dan gadis itu secepatnya membaca apa yang tertulis di atas kertas pesan sang ibu.


' Ara sayang... mommy,Daddy dan para kakak mu kami semua pergi ke sebuah pesta,karena kamu bangunya lama jadi mommy tinggal saja.


pakailah gaun yang diberikan oleh kakak iparmu Liora dan minta paman Faren menyuruh supir membawamu ke alamat yang sudah mom pesankan pada kepala maid'


Ara mendesah dan segera naik kembali menggunakan lift menuju lantai dua kamarnya.


tak berapa lama gadis manis itu turun dengan dress hadiah dari Liora siang tadi.



"kakak Liora sangat pintar bahkan ukuran Ara saja dia tau!!" monolog Ara yang berjalan di lorong menuju lobby Mansion.


"mari nona mobil sudah siap!" ucap Faren ramah.Ara tersenyum dan mengangguk samar memasuk mobil Alphard keluarganya.


..........🔱...........


begitu mobil berhenti,Ara terperangah melihat sebuah taman indah yang dimana dari depan pintu keluar mobilnya telah dihiasi lampu-lampu cantik berwarna biru ditebar disepanjang rumput yang memenuhi jalan taman.



"A..apa ini?" Ara tergugup oleh rasa takjub luar biasa.


"Ara!!" suara lembut dengan cepat menyapa pendengaran nya.


menoleh dan terbelalak melihat Xander berdiri bersama Starla menyambutnya.


Xander meraih tangan kiri Ara dan Starla meraih tangan kanan gadis itu.


"ayo!" ucap Xander hangat.


deg...........


masuk semakin dalam dan kini jalan penuh lampu biru berganti oleh lilin-lilin indah yang terbentang.


disana,disana ditengah sebuah tempat dengan tiang bertabur lilitan lampu cantik dan jalan dipenuhi mawar,pria itu.pria tampan yang selalu mengisi hari-hari berdiri gagah dengan jas hitam dan senyum sempurna menatap dirinya.



jalan indah itu membawa tangis haru Ara tumpah seketika saat membaca apa yang tertulis dan dibentuk oleh lampu-lampu cantik itu .



tes....tes...tes..


"don't cry my little princess!!" Ara tersentak kala telapak tangan kakak sulungnya mengusap halus air mata di pipinya.


Ara menyapu seluruh tempat kini dan maniknya menemukan seluruh keluarga lengkapnya ada beserta Kedua orang tua Dexter.


Dexter meraih tangan Ara dan mengecup punggung tangan gadisnya penuh cinta.


pria itu berlutut dengan satu kakinya lalu satu tanganya terukur mengeluarkan sebuah kotak cincin hijau toska yang terbuka dengan sebuah cincin emas bertahtakan berlian diatasnya.



menengadah dan menatap penuh cinta pada sang pujaan.


"ini adalah cincin ibuku saat dulu ayahku melamarnya.ini memang bukan cincin mewah yang disukai para gadis,namun cincin ini penuh memori indah keluarga besar Wishnutama dimana para calon menantu akan disambut untuk pertama kalinya.jadi my Arabela Queenaya Wiguna,Will you marry me? izinkan aku memberikan seluruh cinta untuk sisa umurku bersama dirimu selamanya!" Dexter berucap lembut meski jantungnya kini sudah berdebar tidak tertolong .


Ara menyapu pandangan pada seluruh wajah bahagia yang kini menanti jawabanya.


"yes...i do!!" balas Ara dengan suara bergetar haru.


seluruh keluarga bersorak mengucap syukur,kini dua keluarga besar akan bersatu.


"kita akan menikah besok sekalian melakukan akad dan resepsi dalam satu hari,lalu kau akan sah menjadi istri seorang Dexter Wishnutama!!" bisik Dexter ditelinga Ara.gadis itu mengangguk haru dan memeluk erat tubuh Dexter sembari menumpahkan tangis bahagianya didada bidang pria itu.


Liora tersenyum lembut dipelukan Arkansas dengan baby Raygan yang digendong riang oleh Selenia.


"tak terasa begitu banyak waktu dan hal pahit dan manis yang telah kita lalui,aku harap kita semua akan selalu dilimpahkan kebagian dari Tuhan" gumam Liora menatap lurus pada kebahagiaan Ara dan Dexter.


cup.....


Arkansas mengecup kening Liora sayang dan mengusap wajah cantik itu penuh kasih.


"aku akan selalu menjaga keluarga kita,bahkan akan kutukar jiwaku dengan iblis jika bisa agar semua ini tetap abadi hingga kita menutup usia!!" balas Arkansas lembut.Keduanya menatap satu sama lain penuh cinta dan senyuman indah tanpa kata.


"aku akan melindungi kebahagiaan ini hingga Raygan dewasa dan mengganti tempat kita kelak!!" Ucap Arkansas lembut,Liora mengangguk bahagia dan kini keduanya melihat kearah Dimana kini Raygan kecil tengah menjadi rebutan para ayah yang sibuk bersaing dengan para istri mereka sendiri ,sungguh para orang tua ajaib.



...TBC...