PRINCESS OF DARKNESS (My Beautiful Target)

PRINCESS OF DARKNESS (My Beautiful Target)
malam yang tak ternilai



Hai semua jangan lupa tinggalkan jejak vote like dan komentar ya......🌹



💞 Happy Reading 💞


" DADDY.......KAKAK........MOMMY......TOLONG ADA MALING!! HUAAAA...MALINGNYA MASUK DAPUR!! " jerit Ara kala melihat bayangan yang terlihat mencurigakan berada didapur.


"DAD... MMMPPPHHH"


Arkansas membekap erat mulut sang adik yang begitu berisik dengan panik.pria tampan dengan wajah datar itu menatap sang adik kesal.


"sttt....Ara ini kakak!! diam jangan berisik kamu!!" desis Arkansas tajam.


"kalau mengerti mengangguk sekarang!!" titah Arkansas yang melihat adiknya itu hendak berteriak lagi.Ara mengangguk ribut dan menatap kakaknya itu kesal.lagipula malam-malam mengendap-endap didapur siapa yang tak curiga coba? ada-ada saja manusia titisan Hades itu!.


"lagian buat apa kakak malam-malam seperti maling begitu?!!" ucap Ara kesal sendiri.


Arkansas mendesah lelah lalu menatap adiknya tajam.


"harusnya kakak yang tanya,buat apa kamu malam begini belum tidur?" tanya Arkansas memicing tajam.


Ara terkekeh kikuk sebelum berbalik dan menyalakan lampu dapur agar mereka tidak bicara dalam gelap seperti itu.


Takh........


seketika dapur yang semula gelap tamaram kini terang benderang.


Ara berbalik dan menatap kakaknya dengan senyum kikuknya.


"Ara haus kak, tapi air dikamar ara habis jadi Ara ke dapur buat ambil air" jelas Ara menatap wajah tampan Arkansas kikuk.


"hm....ya sudah sana balik ke kamarmu" titah Arkansas kemudian berbalik tapi tiba-tiba langkahnya berhenti,berbalik dan ditatapnya wajah adiknya itu intens.


"kenapa kak?" tanya Ara binggung.


"kamu tau apa itu ru....ru apa ya?? ru...ah....rujak!! tau tidak?!!" tanya Arkansas setelah cukup lama binggung mengucapkan makanan pesanan sang istri tadi.


"serius kakak tidak tau rujak??? wah....marvelous!! seorang Arkansas ada juga yang ia tidak tau!!" pekik Ara heboh.Arkansas merotasi bola matanya malas,andai bukan adiknya sudah ia buang ke laut karena terlalu banyak membuang waktunya.


"cepat jawab!! tau tidak!!" Arkansas geram dan sungguh adiknya itu membuatnya jengkel.


"hahahaha...maaf kak,baiklah akan Ara beri tahu.rujak itu adalah makanan yang terbuat dari aneka macam buah dan dimakan dengan kacang yang digiling halus dan rasanya pedas.itu sih yang Ara tau,soalnya selama ini kalau mau makan buah paling mommy atau kepala koki dirumah yang buat!!" jelas Ara menatap wajah Arkansas yang terdiam menyimak.


"bagaiman cara buatnya itu?!!" desah Arkansas frustasi.


"kakak ini bagaimana sih?!! tinggal tanya google saja repot!!" balas Ara sembari menguap lebar.


"kakak tidak bawa ponsel sekarang!!" jawab Arkansas frustasi.sungguh Ara melongo,baru kali ini ia melihat kakaknya menampilkan wajah merana seperti itu.apa dunia sudah terbalik? Ara spechless.


"ya kakak tinggal balik ke kamar lagi dan ambil ponselnya" balas Ara santai.sungguh ia heran mengapa kakaknya jadi bodoh begini? hampir saja Ara tertawa.


"dan buat kakak iparmu marah pada kakakmu ini?!! mikir Ara!!" desis Arkansas kesal.


"terus bagaimana?!!" tanya Ara polos.


Arkansas mengeram dan menatap adiknya tajam,sungguh Ara sampai merinding disko melihat ekspresi bengis kakaknya itu.


"balik ke kamarmu dan ambil ponselmu lalu kembali kesini!! cepat kakak tunggu!!" ucap Arkansas geram.Ara tanpa banyak kata langsung berbalik dan berlari terbirit-birit saat sorot mata Arkansas layaknya singa yang sedang mengintai mangsanya.


melihat Ara telah pergi, Arknasas mendesah dan akhirnya berbalik menuju kulkas dan mencari buah apa saja yang bisa ia gunakan membuat pesanan sang istri.


..............❇️❇️...........


"potong-potong dadu dulu kak buahnya,potong kecil-kecil" ujar Ara yang sibuk memberi instruksi Arkansas sesuai yang ia lihat dari tayangan tutorial di YouTube.


Arkansas dengan sabar dan tanpa banyak bicara terus bekerja sesuai petunjuk sang adik.tangan kekarnya begitu apik menggunakan pisau memotong cepat buah-buahan yang ia dapat dari dalam kulkas.


"mommy sering buat rujak saat para ibu dan calon-calon kakak ipar Ara kumpul.kami akan makan rujak di taman bunga mommy dan buatan mommy sangat enak!!" ucap Ara memecah keheningan yang terasa canggung.sungguh kakaknya ini sangat dingin dan kaku,Ara berfikir bagaimana kakak iparnya itu bisa tahan dengan balok es seperti kakaknya ini?.



Ara menatap takjub hasil pekerjaan tangan Arkansas pada buah-buahan yang kini terpotong begitu rapi diatas table set.


"lalu apa?" tanya Arkansas cepat tanpa menatap ke arah wajah sang adik.


Ara tersentak dan tak lama bergerak cepat melihat kelanjutan Vidio yang sedari awal ia tonton sebelum kakak es nya itu akan mengomel nanti.


" nah sekarang kakak buat bumbu kacangnya!!" ucap Ara cepat.


"hm...jelaskan!!" suara Tegas Arkansas terdengar tak sabar.


Ara menjelaskannya dengan cepat dan Arkansas mengangguk singkat karna kecepatan otaknya yang mampu memahami apapun dengan cepat.kini semua telah siap tinggal penyajian saja.


Ara meneguk air liurnya kala melihat hasil olahan tangan kakaknya itu.sungguh apa ada yang tak bisa dilakukan oleh si tiran itu? satu saja mungkin.Ara merasa iri mengingat ia sendiri bahkan tak bisa memasak apapun dengan benar.poor Ara.


"sekarang....taruh buahnya di dalam mangkuk lalu letakkan bumbu kacangnya di mangkuk yang lebih kecil, cepat kak!!" ucap Ara cepat.Arkansas mengangguk dan melakukan semua dengan cepat.kini rujak telah tersaji sempurna diatas piring penyaji.



sungguh ia bahkan lupa telah meninggalkan sang istri hampir 2 jam lamanya .dan lihatlah bagaimana Ara kini menguap begitu lebar hingga Arkansas sedikit terkekeh samar melihat sang adik.


"sudah kamu balik kamar dan tidurlah kakak akan selesaikan semua ini sendiri" ucap Arkansas lembut lalu membelai pucuk kepala Ara ,sungguh ia kasihan juga melihat sang adik.


Ara mengangguk lalu berlalu pergi meninggalkan Arkansas yang tengah sibuk menyiapkan rujak buah untuk sang istri.


sungguh Arkansas sebenarnya geli melihat penampakan makanan bernama rujak itu,ia sendiri binggung bagaimana rasanya buah yang manis dan kecut itu bercampur dengan kacang yang halus dan berasa sedikit pedas dan asam? wanita memang aneh.


.........❇️........


Arkansas kini berdiri dengan senyum mengembang didepan pintu kamarnya,sungguh jika ada yang melihat senyum pria itu.mereka akan mengira bahwa mungkin Arkansas sudah gila!.


Ceklek.....


pria itu berjalan masuk setelah membuka pintu itu secara perlahan.tak ingin membuat istrinya terganggu.


"baby ini rujaknya sud-" Arkasas bungkam seketika saat melihat istrinya itu kini telah tertidur pulas meringkuk layaknya bayi.


Arkansas menghela nafas pelan lalu mulai mendekati sang istri setelah meletakkan nampan rujak itu diatas nakas.


Duduk perlahan disamping ranjang dan mulai membungkuk.Arkansas menatap lembut wajah damai Liora yang kini terlelap begitu damai.jemarinya mulai terulur merapikan rambut panjang sang istri yang menutupi wajah manis wanitanya.


Cup.....


"maaf ya sayang,jika saja aku tak begitu lama kau pasti sudah memakan rujak ini dengan lahap.sungguh maafkan aku" bisik Arkansas sesal,ia mulai menaikan tubuhnya dan berbaring disamping sang istri,membawa tubuh mungil itu kedalam pelukannya dan mengusap wajah cantik itu perlahan.


Arkansas sungguh tak tega hanya untuk membangunkan sang istri yang kini tertidur begitu pulas,biar saja ia direpotkan bagaimanapun bentuknya.asalkan semua permintaan sang istri akan ia lakukan apapun itu.materi,cinta,kasih sayang bahkan isi dari seluruh dunia pun akan ia berikan meski harus ditukar dengan hidupnya.sungguh bagi Arkansas,Liora adalah Hidupnya dan dunianya.


"Sleep well my Love" bisik Arkansas lembut sebelum menarik selimut dan


..........❇️.........


pagi hari begitu sibuk kala tangis Maya terdengar berat melepas cucu-cucunya kembali ke London.


"aduh nek....jangan nangis dong!! Tristan nanti ikutan nangis nanti!!" ucap Tristan yang merasa sesak kala Maya memeluk tubuh pria manis itu erat.bahkan Anggi sampai menggeleng pasrah melihat ibu angkatnya itu.


"Mama....kami janji akan sering berkunjung lagi" ucap Zoya yang diangguki oleh Zenit,Zeline, Selenia dan Anggi serempak.para ayah? mereka semua sudah diluar menunggu didalam mobil masing-masing setelah berpamitan pada Bagas dan Davin.


"hiks....kalian tega sekali tinggalkan nenek yang sudah tua ini sendiri!!" Isak Maya penuh drama,Rianti mendengus.sungguh ibunya ini benar-benar ratu drama.sendiri?lantas ia dan suaminya itu apa? hantu!.sungguh Rianti kesal sendiri lama-lama.


"ma...jangan seperti ini!! anak-anak harus pulang!! Arkansas dan Rafendra punya banyak pekerjaan yang harus ditangani dan mereka sudah cukup lama di indonesia.biarkan mereka pulang ya ma..." bujuk Anggi sabar.


Maya mendengus,tanpa Tristan,Ara dan Freya.mansion besar ini terlalu sunyi,belum lagi tiada Liora yang beberapa ini selalu setia membuatkan dirinya Jus buah setiap pagi.sungguh rasa jus buatan cucu menantunya itu sangat enak dan Maya sangat berat membiarkan mereka pulang.


"huft...ya sudah...tapi kalian janji ya sering-sering jenguk nenek kalian disini!! nenek akan sedih jika kalian melupakan wanita tua ini" ucap Maya sendu,Rianti menghela nafas.beberapa hari ini memang benar-benar ramai dengan kedatangan Anggi dan keluarga besar saudari angkatnya itu.masion terasa lebih hidup dan berwarna karna kelakuan anak-anak bungsu dan kehebohan para ibu mereka.Rianti seketika menatap sedih ibunya.


"ia nek,Rion janji akan ajak semua lagi kemari untuk nenek" ucap Rion memeluk sayang tubuh maya.wanita tua itu menangis dan mengangguk pasrah.


akhirnya,setelah berpamitan dan saling berpelukan singkat.Maya melambai kala iringan mobil para Wiguna Family mulai beranjak pergi.


"hah.....mansion ini akan sepi kembali" desah Maya sedih.


"sudahlah ma...ayo masuk" bujuk Davin iba.


"ia"


setelah Davin membawa ibu dan juga ayah mertuanya masuk,Rianti menatap sedih pada pintu gerbang yang mulai tertutup.


"sampai jumpa saudariku" lirih Rianti samar.



London Inggris....


sudah seminggu setelah kepulangan Rafendra sekeluarga dari Indonesia.


Pagi ini Liora terlihat sedikit pucat.Ara dan Anggi menatap khawatir pada Liora yang kini nampak duduk gelisah di taman belakang mansion.yah,mereka memang tengah duduk santai sembari mengobrol setelah mengantar kepergian Arkansas dan Rafendra kekantor sedang Rion sejak semalam tak pulang karena ada pekerjaan dimarkas.


Wanita cantik dengan dress rumahan dengan motif putih polos itu nampak memegangi perutnya dan sesekali meringis pelan.Liora menekan perutnya yang tiba-tiba terasa nyeri luar biasa,bahkan kini rasanya ia ingin muntah.


Anggi panik kala Liora menutup mulutnya dan bangkit tergesa-gesa menuju kamar mandi di arah dapur.


"kak!! kakak ipar kenapa?!! " Ara berteriak panik sembari berlari mengikuti Liora dari belakang diikuti Anggi ibunya.


Blam.......


pintu kamar mandi maid itu tertutup keras.


Hueeekkkkkk......


Anggi tersentak kala mendengar suara seperti orang muntah dari balik pintu kamar mandi para maid.Wanita paruh baya itu segera meraih ponselnya dan menelpon nomor putra sulungnya.


bip....


"ia mom?" suara berat Arkansas terdengar samar.dan dari sebrang Anggi juga dapat mendengar begitu ramai disana, seperti putranya tengah rapat.


"Kansas...cepat pulang istrimu muntah-"


Tut......


anggi mendengus atas ketidak sopanan putranya itu,menutup telpon bahkan sebelum ibunya selesai bicara.anggi menghela nafas sabar.


ceklek....


Liora keluar dengan wajah pucat dan tubuh yang terlihat lemah.


"kak...kakak kenapa?!! mana yang sakit kak?!!" tanya Ara cemas.gadis itu memapah tubuh liora bersama seorang maid dan membawa Liora menuju sofa di ruang keluarga.


"Liora mana yang sakit nak,coba kasih tau mommy?" tanya Anggi lembut.wanita paruh baya itu duduk disamping Liora dan memijit tengkuk menantunya itu lembut.


"tidak apa mom.....perut sama kepala Liora sedikit tidak enak" ucap Liora pelan.sungguh Liora merasa tenaganya terkuras habis.


"mom telpon mami Zeline ya buat periksa kamu?" Anggi berucap lembut,sungguh wajah pucat Liora membuatnya sangat cemas.


"tidak mom...Liora mau tidur saja" balas Liora lirih.


Ara menggeleng ribut dan mulai berucap sabar.


"kak....kakak itu sakit,wajah kakak pucat biarkan mom telpon mami Zeline" ucap Ara protes.


Liora mendesah,wanita itu menatap dalam wajah cemas ibu mertua serta adik iparnya itu.dan tak lama kesadarannya pun hilang.


"LIORA...."


"KAKAK...."


Anggi dan Ara terpekik kaget saat Liora jatuh tak sadarkan diri.


.........❇️........


Arkansas bangkit dan berlari panik keluar dari ruang rapat saat menerima telepon sang ibu.


wajah heran sang ayah bersama para relasi bisnisnyapun ia acuhkan, dalam fikiran-nya hanya ada satu nama yaitu Liora,istrinya.


"KANSAS....KANSAS...ADA APA SON?!!" Rafendra berteriak sembari mengejar langkah cepat putranya.biar sudah berusia lanjut,jangan remehkan seorang Rafendra Wiguna!.


"ISTRIKU SAKIT DAD!! AKU PULANG TOLONG URUS SISANYA!!" balas Arkansas yang sudah memasuki lift dan menuju lantai lobby perusahaan WJC itu.


Rafendra tersentak,pria itu melirik Axel yang sudah mengangguk cepat dan berbalik kembali menuju ruang rapat.


di depan gedung WJC sebuah mobil sport Lycan sudah menunggu dan setelah pemiliknya masuk,mobil itu akhirnya melaju kencang dengan kecepatan tinggi meninggalkan perusahaan raksasa gabungan WJC & AR SECURITY SISTEM AND PROTOKOL.


"Liora kamu kenapa sayang?! tolong tunggu aku,aku segera pulang!!" batin Arkansas dipenuhi kecemasan.


TBC........