
hai semua jangan lupa tinggalkan jejak vote like dan komen ya......⭐
Selamat membaca.....🌹
⚜️⚜️⚜️My Beautiful Target ⚜️⚜️⚜️
Sinar bulan ditemani hembusan cuaca malam yang terasa dingin menusuk tidak menganggu seorang gadis manis yang baru saja menyelesaikan ritual mandinya.
"diluar mengapa berisik sekali?" liora merasa heran saat mendengar suara berisik dari bawah,gadis itu segera mengancing piyama nya dan bergegas turun melihat apa yang sedang dilakukan teman-temannya.
"ASTAGA.....KAU BAGAIMANA BISA SELALU MENANG JAMES?" liora melongo tak dapat berkata-kata saat melihat didalam kamar yang ditempati James ,disana sudah ada Ryu,Axel, Tristan,Nixon bahkan amber.mereka nampak sedang bermain kartu.dan lihatlah kini wajah amber telah penuh dengan coretan lipstik berwarna merah.
"kau saja yang tidak tahu cara bermain,jadi jangan ribut jika kalah! nah sekarang cepat berikan kartunya akan ku kocok"suara mengejek James membuat liora menggeleng tidak percaya akan apa yang ia lihat.Ryu wajah tampannya sudah tercetak warna lipstik yang melingkari kedua matanya, Axel dengan noda lipstik yang menyerupai kumis kucing, Tristan bahkan hampir sama dengan Nixon,dimana lipstik merah itu hampir memenuhi seluruh wajah mereka.dan kini James dan Amber tengah berperang sengit memperebutkan juara pemain kartu terbaik.
"mereka sudah gila? " gumam liora dan tak lama menatap heran dimana keberadaan sosok pria mesum dan menyebalkan Arkansas tidak terlihat.
"ambil ini! hahahah.....aku menang,cepat mana wajah kasihan kalian.lipstik sudah menunggu cepat!" James dengan wajah sombongnya mencoret-coret wajah Ryu, Axel, Tristan, Nixon dan Amber yang menatapnya bagai musuh.
"James jahanam" maki Axel emosi.kini wajahnya sudah seperti badut taman hiburan.
"manusia ba*ingan"umpat Ryu jengkel.
"hiks....kau menjadikan wajahku kanvas" rengek Tristan menatap ngeri wajah manisnya yang terpantul jelas pada cermin dibelakang tubuh nya.
"pria laknat" tambah Amber mendengus jengkel.
"sudah aku berhenti bermain" ucap Nixon merasa wajahnya lengket akibat lipstik yang ditekan terlalu tebal diwajah nya.noda merah terang itu sungguh membuatnya ngeri.
"salah kalian,mengapa raja poker sepertiku dilawan? coba jika pakai taruhan uang,pasti sudah kaya aku hahaha......" bangga James sembari menepuk dadanya sombong.james tanpa sengaja menatap liora yang berdiri diam didepan pintu sambil menatap mereka.
"eh Miss liora,anda sudah selesai mandi?"sapa James dengan cengiran lebarnya.liora tersenyum manis dan mendekat duduk disamping Amber.
"kami bermain poker,apa kau ingin bergabung bersama ? mungkin satu kali putaran?" tawar James sembari menaik turunkan alisnya meyakinkan.
liora terkekeh,gadis itu duduk santai sambil menyilangkan kedua kaki jenjangnya menatap geli wajah para pria tampan didepannya yang kini terlihat lucu dengan noda-noda lipstik disana.
"oh,maaf aku tidak bisa bermain kartu.kalian main saja aku akan menonton" tolak liora halus,gadis itu terkekeh melihat raut kesal Amber disampingnya.
waktu terus berjalan cepat ,hingga tanpa terasa sudah pukul 12 malam dan mereka masih asik bermain dengan taruhan yang kini berubah.kini siapa yang kalah harus memberikan uang kepala pemenang.
"kecepatan kocokan kartumu payah sekali Nixon!" pekik James geram.sedang Nixon hanya mendengus jengkel.
"heh supir! kau bicara pedas sekali,jangan mengejek nya terus!" kekeh Axel sembari mengintip kartu ditangannya.
"hihihi....kali ini siapa yang akan menang?" kekeh Tristan .
"oh God! i'm lose" desah Ryu kesal.tristan melempar kartunya emosi diikuti Nixon dan Axel . sedang amber sudah menyerah sedari tadi,sungguh si iblis poker James raja judi sejati.
"hahahaha....bagaimana? apa dompet kalian sudah rata?" James tertawa sembari mengibaskan lembaran demi lembaran uang hasil rampokannya dari dompet Ryu, Axel,Nixon dan Amber.tristan? pria manis itu sudah meringkuk disudut ranjang dengan wajah kesal dan menatap James Bagai musuh.james? pria itu malah tidak perduli dan semakin mengibaskan uang hasil judinya dengan alis naik turun mengejek.
"i'm the king of poker" bangga James dengan tawa menjengkelkannya.
Bukh.....
Bwahahahah.....
"mam*us" puas Axel dan Tristan serempak.
"rasakan"tambah Nixon tergelak.
Amber dengan segenap jiwa raga kekuatannya melempar wajah James hingga pria itu kaget dan terjungkal kebawah .
liora sibuk menutup mulutnya agar tawa nya tidak lepas keluar,sungguh mereka membuat perutnya keram.
"khem....sudah pukul 12 apa kalian tidak istirahat? dan mengapa kalian kumpul semua disini?" tanya liora menatap heran pada teman-teman nya itu.
"benarkah?!! astaga,tapi kami belum mengantuk" James yang sudah bangun dari jatuhnya segera duduk kembali diatas ranjang sembari menatap Amber geram.
"Q begini saja,kau istirahat saja dikamar Mr Ar.aku masih akan bermain bersama mereka dan hanya tersisa 2 kamar di vila ini." amber berkata dengan santainya tanpa sadar wajah melongo liora,apa katanya tadi?demi apa ia harus tidur sekamar dengan pria seperti Arkansas,siapa yang tahu apa yang akan pria gila itu akan lakukan padanya malam nanti?.liora merinding seketika.
"benar,lagipula kamar 12 bocor,kau tidur saja dikamar bersama bos Miss liora.kami akan bermain dan tidur disini,lagi pula si balok es itu tidak suka keributan.jadi kau pergilah istirahat dengan nya" terang Axel masih sibuk dengan kartu ditangannya.baiklah dipastikan jika Arkansas mendengar ucapan tidak disengaja Axel akan membuat pria itu mendapatkan bonus kenaikan gaji akibat tanpa sengaja membuat pria tiran itu dapat berduaan bersama gadisnya.bagus ,sangat bagus Axel!.
deg....
entah mengapa mendengar ucapan sembarangan Axel membuat wajah liora panas dan dengan kaku ia segera menoleh menatap ke Lima pria yang masih asik sendiri.
"hari ini aku akan membuat kalian bangkrut! aku akan membuat kalian semua menangis hahah......" ucap James menggebu dengan tawa iblisnya.
"apa ! sekamar dengan pria mesum itu? jangan bercanda" batin liora gugup sendiri.
"disini hanya ada 2 ranjang Miss liora.amber akan tidur dengan Tristan dan Nixon sedang kami akan tidur bertiga" terang Axel menunjuk Ryu dan James dengan dagunya.
bagaimana ini,liora gelisah seketika.vila ini memang kecil dan berada di desa yang cukup jauh dari kota.dan entah bagaimana mereka bisa terdampar disini,tapi liora tidak tahu saja.sebenarnya Arkansas bisa saja memerintahkan Rion datang menjemput mereka,tapi entah apa yang ada dalam fikiran pria tiran itu? siapa yang tahu?.
liora memijit keningnya yang terasa berdenyut ,menghela nafas dan mengigit bibirnya mencoba menghilangkan rasa gugupnya.
"bagaimana aku menjelaskan pada mereka? bagaimana bisa mereka menyuruhku sekamar dengan singa jantan itu? apa mereka gila!" batin liora nelangsa.seakan ada suara melodi kematian saat ia menatap pintu kamar yang akan menjadi gerbang nerakanya.
"kau tidak sadar saja Q,kamar tempat kita atapnya sedikit bocor.maka pergilah ke kamar Ryu dan istirahat lah disana " Amber benar-benar tidak menyadari wajah putus asa liora kini.liora bangkit dan menghela nafas kembali .
"tunggu! maaf bisakah kau bawakan ini dan berikan pada Bos Ar? aku lupa bahwa kemejanya ada didalam koper ku.si bos mana mau repot bawa-bawa barang sendiri"Axel menunjuk sebuah paper bag yang berisi setelan kemeja serta celaan kain hitam pada liora.gadis itu mengangguk pasrah dan berlalu menuju kamar nerakanya.
"menyusahkan ku saja si balok es itu,seharian ini menyuruhku ini itu" grutu Axel jengkel.
"sabar kawan,namanya si tiran hahaha" tawa meledek James terdengar sangat bahagia membuat kekesalan Axel semakin menjadi.
🖤🖤🖤
TBC...
besok El sambung ya 😋
maaf semoga suka