
...Vote,Like dan komentar ya .......
...Terimakasih yang sudah Like,El punya semangat buat lanjut dan nunda ending nya ❣️...
...🌴...
...H...
...A...
...P...
...P...
...Y...
...R...
...E...
...A...
...D...
...I...
...N...
...G...
...🌴...
Seorang perawat baru saja meletakkan bayi kembar pasangan Arkansas dan Liora kedalam box bayi disebuah ruang perawatan bayi sebelum kondisi sang ibu stabil untuk memberi Asi.
ceklek.....
pintu tertutup setelah sang perawat keluar.
dari jauh,terlihat sepasang pria dan wanita yang terlihat berseragam perawat namun gelagatnya sangat mencurigakan.
"ayo kita masuk! tidak perlu keduanya,suntik saja bayi perempuan itu" sang wanita berbisik keji dibalik masker yang menutup mulutnya.
sang pria yang terlihat memakai masker penutup mulut mengangguk saja.
ceklek....
pintu terbuka.....
nampak dua orang bayi kembar tak identik tengah terlelap dalam damai.
sang pria terperangah.
betapa manis dan cantiknya bayi perempuan mungil itu!.....
alisnya tebal,hidung kecilnya terlihat lucu,bulu mata lentik bak sayap hitam kupu-kupu,pipi bulat nan memerah,bibir indah yang terlihat tersenyum manis dalam tidurnya.
tangan pria itu bergetar....
bayi ini adalah jelmaan malaikat kecil yang mampu menimbulkan kasih sayang hanya dalam sekejap mata memandang!.
"apa yang kau lakukan?! cepat selesaikan sebelum ada yang datang!" wanita itu bersuara dalam kemarahan dan ketidaksabaran.
"tu-"
"mau apa kalian?!"
deg..
belum selesai pria itu berbicara,suara dingin namun rendah dari sesosok anak laki-laki berwajah datar terdengar dari arah pintu.
"heh!! hanya seorang anak kecil rupanya" sang wanita yang semula terkejut mendekat dan meraih lengan sang anak laki-laki.
"diam.dan.tutup mulutmu anak kecil!" tekan wanita itu tanpa tau bahaya apa yang tengah ia usik.
sang pria mengigil saat tatapan tajam anak laki-laki itu menghujan tubuhnya.
yah,pria itu sudah lama hidup dalam dunia hitam bersama kelompok SantosDominiq,dia adalah anak buah langsung dari Samuel.
dan dia tau! anak ini bukan anak biasa.
"Bar.....Lebih baik kau..kau lepaskan tanganmu darinya" gagap pria itu ketakutan,bahkan jarum suntik ditangannya sudah terjatuh karena gemetar.
wanita itu mendelik,ia menghempaskan lengan anak laki-laki yang terlihat diam dengan wajah dingin tanpa bisa ditebak.
namun aura kuatnya cukup membuat wanita itu sedikit gemetar,yah sedikit! karena ia tak tau sedang menghadapi apa!.
wanita itupun berjalan mengambil jarum suntik sebelum mengunci pintu sebelumnya agar tak ada yang menganggu rencananya.
"kau sentuh adikku,maka kau mati!" suara dingin tanpa emosi itu seketika entah bagaimana membuat kaki wanita itu bergetar lemah.
"hehehe...anak kecil seperti dirimu memangnya bisa apa hah?! jangan membuat lelucon!" Wanita itu menyanggah rasa takutnya dan melotot pada sosok anak lelaki tampan yang terlihat tak bergeming.
hingga......
taph.....taph.....
sepatu pantofel hitam terdengar mendekat,pria dewasa itu mengigil ketakutan.
bahaya!.....
"MAU APA KAU ANAK KECIL? MENJAUH!" Raung wanita itu mulai diserang rasa takut saat manik tajam anak laki-laki itu memerah dan urat di lehernya terlihat.
"kubilang....menjauh dari adikku!!"
Krekkhhhh
manik pria dewasa itu melotot saat dua buah Dessert Eagle golden color keluar dari balik punggung sang anak langsung mengarah ke depan dan kesamping dimana dua orang dewasa itu terbelalak.
"HAHAHAH...PISTOL MAINAN SEPE-"
DOR...........
tawa sang wanita terhenti saat sebuah peluru berdiameter 9mm menembus paha kirinya.
"ARKHHHH...." wanita itu menjerit kala darah segar keluar dari lubang hasil tembusan peluru main-main anak laki-laki tampan itu.
"sudah kubilang,jangan berani dekati adikku!" smirk bengis dari wajah tampan bak pahatan dewa itu terlihat menakutkan.
pria dewasa itu bahkan tak berani bergerak mengambil kembali senjata yang tersembunyi dibalik seragam curian yang ia pakai.
sang pria dewasa meraih tubuh sang wanita yang bersimpuh dan tanpa kata menyeretnya menuju pintu keluar dengan tatapan mengikuti dari anak laki-laki tampan itu.
menyerigai.....
ceklek......
kedua orang asing itu pergi...
Bip....
bunyi ponsel yang tengah terhubung....
"Paman....pastikan matikan cctv...dan...."
"right tuan muda kami menunggu perintah anda" suara sahutan tegas dari sebarang menunggu perintah.
"bunuh mereka,ahh...sisakan wanita bodoh itu,biarkan dia mengingat akibat mengusik keluargaku seumur hidupnya! " Rayganta! yah,anak laki-laki itu adalah Raygan yang memang sengaja datang mengikuti perintah sang ayah untuk mengecek keadaan sang adik.
seringai keji dari anak yang harusnya bermain layaknya anak normal yang ceria itu sungguh tak sesuai akan umurnya.
dirinya bagai pangeran iblis yang bersiap naik tahta.
"baik tuan muda"
bip....
sambungan terputus dan Raygan mendekat kearah box sang adik.
"hei bedebah kecil,cepatlah besar agar kau tidak hanya diam saat melihat adik kecil kita ingin disakiti orang! dasar lemah" Rayganta menoleh dan mencibir pada bayi laki-laki yang menatapnya polos,yah bayi itu terbangun akibat suara tembakan sang kakak.Raygan tersenyum tipis dan hanya Tuhan yang tahu meski pedas berucap, Ray sangat menyayangi kedua adiknya melebihi dirinya.
meski sudah diberi peredam,namun tetap dalam ruang tertutup akan menimbulkan suara meski sangat kecil.
dan yah,kedua bayi tak identik itu terbangun .
"hei...lihatlah adik kecilku yang manis sudah bangun" Rayganta tersenyum manis,untuk pertama kalinya selain untuk sang ibu! .
ia membuka batas box bayi dan kini terlihat jelas wajah manis sang adik.
cup.....
"adikku sangat cantik! kakak akan selalu melindungi adik dan menjauhkan para serangan tak berguna dari adik kecilku" kecupan manis diberikan Rayganta di kedua pipi bulat bayi kecil lucu itu.
adiknya tersenyum.....
bayi kecil itu tersenyum menatap polos dengan mata bulat bersinar itu.
Raygan terperangah! ...
demi Tuhan,adiknya sangat menggemaskan!..
anak laki-laki itu tertawa lepas dengan senyum tipis seorang pria dewasa di balik pintu ruang khusus bayi.
sang pria berbalik pergi kala melihat dua orang suster mendekat.
ceklek...
kedua suster itu tersentak kala melihat noda merah pekat berbau amis dari lantai tepat didekat box bayi perempuan.
"i..ini?"
salah satu suster itu bahkan takut melanjutkan ucapannya kala melihat raut wajah dingin tanpa emosi putra sulung tuan muda Arkansas itu.
"ada-apa? cepat bicara!" suara anak-anak itu bahkan terdengar sangat dingin.
"i..itu,saatnya kedua bayi disusui oleh ibunya" jelas sang suster ketar-ketir.
"HM" Rayganta hanya diam saat kedua adiknya diangkat perlahan untuk menuju ruang rawat sang ibu.
tatapan tajamnya selalu mengawasi gerak kedua suster itu,ia tak mau adiknya bermasalah,dan kedua suster itu hanya bisa bergerak hati-hati dibawah pengawasan si Lucifer kecil.
........🌴........
Kini ruang perawatan VVIP itu terlihat ramai oleh decak kagum para anak-anak,wajah iri para inti,dan wajah penuh kesombongan seorang Arkansas.dan tak ketinggalan wajah bahagia para ibu muda yang mendapat bayi malaikat kecil impian mereka meski itu bukan anak kandung mereka sendiri.
"psttttt..lihat bedebah tiran itu dan senyum pongkah minta dihujat nya!" Gabriel berbisik pada Rion dengan ekspresi iri yang sangat kental.
"HM..lihat saja akan kubuat bayi mungil itu lebih menyayangiku sebagai ayahnya!" Rion bersmirk licik.
"enak saja mulutmu itu,aku akan buat bayi cantik itu lebih menempel padaku dan istriku!" Xander si pendiam tiba-tiba out of character begitu menyangkut bayi bungsu Arkansas.
"mimpi saja,bila perlu akan kusuruh acella mencuci otak bayi kecil itu agar menganggap akulah ayahnya hahaha..." Axel berucap penuh rencana licik.
"dasar otak picik! bayi itu relakan saja untukku dan istriku Freya!" james tak mau tertinggal mendapat bayi cantik yang kini jadi rebutan para saudaranya.
"ck..ck..ck...wajah iblis seperti kalian tak pantas jadi ayah bayi cantik itu,biar aku dan sakura yang jadi orangtuanya dulu" Tristan si iblis bermuka malaikat maju sinis.
"heh! sadar diri kalian para kaum iblis,aku dan Jessy lebih pantas" Marsel menampakkan wajah mengejek dan tak mau kalah.
"mengalahlah kalian padaku!" Ryu benar-benar ingin membunuh orang sekarang.
hingga...
helaan nafas para ibu dan istri terdengar bosan.
Liora menimang bayi perempuan kecilnya yang nampak tertidur pulas selepas menyusu padanya.
sang bayi laki-laki sudah tidur di dalam timangan Zoya yang terlihat gemas pada wajah polos itu.
"hah...bayi laki-laki ini memang manis saat ini,lihat saja jika dia sudah sebesar para setan kecil itu! pasti tidak ada manis-manis nya lagi,yang ada paling wajah datar menjengkelkan" helaan dan tatapan dari Marvel terdengar kala melihat istrinya begitu gemas menggendong bayi laki-laki Liora.
"sungguh aku bosan melihat anak laki-laki,sekalinya dapat perempuan malah seperti acella" Amber meratap sedih sosok anak perempuannya yang justru terlihat seperti anak laki-laki kini.
acella itu garang,cerewet,suka berdrama dengan air mata buaya,tenaga badak jika sudah berkelahi dengan saudara laki-laki nya serta jangan lupakan ,anak itu paling anti diajak shoping,kesalon apalagi memakai baju anak perempuan.
pernah dulu sekali,dan yang dilakukan putri dari Axel itu apa? .
dia membakar dress cantik itu dan justru berlari dengan kaos saudara laki-lakinya, Alarik!.
amber dan Axel jadi miris sendiri jadi orang tua .
"jadi mau diberi nama siapa kedua kembarmu Liora?" Rafendra bertanya pada menantunya.
hening...
hingga...
"Aku su-"
"Ray sudah tentukan nama Grandpa" Rayganta menyerigai licik setelah memotong ucapan sang ayah.
Arkansas mendesah, ingat jika masih ada istrinya yang akan mendelik jika ia menolak keinginan putra mereka.
"siapa sayang?" Zenit bertanya semangat.
"Archana Angelia Dimitri Wiguna,untuk adik perempuan mungilku" balas Rayganta tersenyum tipis sambil mengelus pipi bulat sang adik.
semua mengangguk senang,nama yang bagus.
tapi? kenapa seperti ada yang tertinggal?.
"hei,Ray lalu adik laki-laki kita kau beri nama apa?" Raino bertanya menyadarkan kelupaan para orang tua.
benar!....
bayi laki-laki kecil mereka tertinggal!.
mengangkat bahu dan Rayganta berucap malas.
"tanya Daddy" balasnya acuh.
rahang para orang tua jatuh,begitupun wajah melongo anak-anak mereka.
apa-apaan si Lucifer kecil itu!.
"kenapa begitu sih kak Ray! masa adik laki-laki tidak kakak kasih nama!" protes acella.
"ada Daddy,lalu gunanya Daddy apa jika beri nama saja tidak bisa?" jawab Rayganta dengan wajah datar tak berdosa.
Liora terkekeh .
sementara.....
Jleb......
kenapa sakit ya?
Arkansas rasanya ingin sekali mencekik anak Lucifer buatanya itu .
"hah....sudah..sudah..jadi bayi laki-laki kalian beri nama siapa?" tanya Alex kasihan juga dia lama-lama akan telinga dan hati semua orang terhadap mulut lava seorang Raygan.
Arkansas mendesah dan kembali mengusap pipi putrinya dengan jari telunjuknya dengan sayang
"Baiklah.....untuk laki-laki aku beri nama
Arshenio Devilio Dimitri Wiguna dan Bayi perempuan kami bernama Archana Angelia Dimitri Wiguna"
semua mengangguk bahagia.
tak lama setelah beberapa waktu tertidur,bayi mungil cantik di gendongan lembut Liora perlahan membuka mata indah kecilnya.
mata bulat bersinar cerah itu menatap wajah sang ibu dengan senyum polosnya.
jari jempol Liora mengusap pipi merah manis itu penuh haru.
Arkansas yang duduk di kanan Liora tersenyum bahagia,Rayganta bahkan tak kuasa menoel pipi bulat itu dengan gemas.
"Ar....wajahnya sangat manis mirip kamu namun versi perempuan,hihihi...tapi kamu amit-amit sih jatuhnya" gelak Liora menggoda suaminya itu .Arkansas mendengus namun tak ayal dengan gemas mengecup pipi sang istri dengan cepat tak perduli raut wajah sinis putranya.
"yang penting adikku cantik dan manis,ya kan grandma?" Rayganta bersuara bahagia.
Anggi terkekeh dan mengangguk dengan pasti.
"terima kasih sudah berjuang untuk kedua bayi kita sayang dan terimakasih sudah memberiku putri kecil yang cantik" Arkansas mengecup pucuk kepala Liora sayang.dan para keluarga besar terutama para ibu menitik haru.
"boleh aku menggendongnya sayang?" Arkansas bertanya cemas pada raut wajah datar ibunya dan wajah menimang istrinya.
"Daddy! kalau Daddy gendong adik kami,yang ada nanti Archana akan remuk! Daddy itukan sekuat Mamoth" baiklah ingin sekali Arkansas menjahit mulut lemas Raino.dan lihatlah wajah mengejek ayah anak itu,Rion sialan!.
"ia...ia..nanti kalau adik kami yang lemah,imut dan rapuh jatuh bagaimana? " Baiklah Alarik ikut memberi bensin diatas bara api.
"kenapa anak-anak setan ini dibawa mommy kemari coba? yang aku gendong juga putriku,kenapa para setan ini dan anak-anak mereka justru yang ribut?!" Arkansas memaki dalam hati kala melihat wajah penuh kemenangan para inti.
"baiklah..kalau papi yang gendong bagaimana?" Raino mencoba mencari peruntungan.
"tidak..tidak.. bagaimana kalau papa Ryu saja?" baiklah Ryu tak mau kalah star.
"oh tidak bisa Ferguso! Tristan yang berhati malaikat ini saja yang gendong, bagaimana?" Tristan maju setelah melihat raut wajah istrinya yang begitu tertarik pada sang bayi .
"enak saja....Aku yang paling cocok menggendong Archana!" James tak mau kalah,demi istri ia harus maju perang saudara .
"tidak..aku yang paling sesuai standar menggendong bayi!" Marsel ikut bergabung sengit .
"diam para penghuni kubur! Biarkan aku menggendong Archana!" Xander kebakaran jenggot ! sial saingannya banyak.
Sibuk berdebat hingga mereka tak sadar Si Tiran licik sudah menyerigai penuh kemenangan saat bayi kecilnya sudah berada dalam gendongannya sambil bayi manis itu tersenyum menatap balik wajah sang ayah.
"percuma berdebat, Arkansas sudah menggendong putrinya sendiri! apa yang kalian ributkan?!" Sarkasme Rafendra yang menelan kecemburuan melihat cucu cantiknya tak bisa ia gendong.
sial memang!......
"Zoya,sini cucuku" akhirnya Rafendra pasrah harus menggendong cucu laki-laki,lagi dan lagi laki-laki!.
tak apalah,cucu laki-laki masih lucu dan belum tumbuh menjadi iblis kecil perusuh!.
untuk sekarang mengalah dulu sebelum ia bisa memonopoli cucu manisnya seorang diri.
lihat dan tunggu saja aksi Rafendra memperebutkan cucu manisnya dari para putra iblisnya!.....
para inti harus berjuang rupanya!.....
...🌴...
...TBC...