
Hai semua jangan lupa tinggalkan jejak vote, like dan komentar ya...🌹
⚜️ Happy Reading ⚜️
pagi ini Lukas nampak terlihat binggung dengan para perawat dan suster yang nampak berlalu lalang memindahkan ayahnya ke sebuah ruang rawat dengan fasilitas VIP.
"Lukas dimana kamu mendapatkan uang hingga papa bisa dirawat dikamar kelas satu seperti ini?" tanya William pelan,pria paruh baya itu menatap dalam wajah linglung putranya itu,sungguh ruang rawat ini sangat berkelas dengan sebuah kasur king size,satu set sofa,sebuah televisi,kulkas mini,kamar mandi pribadi bahkan sebuah pantry kecil disudut kamar.sungguh ini seperti kamar hotel bintang 5,dengan sekat terbuat dari kayu sebagai pemisah antara tempat beristirahat pasien dengan para penjenguk.
Lukas bungkam,remaja itupun sama binggung nya saat dokter Andara tiba-tiba datang pagi tadi dan memindahkan ayahnya ke kamar lain.entah siapa yang membayar semua biaya perawatan mahal nanti?.
"tak perlu difikirkan,yang penting tuan William merasa nyaman dan Lukas tidak perlu memikirkan biaya rumah sakit lagi" Rina berucap ramah setelah berhasil memasang infus baru pada William.
Pria itu benar-benar terlihat lemah,tubuhnya begitu kurus tak ada lagi binar kehidupan Dimata tua-nya.
Lukas hanya diam,ia tak tau harus bicara apa.yang pasti ia sangat berterima kasih pada orang baik yang sudah membantunya.
.........⚜️⚜️⚜️...........
Liora diam,wanita itu menatap dingin layar laptop yang masih terpampang wajah Axel disana.
"apa maksud ucapanmu tadi Axel? jelaskan dengan detail?!!" ucap Liora,suara lembutnya terdengar dingin dan penuh kemarahan.
Axel menatap wajah datar Arkansas dari balik layar monitornya.pria tiran itu mengangguk samar,melihat itu Axel pun mengerti.
"dari data akun bank dan informasi kepemilikan saham Alexander,sebelum dinyatakan kolaps.Nyonya Monika sudah lebih dulu mencairkan seluruh aset Alexander dalam bentuk uang,wanita itu menjual semuanya di pasar saham dan membawa semau hasilnya masuk kedalam rekening bank palsu,intinya dia telah melakukan cuci uang secara ilegal.lalu mengenai uang yang telah kau kirimkan pada Lukas,anak itu memang mencairkan uang yang kau kirim,namun semua itu diambil atas nama Stefani dan bukan Lukas.maka dari itu,menurut informasi yang kudapat.rumah besar keluarga Alexander telah disita bank karna pinjaman perusahaan yang tak bisa dilunasi saat jatuh tempo dan kau tau akhirnya Monika dan Stefani melarikan diri ke London" jelas Axel prihatin.
Arkansas menatap istrinya yang terlihat syok,wajah wanita cantik itu mengeras dengan manik memerah penuh amarah.jadi selama ini Lukas hidup menderita akibat ketamakan Monika dan Stefani? bahkan wanita picik itu menelantarkan putra kandung nya sendiri?. rasanya Liora ingin membunuh kedua wanita iblis itu sekarang juga.
"kau sudah tau kemana wanita Tua tamak itu?" tanya Arkansas menatap dingin wajah Axel yang tengah sibuk mengutak-atik ponsel ditangannya.
"hmmm....menurut tim delta yang bertugas dilapangan,Monika menghilang secara misterius.bahkan tim kita tak bisa menemukannya diseluruh Inggris,aku curiga dia sudah meninggalkan negara ini.tapi yang aneh disini,semua rekam jejak kamera pengawas yang terhubung dibawah kendali perusahaan AR sistem tidak menemukan wanita itu dimana pun.aku memang bisa mengakses semua sistem keamanan diseluruh dunia yang memang memakai jasa keamanan perusahaan AR,namun jika ada sabotase disini,ini akan sedikit sulit!!"
Liora mendengar pembicaraan suaminya dan Axel dalam diam,Monika menghilang? lantas dimana Stefani? istri Arkansas itu terus berfikir keras,bahkan tak sadar Arkansas yang terus memperhatikan nya sejak lama.
cup......
pria itu akhirnya mengecup gemas pipi Chabby Liora dan menggigitnya gemas.
"AKH...aduh kenapa kamu mengigit ku Ar??!!" Liora tersentak dan menatap kesal wajah santai Arkansas yang terlihat tak berdosa.
"jangan berfikir macam-macam baby,akan ku urus semuanya!!" ucap Arkansas lembut.
"ck....."
"Axel hentikan pencarian,dia tak ada di London lagi.ular tua itu sudah pergi!!" ucap Arkansas acuh.
Axel tersentak,pria tampan dengan kaca mata itu menatap curiga wajah malas sang tiran.
"kau tau-"
bip......
layar mati.....
Liora melongo, dipastikan disana Axel pasti sudah memaki habis kelakuan arogant seorang Arkansas itu,sungguh Liora merasa Arkansas benar-benar pria luar biasa.
"sayang bersiaplah,kita harus kerumah sakit sekarang,dokter Aneh itu sudah menghubungi bahwa ayahmu sudah selesai dipindahkan" Arkansas membelai wajah istrinya yang kini berubah sendu,wanita cantik itu menghela nafas lalu mengangguk lemah.
"waktunya sarapan cucu nenek!!' Liora menoleh dan tersenyum lembut kala melihat wajah Wanita tua baik hati nenek dari suaminya itu.
"selamat pagi nenek Maya" sapa Liora ramah.
Maya masuk dan mengusap pucuk rambut Liora sayang.
"selamat pagi cucu menantu nenek!!" balas Maya hangat.
"pagi nek" sapa Arkansas singkat.benar-benar pria dengan wajah minim ekspresi yang Menyebalkan.Maya mendengus,sungguh ia sudah biasa akan reaksi sedatar jalan tol putra Anggi itu.
akhirnya Liora menggandeng lembut tangan keriput Maya dan mulai menuntun wanita lanjut usia itu berjalan memasuki lift untuk turun ke ruang makan.
"Tante Rianti dan paman Davin tak ikut sarapan nek?" Liora bertanya kala melihat ruang makan masih kosong hanya mereka bertiga.
"oh...kau tau sayang,sebentar lagi Nikolas putra sulung paman Davin kalian akan menjadi seorang ayah,istrinya akan segera melahirkan.jadi Rianti dan Davin sudah pergi pagi-pagi sekali ke Bandung untuk melihat cucu pertama mereka,hahah....nenek lucu jika mengingat akan mempunyai seorang cicit!!" gelak Maya menjelaskan dengan antusias.Liora mengeryit,sungguh ia memang tidak terlalu mengenal seluruh keluarga besar Wiguna namun hanya beberapa saja yang ia pernah jumpa.jadi mendengar tentang anak pertama saudari ibu mertuanya membuat Liora sedikit tidak mengerti.
"jangan fikirkan kata-kata nenek,suatu hari tanyalah pada mom tentang keluarga besar Wiguna,mengerti sayang" ucap Arkansas sembari menarik sebuah kursi dan mempersilahkan istrinya itu duduk.
"terima kasih Ar" ucap Liora dengan senyum manisnya.
"Kakek Bagas kemana nek?" Liora membuka suara setelah mengambilkan suaminya sepiring nasi goreng seafood.
"oh....kakek Bagas sedang yoga di taman belakang,dia tak biasa sarapan pagi" jelas Maya terkekeh geli melihat bagaimana Arkansas cucunya yang terkenal dingin dan Arogant itu bersikap manja dengan meminta Liora menyuapi dirinya.pria Budak cinta!.
"Sayang kamu lihatlah tanganku sibuk dengan tablet ini?? tolong suapi aku baby" maya hampir tergelak seketika saat wajah tiran itu terlihat memelas.
"malu Ar....ada nenek Maya disini!! kamu makan sendiri ya,aduh aku malu...kamu manja nih!!" bisik Liora yang kini sudah memerah kala melihat wajah menahan tawa maya.
"ya sudah ,say aaaa...." pasrah Liora sembari menyodorkan sendok makan berisi nasi goreng seafood itu kearah mulut Arkansas yang nampak mengulas smirk kemenangan disana.
suap-suapan pun terjadi hingga.
"ASTAGA!! KANSAS BOCAH SABLENG INI KESURUPAN APA PAGI-PAGI BEGINI!!" pekikan kaget Bagas terdengar menggelegar,Liora terlonjak hingga tak sengaja menjatuhkan sendok yang ia pakai menyuapi suaminya tadi.
"BAGAS!!KAMU ITU HARUSNYA BERSYUKUR ANAK BERWAJAH DATAR INI KEMBALI NORMAL,MENGAPA TERIAK SEPERTI ITU SIH!!" omel Maya dengan suara melengking memekak telinga.
"berisik!!" baiklah devinisi cucu kurang ajar sepertinya pantas disematkan pada putra Rafendra itu.
Maya mendengus,Bagas mencibir sedang Liora tersenyum kikuk dengan situasi akward yang terjadi.
"khem...Arkansas kakek hanya ingin memberi tahu,kami mungkin akan segera menyusul Davin dan Rianti ke Bandung untuk melihat cicit kakek.apa kalian tak masalah kami tinggal?" tanya Bagas menatap serius wajah tampan nan dingin cucunya itu.
"ken-"
"UWAHHHHH...MAKAN...MAKAN...SELAMAT PAGI NENEK MAYA CANTIK DAN SELAMAT PAGI PRIA TUA!!" nah kan,datang sudah si biang rusuh.Bagas mendengus keras saat melihat Tristan turun dengan piyama masih melekat sempurna ditubuhnya.lihat bahkan anak satu itu belum mandi dan langsung turun dengan heboh.Arkansas menggeleng frustasi melihat pria bungsu perwujudan setan itu.
"oh....berani kamu mengatai kakekmu hah!! wah....betapa kurang ajarnya anak satu ini!! " ucap bagas kesal setengah mati.
Tristan duduk disamping Maya dan mengecup pipi wanita tua itu sayang,Maya terkekeh inilah yang ia rindukan dari putra mendiang Thomas itu.meski kekanakan dan jahil luar biasa,Tristan ini mampu membuat rasa sayang orang lain tumbuh untuknya.
"ck...kakek...kakek,sekarang Tristan tanya,kakek sudah keriput belum?" tanya Tristan dengan wajah serius menatap intens wajah binggung Bagas.
"ya...ya kakek memang sudah keriput ,kamu ini bodoh atau apa? itu saja pakai tanya!!" Bagas kesal sendiri.
"nah itu sadar sudah keriput,terus Tristan bilang tua kenapa kakek marah? kakek aneh!!" dan lihatlah wajah polos seakan tiada dosa itu,Maya mati-matian menahan tawa mendengar ucapan salah satu cucunya itu,Bagas melongo geram.memang anak kurang ajar.
Liora menggeleng geli dengan Arkansas yang merotasi bola matanya malas melihat drama receh kawan bungsunya itu.
"sudahlah kakek,kalau kakek meladeni anak Dajjal ini.sampai lebaran monyet pun tidak akan selesai juga,lebih baik mengalah saja kek dan akui sajalah kakek memang sudah tua" satu lagi,Bagas mengeram saat James keluar dari lift dan berucap santai mengejek dirinya.sungguh apa tua begitu memalukan hingga kedua cucu laknatnya itu begitu hobi mengatai dirinya tua? Bagas spechless.
wajah tampan Arkansas tanpa sadar mengulas senyum samar,sangat tipis kala melirik sang istri mulai tersenyum akibat kelakuan tengil kedua Kawanya itu.
"sudah cepat makan dan jangan bicara lagi!!" tegas Maya yang sudah kasihan melihat wajah mendung suaminya itu.
...........⚜️⚜️..........
"pa,Lukas mohon papa makan dulu.papa harus minum obat agar bisa sembuh" Lukas memelas kala berusaha membujuk ayahnya itu agar mau makan.William diam,pria paruh baya itu duduk diatas kursi rodanya menghadap jendela dan memandang sendu.
"tidak Lukas,papa tidak lapar nak.lagipula percuma semua itu,papa tidak akan sembuh" Wiliam berucap lirih memandang sayu pantulan sosok rapuh Lukas dari balik kaca dinding.
tes....tes....tes....
air mata Lukas jatuh sudah,pria remaja itu merasa sakit melihat ayahnya seperti itu.namun ia juga tak bisa berbuat apapun hati ayahnya sudah lama mati rasa.penyesalan dari masa lalu itu membuat hati William kini membeku.
"kalau kau begitu ingin mati,janganlah pernah menyusahkan anakmu!!"
deg.........
William dan Lukas berbalik meski William merasa kesulitan saat memutar kursi rodanya,namun suara yang amat ia rindukan benar-benar membuat hatinya bergetar dengan kerinduan yang membuncah.
"Na...Naya i...ini benarkah kamu?" William bertanya terbata-bata dengan manik yang telah berkaca-kaca.
"bukan Naya,namaku Liora kalau anda lupa!" ucap Liora menatap dingin sosok rapuh ayah kandungnya kini.
Lukas bungkam dengan air mata yang kini mengalir deras,mimpi apa ia semalam hingga kakak tirinya itu mau datang dan melihat mereka lagi? Lukas berharap ini sesuatu yang baik.
Arkansas membelai punggung rapuh liora,berharap istrinya bisa sedikit membuka hatinya kembali.
"kenapa? kenapa kau jadi seperti ini? kenapa? " Liora bertanya lirih setelah menatap langsung sosok William yang kini benar-benar menyedihkan.rambutnya telah habis tak bersisa dengan mata cekung yang sayu dan tubuh yang begitu kurus.hati Liora menjerit sakit.
Liora berjalan lunglai menuju William,Lukas sudah berjalan keluar sembari membekap mulutnya menahan isakan pedih yang kini begitu menyesakkan.Arkansas menatap sendu dan memilih berbalik pergi membiarkan ayah dan putrinya itu menyelesaikan masalah hati mereka .
tes.....tes....tes......
William menangis dalam diam,tubuhnya pria paruh baya itu bergetar menahan kepedihan hati melihat sorot terluka putrinya.putrinya menangis lagi dan lagi,dan itu semua karna dirinya.
Brukhhhh.....
kaki Liora lemas,gadis itu jatuh terduduk dengan isakan pedih yang menyayat hati.
"Putri papa..." Gumam William yang berusaha berdiri menghampiri putrinya itu.
"hiks.....kenapa kau berakhir seperti ini setelah menyakiti aku dan mama? kenapa?!! kau menyedihkan seperti ini!! aku benci pria seperti dirimu hiks....kau ayah paling menyedihkan di dunia ini !!!" Liora meraung pilu didalam dekapan kasih William,sungguh Liora membeku kala suatu hal yang begitu ia dambakan sedari dulu akhirnya ia rasakan kembali.saat William akhirnya memeluk dirinya lagi.
"maafkan papa nak.seperti air hujan yang jatuh tanpa akhir,papa menyesali semua yang pernah terjadi hingga tiada akhir dari luka dihati ini atas apa yang pernah papa lakukan! kau dan ibumu hadir didalam hidup papa.dan papa menyesali semua yang pernah papa lakukan pada kalian dulu...sungguh maafkanlah papamu ini Liora" William menangis pilu sembari memeluk erat tubuh bergetar putri kesayangan itu.dulu,dan ia begitu berdosa karena mengabaikan berlian titipan Tuhan karna terpengaruh dua iblis betina yang masuk dan meracuni hidupnya.
Liora menagis pilu kala merasakan betapa kurus tubuh ayahnya kini.
"kau menyesal,apa semua itu ada gunanya?"
Deg.......
sakit,betapa sakit hati William kala mendengar suara dingin putrinya itu.meski putrinya itu tak berontak saat ia memeluknya,namun putrinya itu benar-benar memperlihatkan betapa kecewanya ia,dan william tak tau lagi harus apa.
TBC........