
Hai semua jangan lupa untuk selalu tinggalkan jejak vote,like dan komentar kalian disini ✌️....
...🌺 H A P P Y 🌺...
...R...
...E...
...A...
...D...
...I...
...N...
...G...
...🌺...
California at Beauty clinik 10.00 Monday
Gadis dengan jas putih medis itu menatap kosong wajah dua orang wanita yang terlihat penuh kesedihan dihadapannya.
kedua wanita yang begitu cantik dan elegan itu mendatangi sakura tepat beberapa jam sebelum waktu makan siang di klinik tempat ia bekerja tiba.
"maaf...anda berdua mengatakan ingin menemui saya,bolehkah saya tau anda berdua ini siapa?" sakura bertanya hati-hati kala melihat kedua sosok wanita dihadapannya ini bukanlah wanita kalangan biasa. melihat dari garis wajah dan segala barang branded yang melekat ditubuh keduanya.meski terlihat sederhana namun sakura tau,harga semua barang itu bukan isapan jempol.
ketiga wanita cantik itu kini duduk di salah satu kursi melingkar ditengah taman dibelakang klinik kecantikan tempat sakura bekerja.
"nama kamu sakura,bukan? kami adalah kakak Tristan" wanita dengan mantel hitam dan rambut coklat bergelombang itu berucap penuh kasih.
Deg......
sakura membeku.
Liora.yah,Liora dan Cristal.
kedua wanita cantik BE itu mulai beraksi.
"Sakura.... perkenalkan saya Liora Arkansas Wiguna dan ini Cristal Nixon Algarian.kami adalah kakak perempuan Tristan" ucap Liora memperkenalkan diri sembari meraih kedua tangan sakura dan menggenggam tangan dingin sakura erat,wajah Liora kini terlihat sangat tertekan Dimata sakura.
sakura menatap wajah Liora dengan manik yang mulai memanas.
"sakura....Tristan...dia kecelakaan dan dalam tidurnya selalu menyebut namamu!! adik Kamu sekarat,sakura!" Kini Cristal memulai dramanya.
Liora menoleh dan hampir tertawa.
menambah nilai jual aktingnya, Cristal mulai memijat kening dengan dengan wajah yang dibuat sedramatis mungkin,istri dari Nixon itu mulai menangis.
deg....
sakura menegang,seluruh saraf dalam tubuhnya seakan terputus.
Tristan......
pria itu kecelakaan?!......
"Tristan kini dirawat di Kediaman kami Sakura,dia tak mau dirawat di rumah sakit.kami merawatnya sebisa kami meski setiap malam kami harus menahan tangis saat dia menahan sakit di sekujur tubuhnya! Sakura kami datang hanya untuk memberi tahu dirimu,kami akan kembali sore ini dan aku harap cinta adik kami tidak bertepuk sebelah tangan" ujar Liora mulai memasuki mode akting ratu drama.
melihat air mata kedua wanita asing kakak dari pria yang mengusik hatinya,sakura mematung dengan hati yang bergejolak.
"ka..kapan? kenapa bisa itu terjadi?" sakura bergumam lirih,bahu rapuh gadis itu mulai bergetar dan jujur,Liora tak tega! tapi mata tajam Cristal mengunci dirinya.
"beberapa waktu yang lalu,saat pulang dari tugasnya....Tristan terlihat sedih dan berkendara dalam suasana hati yang bergejolak,itu menurut perkataan suamiku yang saat itu bersama Tristan.dia bersikeras kembali seorang diri dan pada akhirnya menabrak pembatas jalan!! huuuuu.......wu...wu..!!" akhirnya,pecah sudah tangis ratu drama BE.Cristal dengan pelukan Liora menangis pedih sembari melirik diam-diam wajah syok Sakura.
Cristal mencubit pinggang Liora kesal akibat istri dari Arkansas itu belum juga mengikuti dirinya dalam mengeluarkan air mata buayanya.air mata Liora belum cukup real dimata Cristal,jadi wanita itu tidak puas dan akhirnya menarik sedikit kulit dari pinggang ramping ibu hamil itu.
Liora meringis dan mulai memeras air matanya susah payah.sial! ia tak pandai berbohong.
Kini Sakura terlihat bagai raga tanpa jiwa.
Liora yang merasa sudah cukup akhirnya berdiri sambil pura-pura memapah Cristal.sial istri Nixon ini berat juga!.
"sakura...kami kembali dulu,ini alamat kami jika kamu bersedia datang dan melihat Tristan .Mungin jika kau datang ia bisa pulih kembali" Liora melempar senyum yang terlihat nanar Dimata sakura.
"Tristan...kamu kenapa?" sakura bergumam sembari matanya menatap kearah kepergian kedua wanita cantik kakak dari Tristan itu.
tes.........
tanpa sadar air matanya menetes dan saat jemarinya naik menyentuh wajah,basah! wajahnya telah basah dibanjiri air mata.
.........🌺.........
London at Garden Street.........
Terlihat dari sebuah taman yang terletak tak jauh dari pantai,taman yang begitu sepi dan sunyi hanya diterangi beberapa lampu taman.matahari belum menempati posisinya untuk menyinari bumi dan bulan masih terlihat menggantung malu-malu diatas langit yang sama.
Lucas duduk disalah satu kursi taman yang posisinya menghadap langsung ke area pantai,fajar bahkan belum terbit dan pria itu nampak termenung masih lengkap dengan seragam pilot yang melekat sempurna membentuk tubuhnya.
pria itu menatap lautan gelap yang diisi oleh keheningan dengan sorot mata yang menyimpan setumpuk memori.
perasaan kesendirian itu kembali.........
"pa....... bagaimana kabarmu? hah...........rasanya tetap kesepian ditengah semua keramaian " Lucas menghela nafas berat.
ia selalu berfikir. dengan kebaikan hati kakak tirinya,keramahan keluarga yang diberi oleh seluruh Wiguna,berkumpul dan berbagi tempat dengan orang-orang yang baik serta meraih mimpi,Lucas mengira semua itu cukup.namun,masih ada ruang kosong yang sangat gelap dihati! .
ada satu masa,masa ia berharap ibunya akan kembali.berubah dan melihat putra yang sudah wanita itu abaikan.namun,wanita itu menghilang.menghilang meninggalkan luka kekecewaan dan sakit hati padanya.
Monika dan Stefani! dua nama yang akan selalu menjadi cacat dalam hatinya.
Melamun dan tenggelam hingga.....
Deg..........
ia menoleh dan tersentak saat pipinya merasakan hangat menyentuh kulitnya.
mendongak dan mata teduhnya menatap pada seorang gadis yang memakai baju kaos putih dilapisi jaket dan celana training berwarna biru lembut.gadis yang menempelkan sebuah cup plastik berisi cofee hangat.
manik indah nan teduh itu menatap tepat pada matanya.rambut hitam panjang yang diikat ponytail,alis lembut yang membingkai sempurna ,hidung mungil yang terlihat lucu,serta bibir berwarna pink cerah yang terlihat melemparkan senyum manis tanpa syarat.
"gadis ini!" Lucas membatin linglung menatap wajah geli gadis itu dalam.
"Hay...ambil! tanganku mulai pegal" suara merdu gadis itu terdengar memasuki gendang telinga Lucas dan pria itu sontak terbangun dari lamunannya.
"untukku?" Lucas bertanya penuh makna,gadis itu mengangkat kedua alis indahnya dan terkekeh.
"tentu saja untukmu ! aku sudah menyodorkan itu,masa ia itu untuk diriku sementara gelasnya sudah kusodorkan padamu !!" gadis itu mengoceh malas dan tanpa basa-basi mengambil tempat duduk disamping Lucas yang masih terpanah melihat keindahan alami yang kini menyapa pandangannya.
"terimakasih" ucap Lucas tulus,ia menatap cup cofee yang kini berada ditangannya.gadis itu menoleh dan mendapati sorot mata kesepian dari mata pria yang duduk disampingnya.
"aku Jasmin Wilbert" gadis itu tersenyum sembari mengucapkan namanya.
"Jasmin......" Lucas bergumam seakan didalam mulutnya ada madu yang begitu manis saat nama gadis itu terucap.
"Lucas Alexander" akhirnya ia bersuara membalas sapaan hangat gadis itu.
"kamu pasti baru saja putus cinta? lihatlah masalah yang seakan begitu berat kau tanggung?!" gadis berponi tail itu menebak asal dan berucap prihatin.
Lucas tertegun.....
pria itu terkekeh geli dan entah bagaimana semua dukanya menguap.
"sembarangan! aku tidak bermasalah dengan cinta!" jawab Lucas tegas, pria itu mulai meneguk cofee pemberian gadis itu sembari matanya tak lepas dari sosok cantik yang kini menemaninya.
"ayolah....tidak perlu malu.aku juga sama halnya denganmu,masalahku juga ada.namun mungkin saja konteks masalah kita berbeda,lihat aku bahkan sampai lari-larian di pagi buta begini demi melupakan masalah menjengkelkan itu! dan sayang sekali aku justru melihat malaikat tampan yang duduk termenung seorang diri disini,ayolah....jika aku seperti dirimu dan hanya duduk diam disini,aku yakin...aku pasti sudah gila hahaha...." terus dan terus,gadis itu berceloteh riang tanpa sadar mata teduh yang tak berhenti menatapnya sejak awal.
"matanya indah,suaranya begitu manis dan dirinya sangat cantik! " Lucas membatin linglung.
"dan sekarang katakan padaku? mengapa pria tampan seperti dirimu menyendiri dan duduk disini seperti orang bodoh?" tanyanya geli.
Lucas terkekeh.
Deg.........
manik gadis itu membola Kala melihat senyum dan tawa pria disampingnya.tawa yang begitu lembut dan hangat.
"kamu mengatakan aku tampan ,hm?! aku sudah biasa mendengar itu!" kekeh Lucas geli.
mendengus! gadis itu mengerucutkan bibir cerrynya mendengar kata-kata penuh Narsisme dari sosok asing tampan itu.
tampan?
gadis itu tertawa sumbang akan isi kepalanya.
kedua pipi putih gadis itu memerah,ia salah tingkah saat mata pria itu mengunci dirinya.
hingga......
Deg....
"well....kurasa kau harus bertanggung jawab padaku nona Jasmine ! " jemari Lucas dengan lihai mengambil beberapa helai rambut panjang gadis itu dan memainkannya diantara jemarinya.
"ta...tanggung jawab? kau..kau gila ya?!!" Sial! gadis itu tergagap dan jantungnya terasa bertabuh kencang.
"sepertinya kau lupa padaku?" goda Lucas,kini ia tak lagi terkekeh.namun tawa bahagia tanpa beban.
Jasmine merona. meski ia tak tahu apa yang harus dipertanggung jawabkan,namun suara tawa pria itu sangat hangat merasuki hati ditengah paparan embun pagi kala sinar mentari mulai terlihat samar.
"memangnya kapan kita bertemu?" Jasmine bertanya sembari menjauhkan tangan Lucas dari rambutnya.
Lucas tak menyerah,sebagai dampak kehilangan kelembutan rambut gadis itu,ia menarikan jemarinya mengusap pipi memerah Jasmine.
Deg..............
tubuh jasmine membeku,jari hangat itu bak kunci mutlak yang membuka paksa sisi feminimnya.
"kau ingat dibandara? kau menabrak dan menghancurkan ponselku! and....kau pergi begitu saja tanpa maaf" Lucas berucap dengan mimik wajah penuh derita.
korban teraniaya? sungguh jika Liora dan para istri BE terutama Tristan melihat wajah Lucas saat ini,mereka pasti akan tertawa menggelegar tak percaya!.
"kau..kau pilot itu?" gagap Jasmine tak percaya.benar! melihat seragam yang dikenakan pria itu,mengapa sampai ia tak menyadarinya sejak awal! .
jasmine mengigil melihat senyum nakal dari wajah yang awalnya penuh kesedihan,sungguh seakan sejak awal pria itu tidak benar-benar berada dalam kesedihan dan semua ekspresi wajah itu hanya akting! sial Jasmine mengigil .
Lucas tertawa indah melihat ekspresi penuh penderita gadis yang baru saja dikenalnya itu.
"a..aku akan ganti ponselmu! ta..tapi lepaskan tanganmu dari pinggangku!!" Tubuh Jamnine mengigil saat entah sejak kapan tangan Lucas melingkar indah memeluk pinggangnya.
semakin dekat.....tubuh mereka semakin dekat....
"tidak perlu mengganti ponsel itu.... cukup.....peluk saja aku, seperti ini" ucap Lucas tulus
dan...
Deg.....Deg.....
tubuh kokoh nan hangat itu kini melingkupi tubuh mungilnya.Jasmine menegang tak mampu bergerak saat aroma segar hamparan Padang rumput menenggelamkan seluruh panca inderanya.
Lucas bahagia untuk pertama kalinya,perasaan kosong itu mendadak seakan mulai terisi kembali.
aroma manis keringat bercampur dengan harum bunga jasmine terasa menggelitik merasuk kedalam relung hatinya.
Lucas melemas,wajahnya tenggelam diceruk leher halus gadis itu saat ia menunduk .
Jasmine mulai sadar saat kulit lehernya terasa geli oleh sentuhan hidung mancung Lucas.
ia mulai bergerak gelisah.
"sebentar....izinkan seperti ini sebentar saja"
Deg........
Debaran itu semakin kuat.keduanya dapat merasakan reaksi tubuh masing-masing.
"terimakasih Jasmine"
pelukan itu terlepas,Lucas mengusap pucuk rambut gadis itu perlahan dan mulai bangkit.
"aku akan pulang...apa kamu mau kuantar?" Lucas tersenyum dan mulai menatap wajah linglung gadis itu.
"mengapa aku tidak bisa bicara? harusnya aku menampar pria asing yang seenaknya memelukku! tapi..tapi rasanya tidak tega!! arkhh...aku mulai gila!!" batin Jasmine.
Lucas menarik senyum tipis Kala melihat wajah melamun Jasmine.mentari mulai terlihat Kala sinar hangat mulai menyinari wajah keduanya.
Akhirnya......
jemari Lucas terulur dan mulai menyapu pipi merona yang terasa hangat hingga diujung jemarinya lembut.
"eh?" Jasmine sadar.ia menatap Lucas tajam.
"kenapa kau peluk aku? kita ini orang asing,kau tau?!" sentak Jasmine akhirnya sadar penuh.
mengangkat bahu acuh dan Lucas mulai terkekeh lagi.
hingga....
"JASMINE!!" suara seorang gadis terdengar keras dari jauh.
Lucas menoleh sebentar lalu kembali fokus menatap gadis cantik yang tengah duduk menatap tajam wajahnya.
"well...orang asing? tidak! karena kini....kau kekasihku! dan calon istriku dimasa depan!" Lucas menunduk dan.
cup.....
Deg.....
manik Jasmine membola horor sembari menutupi keningnya dengan kedua tangan.tempat dimana bibir hangat Lucas baru saja berlabuh.
"baiklah...aku pergi my Girlfriend!!" Lucas berbalik dan pergi begitu saja saat telinganya menangkap langkah kaki cepat yang berlari dari belakang.
manik Jasmine terus mengikuti kemana pria itu pergi.sebuah mobil BMW seri M3 terparkir tak jauh dari taman,tersembunyi dalam kegelapan.
dan pada akhirnya,mobil itu mulai bergerak pergi melewati tempat dimana Jasmine masih duduk terpaku.
Deg....
wajah tampan Lucas terlihat dari balik kursi kemudi,mengedipkan mata dan pergi tanpa kata.
"DAMN IT!! CRAZY MAN!!!" Jasmine mengumpat kesal pada akhirnya.
"WOAHH....kau lihat Jasmine!! pria itu sangat tampan!!" tiba-tiba dari samping tubuh Jasmine,suara centil terdengar riang.
"diamlah Tiana!!" Hardik Jasmine kesal pada sahabatnya itu .
"kau kenapa sih? oh ia...kau kenapa menghilang!? aku sudah lelah mengelilingi taman ini mencarimu! ayo kembali,kita ada pesanan WO hari ini!" gadis bernama Tiana itu mendumel dan menarik tangan jasmine pergi.
yah,pada akhirnya kedua anak Adam itu pergi meninggalkan kenangan penuh makna yang mungkin akan membawa jalan panjang untuk keduanya.
...🦇...
...TBC...