
Hai semua jangan lupa tinggalkan jejak vote, like dan komentar ya.....🌹
attention......
El mau kasih saran,sebelum baca kalian bisa sambil putar lagu When i look at you sountrack dari film last song.
...🦂...
...H...
...A...
...P...
...P...
...Y...
...R...
...E...
...A...
...D...
...I...
...N...
...G...
...🦂...
...Apakah ini disebut egois?...
...orang seperti diriku...
...tanpa sadar aku telah mencintai dirimu sangat dalam...
...sangat dalam,bahkan sebelum kau memberikanku izin...
...namun kini,kini aku tinggalkan kau sendiri...
...apa ini disebut egois?...
...karena diriku kau menumpahkan air matamu...
...kau tenggelam dalam kesedihan...
...karena diriku...
...sebanyak apapun aku menumpahkan darah...
...penyesalan ini membunuhku...
...taukah kau?...
...sebanyak apapun aku mencoba memandangmu lagi,itu tak pernah cukup...
...sia-sia...
...aku merindukan senyuman itu...
...tolong beri aku cinta itu lagi...
...meskipun telah retak...
...tolong lihat aku...
...suatu masa...
...aku percaya kau akan kembali...
...aku menunggu,akan menunggu...
...aku disini sampai akhir...
...satu kata dalam kesunyian...
...kata yang akan terus bergema...
...cinta...
...aku mencintaimu...
...dikala terlelap...
...aku letakkan semua harapanku akan mimpi atas dirimu...
...bayanganmu,kehangatan perlindunganmu...
...dan saat aku terbangun...
...air mata itu kembali jatuh...
...mimpi...
...mengingat namamu membuat air mata ini mengalir deras...
...harapan sunyi yang menyakitkan...
...menunggu...
...seperti air mata yang mengalir...
...tolong...
...aku merindukanmu...
...lemah tak berdaya...
...dan aku memohon...
...kembalilah...
...........🔱...........
Kicauan burung dengan sinar mentari hangat menyapa tak membuat suasana Mansion Besar yang berdiri agung ditanah Wiguna terasa hangat,mansion itu terasa sepi dengan aura suram yang begitu menyesakkan.
Liora sudah pulang dari rumah sakit sejak dua hari yang lalu,Anggi memutuskan merawat sendiri menantu dan calon cucunya di Mansion saja.
Semua orang telah duduk di meja makan untuk memulai sarapan meski suasana benar-benar hening dan suram,namun Anggi tak ingin melihat keluarganya terpuruk terus menerus.
"mom..apa kita tidak membawa kakak ipar Liora makan bersama?" Ara bertanya lirih nampak tak ada minat sama sekali pada menu yang kini terhidang diatas meja.
Anggi menghela nafas dan tersenyum lembut menatap putrinya sayang.
"tidak Ara,biarlah kakak iparmu beristirahat nanti mommy yang akan antar sarapan untuknya.sekarang kalian makan dan lakukan pekerjaan kalian biar disini mommy yang kini urus" ucap Anggi lembut.
Rafendra menghela nafas,mood buruk putri dan juga menantunya sungguh membuat segalanya menjadi terasa tak nyaman.
.................🔱..................
Liora berbaring menyamping diatas ranjang king size dikamar beraroma dominan Maskulin hutan Pinus dari parfum suaminya itu,memeluk sebingkai foto seorang pria dengan wajah yang benar-benar dingin namun memiliki paras rupawan sangat memikat.
tes....tes...tes...
tetes demi tetes air matanya jatuh membasahi kain bantal yang tengah menopang tidurnya.
"Ar....kumohon pulanglah....a...aku...hiks...dan bayi kita sangat merindukan dirimu hiks...pulanglah Ar....pulang dan peluklah istri dan calon bayi kita hiks...."Liora terisak dengan isakan yang teredam sepenuhnya oleh bantal yang ia gunakan.
kamar luas dengan segala fasilitas peredam suara itu sukses membuat tangis Liora keluar bebas tanpa takut terdengar hingga keluar.
tangan halus nan putih itu mengangkat bingkai foto dengan Figur angkuh Arkansas disana,membelai dan mengecup bingkai itu penuh kerinduan.Liora dan seluruh rasa sakitnya.
Cup.......
menutup mata dengan khayalan seakan tengah menatap senyum lembut Arkansas disampingnya,Liora kembali menahan tangis sembari mengusap perutnya yang kini membuncit kala kandungan nya semakin bertumbuh disana.
"hiks.... sayang,tolong minta pada Daddy agar segera pulang....katakan pada Daddy bahwa mommy sudah tidak apa-apa dan mommy ingin Daddy peluk mommy lagi seperti dulu.. tolong ya sayang...." Liora bergumam lirih dan mulai menutup mata kala lelah menyapa.
siapa yang tau? semua ucapan penuh kesedihan dan kerinduan itu akan tersampaikan,dan kini tinggal menunggu waktu berbicara.
...............🔱...............
sementara disisi lain....
Seorang pria tengah berdiri dengan sebuah senapan yang menembak kalap beberapa target yang kini sudah tumbang satu persatu.
Hutan gelap dan dingin itu tak menghentikan dirinya dari rasa sesak yang menghantam jiwa,sebuah area pribadi pusat pelatihan tembak itu kini terlihat hancur lantak dengan tancapan peluru dimana-mana .
Deg.......
Pria itu terjatuh sembari memukul dadanya yang terasa sakit menyiksa.14 hari ia sudah hidup tanpa melihat wajah malaikat cantik yang selama hampir dua tahun terakhir telah mengisi hidupnya yang hampa.pengecut! entahlah ia bisa sebut apa dirinya?.jatuh lurai diatas tanah lembab dengan manik dingin yang menatap hampa kedepan.
"bodoh!! kau sangat bodoh Arkansas!! kenapa bukan kau saja yang tewas?!! kau buat istrimu menangis,dia menangis karenamu hahaha...kau pengecut!!" gumam Arkansas dengan tawa menyedihkan keluar dari mulutnya.Mendongak dan menatap langit yang terlihat cerah mengintip dari celah-celah pohon-pohon besar yang ada.
krek......
suara ranting yang patah menghentikan semua lamunannya.
Wush......
belati tajam dengan cepat menuju kearah asalnya suara.
Krangggg.....
Dari arah berlawanan sebuah belati datang dan menabrak belati milik Arkansas hingga kedua benda itu beradu ditengah dan jatuh diatas tanah kemudian.
hening...
hembusan angin bahkan mampu terdengar karena sunyinya keadaan.
Arkansas berbalik dan kembali meraih short Gun miliknya dan melanjutkan kembali kegiatannya saat tau belati milik siapa itu.
Rafendra,yah.Itu adalah ayahnya.
"sudah dad duga.untuk apa kau disini berlama-lama?!" ucap Rafendra santai dan berjalan duduk disalah satu pos yang tak jauh dari posisi dimana Arkansas berada.
yah,tempat itu merupakan tempat latihan rahasia yang digunakan Arkansas sewaktu remaja dan ini merupakan tempat yang hampir terlupakan semenjak pria Hades itu mulai beranjak dewasa.dan disinilah ia berada kini mencari ketenangan.
"Dad pulanglah,kau sudah tau dad.untuk apa lagi bertanya?" jawab Arkansas acuh.
Rafendra terkekeh menatap wajah datar tanpa ekspresi itu penuh arti.
"mau sampai kapan kau seperti ini Kansas? jangan jadi pengecut!! kembalilah dan lihat istrimu lagi" suara Rafendra kini terdengar mulai serius,pria itu menatap sekeliling dan satu kata untuk yang terlihat, benar-benar hancur!.
"aku ingin dad,tapi kau tak tau.betapa takutnya aku melihat air matanya lagi,lebih baik aku mati !!" Suara lirih Arkansas terdengar menyedihkan.Rafendra berdiri dan berjalan mendekati putranya yang nampak terlihat hancur lantak tenggelam dalam penyesalan.
Arkansas mendongak kala pukulan pelan pada bahunya terasa.Rafendra menatap putraya tajam dan menusuk.
"kapan Daddy pernah mengajari kalian jadi pengecut?!! masalah itu diselesaikan bukan lari dan bersembunyi seperti pengecut!! lihat istrimu dia menangis menunggumu pulang,jangan membuat Wiguna malu karena sikap pengecut dirimu itu!! percaya pada hatimu dan ucapan dad,cinta tulus akan membuat semua terbuka terang.pulanglah!!" tegas Rafendra dengan senyum teduhnya pada akhir,Arkansas mengangguk samar dan mulai meraih tubuh Rafendra dan memeluk ayahnya itu erat.
"ya,kau benar dad.aku akan kembali dan menghapus air mata istriku lagi,meski dia menatapku kecewa nanti aku akan terima itu" ucap Arkansas mantap.Rafendra berdehem dan beranjak pergi begitu pelukan dari putranya itu terlepas.sungguh dalam hidupnya bisa dihitung jari berapa kali Arkansas bersikap layaknya seorang anak dan memeluk dirinya.hell!! benar-benar hari-hari yang berharga.
.............🔱.............
Anggi masuk dan melihat kearah ranjang besar dimana menantunya itu tidur,melirik kearah nakas dan tersenyum nanar melihat makanan yang masih terlihat utuh.
wanita paruh baya itu berjalan perlahan mendekat dan duduk ditepi ranjang Liora tertidur.
tangan halus nya membelai sayang rambut panjang menantunya itu dan mendesah lelah kala melihat jejak air mata yang terdapat di pipi mulus Wanita cantik itu.
"mommy harap Tuhan segera memberi kalian kebahagiaan yang abadi sayang,Mommy tau kamu sudah begitu menderita nak.namun disetiap cobaan yang Tuhan berikan akan selalu ada buah manis yang akan dipetik pada akhirnya nanti,bersabar dan selalu tabah adalah kuncinya.mommy akan keluar bersama Daddy untuk memeriksa hotel baru di Birmingham sayang,mommy harap kamu baik-baik saja kami tinggal sementara waktu" bisik Anggi lembut sembari menunduk dan mengecup kening Liora lembut.
"selamat malam putri mommy....kami akan kembali esok hari dan Rion bersama Kayra mungkin akan pulang tengah malam nanti.slepp well sayang" Anggi bangkit dan segera menutup Tirai kala angin malam mulai terasa masuk dari balkon .
Clam.......
suara pintu tertutup membuat mata indah yang sedari awal terpejam itu akhirnya terbuka dan kini setetes liguid bening jatuh darinya.
tes.......
"terima kasih mommy" gumam Liora lirih.
malam semakin larut dan kesunyian semakin menelan setiap jiwa yang mulai merangkak larut dalam buai mimpi .
Liora merangkak turun dan mulai berjalan keluar dari dalam kamarnya.mansion terasa sepi hanya ada para penjaga yang berjaga di pos jaga masing-masing.
"Nona Muda,anda mau kemana?" Faren sang kepala pelayan yang baru saja kembali dari mengecek seluruh pintu masuk dan jendela bertanya kala melihat istri dari tuan mudanya itu keluar dari Lift.
"......." Liora tak bersuara,ia hanya terus melangkah.Faren mendesah dan mulai menghubungi penjaga di pintu masuk mansion agar memastikan Liora tak keluar.
" nona....an-" Faren bungkam kala Liora mengangkat tangan dan menggeleng singkat tanda tak mau ditanyai lagi.
pria paruh baya itu menatap sendu sosok baik hati nan ceria yang kini berubah suram itu mulai menjauh.
"huft......hanya Tuhan yang tau akhirnya" desah Faren sendu.
kini Liora berdiri diam menatap sebuah piano hitam classic yang sering digunakan ibu mertuanya menghabiskan waktu.
tap...tap...tap....
kakinya melangkah mendekat dan mulai duduk di kursi kecil menghadap piano,jemarinya mulai naik menyentuh tuts dingin berwarna hitam dan putih itu.
🎵
mulai terdengar nada indah dari alat musik elegant itu.
"Ar......" gumam Liora lirih.
Suara alunan piano merdu mulai terdengar mengalun mengisi malam dengan kesunyian yang terasa mencekik.
everybody needs inspiration
( setiap orang butuh inspirasi )
everybody needs a song
( setiap orang butuh sebuah lagu )
beautiful melody
( melodi indah )
when the night's so long
( saat malam terasa panjang )
cause there is no guarantee
( karena tak ada jaminan )
that this life is easy
( hidup akan mudah )
yeah..when my world is falling apart
( saat duniaku hancur )
when there's no light to break up the dark
( saat tak ada cahaya untuk singkirkan gelap )
that's when i..i..i look at you
( itulah saat aku memandang dirimu )
when the waves are flooding the shore
( saat ombak menyapu pantai )
and i can't find my way home anymore
( dan saat aku tak bisa temukan jalan pulang lagi )
that's when i..i..i look at you
( saat itu aku memandang dirimu )
when i look at you
i see forgivenese i see the truth
( kulihat pengampunan dan kebenaran )
you love me for who i am
( kau mencintaiku apa adanya )
like the stars hold the moon
( seperti bintang memeluk rembulan )
right there where they belong
( tepat dimana mereka seharusnya berada )
and i know i'm not alone
( dan aku tahu aku tak sendiri )
air mata yang jatuh membuat dadanya kiat terasa sesak,alunan melodi yang terdengar begitu pilu saat bahkan sang malam semakin terdiam larut didalam ya.
when my world is falling apart
( saat duniaku hancur )
when there's no light to break up the dark
( saat tak ada cahaya untuk singkirkan gelap )
that's when i..i..i look at you
( itulah saat aku memandang dirimu )
when the waves are flooding the shore
( saat ombak menyapu pantai )
and i can't find my way home anymore
( dan saat aku tak bisa temukan jalan pulang )
that's when i..i..i look at you
( saat itulah aku memandang mu )
you appear just like a dream to me
( kau muncul layaknya mimpi bagiku )
just like kaleidoskop colours that cover me
( seperti warna kalaidoskop yang menyelimutiku )
all i need every breath that i breath
( semua yang kubutuhkan setiap nafas yang aku hembuskan )
don't you know you're beautiful yeah...yeah..
( tak taukah betapa indah dirimu )
Air mata deras semakin mengalir kala alunan demi alunan melodi semakin menyesakkan mengantar derai air mata setiap penghuni Mansion yang masih terjaga.
when the waves are flooding the shore
and i can't find my way home anymore
that's when i..i..i look at you
i look at you
yeah...ohh....
you appear just like a dream to me
tes...tes...tes....
menunduk dan kini air mata deras semakin jatuh membasahi tuts piano indah yang telah berhenti mengalunkan nada-nadanya lagi.
"Ar.....aku merindukanmu....hiks...tolong pulanglah...." Isak Liora pedih.
Tubuhnya bergetar dan percayalah seorang wanita yang berdiri terpaku dibelakang sosok Liora sudah menangis dalam diam dipelukan Seorang pria yang berdiri tepat disampingnya.
"hiks..apa cinta dan pengorbanan sesakit ini? hiks...kenapa Tuhan sungguh tidak adil pada cinta tulus seperti mereka? apa yang sebenarnya menjadi kesalahan disini?!!" Kayra,yah.kayra menangis pilu didalam pelukan Rion,mereka baru saja pulang dari markas mengecek laporan produksi disana .
Rion mendesah dan tak dapat berkata apapun.bibirnya terasa berat untuk terbuka dan apa yang kini terjadi didepan mata mereka sungguh sebuah bukti,betapa besar arti cinta dan sebuah pengorbanan.
sementara disisi lain...
mobil sport itu melaju begitu kencang,mengabaikan ambang batas dan terus melaju dengan satu tujuan.
"aku akan kembali sayang...maafkan dan tolong tunggu aku lagi" gumam pria itu lirih,maniknya memerah kala Earphone ditelinga nya telah berhenti mengeluarkan suara sendu nan pedih menyayat hati malaikatnya,suara kesedihan istrinya .
...TBC...