PRINCESS OF DARKNESS (My Beautiful Target)

PRINCESS OF DARKNESS (My Beautiful Target)
Kabar



hai semua jangan lupa tinggalkan jejak vote, like dan komentar ya....🌹



⚜️ Happy Reading ⚜️


Liora duduk dengan hati gelisah,sungguh ia bahkan tak bisa duduk dengan tenang didalam mobil kala mendengar nada suara Arkansas sebelumnya.


akhirnya wanita cantik itu memilih keluar dan bersandar pada badan mobil menunggu suaminya.


sementara itu........


Arkansas berjalan semakin dekat pada keempat orang pria mencurigakan yang terus mengawasinya selama beberapa hari ini.taman tempat mereka mengawasi seketika terasa mencekam.


tangan kanannya meraih sebuah dessert Eagle dari balik jas belakangnya.Senjata api itu menggantung sempurna didalam genggamanya.langkahnya semakin cepat.



para pria mencurigakan itu kini melirik satu sama lain kala melihat apa yang sudah berada di tangan sang Tiran.sungguh Arkansas tak perduli dimana mereka berada kini.


Krakh.......


deg.......


semua orang yang berjalan didekat para pria itu segera menyingkir panik kala pistol dengan warna hitam pekat itu kini telah terangkat sempurna .



pemicu senjata api itu telah berbunyi dan moncongnya telah berada tepat mengarah pada kepala pria yang berdiri ditengah para pria mencurigakan itu.


"mencari mati heh?!!" desis Arkansas tajam.


"haha..maaf tuan muda Wiguna yang terhormat, adakah kami berbuat salah hingga anda menodongkan senjata api kepada kami?!!" kekeh Pria dengan mantel abu-abu itu berusaha tenang.


"jangan main-main dengan ku!! aku tau kalian,dan kalian sudah cukup bermain dengan kesabaranku!!" Arkansas berucap menekan tenang dengan wajah dingin.


"hahaha...anda benar-benar memiliki selera humor yang buruk tuan,apa yang telah kami lakukan sampai anda-"


Dor............


keempat pria itu menegang kala Arkansas benar-benar menembak mati salah seorang kawan mereka,kini pria yang berdiri paling belakang dengan sebuah HT tersembunyi ditelinga telah jatuh meregang nyawa.


sementara disisi Liora........


Deg......


Liora yang tengah mengecek ponselnya saat pesan dari Kayra masuk segera mengangkat kepalanya yang sedari tadi memang menunduk,wanita cantik itu menatap kearah dimana suaminya tadi melangkah pergi.


"tembakan!! ya Tuhan ada-apa disana?!! kenapa jantungku berdebar tak enak begini?!! ketakutan apa ini?" Liora bermonolog seorang diri,ingin ia berlari menuju dimana suaminya berada,namun pesan tegas Arkansas yang memintanya agar tidak bertanya dan berfikir macam-macam membuat Langkah Liora menjadi berat.wanita itu menutup mata dan menghela nafas dan akhirnya berjalan masuk kedalam mobil menunggu suaminya kembali.


........⚜️.........


Para pria itu dengan sigap mengeluarkan pistol dari saku mereka,bahkan kini lokasi disepanjang jalanan itu mendadak sepi.


"kau bedebah!! mengapa kau menembak teman kami?!!" pria dengan mantel abu-abu itu berucap emosi.Arkansas terkekeh bengis dengan sorot mata tajam menusuk.


pria itu berjalan mendekat,kini mereka berhadapan.


tak ada rasa takut sama sekali yang Arkansas rasakan meski dirinya telah dikelilingi musuh dengan senjata api ditangan mereka masing-masing.


"Kau Fikir kau tengah berhadapan dengan siapa?!! kau fikir aku akan melepaskan tikus seperti kalian?!!" ucap Arkansas pongkah.


"kau terlalu menganggap remeh kami tuan muda!! kami bahkan bisa membunuh dirimu saat ini juga!!" sombong Pria yang berdiri di belakang Arkansas dengan senjata api mengarah tepat di kepala sang Tiran.


"hahahaha....lucu sekali.kalian para tikus ingin menantang seekor singa?!! tak taukah kalian betapa aku sudah bersabar sejak tadi? apa kalian harus mati dulu ditanganku" tawa Bengis Arkansas terdengar dingin, sebenarnya para pria itu sudah mengigil ketakutan saat aura predator itu menguar kuat siap membantai ,namun nasi sudah menjadi bubur.karna sudah tertangkap basah sebaiknya mereka melawan,lagipula mereka menang jumlah.


"sebaiknya urus urusanmu sendiri,kau seharusnya tidak menantang pria dengan kuasa penuh dinegara ini!! seorang budak yang melayani seorang tuan yang sekarat,pasti akan mati!! dan demi Tuhan,aku tak akan melepaskan buruanku begitu mereka mengusik teritori wilayah ku.kalian berani mengusik milikku,merusak pandangan ku.dan aku bersumpah bahwa kalian akan membayar mahal akibatnya!!" Suara berat dengan intonasi mengancam itu terdengar mengerikan.Bahkan seakan terhipnotis,para pria itu tak sadar bukan hanya satu,kini kedua tangan sang tiran sudah tergenggam dua buah pistol Dessert Eagle.


"mati!!" Arkansas menyerigai,pria itu memutar tubuhnya dengan tembakan senjata api yang langsung melesat cepat menembus daging dan salahkan mereka yang tak fokus kala berhadapan dengan sang tiran.


Brukhhhh.....


satu demi satu tumbang.pria dengan mantel abu-abu itu menatap tegang kecepatan pria itu membunuh.ia baru saja tersadar kala satu buah peluru telah menembus tepat jantungnya.


Pria itu jatuh dengan sosok Arkansas yang berdiri menjulang menatapnya tanpa ekspresi.


Duakhhhh......


Pria itu menginjak dada dimana pelurunya bersarang.


"kau lihat ?!! aku tak pernah memberi waktu mangsaku berfikir,jika kau akhirnya mati.maka itu bukan salahku!!" ucap Arkansas santai,wajah dan seluruh pakaian kini penuh cipratan darah akibat jarak musuh dan tubuhnya yang lumayan dekat saat ia menembak.pria itu menjerit keras kala panas peluru itu kini benar-benar bersarang ditubuhnya,ditambah tiran itu kini menginjak bengis tubuhnya.


benar-benar mengerikan,seluruh tempat penuh dengan lubang peluru Arkansas yang melesat asal.beruntung tak ada korban selain musuhnya dan kini taman itu benar-benar rusak total akibat peluru Arkansas.


ponsel disaku pria yang telah tewas itu berbunyi.


Arkansas berjongkok dan meraih benda itu.sudut bibirnya tertarik samar saat membaca nama dilayar ponsel.akhirnya Arkansas mengangkat panggilan itu tanpa membuka suara,ia ingin lihat, bagaimana sang dalang para tikus itu bereaksi?.


"mengapa kau tak mengangkat telepon mu hah?!! cepat katakan apa sudah ada kesempatan?!!"


Arkansas menyerigai kala mendengar suara seorang pria dari balik sambungan telepon.


"hei!! apa kau bisu?!! jawab Mark!!"


terdengar jelas pria itu begitu emosi dari nada suaranya.


"kau ingin seorang yang telah menjadi mayat berbicara?!! hahaha....datang dan ambillah para bonekamu sebelum mereka menjadi santapan para peliharaan ku!!


Tut...


Arkansas memutuskan sepihak sambungan telepon itu,pria itu melempar kebawah ponsel mahal itu dan menginjaknya hingga hancur.


mengambil ponsel disaku jas miliknya,Arkansas mengirim pesan pada Ryu untuk mengirim anggota mereka membereskan semua kekacauan yang ada.


.............⚜️⚜️⚜️..............


Liora kini mengusap darah yang mengotori wajah tampan Arkansas,jemari lembut itu mengusap tisu basah dengan telaten.


"kau tak ingin bertanya ada apa baby?" Arkansas bertanya kala istri cantiknya hanya diam saja sembari membersihkan wajahnya.


"hm....tidak ada yang ingin aku tanyakan.lagipula jika kau sampai membunuh mereka,sudah pasti itu bukan perkara mudah.baiklah kita segera kembali,mom ingin berbicara padaku" jawab Liora dengan senyum manis nya.


Cup.........


ciuman singkat itu mendarat singkat dibibir wanita cantik itu.Liora tersenyum malu sembari menutupi kedua pipinya dengan telapak tangannya.


"kenapa tidak boleh?" tanya Liora binggung.


pria itu membelai pipi memerah Liora gemas.menghela nafas sejenak lalu kembali berucap.


"kalau kamu senyum begitu,nanti aku diabetes"


Blushhh....


"astaga mulutnya seperti madu....******** tampan ini kenapa manis sekali!!" batin Liora ingin bersorak.


"sudah ayo kita pulang,bukankah mom ingin bicara?" tanya Arkansas lembut.Liora mengangguk riang dengan lengan yang melingkar manja memeluk lengan kekar suaminya dari samping.


akhirnya mobil sport mewah Lamborghini Aventador itu berlalu pergi kembali ke mansion.


.........❇️❇️.........


PRANKKKK..........


"BEDEBAH!!! "


pria itu,Kabuto menunduk takut kala melihat kemarahan tuan-nya.


yah,kabutolah yang baru saja menutup sambungan telpon itu dan begitu ucapan Arkansa terdengar, maka emosi Pria berdarah Jepang yang dipanggil Master itu terbakar.


"kurasa akan sulit menempatkan kembali mata-mata kita di negara itu,master.empat orang spy terbaik kita sudah tewas dan jika kita menempatkan yang baru rasanya akan sulit.setelah ini mungkin mereka akan semakin waspada!!" Kabuto berucap dengan pandangan mata menatap penuh arti pada sang master.


"Master,nenek ratu meminta anda untuk kembali ke Jepang.Yang mulia sekarang tengah sakit-sakitan dan beliau berharap anda segera pulang untuk penobatan!!' Kabuto berucap tenang walau mimik wajah Master begitu bengis.


"tidak!! aku tak bisa kembali sebelum berhasil mendapatkan PENGANTINKU!!" tegas Master murka.kabuto menghela nafas,sungguh ini berita buruk bagi keluarga kekaisaran Jepang jika putra mahkota mereka tak ingin kembali dalam waktu dekat.


"baiklah master ,akan saya kirimkan pesan pada pihak kerajaan" Kabuto menunduk dan perlalu pergi,ia harus menghilangkan jejak mereka di negara ini atau akan muncul masalah besar untuk dirinya nanti.


pria itu menatap kepergian Kabuto dengan sorot mata dingin,waktunya semakin habis.dan Liora harus segera ia dapatkan agar ia bisa membawa wanita itu kembali ke negara dimana wanita itu akan ia jadikan seorang Ratu.


.........⚜️⚜️..........


Liora kini duduk dihadapan Anggi dan Rafendra yang tengah menatapnya penuh arti.Arkansas mengeryit dalam,ada-apa dengan kedua orangtuanya?.


"Arkansas.mommy dengar kau akan segera membawa istrimu pindah ke mansion kalian yang baru?" Anggi bertanya sembari menatap wajah tampan putra sulungnya itu intens.


deg......


Liora membeku,apa suaminya telah mempersiapkan sebuah mansion baru? dan ia tak tau itu!.


"ia mom, sebenarnya ini hadiah untuk istriku.namun karna mom sudah bicara aku hanya bisa mengiyakan saja" ucap Arkansas santai sembari merangkul tubuh sang istri erat.


Liora mengangguk samar,apapun yang Arkansas lakukan semua hal itu adalah baik untuk mereka.


Anggi melirik Rafendra sesaat,pria paruh baya itu tersenyum lembut dan mengangguk yakin.


"Liora.boleh mommy bicara? ini mungkin sesuatu yang sedikit sensitif,namun percayalah kami bicarakan hal ini juga demi kebaikanmu sayang.apa mommy boleh bertanya?" Anggi bertanya hati-hati.Arkansas menatap penuh tanya wajah sang ayah kala melihat wajah sang ibu yang terlihat tidak seperti biasa.


Liora mematung,entah mengapa hatinya diliputi perasaan cemas dan gelisah.


"mommy bertanya lah,jika Liora bisa menjawab akan liora jawab apapun yang mommy tanyakan" Liora menjawab meski maniknya sedikit bergetar penuh firasat buruk.


"Sayang,bagaimana tentang ayahmu"


Duar...............


suara petir mengerikan itu kembali terdengar dialam bawah sadar Liora.


ayahmu? ayah.sebutan yang sudah begitu lama ingin wanita itu lupakan,dan entah mengapa ibu mertuanya kini menanyakan itu?.


Arkansas menyadari tubuh sang istri yang mulai kembali bergetar,pria itu tau mimpi buruk seperti apa yang sudah istrinya itu lalui.


"tenang baby,aku yakin mom punya alasan menanyakan hal ini.jadi tenang dan dengarkan saja dulu,ya sayang." bisik Arkansas lembut sembari mengelus punggung tangan Liora lembut.


"ke....kenapa mommy ber...bertanya hal ini?" Liora bertanya kembali dengan suara bergetar,meski wajahnya terlihat tenang.percayalah ada begitu banyak air mata yang ingin ia tumpahkan.


Anggi menghela nafas menatap iba pada menantunya itu,wanita paruh baya yang masih terlihat begitu cantik itu bangkit lalu berjalan dan duduk tepat disamping Liora kini yang sibuk menunduk menahan air matanya.


"sayang apa kau merindukan ayahmu?" tanya Anggi lembut sembari membelai rambut panjang Liora sayang.


Rafendra menatap iba kedua wanita berbeda generasi dihadapannya itu.mereka sama! takdir Masa lalu keduanya hampir sama.Anggi sang istri yang ditinggalkan karrna ketamakan,sedang Liora .gadis itu ditinggalkan karna kesalahpahaman kedua orangtuanya.Takdir memang kejam menghancurkan hati kedua wanita berhati lembut itu,takdir juga yang merubah Mereka menjadi sekeras batu karang.


tes............


jatuh sudah.Arkansas menutup mata kala sang istri yang begitu ia cintai kembali menumpahkan air matanya.


Anggi memeluk erat tubuh bergetar Liora,tubuh Menantunya itu bergetar hebat.


"Li...Liora tak tau mom...hiks....Liora tak tau apa masih bisa merindukannya lagi hiks...Ter...terlalu sakit hiks...sakit sekali " Liora terisak pedih didalam pelukan anggi.istri Rafendra itu menutup mata kala hatinya begitu teriris merasakan sendiri bagaimana dirinya hampir seperti liora dulu.


"dia...ayahmu sakit sayang" lirih Anggi menatap wajah Liora sendu.


deg.........


Liora menggeleng,hatinya berdenyut sakit.


"temui dia sayang,jangan biarkan penyesalan datang saat waktu sudah tak lagi memberi kesempatan.pergilah sayang,walau bagaimanapun dia ayahmu.mommy tak ingin sampai akhir kau akan menjadi seperti mommy.menyesal setelah wajah-wajah itu sudah tak bisa kau lihat lagi,hati manusia memang rumit.kala orang tua tak lagi bisa memberi kasih,namun walau bagaimanapun merekalah yang membuat kita ada dan melihat dunia ini.pergilah dan lihatlah ayahmu sayang,bicara dan lupakan semua masa lalu pahit itu.nikmati waktu selagi ia masih ada" terang Anggi lembut,Liora diam.


wanita itu menggenggam erat kalung terakhir pemberian sang ibu.air matanya berderai deras.bohong!! bohong jika ia bilang ia tak membenci ayahnya.namun tetap saja mereka pernah melalui hari-hari bahagia saat masalah itu belum datang.hari saat ayahnya menggendong dan mendongeng untuk dirinya bahkan saat ayahnya itu baru saja pulang bekerja.Pria penuh kasih yang memperlakukan putrinya bagai seorang putri raja,hingga masalah dengan kehadiran Monika yang membawa bencana dan menghancurkan kehidupan keluarga harmonis itu.fitnah dan tuduhan palsu yang ditimpakan pada ibunya membuat hidup Liora hancur.


"pergilah nak,Daddy mendapat informasi bahwa ayahmu tengah dirawat disebuah rumah sakit di Indonesia.dia...." Rafendra terdiam sejenak menatap wajah pucat Liora iba.


"dad!!" ucap Arkansas tajam, sebenarnya pria itu sudah tau.namun ia tak menyangka masalah ini akan diungkit oleh ibunya.bukan,bukan Arkansas ingin menyembunyikan sesuatu dari istrinya,namun Arkansas tau ini akan menjadi mimpi buruk bagi Liora kelak.


Rafendra menggeleng menatap tajam balik pada Arkansas,ia tak ingin melihat kesalahan sama terulang kembali.kesalahan saat ia menyembunyikan kematian Winda,ibu dari Anggi istrinya berbuah kesedihan berkepanjangan untuk Anggi.dan Rafendra tak ingin Arkansas mengulang hal yang sama dengan menyembunyikan keadaan William ayah dari Liora.


Liora mengangkat wajahnya menatap sorot mata sendu ayah mertuanya itu.


"dia..." Liora terdiam sejenak,kata ayah terlalu berat terucap dibibir nya.Menghela nafas kala usapan lembut Anggi begitu menghangatkan hatinya.


"papa...papa Liora,kenapa dengan dia?" liora bertanya lirih,sungguh ia takut akan apa yang kini menghampiri hatinya.


"dia...kanker otak,stadium akhir"


deg..........


TBC..............