
...Vote, Like dan Komentar ya ❣️...
...🌴...
...H...
...A...
...P...
...P...
...Y...
...R...
...E...
...A...
...D...
...I...
...N...
...G...
...🌴...
Prannnkkkkkkk.....
botol wine berharga jutaan dollar itu hancur berkeping-keping.
"bagaimanapun,aku tak bisa kalah dalam tender ini? tanah itu tidak boleh jatuh ke tangan CEO dari WJC itu! aku sudah menginvestasi banyak demi tanah itu! " seorang pria dengan rambut mulai memutih meraung pada para kepala di perusahaan nya.
"maaf tuan....tender ini masih dalam sekali rolling ,jika sample pengajuan kita sesuai dengan syarat pemilik tanah,maka kita bisa menang! hanya saja memang sulit mencari tau proposal tender dari WJC.tapi jangan cemas tuan,jika kita tak bisa melihat langkah mereka,kita bisa mengguncang fikiran mereka dengan rencana" pria dengan tato tengkorak di punggung tangan kirinya itu menghasut dengan lihai.
"apa rencanamu?" tanya tuan dari pria itu.
yah, WJC selalu menancapkan cakarnya di manapun bisnis menjanjikan ada.perusahaan kecil maupun besar akan mereka lahap tak pandang bulu.
dulu,saat tuan Bayu pertama mendirikan perusahaan WJC.perusahaan itu masih dalam skala kecil hingga bukan menjadi ancaman bagi siapapun.
namun,saat cakar kejam Rafendra mulai mengambil alih.perusahaan real estate kecil itu menjadi Mega building yang melahap seluruh bisnis industri pariwisata.hotel,bungalow,resort dan segala macam hal berbau pariwisata pria itu lahap tak menyisakan ruang bagi orang lain untuk melebarkan sayap,mereka hanya boleh bergabung menjadi cabang atau memilih gulung tikar.
dan kini,saat putra sulung Rafendra mulai menunjukkan cakar dan taringnya sebagai tiran gila dalam dunia bisnis.WJC tidak hanya menguasai pariwasata,namun sektor lainpun mulai merambat.
perkebunan anggur,kapal pesiar hingga kapal terbang dan senjata api.
BE mengambil alih kerja WJC dalam memangsa seluruh pasar saham industri dalam segala sektor.
pengusaha lain akhirnya memilih menjadi anak cabang daripada melihat bisnis mereka lenyap di lahap habis oleh raksasa bisnis bergelar Tiran tak berhati.
pria dengan tato itu menyerigai dan tak lama.
pintu terbuka dan menampilkan sosok wanita dengan wajah menggoda berjalan masuk dengan sebuah file ditangannya.
"tuan,kau dapat uangmu dan wanita itu dapat ambisinya!"
wanita itu tertawa dan meraih lengan sang pria bertato,mengges*k dada siliconya dan mendesah kala tangan nakal pria itu merambat bawah roknya.
"walau aku mati sekalipun,selama dia ikut....aku akan dengan senang hati melayani kalian berdua sampai puas!"
dan ketiganya tertawa puas mendengar kata-kata vulgar wanita asing itu.
.........🌴.........
Suara kicauan burung dan hangat sang mentari mulai merambat masuk tak mampu mengusik tidur nyenyak dua insan manusia yang baru saja bertempur sengit diatas ranjang.
manik hitam kelam nan tajam sang pria terbuka awal,pemandangan indah pertama yang pria tampan itu lihat saat membuka mata adalah wajah cantik nan lelah istrinya.
terkekeh dan sedikit menundukkan wajahnya.
Cupppp ....
"dear,wake up matahari sudah naik sayang" Arkansas mengelus pipi mochi Liora setelah puas bermain dengan bibir istrinya yang sudah membengkak akibat ulahnya semalam.
"engghhh.. nanti,aku lelah Ar...jangan ganggu ihhh...pergi sana" racau Liora sembari memukul wajah Arkansas dengan sebuah bantal guling.
Arkansas melongo dan senyum gelinya terbit kala sang istri justru merapat dan menenggelamkan wajah cantiknya itu didada bidangnya.
Glek.......
Arkansas menegang,ia meneguk salivanya susah payah kala gunung kembar istrinya menubruk langsung tubuh bagian atasnya.
hell......
ingatkan istirnya itu bahwa mereka masih naked!.
Grephhhh....
"ahhh...issshhh...Jang..ahhh..jangan mulai!" desah Liora serak kala tangan nakal itu mulai menangkup dan bermain di aset miliknya.
gunung penghasil asi kedua bayinya!.
cresssshhhhh
Arkansas menyerigai nakal kala kini telapak tangannya sudah basah oleh cairan berwarna putih berbau manis.
Plophhhh
"ahhh...Ar...jangan nakal ihhh....!!" Liora menjambak kesal rambut lebat suaminya yang kini seenak jidat meny*su melebihi kedua bayi mereka.
"dada kami bengkak sayang...aku teguk sedikit masa tidak boleh" Arkansas merengek manja.
ayolah...
demi mendapat keinginan pria itu tak perduli meski bertingkah layaknya anak anj*ng dihadapan istrinya.
Liora menoleh kesamping tak kuasa melihat mata hitam dalam itu menatapnya memohon.
gila memang suaminya ini,semalam tidak puas juga!.
"huft...baiklah tapi ingat jangan masuk lagi,aku lelah Ar..." desah Liora akhirnya mengalah tak kuasa melihat sorot puppy eyes dari pria Tiran licik itu.
Arkansas tertawa kemenangan dari dalam hati,dan.
"KYAAAAAA.....AHHHHHHHKKKHHH...JANGAN GIGIT JUGA!! ARRRRRRRRR!!"
dan akhirnya,pagi itu Liora harus mendesah disertai jeritan saat pria berotak licik itu menggempur habis gunungnya dengan gigitan yang terlihat meninggalkan jejak pekat di seluruh kulit dadanya hingga perut.
........🌴.......
tak terasa seminggu telah berlalu sejak ilusi wajah pucat Liora nampak di beberapa orang keluarga besar Wiguna.
yah,hanya beberapa orang saja yang menangkap fatamorgana itu.
Hari demi hari telah berlalu,perasaan seluruh keluarga besar nampak rumit.
terkadang seperti ilusi,wajah cantik istri dari Putra sulung Rafendra itu beberapa waktu akan terlihat pucat pasi,namun dalam sekali kedipan mata wajah pucat itu menghilang dan kembali terlihat segar, seperti hanya ilusi!.
"tata...tata...." Suara celotehan bayi terdengar mendamaikan hati.
Terlihat dua orang anak laki-laki kembar berdiri di salah satu sudut ruangan keluarga dengan sorot mata penuh iri dan permusuhan.
sedang disisi lain,dua orang anak laki-laki lagi terlihat menopang dagu dengan wajah penuh keinginan atas balita manis yang sibuk bermanja ria dengan sosok kakak sulungnya.
"kak Ray....mengalah coba sekali saja pada kami,masa kakak terus yang memonopoli Archa? kami juga ingin memanjakan adik kami!!" Diego putra dari pasangan Dexter Wishnutama dan Arabella itu mendumel kesal sembari terus menatap kearah Rayganta dengan sorot mata sakit hati.
yah,tidak hanya dia namun ketiga saudaranya yang lain juga sama saja.
"kak...please...sekali saja,biarkan aku yang menyuapi Archana..." Raino merengek dengan wajah penuh damba saat melihat wajah imut sang adik yang terlihat menatap binar mangkuk yang dipegang oleh sang kakak.
"tidak" jawab Raygan acuh.
Raino mengeram
Diego mendecih sinis
Raider menghela nafas panjang
dan....
sosok Xain yang sedari awal hanya diam mendesah lelah.
yah,Xain kini menginap akibat ayah dan ibunya yang harus pergi keluar negeri untuk berbisnis.
"kau pelit sekali sih kak Ray!! Archa itu bukan hanya adikmu,tapi juga adik kami!!" Raider si kalem mulai kesal.
anak laki-laki tampan berkaos hitam polos dengan topi terbalik itu berdiri dan dengan terpaksa melangkah pergi tak kuasa menahan iri tidak bisa mengajak main adik kecilnya.
dasar Rayganta si Tiran!.
"Cih" Rayganta mendecih sinis dan kembali menyuapi sang adik yang kini terlihat seperti tupai kecil manis dengan pipi menggembung penuh makanan.
"Aaaaaa...bukan mulut kecilnya adikku,sekali lagi dan kita bermain bersama tigress juga Lucy" Raygan berucap lembut membersihkan sudut bibir belepotan sang adik,sungguh ia tak perduli akan asap panas yang keluar dari kepala kedua saudaranya yang masih setia menonton.
"hihihi....bubu...bubu.....aaaaaaa" balita cantik itu tertawa riang,membuka mulut dan mulai kembali makan dari suapan sang kakak.
"hahaha..pintarnya adik kakak ini" Rayganta bahagia melihat tumbuh kembang sang adik yang jarang sekali rewel.
"tata...tat...uu..mik...u.. mik..." celetoh Archana dibalas tawa lepas sang kakak,Raino mengigit bibir bawahnya tak kuasa melihat makhluk menggemaskan dihadapan mereka itu.
oh andai saja si Tiran itu pergi ,dirinya akan menculik dan membawa adiknya itu pulang ke Mansion sang ayah Rion dan mengurung adiknya itu untuk keluarga mereka sendiri tanpa gangguan dari tiga tiran mansion utama.
Rafendra,si kakek iblis tsundere.....
Arkansas si Tiran pelit yang bahkan tak akan mengizinkan siapapun saudara pria itu menggendong barang sejenak saja putri kecilnya.
dan terakhir, Rayganta! si Menyebalkan yang tak mau berbagi akan kemanisan si kecil.
yah,tiran-tiran itu sungguh tidak membiarkan mereka bahkan untuk bermain lebih lama sedikit saja dengan si kecil.
moto ayah,anak dan cucu itu adalah.
jika ada mereka kenapa membiarkan orang lain dekat dengan baby kecil mereka?.
Sungguh setan tiran memang!.
" Adik mau minum ya? sini sama kak Xain kita ke Mommy" Xain maju hendak mengambil tubuh sang adik hingga.
Deg.....
tubuh Xain yang sudah dekat mendadak tegang saat manik tajam yang kini terlihat menyorot dingin menatap langsung matanya dengan ekspresi gelap.
"Sialan! ini orang melebihi Granpha auranya!" Xain membatin dan dengan kaku menarik tubuhnya berjalan kembali tanpa kata.
Raino menggeleng iba,dan akhirnya mereka hanya bisa melihat adik mereka kembali di monopoli oleh Zeus perpaduan Lucifer dan Hades itu.
"sudah minumnya?" Rayganta bertanya saat sang adik mulai menjauhkan gelasnya dari bibirnya.
balita manis itu mengangguk dan mulai merentangkan tangan meminta gendongan dari sang kakak.
Haphhhh....
dan apa ini?.....
Rayganta mengeram dengan manik menyorot tajam pada pelaku yang seenak jidat mencuri adiknya.
kakek tua sialan!.....
"apa? " Rafendra bertanya santai bak tak memiliki kesalahan apapun.
pria tua itu sudah tertawa melihat cucu manisnya tertawa polos sembari menepuk pipinya.
"kembalikan adikku!" tekan Rayganta kesal.
Rafendra terkekeh mengejek dan berbalik bersiap melangkah pergi sebelum mulai berucap yang membuat seakan Raygan mampu terkena darah tinggi seketika.
"pergi berlatih judo! Silver dan Tristan sudah menunggu di Area tanding!" Perintah Rafendra santai dan berlalu begitu saja tanpa perduli wajah geram Rayganta cucunya dan wajah menahan tawa penuh kemenangan Raino dan Xain.
"sialan!" umpat Rayganta dan berlalu pergi dengan sorot mata membunuh.
bencana!....
Xain dan Raino saling melirik.
berdoa saja para anggota delta yang menjadi partner Sparring tanding putra Arkansas itu akan selamat tanpa kembali ke pelukan Tuhan.
..........🌴..........
Liora menatap sosok Arkansas suaminya itu dengan perasaan tak rela.
"Ar....apa harus berangkat hari ini? aku masih tidak bisa jalan,kalau kamu lupa!" Liora merengek.
yah,beberapa hari ini memang suaminya itu menjadi Hyper! hingga pagi ini tiba-tiba menerima telepon dari tangan kanannya Axel,Arkansas bergegas dengan setumpuk file yang dirinya masukkan kedalam sebuah koper .
"sayang....hanya sebentar dan maafkan aku atas kaki cantikmu yang kini tidak bisa berjalan leluasa.maaf aku kelepasan tadi pagi" Arkansas yang sudah selesai memeriksa file dalam koper arsip mulai mendekat,pria yang kini hanya menggunakan boxer itu kembali mendekati sang istri dan mengecup kening wanita itu sayang.
Liora cemberut,wanita itu meraih tubuh tegap suaminya dan memeluk tubuh maskulin itu erat.
"ya sudah...gendong,aku mau mandi!" Liora merajuk,Arkansas terkekeh dan meraup bibir istrinya dengan cinta.
Pria itu melilitkan selimut pada tubuh polos sang istri dan menggendongnya menuju kamar mandi mereka.
"sayang kita langsung shower saja ya,aku tidak bisa lama-lama membawamu berendam.proyekku di kota Amsterdam begitu mepet" Arkansas berucap lembut sambil mulai membuka lilitan selimut hingga tubuh polos dengan kissmark dimana-mana itu terpampang lagi,sungguh adiknya kembali tegang tidak bisa dibujuk tenang.
deg....
"a...apa ini,tidurkan lagi itu burung!" sentak Liora meringis ngeri melihat benda pusaka suaminya kembali berdiri tegak.
Plak.........
"Aakhhhhh...apa sih! sakit tau..." Liora kesal dan kaget seketika saat dada montoknya ditampar gemas oleh pria mesum maniak sarang rubah itu.
"menggemaskan sekali" racau Arkansas gemas sembari meraih shower dan mulai mengguyur tubuh mereka dibawah air hangat.
"ahhh.....ja..jangan main-main! katanya buru-buru,ahhh...stop !" Liora mendesah kelimpungan saat tangan besar itu mempermainkan gunungnya dengan gemas sendiri.
"kamu adalah wanitaku yang berharga sayang.seluruh asetmu adalah canduku.seluruh nafsumu,setiap jengkal dirimu adalah hidupku,jangan pernah tinggalkan aku" Arkansas memeluk tubuh polos yang telah basah terguyur air shower itu dengan perasaan berkecamuk.
Liora mendadak terdiam.tak ada lagi rengekan,saling goda dan tingkah manja yang baru saja mereka lemparkan.
keduanya terdiam merasakan sentuhan fisik dan perasaan masing-masing tanpa kata.
"Ar....hidup dan mati adalah kehendak Tuhan,kita adalah pasangan yang Tuhan berikan takdir untuk bersama.apapun akhirnya yang terjadi,jika kita memang cinta sejati...meski maut pisahkan kita,namun pada akhirnya nanti cinta kita akan tetap abadi,kita akan tetap bertemu kembali baik di masa manapun kita terlahir kembali! haha..aku tau kamu tak percaya akan kelahiran kembali setelah seseorang tiada,namun percaya tidak! seseorang yang telah tiada pasti akan ber-reinkarnasi entah menjadi apa dan siapa di kehidupan selanjutnya,tapi aku percaya itu" Liora berucap lembut sembari mengusap punggung tegak nan kokoh yang kini terasa rapuh olehnya.
"yah...aku akan mencintaimu bahkan dalam kematian sekalipun! " Arkansas berucap lirih,waktu seakan berhenti kala bahkan suara tetes air tak terdengar ,telinga pria itu hanya mendengar suara deru nafas lembut dan manis sang istri.
biarlah ia meresapi sosok indah ini hingga memori ini akan tertanam,tumbuh dan subur hingga mereka menua.
"ayo Ar...nanti kamu terlambat!"akhirnya Liora memecah suasana yang entah mengapa begitu menyesakkan dada.
yah,hidup dan mati tiada siapapun yang mengetahui,hanya Tuhan yang sudah mengaris nasib setiap makhluk yang diciptakannya.
...⚜️...
...TBC...
beberapa chapter lagi akan ending ya,soal sad ending or happy ending itu semua tergantung mood El dan juga jejak masuk di lapak ini ya 😂
dan....setelah ending akan El kasih beberapa extrapart khusus....so...keep watching 😘