PRINCESS OF DARKNESS (My Beautiful Target)

PRINCESS OF DARKNESS (My Beautiful Target)
special chapter 1



...Vote, Like dan Komentar ya ❣️...


spin off dari My Beautiful Target sudah update ya.......


...........Ceo first and last love............


silahkan cek profile El ya teman-teman!.


...🌴...


...H...


...A...


...P...


...P...


...Y...


...R...


...E...


...D...


...I...


...N...


...G...


...🌴...


...( bagian ini adalah flashback setelah Liora dibawa pergi ke rumah sakit)...


Monday, malam pukul 2 pagi......


Hari kedua


penyiksaan!.......


Krangggggg..........


suara deritan sebuah pintu besi terdengar di dalam keheningan hutan.


sesosok anak laki-laki tampan berjalan mulai menyusuri lorong kala pintu baja itu terbuka.



kedua tangannya dimasukkan ke dalam kantung celana dengan mata lurus menatap ke depan pangeran Wiguna itu berjalan dengan aura dingin menapaki satu demi satu anak tangga, setiap orang pria yang ia lalui menunduk ngeri.


anak ini benar-benar menakutkan.


wajah kecil nan tampan itu tak mampu menyembunyikan sosok iblis yang kini tengah merangkak mengamuk menuju korbanya.


"Rayga?" Ryu mengernyit,sang ketua delta itu cukup terkejut melihat kedatangan anak laki-laki berusia 7 tahun itu.


"Daddy?" suara dingin itu menjawab panggilan penuh tanya dari sang paman,salah satu pria yang dirinya sebut papa!.


"big bos didalam,Ray......" Ryu memanggil sendu.


anak itu menatap tanpa riak emosi, ekspresi wajahnya benar-benar datar.


Ryu menghela dan mulai melanjutkan kata-katanya.


"rayga...papa harap kamu tidak perlu masuk dan melihat apa yang akan Daddy kamu lakukan! Ray,kamu masih kecil boy! papa harap kamu menikmati hari kanak-kanakmu seperti saudaramu yang lain,tolong jangan terlalu keras pada dirimu sendiri, ibumu......." Ryu bergetar lirih pada akhirnya menatap wajah dingin putra dari Arkansas itu sendu.


" akan menangis melihat kamu seperti ini,boy" lanjut Ryu dengan nanar.


Rayganta menatap balik wajah sedih Ryu, ayah dari Ryuga ini begitu tulus dan Rayganta tau itu.namun,kabut kegelapan sudah terlanjur menyebar dihatinya.


dan sebelum sang ibu kembali membuka mata,kekejaman dirinya dan sang ayah tidak akan pernah berkurang!.


"papa cukup diam dan lihat saja,ini.........adalah urusanku!" Rayganta menekan telak tak terbantah.


Ryu mendesah panjang,menarik kunci ruang penyiksaan dan membiarkan anak laki-laki itu masuk dengan langkah bak seekor predator pemburu.


Klanggggg........


pintu ruang hukuman terbuka,aroma amis darah tercium kuat dengan warna merah nan kental berceceran dimana-mana.


disana,terlihat seorang pria dewasa dengan sebuah cambuk kulit berdiri sembari memegang segelas wine.


wajah dan seluruh pakaiannya sudah terciprat noda darah yang begitu banyak.


Membuang cambuknya begitu sosok putra sulungnya masuk,Arkansas terkekeh dingin dengan sorot mata hampa.


"kau datang boy? Well...Daddy sebenarnya belum cukup bermain,kau bisa lanjutkan bila ingin.jangan bunuh wanita itu dulu,daddy punya hadiah khusus nanti" Arkansas menyerigai,Stefani sudah terkulai lemah dengan tangis pilu.


Raygan bergeming menatap datar semua alat penyiksaan yang sudah terlihat bernoda darah.


Stefani sudah terlihat disebuah kursi dengan seluruh tubuh terlilit kawat berduri.



kursi itu menggantung terbalik dengan kepala yang menghadap kebawah.


terbalik dengan tubuh terikat erat pada kursi besi.


"to...tolong am...hah..ampuni akuh! "lirih Stefani yang kini seluruh kulitnya sudah koyak akibat cambukan bringas dari sang tiran.


Krangggggg


brakhhhhh


katrol penyangga kursi penyiksaan itu terlepas dan kursi jatuh keras menghantam tanah.


sakit....


begitu menyiksa....


"ARKHHHH!!!" Stefani berteriak keras kala kepalanya menghantam dinginnya lantai kotor yang penuh dengan darahnya.


dirinya tak bisa bahkan hanya untuk sekedar jatuh tak sadarkan diri.


Nikotin dengan dosis tinggi terus disuntikkan ketubuhnya oleh pria berhati iblis itu,Arkansas benar-benar tak membiarkannya menutup mata.


Sringgggggg....


Rayganta menarik sebilah samurai cukup panjang dengan ujung meruncing karat didinding ruang penyiksaan.


Samurai milik Ryu,samurai yang sudah sangat lama sejak pria Jepang itu remaja.


kini benda itu hanya terpasang didinding dengan karatan dimana-mana.


dan itulah yang ditarik Rayganta, membawa benda itu pada Stefani yang terlihat menangis histeris dengan kepala menggeleng keras meminta pengampunan.


"JANGAN!! HIKS... PERGI..MENJAUH DARIKU!! ARKHHHH...." Stefani menjerit kala Rion yang sedari awal diam menyiram seember penuh air jeruk lemon.


luka-lukanya berdenyut panas nyeri dan seakan terbakar menyebabkan rasa sakit luar biasa..


"diam j*lang! kau tidak memiliki hak bersuara!" Rion mendesis tajam,wajahnya begitu datar.kenangan sosok Liora sang istri dari saudara kembarnya tergenang darah oleh perbuatan Stefani sungguh menyebabkan darah Rion mendidih.


dirinya saja sudah begitu murka,maka fikirkan apa yang Arkansas rasakan? Rion melirik saudaranya sendu.


wajah itu begitu tenang tanpa emosi,namun kilat bagai Sambaran petir terlihat dari sorot matanya.


pria berhati iblis itu telah kembali melebihi sebelumnya.


Srakhhhhhh......


"ARKHHH....IB...IBLIS KAU SETAN KECIL!! AKHHH...LE..LEPAKSKAN AKU!" Stefani menjerit keras kala telapak tangan kanannya mulai di iris perlahan oleh pedang berkarat oleh putra Arkansas itu secara perlahan.


kulit dan dagingnya mulai nampak saat perlahan pedang itu terus bergerak.


Crashhhh...


"ARKHHHHHHHH!!! BUNUH SAJA AKU!!" Stefani menjerit kala telapak tangannya putus dengan darah dan daging yang tercecer.


Arkansas terkekeh dingin melihat betapa baiknya putranya itu menyiksa korban mereka.


"kau gunakan tangan ini menusuk ibuku bukan? bagaimana rasanya tangan busuk ini KUPOTONG?" Rayganta berucap datar.


tak ada rasa kasihan atau iba sedikitpun.


Zat adiktif menyerang seluruh sistem kesadaran Stefani.


ia ingin mati namun matanya tak bisa tertutup.


Byurrrrr.....


"ARKHHH...HIKS...BU...BUNUH AKUH" Stefani memohon ampun dengan putus asa.


seluruh otak dan tubuhnya terasa lebur.


ia ingin mati namun para iblis ini bahkan tak membiarkan nyawanya tercabut.


"Rion,jahit kembali tangannya!" titah Arkansas bengis.


Stefani menggeleng keras,cukup dia sudah tak sanggup lagi.


Dalam kesadaran yang terombang-ambing,Rion tanpa belas kasih menyatukan dan menjahit kembali telapak tangannya dengan sadis.


Stefani menangis meraung-raung dengan tubuh yang bahkan tak bisa lagi ia gerakkan,hanya mulutnya yang bisa ia gunakan melawan,meski ia tau itu tak berguna.


Crashhhh.......


"ARKHHHHHHHH.......JESUS!" pekik stefani saat tangan kirinya tertebas tiba-tiba dengan tawa iblis Arkansas yang melihat kejadian itu.


Arkansas bangkit setelah segelas wine habis tertegak.


pria tampan dengan wajah penuh darah berjalan kearah dimana seorang pria dengan tubuh babak belur tengah digantung bak salip .


Byurrrrr....


"ARKHHHH" Ben terbangun menjerit dengan nafas terengah-engah,tubuhnya sakit seakan terbakar akibat air itu mengenai seluruh luka-lukanya.


Ben dengan lemah menatap wajah dingin Arkansas yang menatapnya berkilat.


mengambil sebilah pisau berkarat dan mulai tanpa aba-aba.


Jleb......


Srakhhhhhh....


pisau itu menancap dan menyobek perut Ben dengan perlahan dan acak.


"hari ini....aku sudah mulai bosan dan kurasa akan lebih baik jika kau kukirim keneraka!" Arkansas menyerigai bengis dan tanpa aba-aba tangannya dengan sadis menerobos masuk menarik usus Ben hingga pria itu tewas tak lama kemudian.


mata para inti yang melihat di ruang kontrol bergetar.


ini benar-benar tidak manusiawi!....


lagipula, apakah Arkansas memang manusia? yah,manusia berhati Hades!.


Axel memijit pelipisnya Kala melihat para anggota mereka sudah bergetar dengan kaki yang bahkan hampir tak kuat menahan beban tubuh sendiri.


yah, penyiksaan itu disiarkan langsung disetiap markas cabang maupun pusat BE.


dengan sebuah layar LCD besar yang diatur oleh Axel dan Nixon.


bahkan sudah ada beberapa anggota baru yang muntah bahkan hampir tak sadarkan diri,terlalu mengerikan.


Arkansas berjalan dan melempar setiap organ yang dirinya tarik paksa kedalam sebuah tungku besar dengan api yang berkobar.



darah menetes dari telapak tangannya.


" take it!" Silver dengan tangan bergetar mengambil sebuah penyapit besar dan mengeluarkan jantung,usus, paru-paru,hati dan memasukkan organ-organ itu kedalam tiga buah mangkuk besar dihadapan tiga ekor serigala besar yang sudah menunggu dengan ekor berdiri tegak.


"eat !"


dan dari layar LCD kini hanya menampilkan tiga ekor serigala yang memakan makanan mereka dengan beringas.


Hoekkkkk....


Tristan muntah kala organ setengah masak itu tercabik oleh taring dan kuku tajam pada wolf .


James mengerang jijik.


Ryu menutup mata menguatkan hati saat satu persatu tubuh Ben di cincang oleh sang pemimpin.


tangan,kaki,kepala, tubuh.


sudah terpisah.


"tigress! " suara berat Arkansas terdengar,dan kini seekor harimau putih besar masuk dengan auman keras menyahut panggilan sang tuan.


"Eat!" titah Arkansas bengis.


harimau besar itu mengaung senang.


Crashhhh......


dan para inti bersama anggota hanya bisa menatap ngeri pemandangan saat tubuh yang sudah terpotong itu mulai dikoyak oleh sosok besar peliharaan sang tiran.


hari demi hari dilalui Stefani dengan penyiksaan yang tiada henti.


para iblis Wiguna itu tak membiarkannya mati,mereka akan menyuntikkan narkotika dengan dosis tinggi tanpa henti begitu Stefani mulai menutup mata.


dan Arkansas maupun Rayganta akan selalu datang bergantian untuk melampiaskan hasrat pembunuh mereka kala sang ratu masih terbaring lemah.


Stefani bahkan tidak diizinkan tertidur sebelum Liora membuka kembali matanya.


hari demi hari, bulan demi bulan dan tahun pun berganti.


Stefani tetaplah manusia yang memiliki batas tubuh menahan kekejaman para Wiguna.


Hingga tahun ketiga,hari itu wanita itupun tewas!.


Rayganta menusuk bola matanya dengan sebilah pisau dan melempar tubuhnya yang sudah hancur pada ketiga serigala yang menyerang tubuh tak bernyawa itu tanpa ampun.


dan sisa dari tubuh Stefani dilemparkan ke sungai, kandang para aligator peliharaan tuan besar Wiguna, Rafendra.


...( bagian back off )...


.........⚜️..........


London Winter pukul 9 pagi.......


seorang pria tampan dengan wajah dingin nan raut wajah lelah penuh kehampaan berjalan disebuah lorong rumah sakit.


dari perusahaannya dirinya memutuskan untuk mendatangi rumah sakit sebelum kembali pulang ke Mansion,menemui buah hatinya.



lorong terasa panjang menyesakkan.seluruh lantai memang dikhususkan untuk para keluarga besar Wiguna jika ada yang sakit.


gedung perawatan tertinggi di healthy hospital center.


setiap kali melangkahkan kakinya ditempat ini,Arkansas hanya akan merasakan hatinya bagai tertimpa bongkahan batu yang sangat besar.


menyesakkan....


menyakitkan.....


menyedihkan.....


setiap penjaga menunduk kala sosok leader mereka datang.


klik.......


finger print terbuka......


ruang VVIP terbuka.


Arkansas perlahan mendekat pada sosok bagai malaikat cantik yang kini tertidur damai dengan alat-alat medis yang menopang hidupnya.


perlahan telapak tangan besar itu terangkat mengelus surai lembut sang istri.


yah,Liora masih terbaring dengan damai.


tes......


setetes air mata jatuh


"bangunlah sayang...bangunlah istriku" suara Arkansas bergetar pilu.


"kamu begitu nyaman terlelap sayang? apakah kamu tidak berindukan kami? putri kecil kita, prajurit jenderal kecil kita dan putra mahkota kita? Liora...istriku bangunlah...bangun sayang....!"



Arkansas melihat setetes air mata dari Sudut mata sang istri.


yah,Liora akan mengeluarkan air mata jika ia datang dan mulai mengadu dengan suara bergetar.namun,seberapapun putus asa dirinya bicara,sang istri tetap tak terbangun.


Dirinya menunduk dan mengecup air mata sang istri dengan kasih sayang,membelai punggung tangan yang semakin kurus itu dengan nanar.


"dear...aku akan datang lagi,dan aku janji akan membawa putri dan putra kecil kita kemari,aku janji akan menyayangi dan melindungi mereka dengan nyawaku sendiri,bangunlah sayang...bangunlah untuk kami" Arkansas menangis lirih .


satujam penuh dirinya tertidur disebuah kursi sembari menggenggam telapak tangan mungil Liora perlahan,genggaman lembut penuh kasih .


sementara itu.....


"hiks....hiks...hiks..... Oma,apa Archa tidak punya Daddy? kata mereka Archa nakal sehingga tidak punya ibu dan ayah! hiks...dimana mom dan Daddy Archa Oma? hiks...dimana mereka?!" suara tangis pilu gadis kecil itu terdengar menyayat hati.


acara meriah itu mendadak hening .



gadis kecil dengan dress soft pink manis itu berdiri didepan sebuah kue tart besar dengan seorang anak laki-laki tampan seusianya juga berdiri dengan manik tajam menatap lurus kearah sekumpulan anak-anak yang datang.


mereka kembar,namun tak identik.


Archana dan Arshenio!.


Arshenio menunduk dan mengusap wajah sang adik dengan sayang.


Anggi mendesah lirih dengan wajah datar Rafendra menatap dingin para tamu undangan birthday cucunya.


"siapa yang bilang adik kakak ini anak nakal? siapa yang nakalin Archa? beritahu kakak" Arshen berucap lembut mengusap wajah sang adik yang tingginya hanya sedadanya saja.


Archana mengulum bibirnya menahan tangis,ia menggeleng lirih takut melihat wajah gelap saudara kembarnya itu.


Rafendra mengangkat tubuh cucu kesayangannya dengan senyum lembut yang membuat para tamu bergidik.


ular mana yang sudah mengusik malaikat kecil Wiguna itu? tidak berguna!.


para tamu mulai mengigil.


yah,hari ini adalah ulang tahun ke 5 kembar A.


dan pesta pertama setelah 5 tahun awan gelap menyelimuti seluruh klan Wiguna family.


hiks.....hiks....hiks...


gadis kecil dengan tubuh lembut beraroma susu bayi itu justru terisak menggeleng menjawab pertanyaan sang kakek.


hingga.....


"siapa yang menganggu Archa? katakan pada kakakmu ini baby girl?!" Suara Xain terdengar menahan emosi.


"hiks...hiks...jangan pukul mereka,nanti mommy bisa sedih hiks..kata Oma ,mom Archa wanita yang baik hati,jadi hiks..Archa mau kakak semua dan Opa jangan pukul orang hiks..Archa tidak mau membuat orang lain sakit karena amarah kakak dan Opa" lihat,gadis kecil itu bahkan menangisi orang lain yang berbuat jahat padanya.


hati para kakak Archana teriris sedang Rafendra hanya bisa menghela nafas,sakit melihat betapa baik hati cucunya itu hingga disakiti orang lain saja gadis itu justru menangis dan memohon untuk para pendosa itu.


hingga.....


" siapa yang membuat putriku menangis?!"


Deg.........


semua mata tertuju pada arah pintu masuk.


disana.....


seorang pria dewasa tampan penuh aura menekan masuk dengan wajah dingin menyusuri wajah ketakutan para tamu.


para orang tua dan anak-anak mereka!.


"dad...Daddy Archa?" lirihan gadis kecil itu memecah suasana tegang.


manik coklat madu itu bertemu dengan manik sehitam jelaga.


"putri kecilku..!" manik Arkansas menatap dua sosok kecil yang menatapnya berbeda .


...⚜️...


...TBC...


Well.....spin off akan El lanjutan setelah MBT selesai ya ❣️....


tolong jejaknya jangan asal baca terus kabur...😋