
Hai semua jangan lupa tinggalkan jejak vote like dan komentar ya......🌹
saat terpuruk dan berfikir tak ada yang akan datang
saat semua seakan mengambil kewarasanmu
hanya butuh seseorang untuk menyembuhkan
seseorang untuk memahami
seseorang untuk dimiliki
seseorang untuk memeluk
mudah untuk berbicara
namun semua butuh proses yang tak sama
cara seseorang menghilangkan rasa sakit
saat hari menyakitkan memasuki malam
saat kau rasa sendiri lalui semua ini
saat kau berfikir kau telah ditinggalkan
saat itu cinta kasih akan datang tanpa kau sadari
saat kau fikir tak ada lagi tempat untuk bertuju
saat malam kau terlelap sendiri
saat itu akan datang seorang untuk menjadi obat segala luka
dan kau akan tau bagaimana rasanya dicintai
terkadang hanya butuh menutup mata
saat rasa sakit itu datang
dan akhirnya pelukan itu kau rasakan kembali
💞 Happy Reading 💞
Lukas terduduk canggung dimana saat ini duduk dihadapannya pasangannya penguasa London itu.
menautkan kedua tangannya erat,Lukas menunduk dalam.
Anggi tersenyum lembut menatap remaja pria tampan dihadapannya itu.jujur Lukas memang remaja yang bisa dikatakan memiliki wajah kalem yang cukup memikat,dan sungguh Anggi benar-benar antusias menjadikan remaja itu sebagai bagian keluarganya.Rafendra terdiam,sorot matanya benar-benar sama datarnya dengan Arkansas.namun percayalah pria itu memiliki hati yang begitu hangat untuk keluarganya.
"Tan...tante ada perlu apa mencari Lukas? apa saya ada salah?" cicit Lukas takut,sungguh mata tajam dua pria penguasa dihadapan-nya membuat jantungnya berdebar kencang bahkan ia dapat merasakan keringat dingin membasahi punggungnya.walau beberapa kali pernah berbicara dengan Arkansas,namun tetap saja apa pria itu tak bisa menatapnya biasa saja? bukan dengan mata yang begitu tajam dan penuh intimidasi ?.
belum lagi Sosok paruh baya ayah mertua kakak tirinya itu,sungguh jika pandangan dapat membunuh? sudah pasti Lukas akan mati saat ini juga.
"Rafen!! Arkansas!! bisakah mata iblis kalian itu tidak menatap anak malang itu sadis?!! kalian ini lama-lama membuat darah tinggiku naik!!" sembur Anggi kesal.lihat bahkan Lukas tak berani hanya sekedar mengangkat wajahnya.
"ia sayang.....lagipula mataku memang sudah begini sejak lahir.salahkan saja anak kecil ini begitu lemah" ucap Rafendra santai.
Bugh....
"Issshhhh.... teganya...." Rafendra meringis kala pukulan keras tepat menghantam punggungnya,Arkansas terkekeh remeh mengejek kemalangan sang ayah.Rafendra mendengus melihat sikap kurang ajar putranya itu.
"mulut-nya...... benar-benar ya kamu Rafen!! lama-lama ku deportasi kamu untuk tidur di markas selama sebulan!!" geram Anggi menatap wajah pias suaminya itu, benar-benar.sudah tua semakin menjadi saja Rafendra ini,Anggi jadi pusing sendiri.
"sabar dad,orang sabar jidatnya lebar!!" ucap Arkansas dengan wajah santai tanpa beban itu.
anak kurang ajar!!
sumpah serapah sudah disemburkan Rafendra dalam hati,sungguh putra sulungnya ini benar-benar titisan setan bermulut pedas.
kemana Liora? wanita cantik itu tengah memasak untuk sarapan pagi mereka, sebenarnya Anggi telah membawa cukup banyak makanan dari Mansion,tapi karna Liora memang kala itu tengah memasak akhirnya kini Liora sibuk didapur menyiapkan semua untuk makan bersama.
"Lukas,sebelumnya saya hanya ingin minta kamu panggil saya mommy ya.jangan panggil Tante!" ucap Anggi tegas,Lukas tersentak dan menatap Anggi tak percaya.mommy? rasanya hatinya bergetar haru.
"Lukas.mommy hanya ingin bilang suatu hal padamu nak.maukah kau ikut kami tinggal di London?" tanya Anggi hati-hati.Lukas menatap Anggi dan Rafendra bergantian,sungguh hatinya dilanda kecemasan.untuk apa wanita baik hati ini meminta dirinya ikut dengan mereka? apa yang sebenarnya mereka fikirkan?.
"kenapa? kenapa Lukas harus ikut mom....mommy?" Lukas masih sedikit canggung menyebut Anggi dengan sebutan mommy,walau bagaimanapun Lukas hanya orang asing terlepas dia adalah adik tiri Liora sekalipun.
"boy.kau butuh suasana baru" Suara datar Rafendra terdengar mengalun bagai sebuah perintah tak terbantahkan.
"tapi-"
"mommy benar Lukas.kau tidak bisa sendiri disini" suara Liora yang baru saja tiba menghentikan apa yang ingin remaja itu katakan.
"tapi kak,ini rumah peninggalan papa.Lukas tidak bisa meninggalkan tempat ini begitu saja,terlalu banyak kenangan indah aku dan papa disini.dan aku tak bisa pergi begitu saja,maaf" ucap Lukas sendu.
Anggi mengangguk tersenyum lembut dan membelai pucuk rambut Lukas sayang.
Deg.....
sentuhan ini.Lukas menegang dengan perasaan aneh yang menjalari hatinya,perasaan kerinduan akan sosok seorang ibu dan kini ia bisa merasakannya lagi.
"nak.tempat adalah hanya sebuah tempat,yang perlu kau bawa selalu bersamamu adalah ingatan-nya.seberapa jauh pun kamu melangkah itu tidak akan membawa pengaruh apapun ,mommy tau ini tempat penuh kenangan.namun percayalah ayahmu juga pasti tidak ingin kau tinggal seorang diri dan terus berlarut-larut akan masa lalu.kau bisa kembali kapan saja dan mommy janji rumah ini akan tetap sama sepanjang waktu.ikutlah kami nak,kamu bisa lebih maju dan berkembang daripada kau tinggal disini seorang diri dan akhir nya akan terus meratap!" ujar Anggi membelai sayang pipi Lukas yang kini terlihat begitu tirus.
Lukas nampak terdiam merenung,haruskah ia pergi? haruskan ia meninggalkan rumah ini? Lukas terus tenggelam dalam segala pemikiran nya hingga Liora yang telah duduk disampingnya tidak ia sadari.
"Luk,maafkan kakak.jika kau tidak mau ikut karena kakak maka tidak apa,kakak tidak akan memaksamu lagi.kamu bisa hidup sesuai keinginan mu! kakak akan mendukungmu apapun itu selama itu baik,Lukas walau kamu bukan adik kandung kakak.kakak akan belajar menyayangi dirimu dan mendukung apapun impianmu,kakak janji" Liora mengelus pucuk kepala Lukas dan tersenyum lembut menatap anak remaja itu.
Lukas menoleh dan menatap Liora dengan mata yang sudah berkaca-kaca.
Greph.........
Liora hampir saja terjengkal kebelakang jika Arkansas tidak sigap menahan tubuh istrinya.Lukas memeluk erat tubuh Liora dengan Isak tangis haru disana,oh andai saja situasinya normal,sudah Arkansas penggal kepalamu nak!.
Arkansas menghela nafas.sudahlah biarkan Lukas memeluk istrinya sejenak setelah itu tak ada lagi pria manapun yang boleh menyentuh istrinya.camkan itu!.
"hiks....ti...tidak kak,kakak jangan bicara seperti itu!! Lukas terlalu bahagia akhirnya kakak bisa menyayangi Lukas seperti ini,sungguh maafkan Lukas yang dulu tak bisa menjaga kakak......maaf....." Lukas menangis dengan pelukan erat Liora menghangatkan tubuhnya.
"jadi?" tanya Anggi tersenyum lebar melihat interaksi keduanya haru.
"ia...ia mommy,Lukas akan ikut kalian" ucap Lukas mantap.
Rafendra menggeleng geli menatap keharuan keluarga kecilnya itu,yah.setidaknya masalah Menantunya sudah berkurang.
..............❇️❇️❇️..............
seminggu telah berlalu.
Rafendra merangkul lembut tubuh Anggi dan memasuki sebuah area pemakaman elit yang berada di ibukota.
pasangan itu kini berdiri dengan senyum indah terpatri diwajah keduanya.
"ayah.putri ayah datang untuk berkunjung.maaf Anggi baru bisa datang lagi setelah sekian lama,apa ayah bahagia diatas sana? pasti ayah bahagia karena ayah adalah orang yang baik" ucap Anggi lembut,wanita itu berjongkok dengan Rafendra yang setia berada disampingnya dalam diam.
kelopak mawar dengan air berisi pandan itu telah jatuh membasahi tanah sebuah makam dengan keramik dan batu karang yang menghiasinya.
"ayah.tolong doakan para cucumu untuk hidup dan bahagia mereka" ucap anggi sembari mengecup batu nisan dengan nama AKSAN HERMAWAN tertera disana.
"sayang mari pulang" ucap Rafendra begitu sang istri telah berdiri kembali,Anggi mengangguk dan meraih lembut telapak tangan besar suaminya itu.tangan hangat penuh darah yang selalu melindungi dan menjaganya dari dulu hingga kini mereka menua bersama.
keduanya berbalik dan melangkah pergi dengan sebuah bayangan samar cahaya putih menatap keduanya bahagia.
"putriku"
wushhhh.....
Anggi menoleh kala suara angin membawa samar suara mendiang sang ayah menyapa dirinya.
"ayah...."
tersenyum dan mengangguk samar,Anggi berbalik dan kembali melangkah pasti.
................❇️❇️...............
"astaga!! sumpah ini Jakarta macet sekali!! demi Tuhan mana panas lagi!!" tak biasanya Kayra menggerutu seperti ini,gadis itu terus merutuk sedari awal mereka keluar.yah,hari ini Kayra,Amber, Liora,Jessy,Nixon dan Marsel tengah jalan-jalan sebelum kembali ke London.Lukas dibawa pergi entah kemana oleh Ara, Tristan, Samantha,Freya dan juga Starla.entah bagaimana nasib si bungsu terakhir diantara para bungsu berakhlak miring itu?.yah,setelah seminggu lebih berkubang dalam kesedihan sekarang saatnya mereka kembali menjalani hidup seperti biasanya .
para gadis itu menyeret masuk Marsel dan Nixon yang sudah berwajah lelah menyedihkan kesebuah pusat perbelanjaan.
"girl...sini...sini...beli dress ya!!" pekik Jessy girang.Amber mengangguk dan berteriak heboh kala melihat sebuah toko pakaian dengan merek-merek ternama itu.Sungguh kedua gadis ini adalah shopaholic sejati.
"KYAAAAA......kok Amber semakin jadi cantik begini sih!!!" pekik Amber kala menatap dirinya didepan sebuah cermin full body di pojok toko.
Marsel dan Nixon saling melirik ngeri dengan kepedean seorang Amber.Kayra dan Liora menggeleng miris dengan Jessy yang sudah bertepuk tangan heboh.
"Nix......kok Aku merasa ngeri ya?!! Amber tidak kerasukan kan?" tanya Marsel yang melongo melihat sisi lain dari amber,jika saja Axel ada pasti pria itu akan pingsan melihat kelakuan kekasihnya itu.
"itulah dia...." desah Nixon yang sudah hapal luar dan dalam pribadi sahabatnya itu.
dan pada akhirnya berakhirlah Marsel dan Nixon menjadi kacung para gadis itu.mana belanjaan mereka sudah seperti habis merampok setoko penuh! dasar wanita memang kejam.
sementara itu disisi lain......
"hayooooo....James vas bunga kesayangan nenek Maya pecah tuh!!" Tristan bersorak nista mengejek James yang secara tak sengaja memecahkan vas bunga kesayangan maya.ayolah itu vas dibeli langsung dari Jepang.
kini Ara,Freya,Samantha,Tristan dan Lukas tengah berkumpul di Gazebo belakang mansion Bagas.sementara dari arah pintu ke belakang mansion terlihat james yang sibuk sendiri membereskan hasil kecerobohan nya, Sementara para pria inti BE tengah melakukan sesuatu entah apa.sementara para ibu dan Starla tengah sibuk masak makan siang nanti.
"bisa diam tidak Tristan?!! tutup itu mulut.bocor sekali kau!! lagipula aku mana sengaja tadi!!" umpat James jengkel.
"ayooo....kak James bisa dipenggal nenek!!' Ara semakin memanaskan situasi.Freya sibuk terbahak melihat wajah pias James dengan samantha yang sibuk dengan buku sketsa gambarnya.Lukas? remaja itu hanya tersenyum malu-malu,jujur ia masih canggung.
"si monyet!!" umpat James yang sibuk mengambil sapu dan membersihkan pecahan vas antik itu tergesa-gesa.
"Matilah kau kak!!" gelak Samantha penuh nista.
"halahhh... lama-lama kubantai juga anak-anak monyet ini!!" umpat James pelan,ayolah mana berani dia mengatai keras adik-adiknya atau para iblis berkedok ibu itu akan membakarnya hidup-hidup,ayolah James masih mau hidup.
"NENEK.....VAS ANTIK DARI JEPANGNYA DIPECAHKAN JAMES!!" hell!! mulut bocor Tristan berteriak keras.mata james melotot horor sembari melirik kearah dalam mansion .
"heh setan!! bisa diam tidak itu mulut bocor?!!" kesal James yang cepat-cepat menggali tanah mengubur pecahan vas itu,sungguh jika Maya tau habislah dia.
"WHAT THE HELL!! KAU SERIUS KAK VAS PECAH ITU KAU KUBUR DISANA?!! KAU FIKIR KUCING PAKAI DIKUBUR DEPAN PINTU?!!" pekik Freya menatap James geli,sungguh pria ini benar-benar tidak dewasa.
"suka-suka pangeran inilah!! kok anda yang sibuk!!" jawab James malas.
"NENEK!!!"
"FU*K BERISIK!!" James berteriak kesal kala suara laknat Tristan kembali terdengar.
"kak Tristan tidak boleh begitu,kasihan kak James nanti dimarahi nenek" akhirnya suara Lukas terdengar juga meski pelan dan terkesan malu-malu tapi sungguh itu cukup membuat para gadis itu kini menatapnya tak berkedip.
"KYAAAAA....IMUT SEKALI SUARANYA!!!" Samantha terpekik heboh lalu mencubit gemas pipi Lukas hingga memerah.remaja itu tersentak kaget dan mundur perlahan menatap horor mata lapar Samantha itu.
"aduh sakit....." pekik Lukas kaget.
"heh tukang jahit itu tangan kasihan anak orang!!' sembur Freya menatap iba Lukas yang kini meringis.
"tukang jahit your head!! desainer!! tau tidak desainer?!! " sembur Samantha kesal.kini Samantha mengacuhkan Freya,gadis itu mengambil pencil dan mulai menatap Lukas penuh arti,senyum laparnya terbit.
James menghitung dalam hati,dan pada hitungan ketiga pria itu berteriak heboh.
" LUKAS LARI......ATAU KAU AKAN JADI MODEL PAKAIAN ANAK REMAJA SI MANIK SAMANTHA ITU!!' teriak James heboh.
Lukas dengan linglung langsung melompat dan berlari menjauh saat mata samantha berkilat penuh rencana bahaya menatap dirinya .benar,bahkan Ara,Freya dan Tristan sudah sering menjadi korban model mendadak si bungsu desainer Busana itu.samantha dan kegilaannya.
"ANAK-ANAK DIMANA VAS NENEK?!!"
DEG....
James menoleh horor saat suara Maya terdengar keras dari pintu masuk taman belakang.
"mam*us!! matilah kau James!!" batin James mulai menoleh patah-patah pada senyum laknat para adiknya.
Lukas yang sudah berdiri disamping James mulai menatap pria itu iba.
"Semoga kakak diterima disisinya" ucap Lukas dengan wajah polosnya.
WHAT THE HELL!!!.
BWAHAHAHAHHA.......
pecahlah tawa Ara,Freya,Samantha dan Tristan kala wajah James yang kini mulai pias.
TBC....
jangan hanya minta next tapi kasih juga El semangat dengan vote,like dan komentar kalian .pelit itu dosa!