
Hai semua jangan lupa tinggalkan jejak vote like dan komentar ya....✌️
...💠...
...H A P P Y...
...R...
...E...
...A...
...D...
...I...
...N...
...G...
...💠...
...tak pernah tau...
...apakah dalam hidup ini aku telah diberkati...
...saat terasa ada kekosongan dalam jiwa...
...terfikir sebuah jeruji adalah sangkar emas...
...dengan ketulusan tak pernah terfikir...
...kebebasan...
...biarkan dunia berhenti berputar...
...biarkan sinar mentari tak lagi terasa hangat...
...lalu mereka berkata...
...cintamu tak layak untuk dirinya...
...biarkan mereka bicara...
...saat hatimu hancur tak berbentuk lagi...
...dan jauh di lubuk hatimu...
...dia telah tinggal...
...mimpi yang terlupakan...
...biarkan menjadi kenyataan...
...dalam hidup ini...
...biarkan cinta kasihnya membawamu lagi...
...untuk setiap rasa sakit yang kau alami...
...untuk setiap air mata yang kau tumpahkan...
...dan dia datang melihatmu...
...sebagai harta yang paling dirindukan...
...dan dia temukan mu...
...saat kau perlahan tersesat sepi...
...lihatlah jauh kedalam lubuk hati...
...jangan biarkan luka masa lalu...
...menghancurkan segala keindahan hari esok...
.............💠.............
Sakura terduduk sembari menunduk dalam di tengah kafetaria khusus staf rumah sakit,hatinya sakit saat seluruh tatapan mata kini tertuju padanya.kasihan,cemoh,bahkan tatapan penuh penghinaan dan kebencian!.
"kau dengar? Dokter sakura akan terkena penalti kode etik dari dewan pengurus Rumah sakit!'"
"ia..ia...kasihan sekali,wajah cantiknya membawa banyak masalah"
"benar! kudengar dia tidak terima dokter Benji dan Dena menikah,hingga dia mengamuk dan membuat Nona Dena terluka!"
"heh!! sungguh dokter dengan karakter buruk,harusnya dia mengalah saja dan biarkan putri kepala rumah sakit bersama Dokter Benji.lihat....bukahkah dia sendiri yang rugi?!"
"ck...ck...ck....kudengar sidang pengurus rumah sakit telah turun! dan dokter sakura akan menjalaninya besok hari pukul 10!"
" biarkan saja,siapa suruh dia terlalu sok suci! di negara ini jadi wanita jangan terlalu jual mahal.pantas saja dokter Benji meninggalkan dia,kau tau...wanita berdarah Asia memang payah dan terlalu kuno!!"
"sttt... diam nanti sakura mendengar kalian!!"
sakura diam,hatinya berdenyut saat bisikan demi bisikan yang entah disengaja atau tidak.keras dan lantang,sakura bahkan berfirkir mereka bukan berbisik,namun sengaja memprovokasi dirinya akibat campur tangan Dena dan Ferdinan.sepasang ayah dan anak itu sangat keterlaluan.
menghela nafas dan menutup mata yang kian waktu terasa mulai memanas.
gadis itu perlahan membereskan meja dan merapikan sisa cemilan yang ia makan,Sakura bangkit hingga.
PRANKKKK...
"ups.....maafkan aku dokter sakura,sungguh aku tak sengaja" Dena berucap dengan suara lembut dan penuh sesal,namun sakura dapat melihat mata wanita itu menyipit dengan senyum samar penuh ejekan.
jas putih dokternya basah oleh tumpahan saos dari pasta dan noda coffe moca yang berada di nampan yang dibawa oleh Dena.
nampan itu jatuh dan menimbulkan suara keras hingga memicu perhatian seluruh pengunjung cafetaria.
sudah cukup!
Manik indah sakura menatap dingin pada wajah palsu penyesalan Dena.
"apa kau buta?!" sakura berucap dingin.semua masalah ini datang sejak Dena masuk dan bekerja dirumah sakit .
"dokter sakura! kau ini kenapa hah?! dokter Dena dengan tulus meminta maaf,dan kau justru berkata kasar seperti itu padanya!!" Seorang wanita yang berdiri disamping Dena membalas sinis .
"tulus katamu? hahahaha...kurasa kau butuh kembali ke sekolah untuk belajar apa itu tulus!!" tawa sakura terdengar sumbang.gadis cantik yang terkenal sebagai dokter paling sabar dan lembut itu kini berubah,ia terlihat menakutkan dengan suara dingin dan tatapan menghunus itu.para staf yang menyaksikan itu tercengang.
"kuat sakura....jangan biarkan mereka menginjak harga diri mu!!" batin Sakura menguatkan dirinya.sungguh,jika tidak sedang diperhatikan oleh puluhan pasang mata kawan seprofesinya,sakura pasti akan menagis pilu memeluk dirinya sendiri.
"dasar gadis sombong!! kau itu sedang diujung tanduk,dan harga dirimu itu benar-benar memuakkan!!" balas wanita disamping Dena sarkas.
sakura menutup mata,menarik nafas sejenak kemudian tanpa kata segera berjalan tepat ditengah kedua wanita itu,dan dengan keras menyenggol bahu keduanya tanpa ekspresi.
Brukhhhh.....
hilang keseimbangan dan kedua wanita itu jatuh setelah disenggol keras oleh sakura.
"HEI.....DASAR PEREMPUAN HINA!! KEMBALI DAN AKAN KUHANCURKAN WAJAH SOK POLOSMU ITU!!" teriakan wanita disamping Dena terdengar nyaring penuh kemarahan.
"SAKURA!! BERANINYA KAU,DASAR TIDAK TAU DIRI!!" Dena yang sedari tadi bermain tenang kini mulai tersulut.
sakura acuh,dokter cantik itu berlalu dalam diam.
dan didalam fikiran-nya ia bertanya-tanya,mengapa sampai dirinya dikirimi surat komite kedisiplinan rumah sakit? apa yang salah disini? sakura berjalan linglung dengan fikiran terus berkecamuk.
Ferdinan masuk keruang rawat Benjamin.pria paruh baya itu tersenyum samar melihat pada pria yang kini terbaring lemah tak sadarkan diri.sungguh, pria yang kemarin masih baik-baik saja itu kini terlihat menyedihkan tidur dengan tenang dibawah pengawasan Ferdinan.
"hahaha..maaf Benji,aku tau kau dan putriku akan segera menikah! namun ,aku butuh sedikit pengorbananmu untuk menjatuhkan sakura! sungguh jika aku punya otoritas penuh menjatuhkan gadis sombong dengan harga diri tinggi itu,aku tak akan lakukan ini padamu! jadi...maafkan aku dan setelah sakura dilempar keluar dari sini,maka aku bisa memastikan Dena menempati posisinya.dan aku bisa terus menjadi kepala rumah sakit dengan kau dan Dena sebagai pionku disini.Benjamin,jangan cemas.saat aku berhasil menduduki rumah sakit ini tanpa kerikil kecil seperti sakura,maka kaupun akan mendapat untung juga! posisi kepala bedah akan kau dapatkan" Ferdinan berucap santai,benar! saat sakura dan Dena keluar dari kamar rawat Benajamin saat itu,dan pria itupun tertidur akibat obat mulai bekerja,Ferdinan masuk dan menyuntikkan suatu racun kedalam selang infus Benjamin dengan Dena yang menyamarkan diri layaknya sakura.
dan yah, rencana pasnagan ayah dan anak itu berhasil! cctv menangkap sosok sakura keluar dari kamar inap benjamin.bagaimana mereka tau itu sakura? .
saat itu,Dena yang mengikuti sakura keluar segera pergi membeli pakaian yang sama persis seperti apa yang sakura kenakan,ia berjalan kembali memasuki kamar Benjamin sesuai instruksi Ferdinan ayah nya.dan selesai,Benjamin keracunan dan sakura kini yang tak tau apapun menjadi kambing hitam atas tuduhan Ferdinan dan kesaksian Dena.
ironis!!...........
sakura yang baru kembali setelah keluar bersama Tristan,ia harus menelan pil pahit saat surat panggilan sidang kode etik keperawatan memanggil namanya.
semua orang yang bekerja dirumah sakit tentu tak akan mau menerima surat seperti itu,karena hanya ada dua kemungkinan saat surat itu mencantumkan namanya.pertama sanksi sosial dengan potongan gaji setengah selama waktu yang belum dipastikan,dan yang paling menyedihkan adalah pemecatan.
dan kini,hari mulai berlalu.hati sakura benar-benar berantakkan,hari ini ia tak menerima pasien karena pasienya semua dialihkan pada Dena,Ferdinan benar-benar memanfaatkan posisinya dengan keadilan yang timpang.
...........🌹...........
terlihat seorang Pria manis dengan tergesa-gesa berjalan menuruni tangga lantai dua,sembari berjalan cepat ia melirik sebuah arloji hitam mewah yang bertengger manis melingkari lengannya.
sial!
akibat Omelan soal gaya dari para kakak ipar menye-menye Itu,ia harus menghabiskan waktu hampir dua jam lamanya hanya itu memilih pakaian apa yang akan ia kenakan untuk menemui pujaan hati.
" aduh semoga aku tak akan terlambat ! " Tristan berlari menuju pintu keluar,menyambar kunci mobil yang tergantung di dinding samping pintu dan dengan kecepatan maksimal ia menuju lift menuju basemant.
bip...bip...
kunci alarm mobil berbunyi.
Haph......
tanpa membuka pintu ia melompat masuk dan duduk tepat dikursi kemudi.
sungguh! Tristan tak sadar akan mata para wanita dan pria yang menatap dirinya kagum saat melompati body mobil dan masuk tepat dibagian kemudi.
Bremmmmm.........
mobil menyala dan melaju cepat menuju rumah sakit Jhony Hospital Center.
dilain tempat,Sakura berjalan lemas keluar dari ruang kerjanya.gadis itu diam saat kata-kata pedas dari beberapa wanita staf rumah sakit memasuki Indra pendengaran nya.
"dasar tidak tau malu!!"
" wajah saja yang polos,ternyata beracun!!"
" kasihan Dena...dia harus menunda pernikahannya karena gadis jahat itu!!"
"hm...kau tau? kudengar dokter Benjamin keracunan! dan gadis itulah tersangkanya!!"
Deg.......
langkah sakura berhenti saat bisikan terakhir yang masuk ke telinganya terasa sangat menusuk hati.
Benjamin keracunan? dan ia tersangka disini? sakura mematung! dadanya sesak oleh kemungkinan kebenaran pazzel akan surat panggilan itu mulai jelas.
"hah....lagi dan lagi!" sakura bergumam dengan tawa nanar yang terdengar sumbang.
berjalan langkah demi langkah keluar dari rumah sakit,sakura sudah memanggil taksi untuk mengatarnya pulang ke apartemen yang ia sewa sebelum berhasil membangun rumah sendiri saat karier dokternya sukses nanti.namun apa yang terjadi? masalah besar yang ia hadapi kini sungguh akan menjadi penghambat dan cacat dalam rekam medis nya.
Deg...........
jantungnya berdebar dengan tubuh yang diam terpaku saat pintu keluar rumah sakit terbuka.tepat tak jauh dari pintu area masuk rumah sakit,disana.disana berjongkok seorang pria tampan yang tengah tersenyum menghibur seorang gadis kecil dengan sebuah lolipop ditangannya.
"nah... dengar gadis kecil,kakak punya sebuah permen besar yang sangat manis.jika kau mau ikut dengan ibumu untuk menemui dokter,permen ini akan kakak tampan berikan padamu" Tristan,yah.pria itulah yang kini dilihat oleh sakura.
gadis kecil itu yang sebelumnya dilihat sakura tengah menangis kini terdiam dengan mata bulat berkaca-kaca.
"tapi...tapi doktelnya galak,kakak tampan! nanti Maula di tusuk jalum huaaa!"
Sakura tanpa sadar menarik sebuah senyum tipis diwajahnya saat melihat interaksi pria seperti Tristan dan seorang gadis kecil.
"hahahaha...Maura jangan takut disuntik! kalau dokter itu mau suntik,Maura tutup mata saja dan bayangkan kalau kalau Maura sedang digigit semut! kalau Maura berani,kakak kasih dua lolipop besar,mau?" Tristan tersenyum manis dengan dua lolipop besar berada ditangannya.
manik bulat gadis kecil itu berbinar.ia mengangguk antusias dan menengadah tangan meminta dua buah permen besar itu pada Tristan.pria itu terkekeh dan mencium gemas pipi bulat gadis kecil itu, dibelakang gadis itu berdiri kedua orangtuanya dengan senyum penuh terima kasih.
"maura bilang apa sayang" terlihat pria disamping seorang wanita yang dapat sakura perkirakan adakan ayah dari gadis kecil itu berucap.
"telima kasih kakak tampan!!" gadis kecil itu berucap riang dan tangisnya berhenti total.
"yah...jadi ingat acella" Tristan terkekeh dan bergumam penuh arti.
"Acella? itu ciapa kakak Tampan?" Gadis kecil itu bersuara.
Tristan mengelus pucuk kepala gadis kecil itu lembut dan penuh kasih.
"acella keponakan kakak,dan dia hanya beda satu tahun dari Maura" Tristan berkata lagi,sudut matanya melirik kearah sakura diam-diam dan bibirnya berkedut menahan tawa melihat wajah lucu sakura yang terlihat mencoba kabur darinya.
sakura menatap tak jauh saat taksi yang ia pesan telah tiba.perlahan ia melangkah tak ingin Tristan menyadari keberadaannya.sungguh hatinya kini sedang kacau dan Sakura malu walau hanya untuk menemui pria berkelas seperti Tristan bagai bumi dan langit,dan sakura cukup sadar diri.
tinggal beberapa langkah perlahan dan ia bisa membuka pintu taksi,lalu pergi dengan aman.
namun.....
Greph......
"AHHH" sakura reflek berteriak saat tubuhnya tiba-tiba ditarik dan kini digendong ala bridal menuju kesebuah mobil Porsche yang terparkir tak jauh dari posisi dimana Tristan tadi berjongkok.dan yah,keluarga gadis kecil itu rupanya sudah pergi.
"mau kabur heh?! sakura....kau tega sekali padaku yang menunggu dirimu hampir sejam lamanya!'
Glek......
Dari bawah,sakura dapat melihat garis wajah sempurna Tristan.saat pria itu menggendongnya,betapa malu dirinya yang dilihat oleh beberapa orang yang keluar dan masuk dari rumah sakit,terutama beberapa staf yang datang berganti jam kerja dengan yang lainya.
"Tristan,tu...turunkan aku! kenapa kau..kau menggendongku? Tristan aku...aku malu!!" cicit Sakura tanpa sadar menutup wajahnya dengan cepat tenggelam didada bidang beraroma coklat dan minyak kayu putih itu.aroma yang benar-benar ekstrem! tapi sakura entah mengapa justru tenggelam damai didalamnya.
"kamu mau kabur dariku bukan? teganya kau padaku sakura" ucap Tristan dramatis sambil meletakkan tubuh sakura dengan perlahan disamping Kursi kemudi.
Blushhh......
wajah sakura panas,wajah tampan itu sangat dekat dengannya.
klik....
demi Tuhan!!.......
sakura menegang saat hidungnya hampir merasakan pipi putih Pria itu kala Tristan memasang seatbelt-nya tanpa dosa.
"Tri...Tristan,tak.. taksiku bagaimana?" sakura sungguh merutuki ucapannya yang bagai tikus terjepit pintu.
tanpa kata,Tristan berbalik menuju taksi yang dipesan sakura dan entah apa yang dilakukan pria itu.tapi sakura melihat pria itu mengeluarkan dompet dan terlihat beberapa lembar dollar keluar dari sana.
beberapa saat kemudian Tristan kembali dengan wajah cemberut.
"dasar supir gila!! masa kuberi silver card dia tak mau! dan maunya uang receh!! apa para supir taksi disini maunya uang receh?!" Tristan mendumel,sakura? gadis itu melongo.
receh? uang dollar dibilang receh? dasar gila!.
apa lagi katanya tadi,Silver card? jelas supir itu tak akan bisa menerima credits card platinum untuk pembayaran.sakura terkadang ingin menangis melihat kelakuan absurd si tampan satu itu.
...TBC...