PRINCESS OF DARKNESS (My Beautiful Target)

PRINCESS OF DARKNESS (My Beautiful Target)
konflik



...Vote,Like dan Komentar ya ❣️...



...🌴...


...H...


...A...


...P...


...P...


...Y...


...R...


...E...


...A...


...D...


...I...


...N...


...G...


...🌴...


Oekkkkkk....oekkkkkk....


suara tangis kencang dari bayi perempuan kecil terdengar begitu memilukan dari dalam sebuah ruang gelap nan pengap.


sementara disisi lain dari tempat sang bayi terbaring,seorang wanita dengan surai pirang dan pakaian ketat nampak duduk sambil menghisap sebatang rokok menatap kearah sang bayi yang terus menangis,maniknya acuh dan bibir dengan polesan lipstik tebal berwarna merah itu tak berhenti menyerigai sinis.


"sayang.... berhenti melihat bayi itu dan cepat datang puaskan aku! bukankah aku sudah memenuhi keinginanmu untuk membawa bayi malang itu kemari? sekarang cepatlah aku tunggu di kamar!" pria dengan tato tengkorak itu terlihat membuka pintu ruang bawah tanah,setelah berucap ia merem*a buah dada dari sang wanita yang nampak mengerling nakal.


"hahaha...akhhhh..ia..ia... sebentar lagi sudah pergilah aku tak ingin melakukan itu disini!" sang wanita berucap sembari menahan erangan nikmat akibat ulah bejat dari sang pria .


sang pria mengangguk puas dan berbalik setelah puas menyesap bibir merah dari pemuas ranjangnya.


Stefani.......


yah,wanita itu masih bernafas dengan wajah baru setelah identitas sebagai Barbara tewas.


wanita itu berjalan mendekati sang bayi yang baru berusia 2 bulan itu.


"heh....sayang sekali bayi manis,kau harus dijadikan alat untuk mengendalikan ayahmu" smirk wanita itu sebelum berbalik menemui seorang penjaga pria dan wanita yang bertugas menjaga sang bayi.


dengan langkah menggoda dan dada membusung,Stefani mendekati penjaga pria yang nampak menatap dirinya lapar.


Haphhhh


mata penjaga itu membola kala bibir merah itu menjamah bibirnya.


dada besar itu menekan dadanya dengan sen*ual.


"jaga bayi itu dan kau akan mendapat jatah mu" smirk Stefani begitu melihat godaannya berhasil.


"ahhh....." Stefani mendesah kala tangan besar anak buah tuannya itu mer*mas dadanya.


"baiklah Mrs Monika" jawab pria yang sudah terbakar gairah itu dengan serak.


yah,Stefani kini memakai nama mendiang ibunya.Monika,ibu Stefani itu telah tewas akibat tubuhnya tak mampu lagi menerima obat dan perawatan akibat insiden kebakaran rumah sakit dulu.


kini Stefani mengganti kembali wajahnya dan memakai nama ibunya.


yah,ibunya sudah menjadi mayat dan terkubur dalam tanah meninggalkan setumpuk hutang dendam yang harus dibalas!.


dengan tawa licik dan tatapan tajam Stefani meninggalkan sang bayi.


bayi malang yang kini kedua orangtuanya menangis mencari buah hati mereka.


...tahan dulu jangan emosi..............


...apalagi memaki El 😅...


...........🌴...........


ruang keluarga yang biasanya tercermin kehangatan dan kekeluargaan yang hangat itu kini terlihat penuh kesuraman.


tangis meraung seorang wanita terdengar dan wajah panik seorang pria yang tengah memeluk wanita itu terlihat begitu putus asa.


yah,disana hanya ada beberapa tetua keluarga juga menantu mereka.


sementara para pria Wiguna tengah pergi keluar negri dalam mengurus perencanaan tender.


anak-anak menatap sayu wajah menangis salah satu wanita yang sudah mereka anggap sebagai ibu sendiri.


"Dysabel tenang nak,coba bicara pelan-pelan bagaimana bayi kalian bisa menghilang?" Zoya mencoba menenangkan dan menggali lebih dalam masalah pelik yang tiba-tiba datang.


sungguh!


seumur ia bersama keluarga besar Wiguna,tak pernah ada sekalipun kasus bayi dari keluarga pebisnis Tiran itu bisa menghilangkan tiba-tiba!.


"bagaimana bisa sampai terjadi,apa yang dilakukan para pekerja di rumah kalian itu?" Zenit berucap marah.


yah,benar bayi yang kini tengah menghilang itu adalah bayi dari Lucas dan dyasabel.


bayi yang baru berusia 2 bulan lebih 2 Minggu itu tiba-tiba menghilang dari rumah pribadi mereka.


"hiks...dysa tidak hiks...tidak tau mama! hiks..saat itu dysa hanya pergi sebentar kedapur kala Nanny yang mengasuh Lili izin ketaman belakang rumah untuk membawa lili berjemur hiks...dan mereka...hikssss....uuuuu" tangis Dyasabel kembali pecah.


tak dirinya sangka hanya dalam beberapa menit hilang dari pengawasan dan kini bayi mereka telah hilang dibawa pergi seseorang,dan bahkan pengasuh bayi merekapun tewas.


"kumohon..hiks...mom veleri minta tolonglah pada Daddy Rafendra atau siapapun tolong bantu suamiku mencari putri kami hiks.... tolong" Isak Dyasabel memohon.


para anak-anak sudah terdiam lirih ,andai mereka bisa membantu! acella telah menangis iba menatap Dyasabel ,gadis kecil itu menangis di pelukan sang kakak Alarik.


"untuk saat ini kita hanya bisa mengandalkan bodyguard yang dipekerjakan Lucas juga beberapa penjaga mansion utama. kamu tau organisasi kita tengah ada konflik dengan pemerintah akibat senjata ilegal yang dipalsukan, Rafendra.suami mom bersama Bimo,Alex,lingga ,juga Jeremi tengah sibuk bersama beberapa anggota muda BE untuk mengurus masalah ini sementara inti BE bersama Arkansas tengah pergi ke Amsterdam untuk masalah tender tanah baru yang mengandung minyak bumi itu dysa...mommy juga tidak tau harus apa ,hanya ini yang bisa kita lakukan sembari menunggu" Anggi mencoba memberi pengertian dengan hati-hati,sungguh ia tak mau Dyasabel tersinggung ataupun merasa kecewa.


Lucas mengangguk paham.ia sadar dan Ia mengerti,para pria keluarga pebisnis ini benar-benar sibuk! meski begitu dirinya sangat berterima kasih atas perhatian dari para keluarga besar Wiguna atas dirinya yang hanya adik tiri seorang Liora,istri dari putra utama keluarga besar itu.


masalah dengan pemerintah memang bukan hal remeh apalagi saat menyangkut kedaulatan dan juga sabotase militer.


senjata produksi BE di gunakan oleh ******* untuk menciptakan teror.


entah bagaimana orang-orang tak bertanggung jawab itu mendapatkan senjata tanpa lisensi yang jelas?.


Lucas juga tau para ibu juga saudari perempuan nya telah berusaha semaksimal mungkin dalam membantu,lagipula tidak mungkin mansion ini ditinggal kosong tanpa adanya penjaga dan hanya meninggalkan beberapa orang wanita tua bersama menantu juga anak-anak.


hingga.....


"paman Luc,apa paman masih memakaikan gelang dari Granpha pada bayi paman? gelang emas putih dengan permata ?" Rayganta maju dan menatap wajah sang paman.


Lucas terdiam linglung dan menatap sang istri dengan wajah entah terlihat jauh lebih buruk hingga.


"BAYI KAMI HILANG TUAN MUDA RAYGANTA! MENGAPA KINI KAU JUSTRU MENANYAKAN TENTANG GELANG HAH? AKU SADAR BETAPA MAHALNYA GELANG BUATAN TANGAN ITU,NAMUN APA KAU TIDAK BISA BERSIMPATI SEDIKIT DAN BUKANNYA JUSTRU BERTANYA TENTANG SEBUAH PERHIASAN! BETAPA BURUKNYA!" Dyasabel tanpa sadar berteriak murka pada wajah dingin putra sulung Arkansas itu.


Para ibu tersentak kaget,para istri inti membola horor menatap istri dari Lucas itu.


Liora?


wanita itu segera menarik putranya dan memeluk anak laki-laki itu dengan sayang berusaha menenangkan sang anak.


Liora tidak tau saja,kini bukannya ketakutan. Rayganta justru terlihat tanpa ekspresi dengan aura yang lebih dingin dari biasanya.


"Dyasabel! apakah tidak bisa kamu tenang sedikit? membentak anak-anak tidak akan menghasilkan apapun,cobalah tenang dan fikirkan jalan keluar sementara kita menunggu para suami kembali,jangan pernah tinggikan suaramu pada anak-anak" Liora berucap tajam namun penuh pengertian,bukan apa-apa! ia hanya tak ingin anak-anak tumbuh dengan kekerasan.


sungguh Liora tak tau saja iblis seperti apa anak-anak Wiguna itu!.


cakar tajam yang tersembunyi apik dalam bulu halus layaknya kucing kecil yang penurut!.


Lucas terdiam,melirik istrinya penuh peringatan.


"Dysa cukup! para ibu dan saudari perempuanku bersama para iparnya sudah membantu kita semampu mereka,jangan kamu kasar begini" Lucas mencoba mengerti akan suasana hati istrinya dan memberi nasihat lembut.


tanpa dimengerti siapapun,wanita itu tiba-tiba tertawa sumbang pilu dan menatap kearah Liora marah.


"APA YANG KAU TAU LIORA?! BAYIKU HILANG DAN KAU MEMINTAKU UNTUK TIDAK BERTERIAK PADA ANAKMU YANG KURANG AJAR ITU? BAYIKU HILANG DAN DIA JUSTRU BERTANYA SOAL GELANG! BETAPA RUSAKNYA DIDIKAN KAU DAN SUAMIMU ITU!" Dyasabel meraung emosi.


Anggi tersentak,dadanya naik dan turun menahan amarah mendengar ucapan salah satu menantunya itu.


"bicara apa kamu Dysabel? jangan pernah mempertanyakan didikan anak dan menantu mom pada anak-anak mereka! bisakah kau berfikir jernih mungkin Rayganta tau sesuatu!" Anggi berucap tajam penuh peringatan.


hahahaha...


dengan lelehan air mata dan tawa pilu,Dyasabel melepas pelukan Lucas dan menatap wajah sosok dingin anak laki-laki tampan yang berada dalam pelukan ibunya itu.


namun......


tubuh istri Lucas bergetar melihat kilatan membunuh dari sosok rayganta,hingga ia menelan rasa aneh dalam hatinya dan mulai meraung meluapkan emosi.


"KENAPA ?! KENAPA KALIAN SEMUA TAK MENGERTI? LIORA...BAYIMU MASIH DISINI TIDAK HILANG SEPERTI PUTRIKU! KAU JUGA SEORANG IBU BETAPA KEJAM DAN TIDAK BERPERASAANNYA KAU PADAKU!" Dysabel menangis dan menunjuk wajah merah menahan murka dari Liora.


"Tante!"


sentak semua anak-anak murka mendengar makian Dyasabel pada ibu kesayangan mereka.


hilang sudah hati mereka untuk menyebut Dyasabel sebagi ibu.


wanita itu sudah keterlaluan,tidaklah ia lihat usaha dari para ibu dan nenek mereka untuk membantu? bukannya tenang dan berusaha, wanita itu justru memaki ibu kesayangan para anak BE.


Liora menoleh pada Zeline yang nampak membawa keluar Archana bersama Cristal yang tengah menggendong Arshenio.


"bawa anak-anak!" tak ada lagi raut lembut diwajah Anggi,kini ia terlihat begitu murka dan tak bisa mentolerir lagi emosi pada diri Dyasabel yang tak baik untuk keluarganya.


mereka menerima masa lalu Dyasabel yang hanya anak haram dari seorang pengusaha kecil,wanita yang hamil diluar nikah meski itu salah Lucas putra mereka.


namun,pantaskah wanita itu meninggikan suaranya pada menantu juga cucu kebanggaan keluarga besar Wiguna ? hati orang-orang yang Anggi jaga dan sayangi sepenuh hatinya, terutama menantu putra sulungnya yang berhati malaikat hingga anak-anak generasi Arkansas menjadi pribadi yang saling menyayangi sesama saudara mereka.


Anggi tidak bisa terima!.


namun,belum sempat Anggi bersuara.


"jaga bicara anda pada ibuku! tak ada seorang ibu yang lebih baik selain ibuku,jika tak ada didikan penuh kasih sayang ibuku,kami tak akan menyebut ibu dari anak lain sebagai ibu kami.tidak ada mama,mami,bunda dan tidak ada yang pantas selain ibuku! jaga bicara anda dan jangan usik adik-adik ku" Liora menggigil saat tubuh kecil yang ia dekap tiba-tiba menguarkan aura dingin begitu menyesakkan.suara dingin itu,tatapan bak predator pembunuh serta urat-urat yang menonjol dileher serta pelipis dari putranya itu sudah cukup memberitahu betapa marahnya anak laki-laki itu.


udara jatuh pada titik beku!.....


kaki Dyasabel melemas hingga Lucas harus memapah kembali istrinya agar duduk.


para nenek membola ngeri.


apa benar ini anak lelaki tampan yang biasanya tenang dan acuh tak acuh? betapa mengerikannya!.


"sa..sayang...anak mommy?" Liora gugup.


hingga....


Grephhhh......


tubuh Liora yang semula kaku kembali tenang akibat pelukan hangat dari putra tampan nya itu.


"maaf sudah buat mommy takut,tapi kemarahan Tante dysa harus dihentikan " ucap Rayganta tenang namun melirik tajam penuh intimidasi pada wajah emosi Dyasabel.


"jadi bagaimana Ray? paman minta maaf atas ulah tantemu ini" Lucas akhirnya menengahi


dirinya tau seperti apa keponakannya itu,didalam ketidaktahuan para ibu mereka, Lucas tau anak laki-laki itu lebih menakutkan dari pada yang terlihat dari permukaannya yang tenang.


sebaiknya mencegah sebelum kesabaran pangeran Zeus itu habis!.


"gelang itu......" rayganta melirik wajah para ibu juga neneknya dengan wajah datar tanpa emosi.


"ya Raygan...gelang itu kenapa?" kayra bertanya selepas ketakutannya tadi sedikit mereda.


"gelang itu adalah gelang buatan tangan dari pabrik technological pengembangan terbaru alat pelacak Daddy dan Granpha.alat itu diselipkan khusus pada gelang dan kalung khusus keturunan Wiguna oleh papi Axel,pelacak berbentuk Micro chip sangat kecil yang bahkan tak bisa dilihat oleh mata langsung tanpa pembesar.jika gelang itu tetap terpakai maka kita bisa lacak kemana bayi paman hilang" jelas Raygan dengan suara malas yang sangat kental.


benar!....


anak itu terlalu malas berbicara panjang lebar dengan orang yang tidak menghargai ibunya.


jika tidak melihat hubungan antara ibu juga pamannya Lucas yang adalah adik kakak,sudah pasti Rayganta akan membiarkan bayi itu tewas saja!.


bayi dan balita lain selain adiknya tidak terlihat oleh matanya! hanya Archana dan Arshenio yang bisa menjadi anak bungsu dalam keluarga Wiguna.


maka dari itu,Lucas yang sadar memutuskan membeli rumah baru untuk keluarga kecilnya tinggal.


sungguh wajah tanpa emosi dan tatapan mata dingin Rayganta benar-benar sudah cukup menyadarkan dirinya bahwa tak akan ada bayi lain yang bisa di terima dengan tangan terbuka dalam keluarga Wiguna setelah kedua adik dari anak laki-laki itu lahir! semua bayi adalah tabu.


katakan hal itu adalah keegoisan yang ekstrem,namun Rayganta akan merasa matanya sakit jika ada bayi lain di Mansion itu selain sang adik.


bayi lain dimatanya adalah makhluk kecil penganggu yang merepotkan dengan tangis mereka.


sedang adiknya?


adik kecilnya Archana tak ubah layaknya Malaikat kecil yang tersesat di bumi.


Arshenio? yah,adik laki-lakinya saat dewasa akan ia asah menjadi senjata penjaga demi Archana dan ibu mereka.


sosok pangeran iblis yang sesungguhnya.


micro chip?


Mata Lucas membola syok.


tangis Dyasabel menghilang.


wanita itu menatap wajah tanpa riak Rayganta dengan linglung.


apa yang harus dia lakukan?


tubuh Dyasabel mengigil!.


meski selama ini ia bersikap baik,namun sebersit rasa iri dirinya tetap ada.


gelang itu......


telah ia lepaskan dan tak pernah ia pakaikan lagi ditangan bayinya sejak mengetahui perhiasan seperti apa yang didapat oleh bayi kembar Liora.


"per...perhiasan itu tidak dipakai oleh Lili...a..aku menyimpa-"


"bodoh!"


dan suara sarkasme penuh ejekan itu terdengar menusuk hati Dyasabel.


anak laki-laki tampan itu menatapnya hina.


...⚜️...


...TBC...


...klimaks...akan datang dan tolong banyak istighfar untuk tidak mengumpat nanti....