
hai semua jangan lupa tinggalkan jejak vote, like dan komentar ya.........
kasih ⭐ juga....
Selamat Membaca........🌹
⚜️⚜️⚜️My Beautiful Target ⚜️⚜️⚜️
Kabut putih berbau menyengat nampak mulai berterbangan diudara.
"uhuk......Axel ada apa ini uhuk....?" Nixon bertanya kala nafasnya terasa sesak.mereka semua terbangun kala suara terbatuk Amber memecah kesunyian malam.
"A..Axel to...tolong Nafasku se...sesak" Amber tercekat kala asap putih mulai masuk melalui celah pintu kamar.
"semua cepat ambil masker oksigen dari dalam tas Ryu! cepat!" dengan cepat Axel bergerak dan menutup hidung dan mulutnya dengan tangan,pria itu kemudian berlari cepat mengambil tas Ryu dan mencari masker oksigen untuk teman-teman nya.jangan tanya bagaimana mereka bisa membawa benda seperti itu,jawabannya adalah.waspada! mereka para mafia yang telah berkecimpung dalam segala jenis hal yang berbau racun dalam bentuk apapun .
"damn!! cepat Ryu, James, tristan.kalian jangan santai begitu.mau mati hah!" Axel emosi seketika melihat ketiga kawannya terlihat santai saja.jujur mereka sudah diperingatkan oleh sang bos akan suasana bahaya yang dirasakan insting sang prince Wiguna itu,dan kini mereka sudah siap walau Amber dan Nixon tidak diberitahu,itu semua agar liora dan teman-temannya tidak panik.
"ambil ini dan pakai"
Tak........
Axel melempar 5 buah masker dan sebuah jarum suntik berisi cairan berwarna hitam pekat yang entah Amber dan Nixon tidak tahu.
"untuk apa?" tanya Amber begitu masker oksigennya terpasang.
"tidak perlu tahu dan tetap disini,jangan bergerak" perintah Ryu kemudian berjalan bersama Axel dan James menuju pintu keluar.Tristan? pria manis itu diam menjaga Amber dan Nixon yang masih terlihat lemas akibat menghirup gas beracun itu.
"HAHAHAHA.....cepat juga reaksi kalian " seseorang berpakaian hitam tertawa terbahak didepan pintu sambil menatap bengis pada Axel,Ryu dan James yang nampak terlihat tidak terpengaruh akan kehadiran dua orang asing dihadapan mereka.
"ketawa apa? kau fikir kami sedang melawak?" tanya James sinis.
"biarkan saja dia tertawa James,lagipula sebentar lagi mereka akan mati" Ryu menekan kata mati sembari menyeringai penuh arti.sungguh bodoh dua orang ini,yah seperti nya mereka memang tidak tahu dengan siapa mereka mencari perkara.
"kalian urus saja,aku sudah lelah mengawasi tempat ini" Axel melangkah mundur sembari duduk tenang pada sebuah kursi sambil memandang kedua orang itu malas.
"KURANG AJAR!! KAU MEREMEHKAN KAMI,PRIA SOMBONG!!" wanita berpakaian hitam itu memaki Axel dan menatap nyalang pria tampan itu.axel? pria itu menguap malas dan mengangkat bahu acuh.
"bagaimana kalian bisa lolos dari gas beracun kami?" tanya seorang pria yang berdiri disamping wanita berpakaian hitam itu terkejut.
"kau fikir kami bodoh" jengah James sembari mengeluarkan Baretha miliknya dan bersiap menembak wajah wanita misterius itu.
"hahahaha....kau fikir senjatamu bisa melukaiku? jangan mimpi ,seluruh pakaian ini anti peluru" tawa wanita itu bengis.
"berguna atau tidak,kita akan tahu nanti setelah aku menembakkan peluru ini" Axel bangkit dan meraih senjata milik James geram,ia lelah dan kedua orang bodoh ini mulai mengusik sisi gelapnya.
Dor..........
"AKH......." wanita itu terjangkit kaget saat peluru yang ditembakkan Axel menembus daging dan kulit lehernya hampir,hampir saja ia mati jika tembakan itu tidak meleset.Axel meleset? tidak! pria itu hanya sedikit bermain.
"kau tidak tahu siapa aku? " ucap Axel dengan suara berat nan tajamnya.Ryu menggeleng,pria itu mundur karena senjata api bukan spesialisnya.
"kau akan mati ditangan kami para leader Blood Eagle,aku the God Eyes mata dewa dari BE " Axel menyeringai begitu melihat pria dibelakang wanita itu bergerak mundur dengan wajah pucat pasi.
"B....Blood Eagle? ma..mafia yang dipimpin oleh Raja Iblis Raf... Rafendra Wiguna? ti...tidak mungkin" pria itu bergetar ketakutan,apa ini ? bagaimana bisa mereka menerima pekerjaan berurusan dengan mafia?.terlambat! kini melawan atau tidak,mereka tetap akan mati.
"jangan banyak bicara Axel,bunuh mereka!" jengah Ryu .
.........................⚜️⚜️........................
sementara itu...........
"kau ingin melakukan apa?" tanya liora begitu melihat Arkansas yang tertidur disampingnya terbangun dan bangkit menuju pintu.ingatkan liora untuk memaki pria mesum itu nanti karna berani memeluk tubuhnya tanpa izin.tapi nanti saja,situasinya terlihat genting sekarang.
"sttt...jangan bersuara aku akan lihat dulu ada apa!" tekan Arkansas namun liora justru kini bangkit dan berjalan dibelakangnya keras kepala.arkansas mendesah dan hanya bisa menjaga liora agar tetap berjalan dibelakangnya.
deg....
"gas beracun" batin Arkansas tersentak.
"rupanya sudah dimulai,baik mari bermain" gumam Arkansas terkekeh berat.
liora mengeryit bingung mendengar suara kekehan Arkansas yang terdengar mengerikan.
"ambil masker oksigen dilaci sana dan pakai"liora yang terlihat binggung tanpa banyak tanya lagi segera melakukan perintah Arkansas begitu melihat kabut aneh memasuki kamarnya.
drap....drap...drap....
suara langkah kaki yang begitu banyak terdengar mendekati kamar mereka,Arkansas menghitung dalam hati dan menyeringai bengis kala mainannya telah datang.
"hanya 3 orang.laki-laki berusia 20-25 tahun,menguasai bela diri dan pembunuh bayaran" tekan Arkansas mulai mendeteksi keberadaan dan kondisi fisik para musuh yang mendekat.sungguh insting predator sang putra iblis Rafendra ini sangat tajam,bahkan tanpa bertatap wajah sekalipun Arkansas dapat memindai lawan dengan baik.
"tunggu! Mr Ar biarkan aku membantu,aku juga bisa melawan mereka dan mengatasi ini" ucap liora sembari meregangkan otot-otot nya bersiap melawan dengan ilmu bela dirinya jika diperlukan.
Grep....
"eh" liora tersentak kaget saat tubuhnya ditarik Arkansas kebelakang tubuh tegap pria itu.arkansas menatap ke depan sembari merangkul bahu liora lembut.sungguh pria itu tidak akan membiarkan liora terluka sedikit pun.
Krek.......
pintu hampir terbuka.
Dor........
tubuh berbalut pakaian hitam itu tumbang dengan kepala tepat tertembus peluru dari Glock milik Arkansas.liora menutup kedua telinganya akibat suara tembakan Arkansas benar-benar memekakkan telinga.
pintu terbuka dengan dua orang pria mengangga terkejut tanpa bisa bereaksi apa-apa saat peluru dari dalam kamar melesat cepat menumbangkan rekan mereka.
"sudah kukatakan,jangan menyentuh milikku! kalian cari mati!" tekan Arkansas tajam dengan kilat kemarahan yang membara menatap dua lagi musuh yang berdiri nyalang penuh kemarahan.
Liora bungkam,hatinya menghangat saat lengan pria itu merangkulnya erat penuh kelembutan sembari menatap bengis pria asing didepannya.
"lepaskan tanganmu " bisik Liora gugup kala jantungnya terasa berdetak cepat,bahkan untuk melihat Arkansas ia tidak berani.kedua pria itu tanpa aba- aba justru bergerak mundur ke arah lantai bawah.
Dor........Prank.....
suara tembakan serta bantingan keras terdengar dari sana.liora menatap wajah Arkansas panik.
"gawat!! Amber dan yang lainya dibawah!" pekik liora dan segera Arkansas menarik tubuhnya berlari mengejar kedua pria asing itu.
⚜️⚜️
"TIDAK MUNGKIN!! BAGAIMANA KAU BISA MENGETAHUI RENCANA KU,DAN BAGAIMANA KAU BISA MELUKAI KAMI?!" wanita itu berteriak nyalang sembari memandangi rekanya yang tergeletak bersimbah darah akibat terbunuh oleh Tristan yang entah sejak kapan bergerak tiba-tiba dan menembak titik vital pria malang itu,sungguh keahlian menembak pria manis itu mengerikan .meski mereka memakai pakaian anti peluru, Tristan dan James dapat mengetahui titik vital dimana tempat peluru mereka bisa membunuh lawan dengan cepat.
Kini Wanita itu berdiri bersama dua pria lagi yang baru saja tiba dan berhadapan dengan Axel,Ryu,James dan Tristan? pria itu tergeletak lemas akibat berkelahi cukup sengit tadi.
"Bagaimana kau bertanya? hahaha....dasar kampungan ! aku mata dewa asal kau ingat.tidak pernah mendengar namaku? kau benar-benar kasihan" jawab Axel mencibir.
"hahaha..bagaimana aku bisa sekeren ini?" batin Axel tertawa melihat wajah pias ke tiga pembunuh bayaran itu.
"uhuk......" tiba-tiba James dan Tristan terbatuk dan jatuh lemas .Axel dan Ryu tersentak dan tak menyangka racun pelumpuh otot ini sangat kuat.salahkan saja mereka hanya membawa serum penawar dosis rendah.
"jika bos sampai turun tangan habis kita" ucap Axel mulai emosi kala melihat kedua Kawanya jatuh tidak sadarkan diri disamping amber dan Nixon.rupanya mereka sudah merencanakan penyerangan ini dengan baik.Axel mendengus dan kini mereka memang harus membunuh dengan cepat.
Brakh.....
Duakh....
Dor.....
krakh.....
Axel menyerangan dengan beringas,mereka berkelahi dengan tangan kosong sedang Ryu meraih pistol James tadi karena katananya terletak cukup jauh.
perkelahian itu berlangsung sengit serta kedua belah pihak nampak bertarung mati-matian.
Ryu menendang kaki pria bertubuh tinggi dihadapannya,sedang tanganya memelintir tangan pria lain yang mencoba menyerangnya dari belakang.
Axel mulai kelelahan akibat gas beracun itu sempat terhirup sedikit olehnya.
Dor......
Brakh.....
srakh.....
pria tampan itu mulai tidak sabaran.satu tembakan menembus tubuh seorang pria yang berlari hendak menerjangnya.
"AAARRKKHH..." teriak pria itu kesakitan.tumbang dan tergeletak dengan darah yang terus mengalir dari bagian tubuh yang telah hancur tertembak telak oleh Axel.
"BAJI*GAN KU BUNUH KAU!!" wanita itu memaki murka namun sayang lengan kirinya justru tertembus peluru beracun milik Axel,pria itu begitu tersulut emosi kala wanita itu semakin memancing murkanya.
Ryu tumbang kelelahan bersama kedua musuhnya yang juga tumbang akibat serangan brutal pria tampan itu,Ryu bahkan mematahkan leher salah satunya dan dengan belati miliknya mengoyak perut pria satunya lagi.
"hah....hah...aku lelah,sial gas ini menguras tenagaku" Ryu terengah-engah mengatur nafasnya sebelum ikut menyusul James dan Tristan tertidur lemas.kini sisa Axel yang berhadapan dengan pemimpin penyerangan itu.
"kau Shion Takegawa,Wanita pembunuh bayaran yang bekerja bebas tanpa organisasi.kau hanya mementingkan uang tanpa perduli siapa yang memerintah mu dan siapa korbanmu" ucap Axel sembari mengelap noda darah pada wajahnya.
wanita itu tersentak dan bola matanya terlihat kepanikan ,sungguh mata dewa yang mengerikan.
"gawat!! aku harus segera pergi dari sini sebelum ikut menyusul mereka mati oleh para be*ebah sial ini" wanita itu bergerak menjauh panik sembari menekan darah yang keluar dari luka dilenganya .
"mau kemana kau!" Ujung katana yang terlihat runcing nan tajam tepat berada beberapa meter didepan matanya,salah bergerak sedikit saja maka ujung tajam itu akan merobek kulit lehernya.
TBC......
see you next chapter...