PRINCESS OF DARKNESS (My Beautiful Target)

PRINCESS OF DARKNESS (My Beautiful Target)
bahagia denganya



Hai semua jangan lupa tinggalkan jejak vote, like dan komentar ya.....🌹


PLEASE READ


bagi kalian yang punya beberapa masukan ingin drama romantis seperti apa,bisa berbagi saran ke El ya,El tunggu ide-ide bombastis dari kalian semua dan berhubungan kenapa karya ini belum tamat dan lumayan panjang tidak seperti Cinderella step sister sebelumnya,itu karna karya ini El coba buat masukin kontrak.jadi mohon sekali pada teman-teman untuk berbagi vote dan like yang banyak setiap selesai baca.itu sangat bermanfaat untuk jalan cerita ini,so... terima kasih banyak untuk yang sudah setia dan selalu membagi poin kalian disini,El makasih banyak dan maaf El tidak bisa kasih crazy up karena sehari 1 chapter saja sudah sulit dengan 2000 word,El juga punya kesibukan di dunia nyata selain nulis dan nyari ide,jadi banyak-banyak terima kasih atas dukungan kalian.i love you all 💞


...🦂...


...H...


...A...


...P...


...P...


...Y...


...R...


...E...


...A...


...D...


...I...


...N...


...G...


...🦂...



...kaulah cahaya...


...kaulah gulita...


...kaulah aliran darahku...


...kaulah obat...


...kaulah rasa sakit...


...kaulah satu-satunya wanita yang ada di hati...


...dan kutahu,kau begitu berarti...


...kaulah penyembuh rasa sakit...


...dan aku perduli,begitu bermakna...


...bawa aku dari gelapnya hati...


...dan lingkupi diriku dengan kehangatan...


...dan lihatlah dunia indah yang kau berikan...


...terimakasih cintai aku...


...dan aku benar-benar mencintaimu...


...sentuhanmu adalah penghangatku...


...semua telah mekar indah...


...terima kasih cinta...


............🔱............


sore itu ditengah cuaca yang cerah bersahabat,Arkansas duduk didalam mobil sembari masih memangku istri manisnya yang masih tertidur lelap meski ia sudah berkali-kali menganggu wanita cantik itu dengan ciuman,kecupan bahkan apapun yang terdengar berisik telah ia lakukan untuk membuat sang istri terbangun.anggotanya sudah kembali ke markas meninggalkan dirinya sendiri didalam mobil bersama sang istri.


"sayang.....bangunlah dan lihat kemana sekarang aku membawamu,sayang.....istriku bangunlah" bisik Arkansas lembut ditelinga Liora.wanita itu mengerang kesal dan kini justru semakin masuk kedalam pelukan hangat Arkansas dan mendusel manja disana.


Arkansas mengerang kala ujung hidung mancung nan mungil itu mengusel didada nya,sumpah ia sudah terbakar sejak tadi melihat bagaimana istrinya itu tidur dengan manis layaknya bayi kecil tak berdosa.


dan parahnya lagi,Liora membuka kancing kemeja Arkansas hingga dadanya langsung menjadi sandaran bantal bagi wanita hamil itu,jadi katakan cobaan apa lagi yang lebih berat dari hembusan nafas hangat yang terasa membakar didada seorang pria yang sudah lama berpuasa? well,Arkansas masih kuat.


Arkansas mengerang,sudah cukup cobaan ini! pria dengan wajah memerah itu dengan jahil menaikan tanganya dan mulai meraih resleting pakaian depan istrinya dan mulai bermain nakal disana.


gunung kembar montok itu langsung terpampang indah didepan matanya kala ia menunduk,dan dengan sedikit memundurkan tubuh sang istri ia meraup gunung kembar itu dan menggoda dengan lidahnya.


"Engghhh...ahhh....Jang..jangan Ar...ia...ah....ia aku bangun" desah Liora geli,sungguh dadanya kini lebih sensitif kala usia kandungannya semakin bertambah.


Pria tampan itu menyeringai dan dengan nakalnya justru mengigit pucuk dada indah yang telah mekar itu dengan gemas.


"AKHHHH....IHHH...kenapa digigit Ar?!!" pekik Liora dengan manik yang sukses melotot jengkel.


"hahahaha...akhirnya bangun juga malaikatku ini" gelak Arkansas tertawa puas.ia merapikan kembali dress istrinya dan mengusak rambut panjang halus itu gemas.


Plak.....


"aduh.....teganya!! kenapa kamu malah nampar aku Baby?!!" ucap Arkansas kaget kala tiba-tiba tangan mungil nan halus itu mendarat keras di pipinya.sakit? tidak,hanya pedas.


"penganggu!!" desis Liora tajam.


Arkansas terkekeh dan tanpa dosa mencuri kilat satu kecupan manis pada bibir ranum merekah bak bunga sakura itu .


cup....


"ih...jangan cium-cium!! kamu bau!!" sinis Liora merajuk.tidak bau, sungguh.justru wangi mint segar berpadu dengan kedamaian aroma hutan Pinus itu seakan mampu membawa Liora terbang jauh dalam kedamaian,namun gengsi kalau ia mengaku.bisa besar kepala si Hades satu itu.


"bau HM?!! mau merasakan aroma itu lagi" goda Arkansas jahil sembari mengerling nakal dan menatap genit dada Liora yang semakin hari semakin montok.Liora gelagapan,ia menyilangkan kedua tangannya didepan dada sembari melotot garang yang justru membuat tawa gemas Arkansas semakin menjadi.


"sudah...sudah...ia aku tidak menggoda mu lagi sayang,sekarang lihatlah keluar apa tidak mau menikmati keindahan pantai?" ujar Arkansas menyeringai mesum level tak tertolong.Liora mengeryit dan segera menoleh kearah kaca mobil, benar! pantai indah dengan pasir putih dan lautan biru disertai lambaian pohon kelapa yang berjejer disepanjang tepi jalan memukau pandanganya.


Klik.....


suara kunci mobil terbuka menyadarkan keterkaguman Liora,dan setelah itu.


Grephhhhh.....


"astaga.....Ar.... jangan selalu buat aku kaget!!" pekik Liora kesal sebab Arkansas dengan seenaknya menggendong tubuhnya ala bridal dan sungguh ia malu kala pekikan wanita terdengar ramai kala kaki sang tiran mulai memasuki area pantai.


"kyaaaa....itu romantis sekali!!"


"AWWWWW..itu CEO AR kan? astaga aslinya tampan sekali!!"


"ihhh....mau juga digendong seperti itu"


"tuan muda Wiguna itu suamiable sekali,pelukable,dan jantan!!"


" wanitanya cantik cocok menjadi istri pria manapun"


baiklah suara terakhir yang tertangkap Indra pendengaran sang Hades sungguh membuat amarahnya naik.maniknya telah memerah dengan rahang yang mengeras penuh emosi.


deg.....


Arkansas terpaku kala merasakan tangan halus itu membelai rahang tegasnya.senyum indah itu terukir sempurna dari wanita cantik pemilik hatinya lagi.sungguh demi apapun jantungnya kini berpacu tak sehat dan senyum geli diwajah cantik itu sukses membuatnya malu sendiri.


"hm...ia cantik dan hanya akulah yang boleh melihat kecantikan itu my Lovely Liora Queensia Wiguna!!" ucap Arkansas lembut.


Blushhh.....


sukses,ucapan santai dengan senyum hangat itu sukses membuat wajah merona Liora semakin menjadi-jadi.


liora menutup kedua pipinya dengan tangan mungilnya kala melihat seringai menjengkelkan Arkansas yang kembali terbit.



kini mereka telah sampai disebuah tempat makan tepi pantai yang telah di booking seluruhnya oleh Arkansas dan entah kapan pria itu melakukanya.Liora tak mau tau karena kini rasa malu lebih besar kala senyuman nakal itu terus menguasai wajah tampan pria dihadapannya itu.


"kenapa istriku sangat menggemaskan sekali? bolehkah aku memakanmu sayang?" goda Arkansas dengan kekehan jahil yang sungguh membuat kekesalan Liora semakin menjadi,hilang sudah rona malu yang sudah merekah menghiasi wajahnya tadi.


"mati saja sana!!" sembur Liora jengkel.


"uluh.. uluh...kalau aku mati siapa yang akan menemani dirimu bergelut diatas ranjang nanti hm?!!" goda Arkansas semakin menjadi,lihat.bahkan tawa renyah pria tiran itu sungguh mempesona para kaum hawa yang sedari tadi menatap mereka tanpa berkedip.bolehkah Liora menenggelamkan pria gila yang sayangnya memang tampan rupawan itu ke laut? frustasi,Liora ingin menangis rasanya kala harus menghadapi perubahan sikap Arkansas yang satu ini.lebih baik ia melihat Arkansas dalam mode iblis dari pada raja modus bin mesum ini.


merah, sungguh wajah Liora merah padam kini.Arkansas terkekeh geli dan dengan gemasnya menarik pipi chabby istrinya hingga liora harus meringis merasakan cubitan cinta dari Suaminya itu.


"khem....baiklah tapi ingat sayang,pipi merona ini hanya boleh merona karena diriku.jika ada pria lain yang membuatmu merona seperti waktu itu,akan kupatahkan semua tukang dari pria itu" ucap Arkansas serius.


Liora mendesah pasrah,Arkansas dan segala sikap posesifnya.


" aku tak main-main sayang,jangan coba-coba menguji kesabaranku.kau milikku semua yang ada padamu adalah hak mutlak diriku!!" tekan Arkansas final.


"ia..baiklah " jawab Liora pasrah.


tersenyum puas dan kini Arkansas mulai memanggil pelayan.


"bawakan satu gelas fresh fruit smoothies,satu cangkir ekspresso,satu porsi Arabiatha pasta dan satu porsi dumpling tofu" ucap Arkansas setelah mengecek sebentar buku menu.


"Ar....aku mau es bukan jus dan aku mau pasta juga!!" rengek Liora tak terima atas apa yang Arkansas pesan untuknya.


menggeleng dan tersenyum hangat mengusap pipi sang istri,sungguh pelayan wanita yang melihat Liora sangat iri ketika pria most wanted man in London itu telah punya pemilik,patah hatilah seluruh wanita di Eropa.


"tidak sayang...kamu sedang hamil jangan makan dan minum yang terlalu ekstrem.es tidak baik apalagi makanan berbumbu seperti pasta,sudah kamu makan saja yang aku pesan.aku jamin kamu pasti suka sayang,lagipula ini tempat makan kesukaan mom dan dad.percayalah padaku" ucap Arkansas membujuk.dengan ragu Liora terpaksa setuju,tidak mungkinkan Arkansas mengajaknya makan ditempat sembarangan.


tak lama menunggu,chef direstoran ini bergerak cepat saat menerima pesanan dari pria paling berkuasa di London itu,dan kini semua telah terhidang diatas meja.



cofee expresso itu begitu menggugah kala aroma dari asapnya menguar memikat penciuman.



smoothies fresh fruit juga tersaji indah dengan potongan-potongan kecil jeruk manis sebagai penghiasnya.



Liora menghirup aroma gurih dari Dumpling tofu yang Arkansas pesankan untuknya,wanita cantik itu tersenyum senang,pilihan Arkansas benar-benar tak pernah mengecewakan.



Arkansas sendiri sudah mulai mengangkat garpu ditanganya demi menikmati pasta yang dirinya pesan.


"apakah enak sayang? kau suka?" tanya Arkansas lembut kala Melihat senyum puas sang istri terbit lebar.


"hm...enak sekali, terimakasih Ar!" ucap Liora dengan senyum manis yang terbit indah diwajahnya.


"jangan terlalu sering tersenyum ditempat umum,aku tak suka melihat orang lain melihat wajah cantikmu lapar! cukup saat hanya saat kau bersamaku" ucap Arkansas tegas.Liora masa bodoh dan hanya mengangguk sembari menikmati makanan lezat yang terhidang dihadapanya.


setelah puas menikmati hidangan sembari menikmati pemandangan tepi pantai,Arkansas mengajak sang istri berjalan-jalan menikmati sunset sebelum kembali ke mansion.


...........🔱..........


Ara memasuki Mansion dengan lengan Dexter yang setiap merangkulnya posesif hingga.


"ARA...MY CUTY LOVELY SISTER!! KAMU SUDAH PULANG? SINI BILANG SAMA ABANG TRISTAN,SIAPA YANG SUDAH MEMBUAT MASAKAN MOMMY JADI MUBAZIR DAN LITTLE SIS TRISTAN HAMPIR MENANGIS,SINI KASIH TAU BIAR AKU RATAKAN WAJAHNYA!!" suara heboh Tristan terdengar nyaring menyapa gendang telinga semua orang.Ara menutup telinganya kuat kala telinganya terasa berdengung akibat ulah manusia satu tanpa akhlak itu.


lihat,bahkan pria berwajah babyface itu mulai berlari turun dari lantai dua melalui tangan sembari menggulung lengan bajunya hingga bahu,sungguh mode siap gelut Tristan benar-benar lucu.


Anggi tertawa geli dengan dengusan jengah Ryu dan juga Rion yang sibuk membantu Axel kala pria itu terlihat serius dengan laptopnya.


"Halah...masalah sudah selesai juga Tan...Tan...mulutmu masih saja merepet diam sajalah!!" sembur James yang asik dengan kacang goreng dan juga PS yang tengah ia mainkan dengan Freya,ayolah selagi ada waktu kosong main sedikit tidak masalah bukan? Freya dan James berpacu dengan waktu bergelut menjadi raja Games selanjutnya .


"diamlah kau supir !" dengusan Tristan terdengar sekali jika pria manis itu sangat jengkel.


"eh...eh... Medusa itu diapakan oleh si bos?!!" James ikut nimbrung kala permainan telah berakhir.


"kau curang James!! mana ada main curi star duluan!!" amuk Freya sembari membanting stik PS nya.


"sudah diamlah...anak perempuan itu mainya boneka bukan Games sniper!!" cibir James ponggah.Freya emosi,gadis itu bangkit dan tanpa aba-aba ia mencekik leher James kuat.


"akh...aduh...he..hei..kau mau membunuhku!!" sial,sumpah nafas james hampir putus akibat sadisnya kelakuan gadis polos-polos setan dihadapanya itu.


"Freya...Freya...sudah kasihan kakakmu!!" lerai Anggi sembari tak kuat menahan keram akibat terus tertawa melihat kelakuan anak-anaknya.


" dasar banci!!" ejek Freya jengkel.


"nenek lampir!!" balas James setelah berhasil mengatur nafasnya yang tinggal sebiji,mungkin?.


Tristan memijit keningnya pusing,ia melirik Ara yang sudah duduk dengan Rafendra yang setia mengelus rambut panjang putrinya sayang dan Dexter yang sudah sibuk bicara apa dengan Axel,entah dia tak perduli juga.


"uhuk..baiklah Ara,katakan Medusa itu sudah diapakan oleh si tiran?" tanya James lagi masih penasaran .


"mau tau,tanya saja pada Axel!!" Dexter menjawab cepat kala melihat wajah berfikir keras Ara.


"ia..ya, badut-badut itu kakak apakan ya?" Ara bergumam pelan ikut penasaran juga.


"nah si bos kemana? asik saja dia belum kembali sampai sekarang!!" ucap Tristan sembari merebut mangkuk kacang milik James.


"ya nih setan main sambar saja,sana minta Maid ambil makanan lain! kenapa kau malah main sambar punya orang!!" amuk James kala tanpa bisa dicegah kacang goreng itu justru banyak yang jatuh di pangkuannya.sayangkan!.


" orang pelit kuburan sempit!!" jawab Tristan masa bodoh.


sudah,James diam.jika adu mulut dengan Tristan sama saja bicara dengan tembok,tak ada menangnya.


"hahahaha...itu tidak perlu kau tanyakan James,kau seperti tidak tau bagaimana si iblis itu saja!!" sambung Axel tergelak samar.


"memangnya apa yang kakak lakukan?" tanya Ara penasaran.


para pria itu saling melirik kala pelototan tajam ibu ratu terlihat mengerikan.


"hahahaha..tidak perlu cemas putriku,kakakmu paling hanya memecat mereka saja" Anggi menjawab enteng tak perduli kekehan geli suaminya.


"bagaimana mommy tau?" tanya Ara curiga.anggi mengangkat bahu acuh dan kembali mengupas apel untuk camilan Rafendra suaminya.


" lihatlah betapa polosnya adikku itu" batin Tristan tergelak nista.


"ya Tuhan malaikat ditengah para iblis ini!!" batin Dexter menangis kejer.


"hahahaha....entah mengidam apa istriku saat mengandung Ara,astaga keluargaku yang manis!!" batin Rafendra terbahak tak habis fikir.


" untung putriku waras" batin Anggi melirik sengit putra dan suaminya yang nampak salah tingkah.


" hm...iakah?" gumam Ara pelan.


...TBC...