PRINCESS OF DARKNESS (My Beautiful Target)

PRINCESS OF DARKNESS (My Beautiful Target)
the akward time



Jangan lupa untuk selalu tinggalkan jejak vote, like dan komentar ya.....🌹


Selamat berpuasa bagi semua reader Muslim pembaca MBT...Love you so much...thanks for


stayπŸ™



...☘️ H A P P Y R E A D I N G ☘️...


Seminggu telah berlalu,dan kabar akan hubungan manis yang telah terjadi menerpa anak bungsu BE itu telah sampai ke telinga para orang tua.dan kini,Sakura yang sudah dipaksa untuk tinggal dan menetap selamanya di London harus tahan akan keabsurd-an semua anggota keluarga Wiguna.


yah,dimana para ibu dan para menantu mereka semua sangat akward,sedang para pria disana entah? sakura merasa bahwa mungkin dinginnya kutub masih kalah dengan tampang es para pria BE itu,terutama ayah mertua dari Liora dan sekaligus ayah dari suami wanita berparas cantik itu sendiri.Yah,pria tua namun begitu karismatik.Rafendra Wiguna dan putra sulungnya Arkansas Dimitri Leander Wiguna.


kedua pria itu,berbeda usia namun mampu membuat siapapun terasa segan untuk bicara.


dan disinilah wanita itu sekarang.sakura! gadis itu tengah panas dingin ditatap sengit oleh sebasang pria dan wanita yang cukup berumur namun terlihat jelas sisa kuasa mereka dimasa muda.


"jadi? apa yang kau lihat dari bocah tengil itu?"


God Damn !!


mengapa mulut tiran tua masih saja nyelekit?


Semua mata menatap ngilu akan suara dingin seorang Rafendra.bahkan Tristan sedari tadi terus mendumel jengkel akan perilaku salah satu ayahnya itu.


Anggi meringis tertahan melihat wajah calon menantu nya itu,wajah gadis itu kini pucat pasi akan aura dominan tak tersentuh seorang Rafendra.


Arkansas merotasi bola matanya malas akan tingkah ayahnya itu.sementara Liora dan Kayra mereka sibuk menatap iba calon adik ipar mereka.


" dedemit kau dad!! bagaimana jika aku tidak jadi nikah karena mulut nyelekit mu itu?! oh ayolah mom...hentikan suami tiranmu itu!!" Batin Tristan menatap melas pada Anggi .


"sudahlah dad!! sejak kapan kau jadi seperti ibu-ibu kurang kerjaan ?! lihat...wajah jelek kedua orang itu!" Ucap Rion menunjuk pada wajah pucat Sakura dan wajah jengkel Tristan.


Rafendra melirik sekilas putra keduanya sambil menyeringai.


"diam kau...dad tidak bicara padamu! bicara lagi akan dad suruh kayra menceraikanmu!!" sentak Rafendra dengan senyum menyebalkan dimata Rion.


"alah...walau dad suruh,kayra tak akan mau bercerai dari pria mapan dan kaya raya sepertiku.lagipula aku ini suami idaman para wanita..kau tau!" sombong Rion balas menatap ayahnya mengejek.


Rafendra terkekeh.


"benar kayra?" Ucap Rafendra melirik menantunya santai.


"tidak dad!! kalau dad menyuruhku cerai dengan pria bodoh ini,aku akan dengan senang hati cari suami baru!!" jawab kayra santai.


jleb....


double kill.....


Rion melongo sembari menatap syok wajah ayah dan istrinya yang nampak satu tim dalam menistakan dirinya.


"HM! benar mami...opa...raider dan raino juga mau papi baru!!" kompak pekikan rusuh kedua cucu kembar Wiguna.


Triple kill....


bunuh saja Rion sekarang!!!


pria malang saudara kembar Arkansas itu menyentuh dadanya syok dan menatap ngeri kedua putra durhakanya itu.


baiklah,untuk sementara suasana kembali mencair saat ulah Kayra dan kedua putra kembarnya yang asik menistakan seorang Arion.


"boys...tega..tega sekali kalian pada papi!!" drama Rion syok.


Anggi menggeleng miris,sejak kapan salah satu putranya jadi menye-menye begini?.


Anggi menggeleng miris....


Liora sibuk tertawa dengan Arkansas yang setia mengusap air mata istrinya yang sedari awal terus tertawa melihat tingkah laku keluarganya.


"papi itu kata Oma menye-menye, kami mau papi yang kaya Daddy Arkansas dan pintar seperti papi Axel!! ini apa...masa pria dewasa mewek di bully mami!!" ujar Raino tanpa dosa.


"bocah setan ini!! kalau papi lawan mami-mu itu bisa dipotong rudal papi!! belum lagi jatah yang ditunda...masih bagus ditunda kalau tidak dikasih bagaimana coba? bisa puasa papi!! hadeh.....punya istri, anak,ayah, ibu tidak ada yang beres!!" batin Rion jengkel.


"apa kamu melotot begitu!! mau dad congkel itu matamu!!" sentak Rafendra bengis kala Arion yang terus menatap ia,kayra,kedua cucunya dan terakhir istrinya itu dengan horor.


"semerdekamu sajalah dad!! orang waras mengalah" putus Rion jengah.


"papi Cemen!! sorak si kembar serempak.


"heh...kosa kata dari mana itu ?!!" Kesal juga Rion lama-lama menghadapi kedua anak setan buatannya itu.


sungguh Rion benar-benar kasihan.....


"dari mommylah!!" kompak keduanya.


kini semua mata menatap Liora yang menatap binggung.


"loh...kenapa dari mommy!!" tunjuk Liora pada dirinya sendiri heran.


kedua kembar itu datang dan duduk diatas karpet bulu dibawah kaki Daddy dan mommy mereka itu.


"kapan ya Der? aku lupa kapan mommy bilang kata itu" Raino bertanya pada saudara 5 menitnya.


Raider berdecak malas dan mengangkat jari telunjuknya diatas dagu ,pose berfikir aktif.


"payah!!" gumam Raygan yang entah datang dari mana dan kini duduk disamping sang ibu sambil mengelus perut buncit Liora lembut.


"ya!! Raino ingat!! itulah...waktu kita lewat kamar Daddy yang baru selesai di dekorasi ulang!! yah...waktu mommy bilang!! ah...ah....Ar...kamu Cemen Ar!! nah begitu!!" ucap polos Raino sembari bertepuk tangan heboh akan kepintaran dirinya mengingat.


"ya..ya..ya..payah itu sama dengan Cemen!!" sorak Raino akan pemikirannya.


Blushhhh....


wajah Liora maupun Sakura memerah penuh malu,Anggi terbahak seketika dan Rion maupun Arkansas yang sudah sukses memerah pada daun telinga mereka,meski wajah datar Arkansas sukses menutupi rasa malunya.Rafendra? pria tua itu sudah terkekeh sembari menggeleng menatap kedua cucu kembar geli.


Rayganta? bocah tampan itu mendesah iba menatap kelakuan bodoh Raino.


"sudah...sudah.....ini Oma sama Opa kalian mau bahas masalah paman Tristan kalian!! ini kenapa malah mengacau coba? pusing Oma lama-lama!!" lerai Anggi menggeleng cepat diikuti deheman keras Rafendra yang sudah berhasil menghentikan tawa mereka.


"oma pusing minum obatlah!!" jawab Raino santai.


manik Anggi melotot garang!!


wah...kurang asam iblis kecil ini!!


"RAINO!! OMA PUKUL PANT*TMU ITU YA!! SINI DASAR BOCAH NAKAL!!"


"LARI!!"


kedua bocah itu berdiri serempak dan berlari ngeri melihat wajah marah nenek mereka itu.


sudah!!


kayra bersumpah tidak akan menambah buntut lagi,masa bodoh dengan Rion yang terus membujuk untuk menambah anak.entah apa pria itu lupa akan siksaan melahirkan kayra dulu?.


"jadi? " kini ketenangan kembali, Rafendra kembali bertanya pada sakura yang terlihat masih diam sedari awal tak berani ikut bergabung.


"sa...saya...dan...dan Tristan saling mencintai, tuan besar wiguna.dan kami berjanji akan menikah kelak" ucap sakura pelan.sungguh rasanya suaranya tenggelam begitu sorot mata tajam itu menghunus.


"benar dad! Tristan mohon Daddy jangan meragukan kami!!" kali ini Tristan yang bersuara.


"Tristan...pernikahan bukan hal yang bisa kamu anggap sepele seperti permainan short Gun,atau senjata api lainya!! semua butuh komitmen, kepercayaan,dan persiapan yang mapan! cinta memang dibutuhkan,namun siap tidaknya mental kalian akan menjadi soal lain yang paling utama! mom hanya tidak ingin kalian menyesal nanti!" Anggi berucap bijak,yah.wanita itu tau,jika membiarkan mulut pedas Rafendra yang bekerja,maka semua akan hancur total.


"mom...daddy...Tristan tau..diantara semua putra kalian,hanya Tritan yang masih nol besar dalam cinta! tapi sakura....Tristan sadar apa yang hati Tristan rasakan dan apa yang hati ini inginkan...jangan khawatir mom...dad...Tristan bersumpah akan berubah demi bisa membuat sakura bahagia,dan Tristan janji akan berusaha menjadi suami hebat seperti Daddy kelak!!" ucap Tristan mantap.maniknya menyorot teguh dan tangan yang setia menggenggam tangan dingin sakura yang kini mulai menghangat.


Rafendra dan Anggi saling menatap sejenak.tersenyum dan mengangguk ringan.


"baiklah...Daddy akan bahagia jika kau berubah lebih dewasa Tristan.bagaimanapun,selama ini kau tanggung jawab kami,sampai kau menikah baru tugas kami selesai" ucap Rafendra hangat,sungguh rasanya ingin sekali Tristan melompat girang kala si Tiran tua itu,untuk pertama kali dalam hidupnya berbicara manis.bagaimana tidak? seumur Tristan hidup dan bersaudara dengan para keparat Be itu,tak sekalipun mulut seorang Rafendra itu mau berbicara manis,yah.karena biasanya pria itu hanya akan bicara pedas nyelekit hati.dan hanya Ara juga Anggi saja yang menjadi pengecualian.


tentu....mereka itu istri juga putri satu-satunya,ya jelas seorang Rafendra akan baik-baik pada kedua wanita itu,untuk para putranya? maaf saja ia tak mau repot menebar senyum mahalnya.yah,definisi orang tua laknat seperti inilah dia.


"sudah...sekarang istirahat,malam sudah larut dan anak-anak harus tidur!!" putus Arkansas menyudahi percakapan hangat mereka.


"nah sakura.. mom harap kamu betah tinggal disini sampai kalian menikah dan tinggal dirumah putra bungsu mommy kelak" Anggi tersenyum lembut dan menepuk pucuk kepala sakura sebelum berlalu setelah mengusap manis para cucunya.


"selamat Malam semua" pamit Liora yang sudah dipapah Arkansas menuju kamar mereka.


Arion telah menggendong kedua putra kembarnya dalam satu kali usaha,dan Kayra hanya berkedip nakal menatap pasangan baru itu.


"ingat...kalau mau olahraga jangan keras-keras,nanti didengar para makhluk halus.Tristan,kau tau kini semua kamar tidak lagi kedap suara seperti dulu.jadi.....hati-hati kalau mau...khem!!" goda Kayra jahil.


dan akhirnya,wanita itu pergi dengan tawa keras tak kenal waktu hingga suaminya harus menutup mata malu akan lirikan menahan tawa para maid maupun penjaga yang tak sengaja melintas.


Blushhhh


wajah sakura memerah dengan wajah penasaran Tristan.


"istri ap-"


"siapa istrimu?! diam dan pergi tidur sana!!" sentak Sakura menahan malu ,Tristan melongo! ini kenapa calon istrinya tiba-tiba galak begini? yah Tristan linglung saat sakura beranjak dan masuk ke kamar tamu dengan langkah cepat .


"tutup mulutmu itu paman"


Rayganta melangkah entah sejak kapan sembari memasukkan kedua tangannya kedalam saku ,bocah tampan itu menatap datar wajah bodoh salah satu pamannya itu.



"bodoh!" berlalu pergi dengan malas kala Tristan bersiap menyembur lahar pada keponakan kurang ajarnya itu.


"Ganta!!! dasar bocah es!!" geram Tristan tak terima kala kata bodoh kembali menyembur santai dari sosok iblis kecil berwajah malaikat itu.


mengangkat bahu acuh dan putra sulung Arkansas itu berlalu memasuki lift menuju kamarnya meninggalkan Tristan yang tengah kesal setengah mati.


"sabar Tan...sabar.....orang ganteng memang banyak cobaan" gumamnya percaya diri.


yah,malam akward keluarga Wiguna semakin berlanjut.


........🍁........


tiga orang bocah tampan dan seorang gadis kecil tengah berdiri sembari mendongak kearah sebuah pohon mangga cukup besar disalah satu gedung Primary School terelit di London.sementara diatas pohon itu terlihat dua orang bocah laki-laki yang terlihat baru saja sampai setelah susah payah memanjat.


"alarik...yang itu..yang itu!!" jerit si gadis kecil berkuncir dua riang.


"Kanan..kanan..itu..itu besar max!!" suara Diego menyahut heboh.


"Berisik!! heh..kutil unta!! kalian fikir enak apa manjat ini pohon,sini tukar kamu yang panjat kita yang nadah!!" amuk Maxim yang ikut memanjat bersama Alarik.


"Maxim Baper nih!!" ejek Diego terkikik hingga.


Dukhhh....


tiga buah mangga berukuran cukup besar jatuh menimpa wajah ketiga bocah yang sedari tadi sibuk heboh sendiri.


"Laknat!!!" Raino terlonjak kaget.


"MAMI!!"Acella menjerit sakit.


"Eh.. ku...kutil badak!!" latah Diego kaget.


Bwhahahha....


Tawa Ryuga,Xain,Raider,Gion pecah.sedang Rayganta? bocah sedingin es itu hanya menyeringai tipis malas meladeni ulah gila saudara-saudaranya.


"apa kalian sudah kehabisan uang saku sampai mencuri mangga begini? " ejek Rayganta mendesah prihatin.


"mangga curian lebih enak Gan,dari pada beli pakai uang sendiri" sahut Diego sembari menyengir bodoh.


"bodoh!!" balas Raygan jengah dan beranjak pergi pusing akan tingkah saudara-saudaranya itu.


"yah....dia kabur!!" desah Alarik yang masih betah dalam gaya ala monyetnya diatas pohon.


dan yah,mangga satu pohon itu habis tak lama setelah kedua bocah tampan itu turun.entah mereka makan atau buang? yang pasti penjaga sekolah miris menatap anak-anak orang kaya kurang kerjaan seperti Mereka.


poor men!!......


.......🍁........


Great Building WJC Grup....London 08.00


Kaca jendela berlapis tebal yang menghantarkan pemandangan apik dari hiruk pikuk ibu kota dari Inggris itu terpantul apik dari celah manik tajam seorang pria yang kini terlihat berdiri tegak menghadap jendela.


sebuah bangunan gedung megah kembar berlantai 50 itu menjadi tempat bagi sang penguasa clan Wiguna berdiri kokoh memandang dunia.


"apa kau sudah dapatkan jejak wanita itu,Axel?" suara dingin tanpa riak itu terdengar berat tanpa emosi.


Axel,pria tampan dengan kaca mata membingkai sorot mata cerdasnya mendesah berat.


"huft....kau tau brother,bukan aku sudah katakan sebelumnya? wanita J*lang itu menghilang bak ditelan bumi sejak kebakaran pusat uji coba kita" Axel menutup laptopnya pelan sedikit was-was saat sorot mata tajam Arkansas bak menguliti dirinya perlahan.


"ayolah!! Ryu, Cristal,bahkan James dan Silver sudah kuturunkan untuk mencari.namun setan betina itu entah kemana? dan kurasa mayat yang kita temukan itu memang sengaja diletakkan untuk mengelabui kita! tapi kau tau,BE tidak sebodoh itu untuk tertipu dengan trik sampah seperti itu! entah siapa yang sudah membantu wanita itu!!" Axel kembali bersuara berusaha berkelit saat aura didalam ruang executive itu terasa sangat mencekam.


"aku tak perduli, sebelum istriku melahirkan.temukan sampah murahan itu!! aku merasa ada sesuatu yang salah akan terjadi!" Arkansas berujar dingin dengan sorot mata menerawang.


entah? selama beberapa hari sejak insiden Tristan dan sakura,Liora.istrinya itu sering mengalami mimpi buruk dan berakhir ia harus terjaga sepanjang malam demi mengawasi istri bunga hatinya itu kembali tertidur meski dirinya sendiri berakhir mengenaskan dengan kantung mata parah.namun Arkansas tak masalah selama istrinya bisa tidur pulas hingga fajar.


...TBC...


akan menuju klimaks berat..........


stay here don't go anywhere πŸ™