
...Vote,Like dan Komentar ya ❣️...
...🌴...
...H...
...A...
...P...
...P...
...Y...
...R...
...E...
...A...
...D...
...I...
...N...
...G...
...🌴...
Helaan nafas berat terdengar penuh kekesalan dari dalam sebuah ruangan yang berfungsi sebagai tempat seluruh keluarga besar berkumpul.
sesosok anak laki-laki tampan dengan wajah dingin dan acuh nampak tak perduli,sembari memangku tubuh mungil sang adik dan mengelus pipi bulat memerah serta beraroma susu bayi itu dengan lembut.bahkan dirinya tak perduli sedang tak memakai baju akibat baru saja selesai latihan pertahanan bersama beberapa anggota Be.
...( picture hanya pemanis )...
anak itu bahkan tak perduli akan wajah nelangsa para saudaranya yang lain.
"RAIDER! APA MAMI HARUS CUCI OTAKMU JUGA AGAR TAK GILA SEPERTI ADIK JUGA PAPIMU ITU,HAH?! ADUH...BISA GILA AKU LAMA-LAMA PUNYA PUTRA DAN SUAMI TIDAK ADA YANG WARAS!!" kayra meraung murka melihat wajah pura-pura polos sosok suami juga kedua putranya itu.
Rion melirik kedua putranya dengan sorot mata puas yang disimpan apik dalam mimik wajah gusar!.
Raider mendesah sembari mulai menutup kedua telinganya dengan earphone.
Raino? anak laki-laki jahil bin rusuh itu kini terlihat menunduk seakan bersalah meski kini senyuman diwajahnya terbit lebar kala mendengar buah dari perbuatan mereka.yah,ia menunduk agar sang ibu tak melihat senyumannya atau Kayra akan semakin mengamuk nanti.
"RAIDER..RAINO..JAWAB!! KENAPA KALIAN DAN SAUDARA-SAUDARA KALIAN SAMPAI MEMBUNUH ANAK ORANG?! ADUH DARAH TINGGI AKU LAMA-LAMA!!" kayra mengamuk,bahkan ketiga pria berbeda usia itu langsung tersentak kaget hingga mengelus dada akibat suara raungan sang ibu ratu Arion.
"am..ampun mami!! bu..bukan,mana kami tau anak gajah itu akan mati! bukan salah kami juga,benarkan brother?" Raino gagap dan seketika menarik para saudaranya agar ikut bergabung paduan pembelaan diri.
Amber mengelus punggung wanita yang nafasnya sudah naik turun itu.
"nah...sekarang beri tahu mami apa yang sebenarnya terjadi sampai anak itu tewas? kalian tukang bully?!" Mata amber memicing menatap anak-anak berwajah tampan yang tengah duduk menunduk kepala dihadapan para ibu yang menatap penuh ancaman.
yah,berwajah tampan bak malaikat pemikat namun sayang.wajah tampan yang ternyata begitu apik menyembunyikan bakat-bakat calon keturunan Lucifer.
"mami enak saja kalau bicara! mana ada kami prince of Dante membully. dia mati itukan takdir bukan salah kami" Alarik mendengus dan menjawab sang ibu dengan tidak terima.
enak saja! si Fathan mati adalah takdir,kenapa ibu mereka ini main seenaknya saja mencurigai mereka sebagai tersangka!
big no!.
"jangan bohong! Mrs Patricia sudah memberi konfirmasi kedatangan kalian kekelas Matahari sebelum anak itu dilarikan kerumah sakit oleh pihak sekolah!" Jessy sakit kepala, anak-anak nya ini apa mereka keturunan iblis? bisa-bisanya setelah melenyapkan nyawa orang lain begitu santai.
sungguh Jessy tidak tau,betapa banyak nyawa yang melayang sebelumnya ditangan suami dan juga para Wiguna man.
anak-anak ini masih pemula!.
benar-benar pintar menyembunyikan cakar dalam bulu lembut kasih sayang rumah tangga.
poor para istri Be(- amber,Kayra juga Liora)
"ck...mami,kenapa percaya kata itu guru menor coba?! dia itu saja sudah pulang waktu kejadian si gajah dibawa ke rumah sakit, lagipula tanya saja sama papi Axel,bukan kami kok!" Maxim melirik wajah kalem sang mata dewa.Axel mendengus,dasar anak-anak nakal!.
melempar tanggung jawab pada dirinya! Axel entah merasa harus tertawa atau menangisi kelakuan para putra mereka.
Kayra menghela nafas,Liora menggeleng kepala mencoba positif thinking mungkin saja putra mereka benar,lagipula mereka masih anak-anak tidak mungkin juga mampu hingga menghilangkan nyawa orang lain.
sungguh Liora yang dibutakan sikap manis Raygan saat dirumah,hingga bahkan wanita cantik itu tak mampu melihat sosok devil dalam diri anak laki-laki tampan berwajah malaikat putranya itu.
yah, terkecuali Arkansas dan Rafendra yang tertawa puas dalam hati melihat tumbuh kembang calon penerus tahta Wiguna itu.
Axel memijit pelipisnya pusing.mata tajam Jessy,angel, Daisy, Starla, dan kini bahkan istrinya sendiri menghujam dirinya.
"nasib begini sekali punya keluarga tidak ada yang waras!" batin Axel nelangsa.
"jadi cepat katakan? kenapa itu si anak gajah mati!" cecar amber yang tak sadar mata melotot para istri Be yang lain hingga.
"AMBER....ASTAGA ITU MULUT LEMAS SEKALI!" pekik Daisy frustasi.
"oh please...my amber yang cantik,janganlah kamu ajarkan anak-anak nakal itu menghina orang lain!" Starla yang tertua diantara para menantu Wiguna rasanya ingin menangis melihat wajah seakan tak berbuat dosa istri dari Axel itu.
"ck..ia..ia...namanya juga kelepasan!" Amber menyahut malas.
dan akhirnya kini fokus kembali pada axel yang hampir memilih tidur menemani balita cantik yang asik sendiri tertidur diatas karpet bulu ditengah ruangan setelah sang kakak meletakkan tubuh bayi manis itu agar duduk sendiri ,balita yang sungguh tak perduli keributan yang tengah terjadi.
"khem.. baiklah " jeda sejenak,Axel menatap Rion yang tengah menyembunyikan seringai liciknya dari sang istri,Kayra.
"jadi begini.... sebenarnya anak itu meninggal karena serangan jantu-"
"HEI..APA KAU MASIH WARAS AXEL?MANA ADA ANAK UMUR 9 TAHUN SERANGAN JANTUNG DAN TEWAS TIBA-TIBA! APA KAU GILA?!"
mulut Axel terkunci akibat suara membahana Jessy yang dengan seenaknya memotong penjelasan darinya.axel sungguh ingin sekali mencekik istri dari Marcel itu sampai mati.
sabar...sabar....
berulang kali Axel memperingati dirinya sendiri bahwa itu adalah istri dari saudaranya sendiri.
"Itu bisa saja terjadi dalam beberapa kasus medis kecil ,Jessy! kalau tidak percaya tanya saja pada Gabriel atau Rion sana! kau ini sungguh membuatku jengkel!" umpat Axel pada akhirnya.
dan saat semua mata para wanita itu menatap kedua sosok pria yang disebut oleh si mata dewa,dan keduanya mengangguk mantap.
sungguh kebohongan manis yang bahkan dilakukan tanpa berkedip.
"ya sudah..kau tidak perlu kebakaran jenggot juga ya Axel! namanya aku tidak tau,ya ku tanyalah! pria mulutnya bocor sekali" sinis Jessy jengkel melihat raut wajah tak santai Axel.
amber terkekeh,suaminya kalau sudah marah memang mulutnya tak kalah seperti wanita.
menghembuskan nafas dan Axel segera meraih gelas berisi ice lemon tea miliknya dan meneguk habis .
"tapi meski begitu...kalian harus terima hukuman dari Granpha!"suara dingin disertai seringai licik dari sosok yang kini sudah tak lagi muda itu sukses membuat senyum iblis putra-putra BE itu lenyap.
dan setelah pembahasan kenakalan para anak-anak itu, akhirnya para suami bergegas pergi menuju ruang kerja Arkansas dan para wanita sibuk bergosip sembari mengawasi anak-anak.
Rayganta berjalan mendekati sang ibu Liora,anak laki-laki berwajah datar itu tiba-tiba mengulurkan tangan dan menyentuh wajah halus ibunya.
"mommy...are you okey? wajah mommy sedikit pucat" Rayganta bertanya dengan suara cemas.
wanita cantik istri dari Arkansas itu tersentak mendengar pertanyaan sang putra.menggeleng dan tersenyum manis.
"mom baik-baik saja sayang,mommy tidak merasakan apa-apa" jawab Liora sembari tersenyum dan mengusap sayang Pucak rambut lebat putranya.
Rayganta mengangguk dan mengecup pipi sang ibu dengan sayang,berlalu menuju sang adik yang terlihat mulai menangis akibat ulah para saudaranya.
kayra dan amber saling melirik,dan yah! mereka melihat apa yang Rayganta ucapkan memang benar.
"Liora"
hening tak ada sahutan dari sang empu nama.
kayra mengernyit bingung.
"Queen"
kali ini amber yang memanggil dengan suara sedikit lebih keras,namun Liora masih diam nampak melamun.
Jessy,Daisy,angel,juga Starla mulai memberi perhatian dimana sebelumnya mereka tengah sibuk bergosip.
Ara,Freya,Cristal,juga Anggi tengah sibuk di dapur membuat camilan sore.
"ada-apa kay? amber,kenapa kalian heboh begitu?" Jessy mendekat dan duduk disamping amber yang terlihat wajah mulai berubah,terlihat cemas.
hingga...
istri dari Arkansas itu terus melamun sambil menatap sosok kecil Arshenio,Archana juga sosok putra sulungnya, Rayganta.
Liora tersentak,wanita itu mengusap dadanya yang terasa berdebar akibat kaget akan suara keras Kayra.
bahkan atensi para anak-anak mulai teralih menuju kursi berkumpul para ibu mereka.
Liora mengerjap,menatap linglung wajah cemas Kayra juga sahabatnya yang lain .
"mami ada-apa teriak? lihat ,baby Archa terkejut!" Raino menegur kesal sang ibu ,yang sayang tidak digubris oleh Kayra sendiri.
"kalian kembali bermain ibu kalian ini punya urusan privasi,sekarang pergi sana hus...hus..." ucap Amber seenak jidat seakan para putra mereka itu adalah anak kucing!.
raider mendengus,dan berbalik diikuti para saudara nya yang lain.
rayganta?
anak itu terlihat menatap wajah sang ibu penuh arti.
ini seperti halusinasi!.
kini wajah ibunya terlihat segar,wajah pucat tadi seakan fatamorgana yang hilang dalam sekejap.
bahkan Kayra dan amber mengucek mata mereka tak yakin akan apa yang mereka lihat beberapa detik yang lalu.
apa ini?.
"Kayra ada-apa?" Liora bertanya setelah kesadarannya pulih atas ulah Kayra sesaat yang lalu.
"ahhh...maaf Liora,aku lupa" sentak Kayra linglung sendiri.
semua kembali seperti keadaan semula hingga brownies panggang Anggi dan putri juga kedua menantunya jadi.
"tea time kids!!' seru Ara heboh.
semua berkumpul riang,bahkan para anak-anak itu berebut menyuapi Archana dengan Arshenio yang di gendong oleh Cristal dengan riang.
kaura menatap lagi wajah Liora,hatinya bergetar akan perasaan aneh yang menjurus pada hal yang tak baik.
kecemasan!
ketakutan!
ilusi!
kayra harus segera menemui Arkansas dan bertanya tentang ilusi yang baru saja matanya tangkap.
harus!.
.......🌴.......
Angin dingin mengantarkan tidur pulas semua insan manusia,malam yang tenang dipenuhi awan gelap kala langit tak menampilkan satu bintang pun kala itu.
Seorang wanita cantik tengah berdiri didepan sebuah tempat tidur besar berisi dua orang balita berwajah rupawan yang nampak tertidur pulas.
"sayang mommy......" Liora menatap begitu lembut nan teduh wajah kedua bayi kecilnya.entah? dalam beberapa hari belakangan hatinya terus gelisah.
Dalam tidurnya ia selalu melihat sosok ayahnya juga ibunya selalu melambai dan tersenyum kepadanya,Liora bahagia pada awal mimpi itu datang,namun lambat laung semua terasa tidak pada tempatnya.
Grephhhh......
pelukan hangat disertai kecupan lembut mendarat di lehernya kala aroma maskulin yang sudah ia hafal diluar kepala kini tengah melingkupi dirinya.
"kenapa belum tidur dear? ini sudah lewat tengah malam,Liora....kalau kamu sakit bagaimana istriku?" Arkansas bertanya lembut kala senyum teduh Liora menjawab seluruh ucapannya.
"tidak ada...aku hanya ingin melihat twins, Rayganta sudah lelap saat aku mengecek putra kita tadi,dan yah...kini aku mengantuk" Liora terkikik melihat wajah datar Arkansas saat dirinya menyebut nama putra es mereka itu.
"kenapa wajahnya begitu? ingat dia putramu Ar." Liora terkekeh gemas melihat suaminya itu berdecak kesal.
"dia itu musuhku dear! coba tidak ada si es itu,pasti malaikat kecilku hanya akan lebih menempel padaku! coba kau lihat wajah setannya itu saat berhasil membawa chana pergi!" Arkansas mengadu menggebu-gebu pada istrinya,sungguh Liora hampir saja terbahak.
sungguh,apa suaminya itu tak sadar menurun dari mana semua sifat bak gunung es dari sosok putra sulung mereka? Liora terkadang merasa Arkansas seakan mendadak amnesia jika melihat kelakuan begitu tak ber-emosional putra mereka.
"ck...ia..ia putra kita dear...bukan hanya putraku! huft...kalau bisa ingin kutukar saja anak berwajah tembok itu dengan sekotak pizza!" desah Arkansas Frustasi hingga....
plakkkkhhh.....
"aduh.....kenapa bibirku kamu pukul sayang? sakit....." Arkansas berucap manja sungguh dramatisasi yang tak sesuai garis wajah.
"kamu itu kalau bicara suka asal ya! masa putra tampanku mau kamu tukar sama pizza? mikirlah,enak saja!" dumel Liora kesal juga akhirnya.
"ck..sudah cerewat,bibirku pakai di tampar lagi! coba cium kenapa,kan enak" gumam Arkansas jengkel akan nasib naas yang menimpa bibir incaran para kaum kurang belaian miliknya itu.
"cium-cium man-"
Cup..........
manik Liora membola horor kala kini benda kenyal nan lembab itu sudah bertengger manis pada bibirnya.
Arkansas menyerigai melihat istrinya itu akhirnya terdiam juga dengan wajah memerah.
betapa manis istrinya ini,meski sudah menikah namun tetap saja Liora akan begitu mudah dibuat kembali merona olehnya.
"enggghhh..ja...jangan Ar! disini kamar baby!" Liora mendesah dan akhirnya memarahi suaminya yang sudah hampir kelepasan.
Grephhhh...
"kyaaaa......mpphhhh"
akhirnya teriakan Liora teredam ciuman panas yang dilakukan oleh Arkansas sambil menggendong dirinya ala bridal keluar dari kamar bayi mereka.
"hah...hah...kamu nakal" terengah-engah, Arkansas tertawa samar melihat wajah memerah sang istri yang kini sibuk memukul dada bidangnya.
yah,meski rasanya seperti sapuan halus sebuah bulu.
rasanya begitu indah sampai sulit diungkapkan.
"dear...bukankah kamu sudah steril,kita main sampai pagi ya,kamu harus mendes*h dan menjerit kan namaku diatas ranjang! aku pastikan kamu tidak akan bisa berjalan besok,ahhh...aku merindukan sarang rubahku yang hangat!" Arkansas sungguh frontal dibalik kata-kata berbelit yang sungguh membuat perut Liora mulas akan rasa malu.
"IHHHH... kamu mesum!!" Liora melompat dan lari dengan cepat menuju kamar mereka dan menguncinya dari dalam.
yah,kini kamar utama sudah tidak memakai sistem finger print lagi.semenjak bayi kembar lahir kamar utama mereka harus mampu mengawasi semua tempat dengan cepat.
brakhhhhh......
Arkansas melongo melihat kelakuan lucu istrinya.
namun tak lama seringai nakalnya terbit dalam.
"heh..mau main kucing-kucingan wifey? it's okey i have more then one key hehehe"
deg.....deg...deg....
sementara dibalik pintu,Liora menyentuh dadanya yang berdebar kencang.
sial rasanya kembali ke masa mereka masih sepasang kekasih.
manis dan mendebarkan.
"Istriku.....buka atau aku paksa? come on my junior sudah bangun tegak!" suara serak nan mengalun dari sosok dibalik pintu sukses membuat bulu kuduk Liora berdiri.
"aduh..kenapa suamiku jadi mesum dan gila begini? ihhh..merinding aku kalau seperti ini!" Liora membatin ngeri .
bukan apa-apa,ini hampir pukul 2 lewat dan ia lelah,tapi membayangkan rudal besar itu akan datang,Liora merinding sampai ke tulang.
melamun.....
hingga....
ceklek.....
"KYAAAAAA......"
SRAKHHHHHH...
...💘...
...TBC...