PRINCESS OF DARKNESS (My Beautiful Target)

PRINCESS OF DARKNESS (My Beautiful Target)
Parents?



hai semua jangan lupa tinggalkan jejak vote, like dan komentar ya....🌹



⚜️ Happy Reading ⚜️


Dexter terbaring lemah dengan selang infus ditangan kirinya,pria itu nampak tersenyum dengan wajah bodohnya meski tubuh terlihat begitu menggenaskan dengan luka dimana-mana.bagaimana ia tidak tersenyum begitu lebar jika yang merawatnya kini adalah gadis kecil pujaannya? oh,bolehkah Rion dan Gabril menonjok wajah culas itu?.


"Sakit kak? sini biar Ara kompres lebam diwajah kakak" gadis polos nan manis putra Rafendra itu begitu mudah masuk kedalam perangkap cinta pria rubah licik itu,sungguh setengah mati Rion menahan diri agar tidak menonjok wajah menjengkelkan Dexter.


"ini Ara...ini sakit sekali!! tak perlu obat,kamu elus saja pasti sembuh" ujar Dexter dengan wajah penuh drama korban paling sengsara di dunia.


what the F**k!!!


Gabril sudah gondok setengah mati sedang Rion sudah hampir gila rasanya kala melihat adiknya itu dengan begitu polosnya mau saja menuruti perkataan drama Dexter.


"Dexter maafkan putra-putra mom ya,sungguh mommy tidak tau lagi harus bagaimana meminta maaf padamu atas kelakuan anak-anak iblis itu!!" ucap Anggi melirik tajam para pria muda yang dengan tampang tak perdosanya tengah duduk anteng di pojok ruang rawat Dexter.


Rion memutar bola matanya malas mendengar cibiran halus sang ibu.


"ayolah mom....kami anak iblis? lantas mommy induk iblisnya begitu?!!" Ujar Rion santai,sungguh ibunya ini kalau bicara seenak hati saja.


Bughhhh...


"dasar kamu ya anak kurang ajar!! berani kamu sama mommy?!! mau mom masukan lagi kau dalam perut hah?!!" ucap Anggi kesal,satu pukulan keras dilayangkan wanita paruh baya itu pada punggung putranya itu keras.


Rion meringis,sungguh pukulan ibunya ini begitu kuat hingga rasanya cukup sakit.


"mommy Tristan yang cantik,baik hati,tidak sombong dan rajin menabung.namanya juga anak jantan,ya harus berkelahi lah mom....masa begitu saja takut mati,dan itu masih perkelahian ringan" ujar Tristan santai menatap wajah Dexter sinis.


"sudah diam!!! mami pusing dengar suara laknat kalian semua!! sekarang pergi saja dari sini,kalau lihat wajah setan kalian itu.rasanya mami ingin sekali memukul wajah menjengkelkan kalian itu!!" suara Zenit terdengar geram,ibu dari Axel itu benar-benar wanita bermulut bon cabe level tertinggi.


"mami....mami....kalau kami anak setan,berarti mami induknya HAHAHHAHA...." baiklah gelak Si babyface iblis mulai terdengar begitu riang bagai bayi polos tak berdosa.


"BWAHAHAHA...kalau kita anak setan,artinya mommy,mami,mama,bunda,Daddy,papi,papa,ayah semua adalah induk setannya Bwahahahah..aduh...astaga ini perut keram...Bwahahahah...tolong Rion.... BWAHAHAH" James tergelak dengan tawa nistanya,sungguh ia bahkan memukul bringas punggung Tristan yang juga ikut tertawa lepas tak menyadari awan gelap para ibu dan delikan tajam para ayah.


krik.....krik....krik....


Ryu,Rion,Gabril,Axel, Marsel,Xander,bahkan Ara sudah keringat dingin melihat raut wajah bengis para ibu.para gadis sibuk menutup mulut menahan tawa melihat kebodohan James dan Kepolosan mendekati naif Tristan.matilah mereka !.


"aduh dua idiot ini diamlah!!" batin Ryu menatap ngeri wajah Anggi beserta para ibu mereka.


"m*mpuslah!! semoga aku tidak terkena cipratan kelakuan mereka!!" batin Rion melirik Gabril yang sibuk dengan jarum jahit ditangannya.yah,mereka kini bersiap menjahit kembali luka akibat Beatle pertama yang kembali terbuka akibat serangan Arkansas .


"bedebah idiot ini!!" batin Marsel geram,lihat bagaimana ibunya tersenyum mengerikan menatap dirinya dan kawan-kawan itu.


" itu mulut apa keran bocor!!" Xander membatin dengan helaan nafas berat.


"Kumohon diamlah kalian berdua idiot!!" Batin Axel gusar.


Anggi tersenyum kala melirik Zoya,Zeline,Zenit , Yura dan Alika.selenia diam saja tau apa yang akan dilakukan kakak iparnya itu.


"James!! bersiaplah nanti malam mommy ingin kalian berdua menemani mom latihan menembak!!"


duar..........


tawa kedua pria laknat itu berhenti seketika.james melirik patah-patah pada wajah para ibunya sedang Tristan sudah pucat dengan wajah pias menatap syok wajah Anggi.


menembak?...


ayolah jangan bercanda! Anggi memang sudah begitu profesional dalam senjata api dan penembak yang cukup handal.


tapi.akan lain ceritanya jika mereka yang akan jadi sasaran panah dan peluru asal para ibu sadis itu,sungguh kaki Tristan lemas seketika .


"hehehe...mommy bercandakan?" tawa sumbang Tristan terdengar penuh derita.


"janganlah mom...sama Ryu atau yang lain saja" tolak James memelas .


Ryu mendelik,pria tampan itu berucap sarkas.


"enak saja mulutmu itu!! kalau kau ingin mati tak usah mengajakku.aku masih sayang nyawa!!" ucap Ryu sarkas.


"bukan mommy saja,mami Zenit,Zeline dan Zoya juga mau coba.mami Yura,Selenia juga dan bunda Alika mau belajar memanah katanya.jadi bersiaplah putra mommy sayang" ucap Anggi lalu duduk santai sembari menyilangkan kedua kakinya angkuh,lihat senyum iblis terukir lebar.


"TIDAK.........."pekik James dan Tristan nelangsa.


Kini para ayah sudah kembali bersama para istri mereka,diruangan kamar VIP itu hanya tersisa Anggi,Ara,Dexter dan Rion yang masih menyelesaikan jahitannya pada luka Dexter.sungguh tubuh Pria ini benar-benar mereka hancurkan dengan semua luka mengerikan yang ada,dan hebatnya lagi pria itu masih kuat dan nampak tak begitu terpengaruh akan kondisi tubuhnya.baikkah Rion sedikit salut.


Ara yang bosan hanya sibuk memainkan jemari Dexter dengan sesekali memainkan selang infus itu dengan wajah bosan.sungguh Dexter begitu geli melihat wajah menggemaskan gadisnya itu.


"Ara bosan!!" celetuk gadis itu gusar.


Ceklek.....


"DEXTER...KAU ANAK DURHAKA!!"


Deg.....


Dexter dan semua orang menoleh ke arah pintu masuk saat suara seorang wanita masuk dengan wajah kesalnya.


Seorang wanita paruh baya cantik dan seorang pria paruh baya dengan wajah begitu tenang masuk kedalam ruang rawat Dexter.Dexter menghela baiklah sepertinya drama akan dimulai.


Wanita itu berjalan dengan wajah yang sulit diartikan menatap pada Ara yang tanpa sadar memegang telapak tangan Dexter erat,lihat jari-jemari mereka bahkan bertaut erat.


"ARKKKHHHH...JADI INI CALON MENANTU MAMA!! ASTAGA DEMI TUHAN GADIS KECIL YANG SANGAT MANIS!!! SAYANG SINI...SINI LIHAT CALON MENANTU KITA!!" wanita itu berucap antusias sembari menarik lelaki disampingnya cepat.


Anggi melotot horor saat melihat wanita yang nampak seumuran dengan dirinya langsung memeluk erat tubuh Ara dan menguyel pipi putrinya itu.anggi dan Rion saling melirik dengan wajah terkejut mereka.


"ARKHHH...ululu...pipimu sebulat bakpau sayang ishhh...gemasnya!!" wanita itu mecubiti pipi Ara hingga putri bungsu Wiguna itu meringis dengan pipi putihnya kini nampak sukses memerah.manik bulatnya mengerjap horor melihat kedua paruh baya yang entah siapa ?.


"ma!!! sudah hentikan...menjauh dari gadisku!!" pekik Dexter geram.


Rion tersadar dan mulai menatap Dexter sengit.


"Ara gadisku dan tiada siapapun yang bisa melarang ku mengklaim milikku!!" jawab Dexter angkuh.


"bisa kalian diam?!!" akhirnya pria yang sedari tadi nampak diam dengan senyum hangatnya berbicara.


Rion melirik malas dengan Anggi yang sudah gemas mencubit pinggang putra nya itu.


"maafkan kami nyonya Wiguna, perkenalkan kami adalah orang tua Dexter.saya Dirgantara Wishnutama dan ini istri saya Anastasia Laksani Wishnutama.dan maaf atas kelakuan istri saya,sungguh ia memang sangat mengingatkan mempunyai seorang anak perempuan maka dari itu semenjak mendengar laporan anak buah kami tentang Dexter yang mendekati putri anda dan pertarungan ini,kami langsung terbang dari Indonesia kemari" jelas ayah dari Dexter itu ramah.


Anggi tersenyum ramah lalu melirik wanita yang berstatus sebagai ibu dari pria yang mencintai putrinya.


wanita itu tampak ramah dan lembut.anggun dan begitu keibuan,Anggi tak salah menilai.


Ara menyentak tangan Dexter yang tengah menggenggamnya erat lalu bangkit cepat memeluk sang kakak Rion,sungguh Ara tak biasa dengan orang asing.


Dirga tertawa geli melihat reaksi putri raja bisnis Wiguna itu,disaat gadis lain begitu bekerja keras mencari muka demi mendapat perhatian Dexter,gadis ini justru terlihat takut.Dirga puas! pilihan putranya tak pernah mengecewakan.


"aduh sayang...kenapa takut begitu? apa Dexter bersikap nakal padamu?!! atau mulut kurang ajarnya sudah menjelekkan orang tuanya sendiri? sini sayang dekat mama" ucap Anastasia lembut,Anggi tersenyum seperti nya calon besannya begitu bermartabat.


"mama kandung berasa ibu tiri!!" batin Dexter mencibir kesal.


"dia memang kurang ajar sayang,kamu kalau mau suruh saja kakakmu pukul dia lagi.mama ikhlas wajah sombong Dexter hancur" Anastasia tergelak santai dengan wajah datar Dexter.sungguh mulut ibunya begitu mengerikan.ayolah bukanya berbicara manis ibunya justru membuat mental Dexter jatuh.


Dirga terkekeh,entah bagaimana istrinya seakan memiliki dendam kesumat pada putra mereka itu? ayolah Dexter sudah lama tidak menengok kedua orangtuanya di Indonesia dan lebih memilih melanglang buana memperbesar kerajaan bisnis Wishnutama,tentu saja Anastasia kesal dan ingin membalas kelakuan putranya itu.


"Salam kenal Nyonya Wiguna,senang bisa berjumpa dengan anda" sapa Anastasia ramah,wanita itu begitu kagum menatap sosok Anggi.pantas Ara begitu manis,lihatlah wajah awet muda nyonya Wiguna itu.


"Ara,apa anak mama ini menyusahkanmu? apa dia memaksamu dengan cintanya? kalau dia berbuat ulah katakan pada mama biar mama buang dia ke jurang!!" ucap Anastasia begitu terlihat serius hingga Anggi akhirnya tertawa,sungguh ibu yang unik.


"ia Tante" jawab Ara dengan senyum cerah diwajahnya.Anastasia mendengus tak suka.


"no sayang...panggil mama ya!!" tegas Anastasia tegas.


"emmmm..ia..ia mama" ucap Ara malu-malu.


Blushhh....


"Kyaaaaa.....boneka bayiku imut sekali!!" pekik Anastasia heboh,Anggi tergelak dengan kedua tangan menutup telinganya ,Rion terlonjak kaget saat tubuh adiknya dirampas dan dipeluk wanita itu erat.ya Tuhan!! tidak anak,dan sekarang seorang ibu yang gila!! Rion rasanya mau berteriak memaki kelurga Luar biasa Dexter.


siang itu ruang Dexter begitu ribut dengan kehebohan sang ibu yang justru malah menyuapi Ara,hell!! disini yang sakit adalah dia dan mengapa ibunya justru tak melirik dirinya sama sekali.poor Dexter.


"Ara.mom pulang dulu ya sayang,Daddy dirumah sudah menelpon minta mommy pulang dan memasak" ucap Anggi setelah menerima panggilan suaminya itu,yah.Rafendra memang tak mau makan makanan maid selain masakan sang istri.


"ya pulanglah Veleri,Ara akan kujaga layaknya putriku sendiri!!" ucap Anastasia mantap.


Anggi tersenyum dan mengangguk samar.


cup....


Anggi mengecup kening putrinya dan akhirnya wanita itu keluar bersama Rion meninggalkan Ara bersama pasangan Wishnutama dan putra mereka itu.


"ma....Ara sudah kenyang,kasihan kak Dexter sudah mendung begitu mukanya.pasti kak Dexter sudah lapar,mau Ara suapin kak?" tanya Ara setelah menegak segelas air minum pemberian Anastasia.Dirga sudah tertidur di sofa,rupanya pria itu masih jetleg akibat usia dan perjalanan jauh mereka .


senyum Dexter mengembang ,pria itu mengangguk dengan riang.sungguh ara geli, layaknya melihat anak lelaki berusia 5 tahun saja.Anastasia tersenyum samar merasa begitu bahagia melihat sosok polos Ara.


.........⚜️⚜️⚜️..........


Arkansas kini membawa Liora menghabiskan waktu makan siang di restoran yang menghadap langsung kepinggir jalan.


Liora merengek ingin makan diluar dan tentu saja pria itu tersenyum gemas melihat wajah manja sang istri.


"baby topinya besar sekali,lihat topi ini bahkan bisa menutupi seluruh kepalamu sayang!!" Goda Arkansas sembari menarik gemas hidung mancung istrinya.


Wanita cantik itu merengut,sungguh jika bukan karena permintaan ibu mertuanya yang begitu memaksa,tentu saja ia tak akan memakai topi yang begitu besar itu menutupi hampir seluruh wajahnya.


"ihhhh...bicara sama mommy sana kalau mau protes!!" ujar Liora menatap kesal wajah geli suaminya.


mereka bahkan tak ambil pusing tatapan kagum dan lapar para pejalan kaki melihat mereka.ayolah seorang putra mahkota Wiguna makan ditempat seperti ini bersama istrinya? sungguh pemandangan yang langka.


Liora makan dengan riang dengan Arkansas yang dengan sabar mengelap sudut bibir istrinya dari noda cream dari dessert yang wanita itu makan.


"makan pelan-pelan sayang,kamu seperti bocah!!" gelak Arkansas menggoda sang istri gemas.


ditengah acara makan damai dan romantis mereka,sorot mata Arkansas tiba-tiba menyipit tajam dan raut wajah yang berubah datar tak menampilkan ekspresi apapun .


Liora mengeryit heran,hingga.


Greph...



Arkansas menarik wajah sang istri menghadapnya dan kini Arkansas mengecup bibir sang istri perlahan sembari melirik tajam dari balik topi yang liora kenakan.


"tikus sialan!! bermain?!! baiklah!" batin pria itu tenang.


"Ar....ada-apa? mengapa wajahmu gelap begitu? katakan,ada masalah?!!" tanya Liora binggung.sungguh manik Arkansas begitu mengerikan kala sorot mata itu begitu tajam menghunus.


Liora ingin berbalik badan,namun Arkansas menahan tubuh wanita itu cepat.


"baby,kau ingat dimana aku memarkirkan mobil bukan? pergilah ke sana dan tunggu aku.jangan bertanya dan jangan menoleh kebelakang,jalan saja dan jangan berfikir apapun.mengerti sayang?!!" ucap Arkansas dengan senyum hangat diwajahnya,pria itu membelai pipi sang istri dan mengecup bibir wanita itu lembut sebelum menarik Liora berdiri dan memaksa wanita itu cepat pergi.


jantung Liora berdebar kencang,ada sesuatu yang salah! dan dari ekspresi wajah mengeras Arkansas tadi,sudah dipastikan ini adalah masalah besar.


Liora telah pergi,Arkansas kini berjalan lurus kesebrang jalan.para pengendara sontak berhenti tiba-tiba saat putra pengusaha besar Wiguna itu berjalan santai tanpa perduli rambu lalu lintas yang bahkan belum berubah merah .


disana,empat orang laki-laki menatap putra Rafendra itu sinis.Arkansas sudah menyadari,para pria itu adalah orang-orang yang mengawasi dirinya dan sang istri kala mereka di Prancis beberapa hari yang lalu.


Langkah itu berjalan santai dengan kedua tangan masuk ke dalam kantung celana,wajah pria tiran itu begitu mengerikan dengan aura pembunuh yang menguar pekat.


"tikus!!" desis Arkansas tajam.


TBC.....