PRINCESS OF DARKNESS (My Beautiful Target)

PRINCESS OF DARKNESS (My Beautiful Target)
keputusan sang pewaris



...Vote,Like dan Komentar ya ❣️...



...🌴...


...H...


...A...


...P...


...P...


...Y...


...R...


...E...


...A...


...D...


...I...


...N...


...G...


...🌴...


"bodoh!"


dan suara sarkasme dengan nada penuh penghinaan itu sukses membuat wajah Dysabel semakin memerah menahan amarah juga rasa malu.


ruangan yang selalu hangat itu kini penuh kesuraman,Anggi bangkit dan berjalan cepat kearah Dysabel tanpa siapa tau mengapa wajah anggun dari istri seorang Rafendra itu kini begitu bertambah mengerikan.


hingga.......


Grephhhh....


"akhhh...mom kenapa?! lepaskan dysa mom!" istri dari Lucas itu tersentak dan mengerang sakit saat kedua lengannya di cengkram kasar oleh wanita anggun nyonya besar Wiguna itu.


"Lancang! suamiku sudah memberi masing-masing anak dalam keluarga ini perhiasan sebagai lambang keluarga,dan kamu....kamu dengan iri hatimu melepas pemberian suamiku,ayah mertuamu?! buang sifat buruk itu!" Anggi meraung menahan emosi.


apa ini balasan tangan terbuka serta pelukan hangat mereka pada wanita ini? betapa Anggi mulai menyesali semuanya.


"hahaha.....apa? Anda masih bertanya untuk gelang yang bahkan tak ada setengah dari harga kalung berlian milik Archana? Anda fikir saya tidak tau nilai setiap perhiasan kelahiran setiap anak-anak di keluarga besar ini? jangan hina aku dan anakku seperti orang bodoh nyonya!" balas Dysabel sarkas.


Duarrrrrrrr......


bagai petir menyambar hatinya,Lucas menatap sang istri tidak percaya!.


wanita lembut yang ia temui dan cintai pada pandangan pertama ternyata hanya wanita yang gila harta? Lucas meluruh lemas dengan pupil mata bergetar.


semua kelakuan manis istrinya apakah hanya kamuflase dalam menyembunyikan ambisi memasuki keluarga sang kakak,Liora? apa Dysabel hanya melihat dirinya sebagai tambang emas?


Lucas mendadak menertawai kebodohannya.


sementara itu Anggi dan para istri dari mantan inti mendadak kelu.


"kami akan kerahkan seluruh kemampuan Wiguna demi menemukan bayimu,namun....." pupil mata Anggi bergetar,dia merasa perasaan ditipu dan di hianati dengan kejam.


hingga.....


"grandma cukup,mundur dan biar Ray yang urus masalah ini.daddy dan Grandpa sudah melepaskan tanggung jawab mansion ini pada Ray,dan biarkan Ray bertindak!" suara dingin dengan sorot mata penghinaan dalam terlihat dari sosok yang kini sudah berdiri tegak menyusuri wajah-wajah para nenek juga para ibunya.


dan lelaki malang yang berstatus pamannya!.


"Ray! ini masalah orang dewasa,kamu masih anak-anak sayang,jadi pergilah dan jaga saja adik-adik mu, ya sayang mommy" Liora mencoba membujuk saat keadaan mulai memanas.


situasi ini sudah terlalu buruk untuk anaknya.


namun,dibalik kata-katanya.Liora maupun para saudarinya sedikit mengigil melihat akan aura tiran Arkansas seakan menguar dari tubuh kecil putranya itu.


ini benar-benar aura seorang tiran pembunuh.


"tidak...biarkan Ray selesaikan keputusan yang harusnya diucapkan,grandma" kekeh putra dari Arkansas itu tanpa bisa diganggu gugat.


kini semua orang menahan nafas,pria kecil itu kini duduk di sebuah single sofa bak seorang raja,memandang bawahannya dengan wajah datar nan jijik.


"semua orang yang ada disini,dengarkan baik-baik apa yang akan ku katakan.saya sebagai putra sulung keluarga Wiguna akan dan mulai detik ini memutus hubungan seluruh keluarga besar Wiguna dengan seorang wanita bernama Dysabel Anastasia Alexander,nyonya Dysabel bukan lagi berstatus sebagai bagian dari Wiguna ,kecuali anak dan suaminya.dirinya akan di blacklist dari silsilah keluarga Wiguna untuk selamanya!"


Duarrrrrrrr.........


bagai vonis,tubuh Lucas membeku namun yang terjadi dengan istrinya sungguh tidak terduga.


wanita itu tertawa dengan gila dan menunjuk wajah dingin bak pahatan es Rayganta dengan murka.


"ANAK KURANG AJAR BER-"


"CUKUP DYSA, JANGAN PERNAH MEMBENTAK PUTRAKU.INI SUDAH KEPUTUSAN DADDY DAN SUAMIKU UNTUK MEMBERI RAY PUTRAKU TANGGUNG JAWAB DAN KAMU TIDAK BISA MEMBENTAKNYA SESUKA HATIMU!"


sudah cukup,ucapan kasar dan makian yang hendak keluar dari mulut Dysabel di hentak keras oleh Liora,wanita cantik itu tak akan membiarkan lagi istri dari adik tirinya itu berlaku kasar lagi pada putranya,tidak akan!.


wajah kedua wanita itu sama-sama memerah menahan amarah.iri,dengki,kecewa,marah dan rasa di rendahkan.semua itu menyerang hati Dysabel dengan telak.


Prankkkkkk..........


vas bunga diatas meja itu hancur berkeping-keping.


kewarasannya hilang...


bayinya,anak pertamanya menghilang dan semua orang bahkan tidak bisa mengerti rasa seperti apa yang ia tahan selama ini.


sikap dingin Rafendra,ayah angkat dari suaminya.


sifat acuh Arkansas dan para saudara suaminya.


dan sikap manis terpaksa yang dilayangkan anak-anak kasar dan manja itu padanya.


dan wajah-wajah pura-pura dari para menantu lainya yang membuat rasa benci di hati Dysabel harus ia kunci dalam hati terdalam.


dirinya tau sorot mata seperti apa yang dipandangkan para maid dan seluruh pekerja mansion utama itu padanya.


mereka berbuat baik hanya karena memberi wajah sopan pada nyonya utama dan nyonya muda keluarga utama Wiguna.


mereka terus berpura-pura.


"dysa, cukup jadi Istri yang baik bagi adik kami Lucas,dan kamu jangan bertingkah!"


" hilangkan ketamakanmu,karena di dalam keluarga ini...jiwa dan hati kotor tidak diterima"


"jangan besar kepala,kami memanggilmu ibu hanya karena kami menghormati mommy Liora dan grandma,jadi jangan lupa asalmu,ibu!"


"jangan bersusah payah mencari wajah,karena di mataku hanya ada dua menantu didalam keluarga Wiguna,Liora dan Kayra.kau tidak termasuk dalam itu"


Dysabel tertawa dan menutup kedua telinganya dengan air mata kebencian.


ingatan demi ingatan setiap perkataan sinis dibalik wajah ramah para menantu itu, kata-kata pedas anak-anak putra kedua Wiguna dan peringatan dari sang tuan besar Wiguna terakhir kali masih terngiang di ingatanya.


yah, Rafendra telah menegaskan posisinya dalam keluarga Wiguna.


dan Dysabel merasa semakin dianggap tak ada.


mengapa?


mengapa?


mengapa mereka tak bisa menganggap dirinya sekelas dengan sosok Liora maupun Kayra?.


dan kini puncak segala rasa marahnya.


putrinya hilang dan dengan seribu alasan mereka menutup mata.


sungguh Dysabel benar-benar sudah terbutakan kegelapan.


"CUKUP! sudah cukup dysa....jangan biarkan aku hatiku semakin hancur akibat sikapmu" lirih Lucas sudah tak sanggup lagi menatap wajah kecewa sang kakak.


kakak yang begitu baik merangkul dirinya di saat ibu kandung Lucas sendiri begitu jahat pada wanita baik itu.


menerima semua masa lalu dan membuka lebar pintu hati dan rumahnya memaafkan masa lalu.


Lucas tau dirinya hancur atas hilangnya sang putri.namun ia sadar itu juga bukan salah Liora ataupun keluarga sang kakak.


mereka sudah membantu sekuat mereka bisa,dan Lucas tau ada batasan yang tak bisa dilanggar.


Dysabel tertawa menatap kecewa wajah sendu suaminya.


kenapa? bukan dirinya yang salah disini,namun sikap tidak empati dari Liora serta anaknya lah yang salah!.


Dysabel tertawa sumbang dan menunjuk wajah Rayganta benci.


"kau...kau anak iblis! lihat ,kalian tunduk pada anak baru tau dunia ini begitu saja? kalian abai pada putriku dan membiarkan anak itu mengambil keputusan atas nyawa anakku.hahaha.......lihat Liora,jika terjadi apa-apa pada bayiku,maka kau! anakmu...dan seluruh keluargamu adalah penyebabnya! dan...." Dysabel menatap wajah-wajah yang melihatnya dingin.


"jika kau.tuan muda,tuan besar dan tuan tua Wiguna membuang ku.....maka aku akan bawa putriku begitu dia ditemukan! dan untuk suamiku....kau bebas memilih pergi dengan istri juga anakmu atau bersama keluarga yang menatap istrimu sebelah mata!" Dysabel bangkit dan berucap sarkas menatap dingin kembali wajah Wiguna family.


"DYSA!" raung Lucas mulai emosi.


"Paman"


suara tanpa emosi itu mengintrupsi.


Lucas memandang sosok Rayganta dengan manik sendu.


"jangan cemas paman,di manapun paman berada apapun keadaan paman,selama paman tidak menanggalkan nama Alexander dan Wiguna dari hati paman....paman tetap bagian dari kami" Lucas merasa asam pada hidung juga panas pada matanya.


mengapa anak ini begitu bijak?.


Liora mengangguk dan tersenyum manis kala melihat adiknya itu seakan siap menangis kapan saja.


"terimakasih Rayganta,paman pamit" Lucas memeluk tubuh Liora sebelum pergi mengikuti langkah cepat sang istri keluar dari Mansion.


Menatap kepergian kedua orang itu,manik Rayganta menajam.


Zoya memapah Anggi masuk bersama Selenia juga Alika.


anak-anak sudah tertidur bersama Zeline dan Zenit yang menimang Archa dan Arshenio.


Liora mengangguk dan mengecup kening putranya lembut sebelum berlalu bersama Kayra juga amber.


"bunda Freya....tolong buatkan teh hangat untuk mommy Ray nanti" Freya mengangguk tak tersinggung atas sikap dingin rayganta yang sudah biasa itu.


anak lelaki itu menatap angel,Daisy dan Jessy yang masih tegang mencerna situasi.


"huft...." menghela nafas jengah dan anak itu berucap tegas.


"mama angel,mami Daisy juga mami Jessy kembalilah pulang.jika bertemu dengan bunda sakura katakan untuk membawa obat grandma" Rayganta mengusir halus para ibunya.


ketiga wanita itu mendelik namun tak urung mengangguk pasrah.


percuma mereka disini juga.


Mansion kembali senyap.


para penjaga yang tersisa kembali ke pos jaga dan para maid kembali ke Vila.


hari mulai gelap dan angin malam bertiup kencang pertanda badai.


Rayganta menatap foto sang adik di dinding kokoh tepat didepannya.


balita manis dengan sebuah kalung berlian khusus dilehernya.



kalung berbentuk Cristal es bermata biru dengan setiap potongan diamond disetiap sisinya.


kalung itu akan memperlihatkan dimana saja posisi sang adik.


yah,setiap anak punya perhiasan pelacak masing-masing oleh masing-masing ayah mereka.


"Archa malaikatku,kalung diamond tipe pelacak 1" Ray mengetuk jarinya pada sandaran kursi.



"Arshenio calon swordman Wiguna,black ring blue diamond tipe pelacak 2 "



"Diego putra papa Dexter,kalung naga tipe pelacak silver"



" Maxim dan Xain, black gold yin dan yang.tipe pelacak silver metalik"



" Alarik dan acella,anting black sanca tipe silver black "



" Ryuga, black emerald sanca tipe silver metalik"



" Gion, emerald golden snakes tipe 3 "



" dan Raider,Raino sepasang anting salip emas putih murni dengan tipe pelacak micro"


Rayganta bergumam mengingat setiap benda pelacak yang ditanam oleh para ayahnya.


melirik alat pelacaknya sendiri,dan anak laki-laki tampan itu menyerigai bengis.



sebuah gelang berbentuk kepala sang raja langit nampak di maniknya.


gelang tanda sang pemimpin,pangeran mahkota baru untuk seluruh klan Wiguna beserta organisasi Mafia paling di takuti diseluruh kota London.


meraih sebuah ponsel pintar yang tergeletak diatas meja,mendial sebuah nomor dan mulai menunggu.


bip.......


"hm" suara dingin dari sebrang tak mempengaruhi dirinya.


"masalah" hanya satu kata dan hening terjadi.


"sudah dibereskan boy? Daddy tidak perlu turun tangan bukan?" itu sebuah pertanyaan namun nada bicaranya sungguh seperti pernyataan mutlak tak bisa diubah.


benar-benar tiran menjengkelkan.


"Daddy sudah tau bukan? tak perlu ku jelaskan lagi" ucap Rayganta dengan nada yang benar-benar malas.


benar!


dengan puluhan cctv di sudut Mansion utama,tak mungkin para pria inti itu terutama sang ayah tak tau.


"HM..jangan cemas Daddy sudah urus masalah bayi pamanmu itu,ray....." hening sejenak.


anak itu tau ayahnya tengah berfikir.


"tolong jaga malaikat kita" suara Ayahnya nampak beriak.


Rayganta,anak laki-laki tampan itu nampak bergetar.ada gemuruh hebat dalam hatinya.


bipppppp....


sambungan terputus.


deg......


jantungnya terus berdebar dua kali lipat dapat ia rasakan lewat telapak tangannya yang kini berada dimana jantungnya berada.


"ada-apa?"


Kekehan bengisnya terdengar membuat bulu kuduk meremang.


"akan KUBUNUH siapapun yang mencoba menyentuh ibu juga adikku!"


dan perkataan dingin dengan seringai iblis itu sukses membuat kaki para penjaga melemas dengan keringat dingin bercucur.


anak ini terlalu berbahaya!.


..........🌴.........


"APA?! HIKS...KENAPA PAPA SELALU TIDAK MENDENGARKAN MAMA?! MEREKA HANYA PURA-PURA BAIK,MEREKA TAK BENAR-BENAR PERDULI! MENGAPA PAPA TIDAK MENGERTI HATI MAMA!!"


"tidak bisakah mama tenang? papa tau keluarga papa dan papa tau seperti apa mereka terutama kakak papa.Liora dan mommy veleri adalah wanita baik,terlalu baik hingga rasanya seumur hidup pun papa tak akan bisa menebus kebaikan itu! mengapa mama tidak MENGERTI?" Lucas frustasi berusaha menyadarkan sang istri.


bara api itu terlalu besar.


istrinya terlalu egois,keras kepala dan tamak!.


dan sayangnya Lucas baru sadari itu.


pertengkaran terus memanas dengan argumen keras masing-masing.


"PAPA LEBIH MEMILIH PARA WANITA KEJAM ITU DARI ISTRI DAN BAYI PAPA SENDIRI? DIMANA OTAK KAMU PAH?!"


PLAKHHHH......


Lucas terdiam menatap dengan manik memerah,tamparan keras akhirnya jatuh di wajah Dysabel.


Lucas lost control.


Dysabel terdiam dengan pipi mulai membiru juga rasa amis yang mulai terasa akibat tamparan tak main-main untuk pertama kalinya dijatuhkan Lucas padanya.


"kau...kau menamparku? " Dysabel tergagap.


Lucas berbalik dengan punggung dingin


" urungkan kesalahanmu,aku akan pergi bersama para penjaga Wiguna mencari lili" dingin dan menusuk.


hati Dysabel rasanya seperti tertusuk duri seketika.


hening....


kedinginan yang menyesakkan....


dia ditinggalkan dengan mata menatap punggung dingin suaminya....


bip...bip....


ponselnya berbunyi,dan Dengan menahan Isak Dysabel mengangkat ponselnya.


" aku akan mengembalikan putrimu,dengan tukar menukar"


" si... siapa ini? kau.. kembalikan putriku hiks..." pecah sudah tangis Dyasabel.


"khe...khe..khe..mudah,temui aku di jln Kopenhagen gedung tua tak terpakai pukul 1 malam ini" suara jenaka dari sebrang membuat tangis Dyasabel semakin menjadi.


dan sambungan terputus.


disisi lain.....


...⚜️...


...TBC...


El akan buat sequel Rayganta dkk jika like di ending melebihi 500 😋😋


yang baca banyak yang like pada sombong...tinggal pencet saja ini mah!


sedih aku tuh😣