PRINCESS OF DARKNESS (My Beautiful Target)

PRINCESS OF DARKNESS (My Beautiful Target)
Happy or bad moment



Hai semua jangan lupa tinggalkan jejak vote, like dan komentar ya....🌹


...🦂...


...H...


...A...


...P...


...P...


...Y...


...R...


...E...


...A...


...D...


...I...


...N...


...G...


...🦂...


...jalan hidup yang terasa sepi...


...ruang hati yang terasa hampa...


...lubang hati yang hancur...


...perasaan sendiri...


...semua yang terasa menyepi...


...kini semua tiada lagi...


...aku bertanya-tanya...


...bagaimana kau bisa merubahku?...


...aku bertanya-tanya...


...bagaimana wajah seindah kelopak bunga itu menyihir diriku?...


...senyuman indah yang bagai melody pengantar malam...


...oh...


...cintaku...


...kau bertahan untukku...


...tak menyerah meski semua terlampau jauh...


...maka kujatuhkan diri padanya...


...berharap dia membawa mimpiku padanya...


...dimana langit terbentang biru...


...aku terjatuh lagi dan lagi...


...cintaku...


...sebrangi lautan penuh kasih...


...tempat hangat dimana aku pulang...


...pelukan hangat dengan ladang bunga ilusi...


...aku tersenyum...


...pertemuan kita...


...cintaku...


...membaca garis wajahmu...


...tersenyum oleh sentuhan jemarimu...


...tertawa oleh suara merdumu...


...tak bisa berhenti mencintai dirimu...


...untuk mendekapmu...


...mengikat janji seumur hidupku...


...kata-kata tulus dari hatiku...


...kaulah cintaku...


...oh kekasih hatiku...



............🔱............


suasana ruang keluarga Mansion Wiguna terasa hening kala nyonya besar Wiguna menatap frustasi wajah-wajah para putranya itu.


Liora nampak duduk sembari memakan buah mangga yang sudah dikupas kan oleh Ara dengan senang hati,wanita cantik dengan pipi bulat merona itu sesekali terkekeh kala melihat suaminya hanya terdiam acuh kala mulut sang nyonya besar kini terus merepet sedari para pria tampan itu datang.


"kenapa bisa begini sih James?! kenapa wajahmu nak?!!" tanya Anggi prihatin sekaligus kasihan melihat wajah babak belur James yang bahkan saat masuk tubuhnya dipapah oleh Tristan dan juga Marsel,yah.tentu saja dengan wajah bengis dan kekehan iblis para pria tampan itu menatap wajah hancur James puas.


"ini lagi kalian!! saudaranya itu susah ya ditolong bukannya kalian malah tertawa seperti itu!! heran mommy, sebenarnya otak kalian itu dimana sih?!!" sembur Anggi kesal,ia dengan telaten membersihkan luka James dengan alkohol dan tentu saja para pria tampan itu hanya bisa mendesah pasrah sembari berusaha menulikan telinga mereka.


"bilang sama mommy James,kenapa wajahmu bisa biru-biru lembam begini?!! bagaimana jika Alika bertanya kenapa dengan wajah putra nya? mau jawab apa mommy?!!" amuk Anggi jengkel.


"aduh mom..kalau bicara pakai rem sedikitlah mom!! mau jawab mom merepet terus ya bagaimana mau kak James bicara" gelak Ara sembari menatap geli wajah cemberut James.


" ya James,kau kenapa?" tanya Rion pura-pura tak tau,sungguh mereka ini benar-benar lempar batu sembunyi tangan.james mendengus dikala sesekali meringis saat kapas alkohol itu menyentuh luka diwajah nya.


"tidak apa mom...itu..itu hanya tidak sengaja berurusan dengan orang gila" jawab James sembari melirik penuh permusuhan pada sosok Arkansas yang masih duduk dengan santai sembari sibuk dengan tablet ditangannya.


"orang gila? bagaimana bisa? " tanya Anggi binggung.


"ituloh mom...orang gila yang punya anak dan simpanan dari wanita gila lainya!!" Kayra menyahut asal sembari mendelik tajam pada sosok Rion yang menatapnya frustasi,sial demi apa Kayra masih salah paham!.


"sial si driversky itu!! harusnya kupatahkan tangan dan kujahit mulut bocornya itu!!" batin Rion jengkel.


"tunggu...tunggu...wanita gila?anak? simpanan? kamu bicara apa sayang? coba kasih tau mommy yang jelas!!" ucap Anggi binggung,bahkan ia sudah menyerahkan kapas alkohol pada Ara dan berpindah ke arah menantunya itu.


Glek....


Rion meneguk salivanya susah payah kala melihat tatapan tajam bak belati itu dari manik indah istrinya.apa ia harus menderita akibat mulut asal James? Rion menggeleng miris.


"perang dunia!!" batin Marsel ngeri.


"semoga kau tidak diamuk mom, Rion" Batin Tristan terkekeh nista.


"menyusahkan" batin Arkansas mendesah malas.


"hiks....mommy....kata..kata..James masa Rion punya anak lain dengan wanita simpanan nya!! hiks...Kayra tidak mau dimadu!!" adu Kayra dengan wajah memelas penuh derita,baiklah Rion syok setengah mati sekarang!.


"byurrr" Rafendra dengan tak elitnya menyebutkan kembali kopi yang sudah ia minum sebelum.


"uwaaaaaa....Daddy jorok!!" pekik Tristan sembari mengelap wajahnya dengan tisu meja.


damn!!


hell!!!


astaga!!


"Rion......kau mau mati?!!" tanya Anggi dengan wajah gelap dan tatapan dingin menusuk.


Glek


Doble kill!!


Rion meneguk kembali Saliva susah payah seakan ada sebuah batu besar terhimpit ditenggorokanya.


"ma..mana ada mom!! sum..sumpah aku mana ada simpanan mom!! oh God please help me!!" desah Rion putus asa.


"Ck...ck...ck...sejak kapan putraku jadi pria brengs*k seperti ini?!! oh istriku maafkan aku yang tak bisa mendidik para pria muda ini" Rafendra berucap jahil sembari mengerling sesat pada wajah Antagonis Kayra.baikah rupanya menantunya satu ini benar-benar jahil!.


Arkansas merotasi bola matanya malas melihat kelakuan ayah dan adik iparnya itu,mana lagi ibunya terima saja dibodohi oleh kelakuan jahil tak tertolong menantunya itu.


"RION!!! MEMANG KURANG AJAR YA KAMU!! ISTRI HAMIL KAMU MAIN SIMPANAN...WAH...ANAK INI HARUS DIAPAKAN BIAR SADAR!!" baiklah rupanya Anggi benar-benar mengamuk kini.


"astaga!! siapapun tolong!! James kau mau mati?!!" pekik Rion frustasi,mana James duduk disudut sofa tenang-tenang saja lagi tanpa mau repot memperbaiki dampak dari mulut bocornya.


"YUHUUUU...ANYBODY HOME? VELERI...YUHU...."


Rafendra dan para putra nya berdecak jengah kala ibu suri satu lagi datang tanpa diundang.


"mah...jangan teriak begitu!! malu ah!!" Marvel menegur istrinya dengan wajah putus asa yang sangat pekat kala Zoya justru berdecak dan berlalu meninggalkan nya begitu saja.apalah daya kalau sudah cinta ya begini!.


"astaga...itu muka kenapa James?!! di cium babon kamu?!!"


BWAHAHHAHA....


"babon? tidak salah itu ma?!!" gelak Tristan terpingkal-pingkal dengan tawanya.


baiklah,ucapan tidak berotak Zoya seketika membuat tawa yang sedari tadi ditahan tersembur sudah.


Zoya acuh,ia duduk dengan seorang maid datang dengan membawa beberapa kotak kayu yang entah isinya apa.


"apa itu Zoya?" tanya Anggi penasaran melupakan amarahnya tadi,Rion menghela nafas sembari menatap Kayra intens.


"ini daging tanderlion!! mari barbeque dihalaman belakang mansion, Veleri!!" ucap Zoya girang.


kotak kayu itu terbuka dengan menampilkan daging sapi kwalitas super asal Korea itu.Veleri terperangah senang.


"wah.....banyak sekali daging sapi ini Zoya!!" pekik anggi heboh.para pria mencibir,wanita dan segala hobi memasaknya.


"hm...ayah mertua mengirimnya dari Hanyang dan aku sudah hubungi Grup lambe kita,ayo Veleri kita kedapur !!" heboh Zoya mengabaikan raut jengah putra-putra mereka.


"dan......" Zoya melirik licik para pria tampan yang menatapnya waspada.


"anak-anak bersiaplah!! dan girls...ayo ikut mama kedapur!!" titah Zoya cepat menarik lembut tangan Liora,Kayra ,Ara juga Anggi.


baiklah sepertinya wajah tampan para pria itu mulai pias,apa rencana dari ibu mereka itu? hanya Tuhan yang tau.


...........🔱...........


"Axel......James gelar karpet itu disana!! aduh anak-anak ini!!" suara membahana Zeline terdengar jengkel kala kedua pria muda itu justru asik main game dipojokkan taman.apa mereka ini sudah tidak sadar umur? sungguh Zeline kesal.


"aduh mama..... jangan teriak begitu kami tidak tuli!!" balas Marsel jengkel.


"ya kalian tidak tuli.....tapi pura-pura tuli!!" bukan Zeline yang menjawab namun suara sinis Zenit yang menyahut,heran ibu mereka satu ini punya dendam apa pada mereka? Marsel dan Axel saling melirik pasrah .


"ia...ia...kami kerjakan sekarang,heran.punya ibu merepet terus!!" dumel Axel pelan,ia saja jika berani bicara keras.sudah pasti para ayah mereka akan memenggal kepala mereka! nasib-nasib.akhirnya karpet tergelar dengan meja-meja kecil diatasnya,serta peralatan makan mulai ditata rapi oleh para menantu mereka .



"Xander....bawa alat panggangan itu dan letakkan disana" titah Selenia pada putra sulungnya itu.Xander mengangguk pasrah,sungguh dirinya banyak pekerjaan namun akibat party mendadak pada ibu, akhirnya mereka terseret juga.pemanggang telah siap dengan berbagai hidangan daging diatasnya.



"astaga Tristan kau habis merambok dimana?!! banyak sekali ini minuman!! siapa yang akan habiskan!!" pekik Anggi kaget saat Tristan datang dengan wajah bahagia membawa tiga bak besar minuman lengkap dengan es batunya.



"hehehe..pasukan banyak mom!! ntah dompet siapa yang Tristan jumpa di meja ruang tamu,ya sudah dari pada mubasir ya aku pakai borong lah mom!!" ujar Tristan riang dengan cengiran puas diwajahnya.


deg.......


Marsel yang tak sengaja mendengar kata-kata seenak jalan lurus tanpa hambatan itu menoleh ngeri,ia meraba kantung celananya dan seketika wajahnya pucat pasi.dompetnya!.


"dom..dompet itu seperti apa Tan?" tanya Marsel gagap.


"oh....hitam,ada gambar elang membawa seekor ular kalau tidak salah pada kulitnya.dan.....em....ah...ia,terbuat dari kulit buaya!!" pekik Tristan heboh.


manik Marsel bergetar horor,bukan.bukan masalah uangnya tapi kartu penting dan juga segala jenis credits card-nya ada disana,mengingat kecerobohan Tristan rasanya nyawanya menguap entah kemana.


"la..lalu mana dompet itu?!!" tanya Marsel panik.


Tristan mengeruk dagunya dengan jari telunjuk nampak berfikir keras,sehabis mengosongkan habis isi dompet itu.entah ia lupa dikemanakan benda penyimpanan uang itu setelahnya.


"lupa" jawab Tristan seenak jidat.


""APA!! INGAT LAGI TAN...INGAT LAGI!!" amuk Marsel panik.


para ibu menoleh heran dan Kayra yang melihat lirikan ibu mertuanya langsung mengangguk paham.


"ada apa Marsel? kau kelihatan panik!" tanya Kayra heran.


"dompetku Kay!! si bayi ini menghilangkan benda itu!!" ucap Marsel jengkel.


"Halah cel...cel...kau jangan seperti orang susah!! kekayaanmu tidak akan habis hanya karena sebuah dompet!!" cibir Gabril jengah.


"bukan begitu bodoh!! aku malas kalau harus mengurus lagi hal-hal seperti credits card baru, SIM, KTP dan bahkan ah...sudahlah malas aku!!" ungkap Marsel kesal.ia memilih duduk dan menatap Tristan bagai musuh dan Tristan yang memang tidak peka masa bodo sajalah,dia tidak perduli.


"Halah banyak alasan kamu Marsel! punya anak buah banyak buat apa kalau tidak kamu pakai,heran mami.memang kamu saja yang dasarnya malas!!" cibir Zoya ikut-ikutan juga.Marsel menghela nafas,sudahlah dari pada banyak bicara lebih baik diam saja.


"Tristan anak mami,dompetnya kamu ingat lagi letak dimana" bujuk Zeline menatap iba wajah frustasi putra Marvel itu.


"em....habis belanja dengan kakak Daisy,Kemana lagi ya....? ah... dompet,maaf mam sepertinya dompetnya Tristan buang di tempat sampah depan mansion,lagi pula Tristan tadi buru-buru" terang Tristan sembari menyengir lebar seakan tak berdosa.


Bunuh saja Marsel!!


Marsel mendesah dan mencibir jengkel pada Tristan dengan Jessy yang justru kini malah tertawa atas deritanya.


"makanya sayang,kalau ceroboh itu dikurangi sedikit.dompet lupa itukan salah kamu sendiri" ucap Jessy tersenyum geli pada raut kesal suaminya itu.


"sudah....sudah ayo semua kita makan,Rion kipas yang benar jangan sampai dagingnya gosong sebelah!!" titah Anggi mutlak.Rion mencibir,sial.dia, Arkansas dan Xander kini jadi babu mengipasi pemanggang dengan Axel,Ryu dan James yang bertugas menjadi pelayan pengantar daging panggang yang telah masak kepada ibu,ayah dan istri mereka.Gabril, Tristan dan Nixon? mereka menatap nanar tumpukan piring yang harus mereka cuci.benar-benar mereka jadi babu sehari,dan itu semua karena mulut asal James.


"Gabril...piringnya mana!! aduh cepat sedikit aku sudah lapar sayang,ini little Gabby merajuk nih!!" teriak Daisy heboh,Gabril mencibir.merajuk apa? bayi mereka saja belum lahir.sungguh istrinya ini sangat terlalu,yang bermasalah Rion dan kayra.mengapa mereka juga kena imbasnya juga? Gabril mendesah frustasi.


"Ar......kamu manggang daging yang benar kenapa? kamu masa kasih makan baby kita daging mentah!!" sembur Liora jengkel.Arkansas mendesah,sudah sepuluh potong daging yang ditolak istrinya.belum matanglah,terlalu gosong lah hingga bentuknya jelek.ada-ada saja cobaannya hari ini.


"sayang....kamu tidak lihat wajahku sudah penuh noda hitam karena terlalu lama berdiri didepan pemanggang? harus bagaimana lagi supaya dagingnya pas? huft....lebih baik bunuh sajalah si Rion itu!!" ucap Arkansas putus asa.Rion mendelik,kenapa dia lagi yang kena? poor Rion.


"mulutmu SAS!!" dumel Rion kesal.mengangkat bahu dan tersenyum masa bodoh,Arkansas sangat menjengkelkan.


"tidak mau tau.....pokoknya aku mau makan bistick tanderlion yang seperti restoran Daisy punya!! " celetuk Liora memaksa.Arkansas meringis dan menggaruk tengkuknya ngeri saat manik Istrinya menajam.


"Rion!! ini dagingnya kenapa gosong?!! kamu sengaja ya mau buat istrimu tidak jadi makan!!" tuduh Kayra menatap sengit wajah gelagapan Rion.salahnya apa lagi kini? rasanya pria tampan itu ingin menangis saja jika urat malunya sudah tidak ada.


para ibu dan ayah saling melirik dengan seringai licik mereka.sungguh para menantu mereka bekerja dengan baik,dan sungguh Rafendra yang biasanya berwajah kaku sudah memerah menahan tawa sedari tadi melihat wajah sengsara para putra mereka itu.


sementara itu....


"Amor suapi aku!!" Dexter berucap manis sembari menatap mengejek para kakak dari gadisnya itu.


Ara tersenyum malu-malu sembari membawa garpu dengan potongan kecil daging kearah mulut Dexter.


Rion, Ryu,Alex, Marsel, Gabril,James, Tristan,Xander,Nixon bahkan Arkansas sendiri melirik bengis pada sosok dengan senyum licik Dexter itu.pria sial*n! .


"terima kasih calon istri!!"ucap Dexter sembari mencubit gemas pipi merona Ara.


blushhh


baiklah bukan hanya Ara,namun wajah liora dan semua menantu Wiguna Family itu semua ikut blusing ria,dan para suami hanya bisa menjatuhkan rahang mereka kesal setengah mati.


...TBC...


well...see you next chapter 🤗 love you all