PRINCESS OF DARKNESS (My Beautiful Target)

PRINCESS OF DARKNESS (My Beautiful Target)
permainan takdir



...Vote,Like dan komentar ya ❣️...



...🌴...


...H...


...A...


...P...


...P...


...Y...


...R...


...E...


...A...


...D...


...I...


...N...


...G...


...🌴...


oekkkkkk.......oekkkkkk......


suara tangis bayi memenuhi seluruh ruangan.


pria dengan tato tengkorak itu mengeram emosi,telinganya terasa panas dan bayi itu benar-benar menganggu!


"DIAM!"


OEKKKK.....


nafas pria itu memburu, sial!


wajah bayi kecil itu memerah akibat terus menangis,tubuhnya demam tinggi dan bayi kecil Lucas itu terlihat kesulitan bernafas.


Seorang maid wanita sudah berusaha menenangkan bayi bernama lili itu dengan segala cara.


"BISA KAU BUAT ULAT KECIL ITU DIAM?! KEPALAKU PUSING DAN TELINGAKU SAKIT MENDENGAR TANGISANNYA! MONIKA SIALAN ! JIKA DIA TIDAK SEGERA KEMBALI AKAN KU BUAT DIA TAK BISA BERJALAN LA-"


"mphhh"


manik pria itu terbelalak saat seorang wanita dengan lingerie seksi berwarna merah sudah duduk dipangkuannya dan meraup bibirnya.


pria itu mengerang dan dengan nakal mulai membalas cum*uan ganas monika.yah,Stefani yang kini bernama Monika.


"kemana saja kau?! kau tidak lihat serangga kecil itu mengacau di vilaku?!" Pria itu memaki setelah puas menyesap godaan yang diberi Stefani cuma-cuma.


Stefani tertawa nakal,ia menggoyang pinggulnya diatas paha pria ATM nya itu.


pria itu mengeram menahan godaan dari wanita nakal yang kini berada di pangkuannya.


"sebentar lagi ahhh......serangga ke...AKHHHHHH...cil itu akhan hah...hah... lenyap!" desah Stefani dengan serangan brutal prianya itu.


sial...


Stefani tertawa sinis dalam hati,kini dirinya benar-benar wanita murahan sejati! lubangnya sudah dimasuki banyak pria dan semuanya adalah ATM tunai baginya.


tak masalah selama ia puas.


pria dengan tato tengkorak itu membanting tubuh Stefani diatas meja saat ruangan itu sudah kosong sepenuhnya sejak Stefani datang.



Stefani mengerang kala kedua tangannya di tangkap tepat diatas kepala dan lingerie seksi yang ia pakai sudah koyak dalam sekali tarik.


"ahhh...pelan....pelan....Ben! jangan ahkhhhh!" tubuh Stefani bergetar hebat.


pria itu menyerigai mesum.


"kau tau monik? meski gunung ini adalah oplas implan,tapi tubuhmu benar-benar menggoda! kau ja*ang terbaik penghangat ranjang ku!" seringai pria itu sembari menarik dagu Stefani kasar.


Stefani tertawa genit.


"benarkah? kau benar-benar mencandui tubuh ini? buktikan" Suara serak memanggil itu menari ditelinga sang pria.


kini.......


ia naked!....


sepenuhnya.....


dengan suara tangis lili menemani desa*an mereka siang itu.


........⚜️........


Sebuah mobil sedan berwarna putih melaju perlahan ke dalam sebuah kawasan dimana kanan dan kiri sisinya hanya terlihat jejeran pohon-pohon besar yang entah namanya apa.


"kamu yakin Stefani meminta kita datang ke daerah ini? ini sudah keluar dari wilayah kota dan masuk ke hutan perbatasan!" Liora menatap wajah gugup Dysabel,namun istri Lucas itu hanya mengangguk tanpa menoleh lebih fokus menyetir melihat kedepan.


area ini cukup gelap sebab sepanjang jalan raya yang terlihat cukup rusak dimana-mana,sinar matahari tak dapat menembus masuk sepenuhnya oleh rindangnya dahan pohon-pohon yang berjejeran menambah kesan cukup menyeramkan.


Liora,wanita cantik yang tetap terlihat tenang itu melirik singkat wajah Dysabel yang terlihat cukup aneh dimatanya.


istri dari Lucas itu terlihat begitu gelisah sembari melirik jam dipergelangan tangannya.


"semoga aku tak terlambat atau Stefani akan menyakiti lili" batin Dysabel fokus menatap jalan raya yang cukup gelap dan hanya diterangi lampu dari mobilnya.


andai saja butler yang mengurus vilanya bisa dengan mudah ia kelabui ,maka ia tak butuh waktu lama untuk mengambil salah satu mobil suaminya.


Liora memicing tajam saat melihat cengkraman kuat pada stir oleh Dysabel.


mereka sudah melakukan perjalanan hingga keluar dari ibu kota menuju perbatasan.


mobil sudah bergerak kurang lebih 3 jam lamanya sejak pukul 1 siang dan kini waktu menunjukkan pukul 4 sore.


dan demi tidak menimbulkan kecurigaan karena Stefani hanya ingin bertemu dengan Liora,maka mereka harus pergi diam-diam.


dan itu cukup memakan waktu.


Liora hanya mengkhawatirkan lili.


dalam diam tanpa sepengetahuan Dysabel,Liora meraih sebuah belati kecil dan sebuah botol kecil racun.


belati itu segera ia selipkan disebuah ikat kecil yang melingkar dipahanya.setelah merasa belati sudah terselip dengan tepat, Liora meraih sebuah kotak aluminium kecil dalam tasnya dan segera menumpahkan isi botol beracun itu kedalam Wadah.


semua dilakukan diam-diam dan tenang.Setelah isi botol habis,Liora meraih sebuah kotak kecil berisi jarum yang cukup besar,merendam jarum-jarum ini didalam cairan racun selama 5 menit dan setelah warna jarum berubah kehitaman,Liora mengangkat jarum-jarum itu dengan sebuah pinset.


merapikan kembali tas Chanel di pangkuannya.


persiapan selesai.


"kak....ji...jika kamu tidak mau,kakak bisa pergi biarlah dysa sendiri yang masuk menemui Stefani" Dysabel mulai berperan lemah tak berdaya,dan meski sudut hati Liora sangat mencurigai mimik wajah yang terlalu berlebihan itu,tapi ini untuk lili! putri dari adiknya Lucas,dan Liora tak ambil pusing hanya menghadapi seorang Stefani.


istri dari Arkansas itu hanya melirik wajah Dysabel singkat dan kembali menatap lurus ke depan saat merasa kecepatan mobil melambat .


.........🌴.........


seorang pria dengan kemeja putih dan celana kain putih bersih berdiri linglung ditengah hamparan bunga mawar putih disebuah tempat yang sunyi,hanya ada dirinya seorang!.


pria itu menatap sekeliling sembari mulai berjalan.


hingga.....


Deg.........


"Liora...istriku?"


gumam pria itu lirih.


yah,pria itu adalah Arkansas.


maniknya bergetar dengan tubuh mematung.


tubuhnya terpaku,bahkan kakinya tak mampu bergerak menuju dimana sang istri tengah berdiri tersenyum menatapnya dengan penuh kasih.


"LIORA.....DEAR........ke....kenapa suaraku tak bisa keluar? mengapa ?!" Arkansas berdiri panik,tubuhnya benar-benar kaku tak mampu bahkan untuk sekedar menggerakkan jarinya saja.



istrinya tersenyum,gaun putihnya bergerak tertiup angin.rambut coklat indahnya melambai lembut menampakkan sosok layaknya seorang Dewi.


Arkansas benar-benar terpanah,lagi dan lagi.


istrinya benar-benar cantik,lembut dan setiap bagian dirinya adalah sari bunga yang benar-benar mampu memberi warna manis didalam kehidupan hitam dan putih seorang seperti dirinya.


Arkansas mengigit bibir bawahnya saat rasa sesak tiba-tiba menghantam hatinya.


hingga.......


Awan putih berganti hitam pekat,cuaca yang tadinya begitu indah dengan kelopak bunga yang terbang tertiup angin.kini semua berganti layaknya badai yang membawa malapetaka!.


Deg.....


Manik tajam Arkansas bergetar kala sosok Liora berbalik dan berlari pergi begitu saja.


Takhhhhhh.....


dan dalam sekali gerak tubuh,Arkansas berlari kalap kearah dimana istrinya menghilang.


"LIORA....SAYANG....KAMU DIMANA? TOLONG JAWAB AKU SAYANG! LIORA.... PLEASE JANGAN MENAKUTIKU! LIORA.... LIORA..sayang tolong jawab aku!" suara keras putus asa Arkansas berakhir lirih.


deg..........


kembali jantung Arkansas seakan dihantam sebuah batu besar yang entah datang dari mana.


kelopak mawar putih itu berganti merah darah.


BRUKHHH.....


Arkansas jatuh bersimpuh saat maniknya menatap sosok yang kini terbaring dengan tubuh penuh luka.


wanita yang begitu ia cinta dengan seluruh hidupnya,dunianya.


manik indah yang selalu menatap hangat itu tertutup rapat,bibir semanis madu yang menjadi candunya kini mengalir oleh darah segar.


Deg.............


dengan menggenggam erat kemeja pada bagian dada,Arkansas menyeret tubuhnya menuju sang istri.


tes.....tes...tes..


"TIDAK.....LIORA....ISTRIKU!!" Arkansas meraung kala kini tubuh mungil dan rapuh itu sudah berada dalam pelukannya.


"sa...sayang...bu..buka matamu dear...Lio...Liora my love open your eyes baby..please...please...don't do this to me " Arkansas menangis,pria kejam nan bengis itu menangis pilu sembari menutup luka tusukan besar di perut sang istri.


gaun putihnya telah berubah merah dan bibir pink yang selalu lembut itu berubah memutih.


Arkansas menangis,pria itu terus memanggil nama sang istri dengan putus asa.


"Baby open your eyes baby...please say something to me...say something...ARKKKKHHHH!" angin dingin membawa seakan kesedihan pria yang dikenal sebagai tiran itu dengan pedih.


Arkansas terduduk,tubuh terkulai dengan suhu yang mulai mendingin itu ia dekap penuh cinta.


tangan besarnya dengan lembut menepuk wajah mungil istrinya berharap mata indah itu akan kembali terbuka.


air mata pria itu jatuh deras mengenai wajah pucat pasi istrinya.


"jangan menang....jangan menangish hah...hah...suami...suamkuh...hah...biar...biarkan akuh is... istirahat sejenak,Ki...kita pasti akan te...tetap bersama" wanita cantik itu kembali membuka mata sayu,dengan lemah ia mengelus wajah tampan suaminya dan dengan perlahan tangan halus itu kembali turun,terlipat diatas perut dan mata itu kembali tertutup.


Arkansas yang semula diam terpukul,kini ia menangis!.


"tidak....ti...tidak..jangan..jangan Baby...jangan lakukan ini padaku! buka...bukalah mata indahmu sayang,hiks.....to... tolong lihat aku!"


Arkansas yang terkenal kejam dan tak berperasaan,bahkan saat kakek dan neneknya tuan bayu dan nyonya citra meninggal dunia ia tak menangis bahkan setetes pun air mata.


Arkansas memeluk pedih raga Liora,seakan jika pelukan itu terlepas maka istrinya akan menghilang.


" baby open your eyes please...LIORA bangunlah sayang...kasihan anak-anak kita menunggumu..A... Archana...Ar... Arshenio dan Raygan! please baby.... please stay with me don't go!"


PRANKKKKKK...................


Arkansas tersentak dan bangun dengan nafas memburu.


putra sulung Rafendra itu menatap sekeliling dengan manik gelisah.


ini ruang kerjanya di Mansion utama!.....


benar,dirinya tertidur akibat terlalu lelah selama perjalanan dan tanpa sadar begitu Alfonso pergi, dirinya yang awalnya hanya ingin menutup mata sekejap untuk merilekskan diri justru malah jatuh tertidur di sofa tamu ruangannya.


Arkansas menatap pada lampu duduk di sisi meja sofa.


benda itu hancur terkena kibasan tangannya .


melirik jam dan itu pukul 3 sore.


"a...aku....butuh LIORA,a...aku butuh istriku!" gumam Arkansas yang langsung berdiri kalut dan keluar menuju kamar demi melihat apakah istrinya sudah kembali atau belum.


............🌴.............


Brakhhhhh.............


Ruang keluarga yang semula ramai itu mendadak hening, seorang wanita dengan wajah panik dan pakaian sudah tak rapi masuk berlari menuju suaminya yang tengah menggendong sosok kecil Archana.


Grephhh.......


Rion membola saat kedua tangan istrinya itu mencengkram salah satu lengannya.


bukannya istrinya itu pergi berbelanja sejak siang tadi?.


yah,meski Rion sedikit cemas akibat terlalu lamanya waktu istrinya kembali,namun ini Kayra Romanov! Rion merasa tak perlu mengkhawatirkan istrinya yang bahkan bisa menjatuhkan James dan Tristan kala latih tanding.


namun,kini melihat wajah ketakutan istrinya dengan manik memerah,Rion mendadak takut!.


"RI...Rion a..apa...LIORA sudah kembali!" Kayra bertanya dengan nafas yang memburu,benar ia tak sadarkan mampir 3 jam lamanya,beruntung salah satu bodyguard yang merupakan anggota delta terbangun awal dan membangunkan dirinya.


Deg........


seorang pria dengan jaket hitam mematung.


LIORA?....


kakaknya,dimana dia?......


Lucas yang memang baru saja tiba akibat terkena kendala akibat menabrak sebuah mobil tanpa sengaja akibat fikirannya melayang kemana-mana hingga saat berkendara ia tak fokus.


dan disinilah dia,mendengar kabar panik dari Kayra.


"apa maksudmu?!"


Deg.......


semua mata memandang kearah lift dimana seorang pria tampan berjalan keluar dengan kemeja cukup berantakkan dan wajah gelap.


"i...itu" Kayra bergetar,seluruh tubuhnya tak bertenaga.kayra meremas blouse bagian dada dimana kini jantungnya berdebar kencang dan pikirannya mendadak linglung.


limbung......


Grephhh.......


Rion menangkap tubuh istrinya yang akan jatuh,dan dapat Rion rasakan tubuh istrinya melemah dan gemetar.


"ta...tadi awalnya ka..ka-"


"BICARA YANG JELAS KAYRA ARION WIGUNA! AKU TIDAK SUDI MENDENGAR MANUSIA GAGAP!" sentak Arkansas yang mulai merasakan ketakutan luar biasa kala melihat raut wajah Kayra.


"KAK!" Rion mengintrupsi dengan keras bentakan Arkansas pada istrinya.yah,Rion merasa sakit saat tubuh ringkih istrinya yang biasanya begitu kuat bahkan melebihi tenaga Tristan kini bergetar.


"Kansas...Rion hentikan! duduk kita bicara baik-baik dengan kepala dingin!" Rafendra segera menengahi kala melihat sorot mata Arkansas kini begitu tajam bak predator dan Rion yang memeluk erat istrinya berusaha menenangkan wanita yang kini sudah terlihat kacau.


BRUKHHH...


Prankkkkkk


"LUCAS!"


Anggi memekik kala Lucas tiba-tiba terjatuh dan tubuhnya tak sengaja mengenai sebuah guci antik di sana.


"Bencana! i...ini bencana! wanita jahat itu sudah...sudah membawa kakakku!!" Gumam Lucas kalap.


"apa maksudmu Lucas?! katakan pada mommy?!" Anggi menekan cepat saat wajah kedua putranya kini benar-benar mengerikan.


"Stefani mom! dia...dia yang membawa putriku dan dia..dia akan menyakiti kak LIORA!" Lucas mencenkram kuat tangan ibu angkatnya itu dengan perasaan kalut.


Arkansas berbalik,pria itu langsung meraih ponselnya.


"right boss!"


"cepat periksa cctv great mall ws Tama corp,lihat nomor kendaraan yang membawa istriku,periksa seluruh pemantau di semua jalanan yang ada dan cepat beri laporan,kau kuberi waktu 10 menit jangan menguji kesabaranku,atau kalian semua akan kubantai!"


glek.....


suara berat penuh amarah terdengar oleh sang penerima telepon,Axel tau ini bukan omong kosong!.


"copy that!"


klik.......


"SILVER!! PERSIAPKAN PARA SERIGALA! WE WILL HUNT!" Suara teriakan penuh perintah berdarah keluar sudah.


"RION! PERGI KE MARKAS,WAKTUNYA PEMBANTAIAN!" Rion mengangguk dengan tubuh gemetar.


habis sudah!......


Arkansas kini tidak akan melihat lagi kawan atau lawan,keluarga atau bukan!.


semua akan dirinya bantai jika setetes saja darah keluar dari tubuh istrinya.


hingga.....


"Dad!" Suara panggilan dari suara kecil yang terdengar begitu dingin menyebabkan suhu jatuh semakin ketitik beku.


Arkansas menyeringai bengis,manik kejam haus akan darah dan pembantaian.


"Time to kill the snakes ,my son!" Smirk Arkansas yang berjalan keluar diikuti oleh Rayganta yang sudah membungkus kedua tangannya dengan sarung tangan hitam.


...🦂...


...TBC...


like naik El update cepat 😋 komen yang panjang kasih ide buat next ya