PRINCESS OF DARKNESS (My Beautiful Target)

PRINCESS OF DARKNESS (My Beautiful Target)
pilihan hidup



hai semua jangan lupa tinggalkan jejak vote, like dan komentar ya....🌹



⚜️ Happy Reading ⚜️


gadis dengan tatapan kosong itu berjalan perlahan disepanjang lorong mansion menuju arah belakang mansion,tepatnya kesebuah danau buatan disana.


"Nona Kayra anda mau kemana? kembalilah nona ini sudah malam" seorang penjaga berusaha mencegah langkah kaki Kayra.gadis itu menoleh dan menggeleng samar.


"nona....nona"


percuma Kayra tak perduli dan tetap berjalan.gaun putih tidurnya melambai tertiup angin malam.


manik sendu gadis itu memandang jauh ke depan,pantulan sang Bulan yang terlukis indah dari balik ketenangan jernihnya air danau.


gadis itu tersenyum miris,air matanya mengalir kala mengingat betapa hancur kehidupannya dulu.


tes.....tes......tes........


Cristal bening itu terus berjatuhan,angin malam yang dingin menerbangkan helaian rambut yang kini terlihat kusut.


"Bolehkah aku egois Tuhan? bolehkah aku menemui keluargaku sekarang? hiks.....papa,mama,kakak apa aku boleh menemui kalian sekarang? hiks....aku tak sanggup melihat dunia lagi.melihat pria itu lagi.....rasanya semua noda yang sudah lama kubasuh dari tubuh kotor ini kembali lagi hiks....aku.....aku gadis kotor yang tak pantas lagi hidup....hiks.....tolong tunggulah aku" berucap dengan perasaan hati yang kembali hancur,Kayra berjalan semakin mendekat ke arah danau.


saat air telah sampai pada dadanya,gadis itu berbalik menatap kemegahan mansion besar Wiguna.senyum mirisnya terukir menyakitkan.


"hiks...maaf Rion maaf Q aku tak bisa menahan nya lagi....."


Byurrr...........



menutup mata dan kini tubuh itu telah tenggelam sepenuhnya.


..........⚜️⚜️⚜️............


dua orang gadis berlari dengan wajah pias dan air mata berlinang,mereka berlari dibelakang seorang pria yang sudah menangis tanpa suara didepan mereka.


Anggi dan Rafendra berlari dibelakang mereka diikuti para penjaga ke arah belakang Mansion.


"hiks....Tuhan kumohon selamatkan Kayra....jangan membuatku tak percaya padamu lagi hiks........ tolong" Liora menangis dengan doa dan pengharapan ,sembari berlari bersama Amber dengan Nixon didepan mereka.


"Kay...please bertahan " batin Nixon miris.pria itu berlari secepat yang ia bisa begitu melihat cctv yang menunjukkan Kayra yang berjalan ke arah belakang mansion,hati pria itu mulai tidak enak.dan akhirnya teriakan dari salah seorang maid yang tak sengaja melihat Kayra langsung membuat seluruh penghuni mansion syok.


Byurrr......


"KAYRA.................." teriak Nixon dengan air mata mengalir deras,pria itu berlari sekuat tenaga menuju Danau.


"YA TUHAN TOLONGLAH.....KAYRA!!!" jerit Liora yang sudah menangis terisak berlari mengejar Nixon.


"KAYRA....KAU GADIS BODOH!! KETERLALUAN!!" amber menangis meraung dibelakang Liora yang sudah berlari tanpa alas kaki lagi.


Anggi menangis dibelangkang para gadis itu, Rafendra meraih tangan sang istri sembari berlari mengikuti para anak muda didepanya.


Byurrr....


Nixon tanpa fikir panjang dan tak perduli angin dingin akan membekukan dirinya,pria itu menceburkan dirinya berusaha meraih tubuh Kayra,tubuh yang sudah pasrah jatuh tenggelam dengan mata tertutup dan senyum menyakitkan diwajahnya.


"kumohon....sedikit lagi....tolonglah!!" batin Nixon yang berenang semakin dalam berusaha meraih tangan Kayra yang sudah semakin jatuh.


Liora mengikuti langkah Nixon,gadis itu ikut berenang menyusul Nixon sedang Amber sudah terjatuh ditepi danau dan menangis dengan tubuh bergetar melihat dimana para sahabatnya tadi menghilang dibalik kelamnya air pantulan Bulan.


Anggi terduduk memeluk tubuh bergetar Amber , Rafendra sudah sibuk memberi instruksi agar menara pemancar dihidupkan demi memeriksa seluruh danau.


tak sampai 15 menit,Nixon dan Liora muncul dari dalam danau dengan menarik tubuh Kayra yang sudah tidak sadarkan diri.


tubuh gadis itu dibaringkan ditepi danau,Liora segera menekan dada gadis itu dan berusaha memberi nafas buatan.gadis itu menangis terisak sembari terus berusaha agar air yang sudah tertelan Kayra keluar.


"hiks...bangun!! bangun Kayra!! hiks...bangun bodoh!!hiks....jika kau tidak bangun aku akan membunuhmu hiks....BANGUN!!" jerit Liora sembari menekan terus dada Kayra .


Nixon sudah terduduk sembari menjambak rambut nya gusar,pria itu menangis melihat keadaan gadis-gadis itu.


uhuk.............


mereka seketika bernafas lega saat gadis itu mulai terbatuk dan mengeluarkan seluruh air yang ia telan saat tenggelam tadi.


manik itu perlahan terbuka dengan tatapan kosong.


Anggi dengan lembut mencoba membantu gadis malang itu duduk,Amber memeluk Nixon sedang Rafendra sudah menatap penuh Arti wajah dingin Liora,apa yang akan terjadi?.


"kenapa selamatkan aku? biarkanlah aku mati Q" suara lirih nan pelan itu membuat suasana seketika hening.


Plak...........


tamparan keras itu membuat wajah Kayra menoleh kesamping.semua menatap terkejut dan tak percaya apa yang sedang terjadi.


"Q!!" pekik Nixon dan Amber serempak,pipi mulus Kayra sudah memerah dan sudut bibirnya berdarah.


..........⚜️⚜️⚜️.............



mobil-mobil sport ini kini berhenti didepan sebuah bangunan markas yang terlihat begitu menyeramkan dari luar.


Arkansas berjalan masuk dengan Rion dan Axel yang berjalan dikanan kirinya.Langkah kaki ketiga pria itu terdengar begitu berat dan mengerikan,semua anggota BE yang berdiri disepanjang koridor menunduk sopan saat para leader mereka datang.Arkansas menatap lurus ke depan tanpa bersuara.


ketiga pria tampan itu kini berdiri tepat di depan sebuah pintu besar yang terbuat dari besi baja berwarna merah,tempat introgasi akan dilakukan dengan cara tidak manusiawi!.


Krangggg...........


Dua orang anggota menarik pintu besar itu kiri dan kanan,pintu besar itu terbuka dengan pemandangan mengerikan didalam sana.


"hais.....bos terlalu lama,maaf bos teman-teman ku ingin berkenalan dulu dengan kawan baru mereka" ucap Tristan yang berbicara begitu enteng seakan tak terjadi apapun.


pria manis itu kini sibuk mengukir tubuh Frangky dengan belati pemberian Lingga,sungguh gila!! tubuh Frangky sudah penuh dengan luka sayatan yang menyebabkan aroma anyir kini menyebar kemana-mana.


Arkansas masuk dengan wajah dinginnya,Rion menyeringai bengis sedang Axel menggeleng kepala tak habis fikir dengan cara Tristan bermain.


"kau tidak sabaran sekali!!" ucap Axel santai.


pria dengan kaca mata itu berjalan duduk lalu mulai menghidupkan layar tabletnya.


Arkansas duduk santai diatas meja kerjanya sembari menyilangkan kedua kakinya angkuh.


"bangunkan dia!!" Titah Rion bengis.Enak saja pria itu tertidur saat mereka ingin bermain.Franky yang biasanya membunuh orang kini merasakan bagaimana rasanya tersiksa hingga akhirnya ia jatuh tak sadarkan diri.


Byurrr.....


"hei....bangun bodoh!!" ucap Tristan sarkas kala ia selesai menyiramkan seluruh air cuka itu ke tubuh penuh luka Frangky.


"ARKHHHH....PERIH....SAKIT!!... BEDEBAH!!" pekik Pria itu murka.


Arkansas menyeringai,ketukan jari pada mejanya semakin cepat.


deg.....


Frangky menoleh kala merasakan pandangan yang seakan menusuk tubuhnya.


jantungnya memompa cepat,keringat dingin mengalir diseluruh tubuhnya.kali ini ia benar-benar seperti melihat seperti apa wujud Hades yang sebenarnya.


pria itu terlihat seperti pria yang sebelumnya pernah ia temui,namun auranya lebih menakutkan dan mampu membuatnya merasakan sulit bernafas.


"huft...... sepertinya kau pria yang sudah bosan hidup?!!" nada suara arogan yang begitu angkuh diselimuti kedinginan yang kuat.sungguh Frangky tak tau akan seperti ini sosok pria penguasa London itu.


turun dari tempatnya duduk,Arkansas berjalan dengan langkah berat kearah Frangky.


Duakkhhhh.....


dalam sekejap mata tubuh itu terpental jauh akibat tendangan tiba-tiba yang bahkan tak disadari oleh siapapun..


uhuk........


perutnya benar-benar sakit oleh tendangan pria Tiran itu.


"Rion!!" panggil Arkansas yang sudah berdiri tegak kembali, Rion.Pria tampan itu berdiri tepat disamping Arkansas kini.


"kau boleh menyiksanya!!" ucap Arkansas santai kemudian berlalu duduk kembali dengan Axel disebelahnya yang sibuk dengan handycam ditangannya.


Ryu menatap semua dalam diam,pria itu sibuk menyecap cocktail ditangannya sedang Tristan sudah heboh sendiri melihat Rion yang akan melakukan drama penyiksaan nya,pria manis itu duduk anteng dengan semangkuk besar pop corn.


"kami tidak akan membunuhmu dulu......tapi akan kuberikan kau penyiksaan yang paling berkesan!!....kau ingat aku bukan?!!" desis Rion penuh ancaman.


Franky.pria itu menatap nyalang para pria yang sudah menyekap dirinya.


"BEDEBAH sialan!! uhuk....hahaha..kau menyekap ku demi gadis yang bukan milikmu? hahahaha... pecundang!!" ucapan bernada mengejek meski tubuh sudah serasa remuk itu membuat wajah gelap Rion semakin menjadi.pria tidak tau diri itu rupanya benar-benar tidak sayang nyawa.



mengambil sebuah tongkat bisball,Rion mulai menghantam benda tumpul itu pada kepala Frangky.


Bhuakkkkkk....


Brakhhhh.....


dua hantaman keras membuat gigi depan pria itu tanggal.


"kurasa kau harus hancurkan lidah beracun bedebah itu Rion!!.dia terlalu banyak bicara!!" ucap Ryu sarkas.wajah dingin putra lingga itu mengeras kala mengingat tangisan takut Angel akibat ulah pria itu yang sembarangan meledakkan tempat tinggal puluhan orang.


wajah tampan Rion sudah terciprat darah.Arkansas menyeringai melihat tontonan dihadapannya.rasanya ia tak perlu turun tangan melihat kemarahan Rion kali ini...


Krangggg....


pintu kembali terbuka dengan kehadiran sosok Gabril yang sudah lengkap dengan baju operasinya.



Arkansas terkekeh bengis dengan Gabril yang sudah memasang sarung tangan medisnya.


"nah....sudah cukup main tangan,kali ini kau akan kuberi obat herbal paling menyiksa di dunia!!" ucap Rion dengan wajah dingin tanpa ekspresi.


"kau sudah ambil bagian rupanya Gabril,kau bahkan tidak menyeka darah diwajah mu itu!!" ucap Rion sarkas.


"masih untung aku tidak memutilasi dan mengambil organ tubuhnya!!" balas Gabril sinis.


Botol berisi cairan berwarna hitam itu diambil Rion dengan cepat.


"TIDAK!!...MAU APA KAU?!!" pekik Frangky panik saat Rion berjalan dengan seringai bengis tercetak jelas pada wajahnya.


Grephhhh...


Rahang pria itu dicengkram kuat oleh Rion dan seketika botol berisi racun itu segera dicekok kedalam mulut Frangky.


Glek.....


cairan kental sangat pahit itu seketika terteguk dan ditelan cepat oleh Franky yang tak siap.


Nafas pria itu tercekat,kulitnya terasa panas seperti terbakar.maniknya memerah dengan urat-urat yang menonjol.


"one"


hitung Arkansas sembari mengetuk cepat jarinya pada meja,nafas Frangky memburu dengan peluh yang mengalir banyak.


Uhuk.....


Frangky benar-benar tersiksa dengan rasa sakit yang luar biasa,ia bahkan tak mampu berteriak dan menjerit.


darah keluar dari mata, hidung,mulut dan telinga pria itu.


tubuhnya menggelepar layaknya ikan yang di keluarkan dalam sebuah kolam.


"two"


pada hitungan kedua,tubuh pria itu terdiam tak bergerak lagi.


" beri dia penawar" ucap Arkansas santai.


tubuh Frangky dibawa ke ruang laboratorium,disana sebuah tabung kaca besar berisi cairan penawar racun sudah menunggu tumbalnya.


"lakukan!!" titah Arkansas jengah.


Byurrr......



tubuh itu dilempar masuk kedalam kotak kaca itu,tenggelam dan tak bergerak.


"buat dia tetap hidup,hapus ingatannya tentang kejadian ini dan pastikan masukkan alat pengendali itu kedalam otaknya!!" ucap Arkansas bengis.pria itu menyugar rambutnya kebelakang lalu berbalik hendak pergi,sebelum.


Brakhhhh.....


pintu laboratorium terbuka kasar dengan sosok James yang masuk dengan nafas yang terengah-engah.


"damn!! what are you doing James?!!" amuk Gabril yang hampir saja menjatuhkan botol serum ditangannya.


"kau kenapa James?!!" desis Ryu geram.


"RION!!! KEKASIHMU...DIA...DIA TENGGELAM!!" ucap James panik.


Deg........


"a...apa maksudmu?!!" tanya Rion linglung.


"dia....Kayra menjatuhkan diri kedalam danau dibelakang mansion dan beruntung Liora dan Nixon menyelamatkan nya,sekarang cepat kembali.mommy sudah berusaha menghubungi kalian mengapa tak kalian angkat?!!" ucap James geram.


"kembali!!" ucap Arkansas cepat.


kedua putra Rafendra itu berlari cepat keluar dari markas,wajah mereka nampak pias dan memucat.sungguh ketakutan ini begitu menyiksa.


..........⚜️⚜️⚜️..........


hening.......


tujuh pria tampan yang baru saja tiba itu berdiri mematung melihat apa yang baru saja terjadi.apa yang sudah mereka lewatkan?.


setelah tamparan keras itu Liora berdiri dan menatap dingin wajah membeku Kayra.


Liora tak perduli lagi tubuhnya yang mulai mengigil,hatinya sakit dan jiwanya meraung murka.


"apa kau fikir dengan bunuh diri semua akan selesai? apa kau tidak perduli pada kami disini yang menangis karenamu? apa sedangkal itu hatimu? kau ingin mati dan biarkan mereka tertawa disana melihat kebodohanmu? maka, mati saja aku tak perduli. tapi bawa kami bersama mu biar kita mati bersama menemui Tuhan!!" suara dingin nan pilu Liora terdengar menohok hati mereka semua.Kayra menangis terisak menyesal kala melihat bagaimana Liora kini menatapnya kecewa.


Liora berbalik dan menatap sosok suaminya yang menatapnya sendu,gadis itu kembali menoleh menatap ayah mertuanya dengan senyum kecut diwajahnya.


kakinya melangkah dan berdiri tepat dimana Rafendra dan Arkansas berdiri.


"jangan biarkan dia hidup.jika kalian tak mau membunuhnya maka biarkan aku yang lakukan!! aku tak bisa menunggu,jika besok kepala pria itu tak ada di hadapanku.maka aku sendiri yang akan datang sebagai malaikat pencabut nyawa nya" Liora berucap dingin lalu berlalu pergi dengan langkah perlahan saat seluruh sendi tubuhnya terasa mengigil.air matanya mengalir deras dan tanpa suara ia kembali menangis.


semua menatap gadis itu sendu,bahkan Rafendra dan Arkansas terdiam tak mampu berucap.


Rion sudah menggendong tubuh Kayra dan berlalu masuk kedalam mansion tanpa berucap,wajah begitu dingin dan sorot matanya penuh kekecewaan.


Kayra yang berada dalam gendongan pria itu tak mampu bersuara lagi, tubuh dan hatinya lelah.


"apa perjuanganku tidak cukup.kau anggap apa aku?"


deg.....


Kayra mengangkat wajahnya kala setetes air mengenai pipinya.


Rion menangis!.


TBC......