
hai semua jangan lupa tinggalkan jejak vote, like dan komentar ya.....⭐
happy reading....🌹
liora duduk gelisah saat kini dirinya harus berhadapan dengan lelaki tampan yang sudah mengklaim dirinya sebagai kekasih mutlak pria itu.entah mengapa sedari tadi,tiran tampan itu terus menatapnya dengan senyum aneh diwajah adonis itu.manik tajamnya terus menatap intens dari ujung kepala hingga ujung kaki,sungguh liora merasa malu sendiri.apa ada yang salah dengan penampilan nya? sungguh liora ingin berteriak meminta pria tampan itu agar berhenti menatap dirinya.
"em...Ar,ke..kenapa menatapku seperti itu a..aku anehya?" sial! liora seperti tikus terjepit kini dan lihatlah senyum menyeringai mesum pria itu.
"hm....dada cup D,pinggang ramping,kulit putih,manik bulat bercahaya you like a doll baby.aku yakin dad tidak akan menertawakan pilihanku" Gumam Arkansas menatap puas sosok sempurna gadisnya.well,seketika liora menatap jengkel wajah santai tak berdosa Arkansas setelah tadi dengan santainya meneliti bentuk tubuhnya,sungguh gadis itu kesal setengah mati.
"kau...kau mengomentari bentuk tubuhku? kau sehat?" tanya liora tak habis fikir dengan jalan pikiran kekasihnya itu.Arkansas mengangguk santai kemudian bangkit dan berjalan semakin mendekati gadisnya.liora mematung saat pria itu menyeringai mesum menatap tubuhnya.sungguh dari mana datangnya kepribadian aneh seorang Arkansas? sungguh jika liora dapat melihat bagaimana mesumnya Rafendra dulu pada istrinya,maka sudah dipastikan gen itu benar-benar diturunkan oleh mantan leader BE itu pada putra sulungnya.
tap....tap...tap...
semakin dekat dan liora seketika gelagapan dan mulai terserang panik! hell,siapa yang tahu apa yang akan dilakukan si Tiran.
deg.....
manik liora melotot horor kala wajah tampan Arkansas kini tepat berada dihadapan nya.pria itu menunduk dan liora mendongak saat tubuh tinggi menjulang Arkansas tepat dihadapannya.
"ma...mau apa kau..."
cup....
"mmmppphhh" sumpah demi apapun,Arkansas tanpa aba-aba sudah meraup bibir seksi Liora dengan ciuman panasnya.entah mengapa pria ini seperti haus akan rasa manis bibir gadisnya.lum*tan,bahkan pria itu kini menggigit gemas bibir Semerah bunga sakura itu gemas.
liora kehabisan nafas dan mulai memukul bahu Arkansas sekuat tenaga,oh ayolah gadis itu butuh oksigen.
"manis aku suka" santai Arkansas sembari mengusap bibir Liora yang sudah mulai terlihat membengkak.
"MESUM.....BISA TIDAK JANGAN CIUM AKU!!" pekik liora jengkel, apa-apaan pria ini.setiap bertemu selalu saja membuat bibirnya bengkak!.
"hm...tidak bisa! bibirmu adalah obat lelahku so....i can't stop to kiss you" santai Arkansas sembari terkekeh gemas melihat wajah memerah gadisnya.sungguh rasanya Arkansas hanya ingin mengurung gadis manis ini untuk dirinya sendiri,tapi tidak bisa.sang ibu hari ini meminta dirinya membawa Liora kemansion utama dan Arkansas merasakan ibunya ini mulai menyiapkan rencana yang akan merugikan dirinya.tapi Arkansas tak bisa melawan keinginan sang ibu,karna walau bagaimanapun Anggi adalah wanita yang sangat ia sayangi ibu sekaligus panutan hidupnya.
"dasar gila!!" kesal liora sembari menutupi wajah malu,sungguh bisakah Arkansas mengurangi sedikit saja pesonanya.bahkan gadis sekelas liora saja bisa lemah karnanya.
"gila karena mencintaimu" goda Arkansas sembari menahan tawa melihat wajah merona liora.
"wajahmu memerah baby,apa perlu satu kecupan lagi?" godaan Arkansas semakin menjadi,bahkan kini jemari kokohnya menoel gemas pipi chabby semerah tomat matang itu .
"ish....jangan goda terus!! aku malu " liora mulai frustasi ditambah lagi reaksi tubuhnya sungguh membuatnya bertambah malu.wajah memerah,jantung berdebar dan gadis itu selalu salah tingkah semenjak pria tampan itu mengakui perasaannya pada liora.liora berharap Arkansas tidak akan mendengar suara debaran jantungnya atau pria itu akan semakin menjadi nanti.
HAHAHAHAHHA
DAMN! liora merengut saat kini pria itu justru terbahak sembari menatap wajah kesalnya jahil.
"hahahaha..baiklah baby,sekarang bersiap lah aku ingin mengajakmu ke suatu tempat" ucap Arkansas setelah berhasil meredamkan tawanya,sungguh liora bagai mood booster untuk nya.
liora ingin menjawab,namun pria itu sudah meninggalkan dirinya begitu saja.dan jangan lupakan kekehan menyebalkan itu.
.................🥀🥀🥀🥀...................
mobil Lamborghini Aventador hitam itu melaju perlahan meninggalkan kawasan tanah pribadi mansion Arkansas.liora sedari tadi terus saja mencuri pandang entah bibirnya sudah ingin berucap sedari tadi.
"jangan melirik terus baby.aku ini milikmu,jadi tidak perlu malu-malu begitu menatapku" Arkansas terkekeh geli saat wajah liora kini benar-benar merona karena ulahnya.
"em...Ar,kau akan membawaku kemana?" tanya liora Gugup saat mobil sport Arkansas mulai memasuki kawasan pinggiran kota dan nampak disana tak ada satupun bangunan.hanya sebuah mansion besar yang terlihat dari jauh.
"mansion utama keluargaku,mom ingin bertemu dengan mu baby" jawab Arkansas santai,kini liora terperangah kaget.demi apapun pria ini membawanya menemui kedua orang tua nya,tanpa persiapan apapun.APAPUN! bolehkah liora menangis?.
sebuah gerbang besar dengan kemegahan luar biasa menyambut mereka saat gerbang itu terbuka otomatis saat Arkansas mulai menempelkan sebuah card berwarna emas di sebuah layar yang menempel pada dinding tepat didepan pintu masuk.mobil berlalu dan melewati jalanan panjang kurang lebih 10 menit lagi untuk bisa tiba di area masuk mansion.sungguh liora tak bisa berkata-kata! .
Mobil berhenti dengan beberapa pria dengan kemeja hitam mulai berjejeran sembari menunduk hormat pada putra mahkota Wiguna itu.Arkansas membawa liora dengan lembut keluar dari mobil dan menuju pintu masuk mansion.sungguh ini bagai istana putih di negri dongeng.
liora bahkan tak sadar mereka telah menjajakan kaki memasuki mansion mewah milik orang tua Arkansas,gadis itu menatap takjub desain interior mansion utama itu.
terlihat seorang wanita paruh baya cantik nan anggun tengah duduk menanti mereka dengan senyum cerah dan hangat diwajahnya.dan satu yang membuat liora seakan membatu tak mampu bergerak.
disana,disamping wanita cantik yang liora tahu adalah ibu dari Arkansas,duduk tegak seorang pria paruh baya yang masih terlihat tampan dan penuh wibawa dengan aura menyerupai aura gelap dan mencekam Arkansas.namun ini lebih pekat dengan garis wajah kaku dan tegas.usia bahkan tak mampu menutupi seberapa kharismatik pria disamping ibu Arkansas itu.
damn!!
liora merasa sendi-sendi mulai melemah bahkan hanya karena tatapan pria paruh baya itu sangat tajam menusuk.Arkansas tersadar kegugupan gadisnya saat tatapan sang ayah begitu dingin dan tajam.tapi percayalah Anggi bahkan sudah pusing melihat kejahilan suaminya itu.well!! siapa yang bisa menebak seorang Rafendra Wiguna?.
Arkansas geram sendiri atas kelakuan sang ayah,pria itu menarik liora semakin duduk merapat dan bersembunyi di belakang tubuh tegapnya menyembunyikan gadisnya dari tatapan mengintimidasi sang ayah.sungguh Father and son sekali.
"dad,she is my mine.my future wife, don't scare him!!" kesal Arkansas dan lihatlah ayahnya itu justru terkekeh menyebalkan.Anggi mendengus akan kelakuan anak ayah itu.well,hidupnya dipenuhi para pria keras kepala .
"oh...come on boy,i just want to see what your girl looks like,hm...not bad,but your mom better" balas Rafendra dengan seringai Menyebalkan diwajahnya.sungguh Arkansas benar-benar kesal akan sosok Ayahnya ini.tidak bisakah jangan membuatnya kesal sehari saja?.
Arkansas menghela nafas frustasi,sungguh hebat sekali Rafendra ini selalu bisa membuat anak-anaknya darah tinggi!.entah sejak kapan mantan tiran diktator ini menjadi sangat jahil seperti ini? Anggi bahkan ingin tertawa melihat wajah frustasi putranya itu.
Dengan sisa-sisa keberanian yang ada,liora mengintip dari balik punggung lebar Arkansas demi melihat lebih jelas sosok ayah Arkansas itu.Rafendra bahkan mati-matian menahan tawa melihat reaksi calon menantunya itu,sungguh menggemaskan pantas saja putranya jadi gila karena cinta.
"Liora Queensia Benedict, bagaimana rasanya mendapatkan cinta putra seorang raja bisnis Rafendra Wiguna?" pancing Rafendra dengan senyum serigai menatap wajah kesal putranya.lihatlah betapa bahagianya pria paruh baya itu mempermainkan emosi putra sulungnya itu.Arkansas mengeram emosi menatap ayahnya jengkel.
Liora meremas kuat lengan kekar Arkansas demi mengurangi kegugupan dihatinya.ayah Arkansas seakan menelan dirinya hidup-hidup.harusnya Arkansas yang merasakan apa yang ia rasakan karna dirinya seorang laki-laki,bagaimana bisa seorang gadis bertemu ayah kekasihnya dan diintimidasi seperti ini? rasanya air mata liora bisa jatuh saat ini juga.
"dad!! enough!!" geram Arkansas saat melihat tubuh liora mulai bergetar.Rafendra bukanya berhenti,pria paruh baya itu justru mengangkat bahu acuh.oh ayolah ia belum puas menjahili putra dan calon menantunya itu.dan Anggi,wanita itu diam saja terlalu lelah meladeni kejahilan suaminya itu.
"come on boy, Daddy bisa mencarikan mu gadis yang lebih baik dari Miss liora ini.bagaimana kau butuh apa Miss liora? uang, perhiasan atau sebuah pulau? katakan saja akan kuberikan untuk mu" ucap Rafendra semakin menjadi,wajah memerah murka putranya sungguh lucu dan ayolah baru kali ini ekspresi putranya terlihat sangat jelas dan rasanya Rafendra puas untuk itu.
tes....tes....tes....
Anggi kaget saat liora mulai terisak pelan dengan air mata yang telah meluncur deras.sungguh suaminya benar-benar jahil luar biasa.
"sudahlah Rafen,berhenti menjahili calon menantuku" ucap Anggi sembari mencubit gemas pinggang suaminya itu.wanita cantik itu merangkul liora dan memeluk gadis itu sayang,sungguh ingatkan dirinya untuk memberi pelajaran pada suami jahilnya itu.
Rafendra meringis dan gelagapan sendiri,tak menyangka reaksi calon menantunya akan seperti ini.dan lihatlah wajah gelap istri dan putranya itu.
Rafendra menghela nafas dan tak lama wajah kakunya berganti senyum hangat yang sangat lembut.baiklah jangan membuat istrinya semakin bertambah marah.
"sorry dear..maafkan Daddy sudah menjahili dirimu,baiklah kemari dan peluk calon ayah mertuamu ini" Rafendra tersenyum penuh sesal akibat sikap jahilnya justru membuat calon menantunya menangis.
"wah...bagus dad! kau sudah membuat gadisku menangis,mom beri Daddy hukuman.suruh dia tidur diluar selama sebulan!!" kesal Arkansas sembari menghapus air mata gadis nya sayang.
Anggi meraih lengan liora dan memeluk gadis rapuh itu sayang.suaminya memang butuh peregangan otot!.
melihat wajah teduh Rafendra,tanpa sadar Anggi membiarkan gadis itu memeluk suami.tangis liora pecah,pelukan hangat Anggi dan Rafendra benar-benar membuat hatinya sakit,ingatan akan kehancuran kedua orang tuanya membuat hati liora serapuh sebuah kaca tipis.
hiks...hiks...
"papa...mama hiks..." liora menangis pilu dengan Rafendra yang menepuk punggung gadis rapuh itu iba,sedang Anggi mengelus surai coklat liora sayang, sungguh malang nasib gadis semanis putri Benedict ini.
Arkansas menutup kedua matanya merasakan hati yang seakan teriris ribuan belati dengan hanya melihat tangis penuh kesakitan liora,gadisnya hidup dalam kepedihan yang bahkan tidak pernah ia rasakan ! sungguh terima kasih pada Tuhan yang membawa Arkansas bisa bertemu dengan liora,berharap semua duka bisa tergantikan dengan bahagia. dan Arkansas pastikan itu.
"tenanglah sayang,mama mu pasti sedih melihatmu menangis seperti ini.sudah cukup ya,lihat mom dan daddy ! kami kini adalah orang tua mu dan mulai hari ini kau adalah bagian dari keluarga Wiguna,jangan menagis sayang" lembut,suara lembut penuh kasih Anggi membuat hati liora menghangat,ia sungguh merindukanmu rasanya kasih sayang seorang ibu dan berterima kasihlah pada Arkansas,pria tiran itu sungguh beruntung memiliki orang tua hebat seperti Rafendra dan Anggita.
"wah...Daddy apakan calon kakak ipar Ara!" pekik Arabela yang baru saja turun dari lantai dua dan terkejut melihat calon kakak iparnya menangis dipelukan ayah jahilnya itu.
"ck...ck...ck,tidak sopan main nuduh Daddy sembarangan" decakan kesal Rafendra terdengar membalas tuduhan putri bungsunya itu.
"tidak apa sayang,kakak iparmu hanya rindu mendiang ibunya" jelas Anggi lembut sembari menyuruh Arabela duduk disampingnya.
Greph...
"eh" Anggi yang tengah memeluk Liora terkejut saat tubuh gadis itu tiba-tiba ditarik paksa oleh putranya.dan lihatlah wajah tak berdosa itu.
"Arkansas aku malu ih......" kesal Liora saat tubuhnya dipangku oleh pria tiran itu.Rafendra terkekeh dengan Anggi yang mendengus jengkel.ara melongo melihat kelakuan luar biasa kakak sulungnya itu.
"Ara kok tidak dipangku kak? Ara juga mau ,sudah lama kakak tidak memanjakan Ara!!" rajuk Arabela dengan wajah cemberutnya.
"Ara sama kak Rion saja,kak Kansas sekarang sudah punya kakak Liora jadi Ara sudah tidak bisa lagi merajuk seperti itu sayang,sini sama Daddy " kekehan Rafendra menatap geli wajah cemburu sang putri.tapi walau begitu Arabela sungguh bahagia kakak sulung esnya sudah memiliki berlian untuk hatinya sendiri.dan Arabela senang jika mereka bahagia.
"malas ah...Daddy paling nanti suruh Ara bujuk mommy lagi,lebih baik Ara mengajak kak liora main mengelilingi mansion.bukanya Daddy akan bicara dengan kak Kansas?" Rafendra mengangguk dan tak lama mendengus kesal atas jawaban putrinya itu.gagal sudah niat membujuk Ara agar meluluhkan istri cantik nya itu,nasib!.
TBC...