
Jangan lupa untuk selalu tinggalkan jejak vote, Like dan komentar ya.....
thanks for your support β£οΈ
...π H A P P Y R E A D I N G π...
Sore itu,ditengah cuaca mendung dengan udara dingin yang menusuk kulit.
dan didalam hangatnya ruang keluarga besar Wiguna,kini para menantu bersama anak,suami dan pasangan Rafendra juga sang istri anggi Wiguna tengah duduk berkumpul ditemani camilan dan segelas teh hangat.kebersamaan manis dengan ulah usil para cucu generasi ke tiga.
"EVERYBODY......LISTEN TO ME!!" baiklah si gila Raino mulai berkoar.
"jangan mulai deh kutil badak!!" sembur Diego malas.
Raider sudah mengambil ancang-ancang merapat pada tubuh sang ibu kayra demi menghalau rasa malu yang mungkin nanti akan timbul dari ulah tak berotak Raino.
"Ck.....pangeran Raino yang tampan ini mau menggombal untuk calon permaisuri masa depan,Abang!!" Kekeh Raino tak perduli raut wajah ganas Tristan yang mulai hafal gerak-gerik bocah penganggu calon istrinya itu.
"Abang? apaan itu boy?" tanya James mulai tertarik.
"ck... Abang saja tidak tau! sana tanya mama Freya" balas Raino jengah.
James melirik istrinya yang tengah sibuk mengunyah kue lapis yang siang tadi dibuat oleh Anggi dan Liora.
"Abang itu apa sayang? " tanya James penasaran,Freya terkekeh dan menarik hidung mancung suaminya geli.tentu saja James tak akan tau arti kata 'abang' jelas saja dia bukan orang Indonesia.
"Abang itu artinya sama dengan kakak laki-laki, sayang" jelas Freya menatap geli wajah manggut-manggut James.
"bodoh!!" ejek Ryu santai.
"memang kau tau artinya Abang,Ryu?" pancing Gabril.
"jelas" balas Ryu sombong.
"jelas apa? kau itu kalau bicara yang jelas!! lama-lama kulempar juga wajah datarmu itu dengan sendal!!" hardik Axel kesal juga.
"Ya Ryu...jelas apa? kau tau memangnya?" imbuh Rion curiga.
"ya jelas......tidak" jawab Ryu santai tanpa beban.
"breng*ek!!" balas James jengkel.
"si Miyabi!!" sembur Axel kesal.
"Sabar-sabar!!" desah Rion,bersyukur dirinya masih waras.
"rupanya aku tidak gila sendirian" kekeh Tristan menatap Ryu penuh syukur.
"aku tidak gila...enak saja mulutmu itu!!" balas Ryu jengah.
"lantas apa?" balas Kayra ikut bergabung.
"ya......sedang kumat saja" balas Ryu santai.
"SAMA SAJA GOBL*K!!" pekik Tristan,James,Axel dan Gabril emosi.
Liora terkekeh dengan Rotasi malas dari Arkansas melihat kelakuan ajaib saudara-saudaranya.
"DIAM!!!! INI RAINO MAU NGEGOMBAL....OMA!!!!" jerit bocah dengan topi terbalik itu kesal mengadu pada Omanya.
menutup telinga dan para ibu meringis ngilu kala melihat wajah memerah putra dari Rion itu
"bodoh!!" desah Raygan melihat kelakuan saudaranya itu .
"hahahaha... baiklah...baiklah...semua diam dan biarkan cucu Oma bicara" gelak Anggi sambil mengusap sudut air matanya.
"baiklah semua!!" Berdiri dan menekuk satu tangan diatas dada dan satu kaki tertarik kebelakang.
Raino dengan langkah sombongnya berjalan penuh senyum manis kearah dimana sakura dan Tristan duduk.
pria itu,Tristan mulai ancang-ancang meraih pinggang calon istrinya dan menatap ganas sosok bocah kurang ajar yang kini sudah berdiri licik dihadapanya,tepatnya dihadapan sakura.
"khem...khem...."
"alah...banyak gaya ini kamu Raino!!" sembur Acella saat melihat tingkah banyak gaya Raino.
melirik sinis dan Raino mulai berdehem singkat.
"baiklah....selamat sore menjelang malam my Sinorita!" ucap Raino dengan kedipan mata dan tangan yang terulur meraih telapak tangan sakura
cup.....
"UWAHHHH..... HAHAHA....CALON-CALON PLAYBOY INI PUTRAMU ION!!" gelak James melihat kelakuan ajaib Raino yang mengecup punggung tangan sakura santai,sungguh bocah tengil itu tak perduli awan hitam yang menghiasi wajah Tristan.
Sakura melongo dan tertawa canggung melihat wajah syok para menantu Wiguna,terutama kayra ibu dari si setan mesum kecil ini.
"Kakak cantik... bolehkah Raino duduk disamping kakak?" tanya lagi bocah itu dengan smile eyesnya.
"kau mau mati setan kecil?!!" sembur Tristan jengkel.
"sudah Tris...jangan marah dulu,biarkan saja lagipula masih anak-anak" bujuk sakura melihat wajah gelap kekasihnya itu.
"boleh sekali No..heh Tan,cepat bangun kau!!"balas James seenak jidat.
Sungguh rasanya ingin sekali Tristan menjahit mulut lemas James.
"Gobl*k namaku itu Tristan!! seenaknya saja kau bilang Tan...Tan... kau kira setan!!" sembur Tristan emosi.
"alah.....lagakmu!! depan calon saja kau berlagak! biasanya juga kami nistakan biasa saja kau!! Tan....Tan..." ejek Axel menimbrung.
Raino tertawa remeh,sungguh keponakan Dajjal ini satu.
"khem...bolehkah kakanda ini mulai wahai adinda" ucap Raino dramatis.
kayra meringis.sungguh mengapa putranya jadi menye-menye begini? kayra malu sungguh!.
"kakanda? adinda? bahasa apa lagi itu?" kini Gabril menyahut tak habis fikir.
"hais....kalau tidak tau lebih baik papi Gabril diam sajalah!! bikin pusing" kesal juga Raino lama-lama.
"baiklah mulai saja boy!!" putus Rafendra jengah melihat kelakuan anak dan cucunya itu .
"dengar ya kakak cantik.....Raino ini sebenarnya iri sekali sama baju yang kakak pakai" ucap Raino drama.
"alah no...no...itu pakaian perempuan bodoh!! kau mau jadi banci perempatan?" potong Gion sebelum Raino selesai bicara.
"diam Dajjal!!" emosi Raino mulai naik.
"sudah...sudah...lanjut boy!!" tekan Arkansas jengah.
"ok lanjut....kakak jawablah,katakan kenapa iri?"
"hahahaha..ia...Raino kenapa iri?"gelak sakura menyahut geli ucapan merajuk si bocah tampan.
"karena pakaian itu bisa memeluk kakak cantik kapan saja dan dimana saja,kan Raino juga mau memeluk dan dipeluk kakak cantik!!" jawab Raino memelas dengan wajah mupeng pengen ditabok sepatu.
BWAHAHAHAHHA...
"mantap anakku!!" batin Rion terbahak bangga.
"gila benih playboy si Rion!!"batin James horor.
" maju terus pantang mundur boy!!" ucap Gabril geli.
"hahahaha...muka Tristan horor !!"gelak Axel
"astaga putraku kenapa jadi sableng begini?!" batin Liora meringis ngilu melihat mendung kelabu Tristan.
"ok lanjut.....kak,tau tidak.kenapa masa depan tidak bisa dibaca?" ucap Raino dramatis,lagi!.
"tidak tau,memang kenapa?" balas sakura mulai ikut terkekeh geli,sungguh rasanya wajah Tristan kini dipenuhi badai api cemburu!.
"khem...karena......masa depan akan bisa dibaca saat Raino menikahi kakak dan membangun masa depan cerah rumah tangga kita!!" jawab Raino dengan kedipan nakal diwajah chabby.
BLUSHHHHH....
bolehkah anak ini dibuang saja?
Tristan sudah emosi tingkat tinggi....
"BWAHAHAHAHHA....SINTING ITU ANAKMU ION!!" gelak Ryu.
"HAHAHHA...ADUH KEBAS PERUTKU!!"tawa James pecah.
"GILA..HAHAHAHA....INI CUCUKU SABLENG!!" gelak Anggi tak mampu lagi menahan tawa.
"ASTAGA ANAK MOMMY KENAPA BEGINI!!" Liora terpekik horor menatap bocah 6 tahun itu.
"bukan putraku!" desah Kayra frustasi.
"bukan saudaraku juga!!" ucap Raider malu sendiri.
"DIAM!! ok lanjut!!" Ucap Raino masa bodoh dengan reaksi nuklir keluarganya.
"kak nama kakak siapa?" tanya Raino dramatis,lagi.
"sakura?" jawab Sakura binggung akan pertanyaan yang sudah pasti jawabannya itu.
"kalau anak kita lahir nanti jadi....Saino dan Saira gabungan nama kita berdua,sakura dan Raino hahaha!!"
"BWAHAHAHAHHA...GOMBALAN BADAI ANAKMU ION!!" tawa Rafendra pecah membahana.
krik...krik...krik...
semua mata kini menatap pria tua mantan leader BE itu Horor.
"mom...Daddy mulai gila!!" gumam Rion dan anggukan patah-patah Anggi menyahuti ucapan pria itu.
"mom...kami pamit pulang dulu!!" ucap James melirik Rafendra yang masih setia tertawa heboh.
akhirnya semua pamit ,sungguh ngeri juga lama-lama didekat pria tua kaku yang tak pernah tertawa itu,dan kini entah setan dari mana yang membuat seorang Rafendra lepas kontrol.
"baiklah kalian hati-hati" putus Anggi.
Rafendra masih tertawa dengan nasib naas Raino sebagai korban malang yang harus menemani dirinya hingga selesai tertawa, seorang diri!.
........π........
Kamar elegant dengan kertas dinding bercorak kayu serta sebuah Lampu Cristal besar tergantung diantaranya menjadi pemandangan sejuk bagi siapa saja yang memasuki kamar mewah pasangan Wiguna generasi kedua itu.setelah acara kumpul heboh keluarga sore tadi.
Arkansas dengan senyum hangat tengah duduk sambil memangku tubuh sang istri serta tak berhenti terus mengelus perut buncit lucu Liora.sesekali pria dominan itu akan tertawa kala merasa tendangan manis dari calon buah hati mereka.
"pertumbuhan Baby kita bagus sekali ya,Ar? aku tidak sabar menggendong bayi kecil kita" Liora berseru riang sembari menahan geli saat bibir hangat suaminya itu terus bermain mengecupi setiap jengkal wajahnya.
"hahahaha...pasti bayi kita akan secantik dirimu dan setampan aku" suara sombong penuh kebanggaan dan harapan Arkansas menimbulkan decak sinis dari seorang bocah lelaki yang baru saja memasuki kamar keduanya.
"tidak!! adikku akan seperti aku" Rayganta berucap dingin menatap wajah ayahnya mengejek.sambil membawa sebuket bunga tulip merah muda,bocah tampan itu melenggang dan acuh akan raut jengah ayahnya.
"Cih...ayahnya siapa yang bicara siapa? anak bodoh ini!!" gumam Arkansas balas mengejek.
mendengus dan Rayganta melompat naik keatas ranjang king size itu dengan cepat.
plak......
tangan kokoh Arkansas ditepis santai oleh putra sulungnya itu dengan cepat,dan kini tangan yang berganti bertengger manis diatas perut Liora adalah tangan kecil putranya.Arkansas mendengus kesal dan mengusak rambut hitam Rayganta dengan gemas.
"merepotkan!!" gumam Arkansas jengah melihat kelakuan putra sulungnya itu.
Liora terkekeh dan memperbaiki tatanan rambut hitam putranya lembut.
"Ray sayang...kamu tidak pergi Nge-gym sama Opa, kenapa kesini?" tanya Liora tersenyum geli melihat wajah sadis Rayganta yang menatap tajam wajah mengejek ayahnya itu.
"Archana"
"eh?" Liora menatap bingung kala terdengar sapaan asing dari mulut kecil putranya itu.
"siapa yang kau panggil ?" Arkansas bertanya bingung juga akan kelakuan ajaib putranya.
acuh,dan Rayganta kecil menyerahkan buket bunga cantik itu pada ibunya.
"ini untuk ibu,dan Archana adalah nama adikku kelak!!" jelas Rayganta terlihat bersemangat menatap ibunya.
"loh? kenapa hanya satu nama? adikmu itu ada dua sayang?!" gemas Liora akan reaksi lucu nan terkesan malas putranya kala mendengar kata dua.
"aku hanya ingin memberi nama adik perempuanku! sisanya suruh Daddy saja!" jawabnya tak perduli dan kembali mencium perut buncit tempat calon adik kecilnya tumbuh.
"eh? tapi ini bunga sepertinya mommy kenal? Ar...bukanya ini tulip seperti bunga yang di tanam Kayra di kebun belakang?" Liora bertanya usil kala melirik diam-diam wajah kaget Rayganta.sungguh Liora hampir saja tertawa lepas kala melihat ekspresi beragam yang dikeluarkan putra kecilnya itu untuk pertama kali.
kaget,malu.bahkan Arkansas terlihat menyeringai geli akan reaksi malu-malu kucing iblis kecil itu.
"ma..mana ada mom!! ini R..raygan beli tuh di toko bunga dekat sekolah!!" jawab Rayganta cepat sembari menunduk berpura-pura kembali tenang meski hatinya kini ketar-ketir sendiri.
"yang benar ? seingat dad didekat sekolahmu tidak ada toko bunga,yang ada hanya sebuah kedai ice cream, toko buah,toko suvenir,toko baju dan.....apa perlu dad sebutkan semuanya? HM!!" goda Arkansas sembari kedua alisnya terus naik dan turun jahil.
"dasar iblis tua ini!! " batin Rayganta kesal menatap bengis wajah tengil ayahnya itu.
"bagaimana? belajar dulu jika mau melawan Daddy? itu saja kau kalah...payah!!" balas Arkansas menatap santai wajah jengkel putranya itu.
"haha.. sudah..sudah.. baiklah terima kasih sayang atas bunganya,adikmu suka!!" Balas Liora sembari membawa tangan kecil putranya keatas perut dimana terasa tendangan kuat bayinya.
"wow!! " kagum Ray tanpa sadar menatap takjub perut ibunya.
"jadi? kenapa nama adik perempuan,Archana?" tanya Liora kala kini posisi Rayganta berubah dan berbaring dengan paha Liora sebagai bantal.yah,Arkansas tersenyum tipis kala melihat keharmonisan keluarga kecilnya.tak masalah harus menahan berat istri dan putranya sekaligus meski kakinya perlahan keram juga.
"HM........? Ra..menjadi Rayganta dan kebalikan Ra adalah Ar...Yah,meski nama Daddy tak sengaja menempel.tapi tak masalah selama adik kecilku akan lahir cantik dan manis,hehehe..." kekeh Rayganta antusias .
dan malam hingga menjelang pagi itu,keluarga kecil itu akhirnya tertidur pulas dengan Rayganta diantara kedua orang tuanya.
...........π...........
bip.....bip.....bip.....
bunyi suara mesin detektor jantung bergema mengisi kesunyian didalam sebuah kamar yang terasa dingin.
seorang wanita dengan rambut pirang tengah duduk dipojok ruangan sembari menatap sosok wanita paruh baya yang terlihat begitu menyedihkan dengan seluruh perban membalut tubuh juga selang yang menancap dari mulut ,hidung juga tangannya.
"ma......meski aku harus mengotori seluruh tubuhku dengan darah...dan meski aku harus menghadapi kemurkaan dewa neraka sekalipun,aku tidak Sudi melihat wanita sial itu bahagia!! aku akan balas semua yang sudah kita alami selama ini,aku janji!!" ucap wanita itu bengis.
sebuah rokok yang diapit antara jari-jarinya semakin habis terbakar dan asap putih mengepul tebal dari mulut berlipstik merah.
"Liora.....Hahahaha......nikmati hari-hari mu!!" tawa picik wanita itu mengalun keras memenuhi ruang.
kebakaran beberapa tahun yang lalu mengakibatkan seluruh jalan hidupnya berubah keras,dan pertolongan dari orang yang dulu sempat berseteru pelik dengan Wiguna menjadi celah baginya untuk melarikan diri dan memulai langkah baru.dan kini,hidupnya hanya satu arah.mencari jalan untuk menghancurkan Liora dan seluruh keluarganya,meski harus meminjam tangan orang lain untuk itu.
drttttt....
panggilan telpon menyadarkan wanita itu dari lamunannya.
menyentuh layar hijau dan membawa ponselnya kearah telinga untuk mendengar suara sang penelpon.
"Barb.... cepatlah, pelangganmu sudah menunggu di Hotel kamar biasa"
mendengus dingin dan wanita berpakaian ketat dan terbuka itu segera bangkit membenahi diri.
yah,ia tak akan berhenti sampai tujuanya tercapai meski dengan menjual diri.
"kau rawat ibuku..." ucapnya pada salah satu perawat yang diberikan oleh salah satu pelanggan nya sebagai hadiah atas pelayanannya.
langkah sepatu hills menjauhi ruangan dan meninggalkan rumah kecil di pinggir kota,memasuki mobil Toyota hitam dan melaju pergi.
"Naya!! kau penyebab hidupku hancur,maka aku akan buat mereka juga hancur dengan .......dirimu " desis wanita itu dengan sorot mata penuh kebencian.
dia telah mengubur segala hal yang menyangkut dirinya, semuanya bahkan membakar rasa kemanusiaan dalam hatinya sendiri.dan kini,hanya waktu dan takdir yang akan menentukan nasib keduanya.
awal dari segala takdir gelap dunia akan dimulai untuk mengakhiri segala perjalanan penuh darah dan air mata.
jeng...jeng...beberapa part lagi endπ
...TBC...