
hai semua jangan lupa tinggalkan jejak vote, like dan komentar ya......🌹
🌹 Happy Reading 🌹
"MOMMYYY..............TAS KULIAH TEMPAT LAPTOP ARA MANA MOM!!"
pagi hari yang bercuaca begitu cerah disambut dengan kehebohan dari putri bungsu Wiguna itu,Arabela berlari turun dari lantai tiga,padahal sebenarnya mereka memiliki lift tapi entah apa yang ada di otak cantik gadis remaja itu.
wanita paruh baya yang sedang sibuk bersama calon menantunya itu tengah sibuk di dapur untuk membuat sarapan,karna Anggi tak pernah mau terlalu membebankan para maid yang bekerja dirumahnya jika ia sendiri masih bisa menangani.contahnya soal memasak untuk keluarganya.
mendesah sesaat sebelum menutup mata,sungguh Anggi pusing dengan putri bungsu cerobohnya ini.ayolah barang sendiri saja Ara lupa menaruhnya dimana.
"kemarin bukanya kamu sama Freya bekerja di perpustakaan Daddy,coba saja cari disana dulu.kamu ini pagi-pagi sudah buat mom jantungan!" kesal Anggi menatap tajam wajah cengengesan putrinya itu.Liora terkekeh geli melihat kelakuan ibu dan anak itu.
"PAMAN FAREN.....CARIKAN TAS LAPTOP ARA DI PERPUSTAKAAN DADDY!!" teriak Arabela memanggil kepala maid di mansion milik orang tuanya.
"ARA!! MOMMY JAHIT ITU MULUT LAMA-LAMA,CARI SENDIRI SANA KASIHAN PAMAN FAREN BANYAK KERJAAN" tanpa sadar Anggi ikut berteriak menjawab teriakan heboh putrinya.
oh tidak, lihat saja bagaimana semua maid,penjaga bahkan Rafendra yang baru saja keluar dari lift menutup telinga mereka.Liora bahkan tanpa sadar berjongkok sambil menutup kedua telinganya rapat.ayolah suara kedua wanita berbeda generasi itu benar-benar mengalahkan speaker bass tinggi sekalipun.
"PAMAN....ARA SUDAH TELAT INI... CEPAT LAH PAMAN!!" Ara kembali berteriak tak perduli pelototan kesal sang ibu ratu.
"ARA JANGAN TERIAK-TERIAK,KUPING MOMMY SAKIT!!" pekik Anggi gemas.
Rafendra melongo frustasi melihat kelakuan dua wanita kesayangannya itu,mau marah takut istri,kalau diam bisa-bisa kupingnya tuli.yah,semua serba salah.
"MOMMY JUGA TERIAK....KENAPA MALAH MARAHIN ARA" balas Ara dengan suara melengking hingga Liora mengelus dadanya kaget.
"ARA!!!!!" Anggi kesal,wanita itu berjalan cepat ingin mencubit pipi bulat sang anak.gadis remaja itu cengengesan sembari berteriak berlari dan bersembunyi dibalik tubuh tegap ayahnya .
"DADDY.... TOLONG ARA, MOMMY NGAMUK HIHIHI....." gelak Ara terpingkal melihat wajah merah sang ibu,sumpah demi apa,bahkan gadis itu melupakan jika jam kuliahnya sudah terlambat.
Rafendra menggeleng kepalanya pusing saat tubuhnya didorong istrinya kesana-kemari demi bisa meraih tubuh mungil putri mereka .
Liora tertawa bahagia ,sungguh pemandangan pagi yang sangat damai menyejukkan hati.
"sayang,sudah kepala ku pusing jika kau dorong kesana-kemari" ucap Rafendra melas,sungguh ia baru tertidur pukul 4 pagi begitu kembali dari Swiss melihat proyek besar garapan Luksius dan Wiguna.Proyek besar pengembangan sebuah pulau resort .
Anggi tak bergeming,wanita itu masih gemas ulah nakal putrinya itu.
"sini Ara!! mommy jahit itu mulut!! anak gadis malah teriak-teriak.kamu kira ini hutan?!!ishhh...pusing mommy punya anak perempuan nakal sepertimu!!" ucap Anggi jengkel.Ara justru tertawa polos menatap sang ayah yang melihatnya frustasi.
"hehehe...Ara cantik Ara sayang mommy " ucap gadis remaja itu kemudian memeluk tubuh sang ibu.raut wajah kesal itu akhirnya terganti senyum lembar bahagia .ayolah sampai kapanpun Anggi tak akan kuat berlama-lama marah pada anak gadisnya.
"huh...kamu ini mulutnya manis sekali,siapa yang ngajarin?" ucap Anggi geli,wanita itu kemudian berjalan menghampiri suaminya yang menatap keduanya geli.
"1,kak Tristan.2,kak James.kalau jurus imut dari kak Tristan dan jurus membujuk dari kak James" jawab Ara santai.
"hais...dasar kedua anak itu!!" dengusan Anggi terdengar keras dan disambut gelak tawa ayah dan anak itu.
"mom,ini pasta meetball sudah siap.Lio sajikan ya mom" suara lembut Liora terdengar dari balik pembatas dapur mansion.
"pagi dad,Ara" sapa liora dengan senyum cerahnya.Ara tersenyum lebar membalas sapaan calon kakak iparnya itu,sedang Rafendra hanya mengangguk dengan senyum tipis nya.
membaca koran dan mulai menyesap coffe hitam yang disajikan sang istri, Rafendra seketika tersadar akan sesuatu.
"Ara,kamu tidak kuliah? Daddy lihat Freya sudah berangkat sejak dad turun dari lift tadi" ucap Rafendra menatap tajam wajah terbelalak Ara.
"OH MY GOD.....INI GARA-GARA MOMMY...ARA LUPA KALAU TADI MAU KEKAMPUS...HUAAAA....DADDY ARA SUDAH TERLAMBAT" pecah sudah tangis Ara,gadis itu berdiri dari kursi dan segera menarik panik lengan sang ayah.
"kenapa ribut,santai saja.kampus itu punya Daddy,sudah jangan menangis.kalau nilai kamu rusak Daddy tembak mati dosenmu itu" ucap Rafendra enteng.
"ia juga ya dad,sudahlah Ara bobo aja tidak jadi ke kampus" Ara mengangguk heboh kemudian mengecup rahang tegas ayahnya.sayang,kedua manusia berbeda gender itu tak menyadari aura gelap dari sosok wanita cantik yang sudah memegang garpu nya kuat.Liora seketika merinding dengan Kayra yang bahkan tidak jadi duduk saat melihat tatapan tajam sang ibu ratu.
"pest....Q mending kita ke resto Daisy saja.cepat bangun!!" bisik Kayra yang berdiri tepat di belakang tubuh Liora.sungguh bahkan aura kejam Kayra saja akan kalah saat nyonya besar Wiguna itu tengah dalam mode iblisnya.
"mom Liora sama Kayra pamit mau ke tempat Daisy dulu,kami ada sedikit pekerjaan" Kayra bahkan harus berbisik saat tubuhnya terasa mengigil akibat aura tak bersahabat ibu dari iblis kembar itu .
Kayra segera menarik tangan liora cepat, Rafendra dan Ara seketika tersentak saat tiba-tiba suasana menjadi hening dan sepi.
Deg.........
Manik kedua manusia itu membulat horor saat melihat aura dingin serta tatapan tajam sang Ratu.
"jadi,siapa yang ingin kau tembak mati sayang?!!" ucap Anggi dengan seringai miring dan tatapan tajam menghunus langsung pada wajah gelagapan Rafendra.sial!! Rafendra lupa istrinya itu benci jika anak-anaknya meremehkan pendidikan.
"Daddy Ara pergi kuliah dulu,Freya sudah menelfon suruh cepat.bye Daddy semoga beruntung!!" Ara,gadis manis itu seketika lari terbirit-birit meninggalkan sang ayah yang menatapnya tak percaya.baiklah Rafendra kini ditinggal menghadapi kemarahan sang istri.
"Ara kembali ....tolong Daddy dari amukan mommy mu ini...kembali Ara....Daddy tidak mau jadi duda!!" batin Rafendra ngawur.
Greph.....
"aw...aw..... sakit....sakit sayang...putus ini telinga suami tampanmu ,aduh...... sayang ku cintaku malu dilihat pelayan dan penjaga... stop...ARKH....darling lepas...aduh....ampun "ringis Rafendra kala tanpa iba sedikitpun Anggi menarik telinganya dari ruang makan hingga lift menuju lantai empat.
Ting........
Brukhhhh......
"malam ini kamu tidur dikamar Rion!!" ucap Anggi tajam.Rafendra mengangga,sungguh istrinya ini semakin berumur semakin kejam.
Greph........
"ARKHHH......ASTAGA ISTRIKU INI BAR-BAR NTA MINTA AMPUN!!" pekik Rafendra kala jemari sang istri kini menarik kasar rambutnya.sungguh jambakan Anggi membuat rambutnya seketika rontok.
"bicara lagi kujahit itu mulut mesum kurang ajar!!" amuk Anggi, Rafendra ini semakin tua semakin menjadi saja.mulut frontal nya tidak bisa direm sedikit pun.
para maid,penjaga bahkan semua pekerja dimansion seketika menahan tawa hingga wajah mereka memerah.sungguh Tuan besar mereka yang terkenal sebagai pria bertitle Lucifer dunia nyata kini terlihat bagai suami lemah takut istri.bukankah kelurga ini sungguh luar biasa?.
🖤🖤🖤🖤
Ara menatap ngeri mansion milik orang tuanya dari jauh.untung saja ia bisa menghindari amukan ibu Ratu,tapi entah bagaimana nasib sang ayah? Ara terkikik sendiri memikirkan nasib ayahnya menerima amukan brutal dari ibunya.
"paman Dendi,antarkan Ara ke mansion mami Zoya" ucap Ara pada supir pribadi keluarganya itu.pria paruh baya itu mengangguk dan tersenyum lembut menatap wajah manis putri tuanya itu dari balik kaca spion dalam.
Ara kini duduk memangku puppy kecil hadiah dari kakaknya Xander.dog kecil berbulu putih itu terlihat tidak sehat,dan Ara berencana membawanya ke klinik hewan milik Jessy untuk diperiksa dan karna ia tak berani pergi sendiri,mungkin mengajak kakaknya Marsel akan baik?.Ara bergumam tidak jelas.
anak puppy itu duduk di jok samping Ara sembari menatap wajah gadis itu lemas.Ara mendesah iba melihat hewan peliharaan pemberian salah satu kakak kesayangannya nampak sakit.
mobil Range Rover itu perlahan memasuki kawasan mansion megah Houston,yah meski masih kalah besar dari the great mansion Wiguna,tapi mansion dari keluarga pengusaha Intertaiment itu tidak bisa dikatakan kecil juga.
mobil perlahan memasuki kawasan halaman utama mansion,mengapa mansion ini tak sama dengan beberapa tahun lalu? pindah! semenjak tuan besar Jack dan Hana memasuki usia senja,Marvel memutuskan pindah ke masion yang lebih sederhana akibat Zoya yang tidak terlalu suka sesuatu yang berlebihan .
mobil berhenti dengan Ara yang langsung berlari memeluk tubuh seorang wanita cantik yang tengah menyiram tanaman mawar putih di halaman depan mansion.
"MAMI....ARA DATANG" gadis itu menyapa riang sembari memeluk tubuh Zoya erat.wanita itu terkekeh dan mengacak gemas rambut panjang nan halus putri bungsu Wiguna itu.
"selamat datang putri mami" ucap Zoya lembut.menarik tangan mungil Ara dan membawa gadis itu masuk.
"Ara tidak kuliah sayang?" tanya Marvel yang baru saja keluar dari lift lantai Tiga.
"hehehe..tidak papi,kak Marsel ada?" tanya gadis itu sembari celingukan mencari sosok kakak tampannya itu.
"Sudah sarapan sayang? ini mami ada buat Nasi goreng seafood kamu mau?" Zoya bertanya setelah keduanya duduk nyaman di ruang tamu.
"hehehe...belum mami,tidak sempat tadi.tidak usah mi,Ara belum lapar" jawab Ara sembari menyengir lebar.
Zoya menatap Bobo si puppy kecil yang tengah dipangku Ara,hewan kecil itu terlihat lemah.
"Ara,itu Bobo kenapa?" tanya Zoya penasaran.
"Bobo sakit mi,makanya Ara cari kak Marsel mau minta supaya temani Ara ke klinik kak Jessy" jawab Ara sedih.gadis remaja itu mengelus bulu putih puppy ras cihuahua itu.
"Jessy? siapa? " tanya Zoya bingung.sepertinya ia ingat pernah mendengar nama itu tapi dimana? Zoya sedikit lupa.
"ituloh mi,teman kak Liora yang dokter hewan itu" jawab Ara mendengus,maminya ini cepat sekali lupa.bukankah nama Jessy baru saja disebut beberapa hari yang lalu saat semua tengah berkumpul di mansion Xavier.Ara jadi kesal sendiri.
"oh ia!! hehehehe ...maaf mami lupa" kekeh Zoya yang disambut gelengan geli Marvel.
"kakakmu itu masih tidur,kamu naik saja ke lantai tiga dan bangunkan kakakmu itu.mami lelah membangunkan kebo satu itu" omel Zoya jengkel.Marsel ini memang susah kalau bangun pagi.
"baiklah mami,tuan putri akan membangunkan naga jahat yang tengah tertidur!!" ucap Ara semangat dengan candaanya.Zoya dan Marvel terkekeh gemas,andai saja mereka memiliki anak perempuan.
berjalan memasuki kamar bernuansa maskulin dengan warna hitam dominan,Ara terkekeh melihat bagaimana kakak tampannya itu tertidur.kepala diposisi bawah sedang kaki menggantung di dinding,bahkan Tristan tidur jauh lebih elit.
"KAKAK BANGUN!!!" Ara berteriak nyaring tepat ditelinga Marsel.pria itu tersentak kaget dan tanpa bisa dicegah langsung terduduk tegak dengan manik melotot horor saat Ara meloncat-loncat diatas tempat tidurnya.
"KAK.. BANGUN... BANGUN,KALAU TIDAK ARA GANGGU SAMPAI KAMAR KAKAK BERANTAKAN ARA HANCURKAN, CEPAT BANGUN DAN ANTAR ARA PERIKSA BOBO!!" heboh Ara, gadis itu mendelik kala melihat raut malas Marsel.
"ia...ia dasar cerewet kamu,sudah keluar kakak mau mandi dulu" kesal Marsel,pria itu bangkit dan berlalu ke arah kamar mandi.terkekeh dan berlalu keluar dari kamar Marsel,Ara bersenandung riang.
"sudah bangun kakak kebo mu itu?" tanya Zoya yang kini terlihat sibuk menyiapkan sarapan suaminya.
"mami,opa Jack dan Oma Hana kapan pulang? mereka pergi ke Korea tidak ajak-ajak Ara,kan Ara juga mau ikut" gadis itu mendumel kesal lengkap dengan bibir mungil yang mengerucut maju.
"hah....mereka akan menetap disana Ara,kata opa mau menghabiskan hari Tua dikampung halaman.maka dari itu tidak mungkin mengajak Ara" jelas Marvel menatap putri adik angkatnya itu sayang.
"huft.....semenjak opa Bayu,Oma Citra,Oma Prames tiada.Ara hanya punya Opa Jack,Opa Bagas, Oma Hana dan Oma Maya saja.mereka semua jauh dan Daddy tidak mengizinkan Ara pergi terlalu jauh" ucap Ara sendu.yah,terlalu beresiko jika status Ara sebagai putri tunggal Rafendra diketahui publik.ingat kejadian penyerangan Ara dan Liora dulu? itu hanya musuh dari dunia bisnis,bagaimana jika musuh dari dunia bawah tau Rafendra memiliki seorang putri? sungguh tidak terbayangkan berapa banyak musuh Wiguna akan bertindak?.
"Ara,ayo.katanya mau kakak temani periksa Bobo?" Marsel turun dengan style cool.gaya casual yang melekat sempurna ditubuh tegapnya membuat Ara menatapnya takjub.
"WOAH!!!! kakak Marsel tampan sekali hihihi.....kalau begini Ara jadi tidak malu mengajak kakak" gelak Ara tanpa dosa mengerling nakal pada salah satu kakak tampannya itu,Marsel mendengus dengan Zoya yang sudah tergelak.
"sudah ayo cepat,kakak ada rapat nanti jam 10" ucap Marsel jengkel,bukanya cepat Ara justru sibuk berselfi ria bersama ibunya itu.sungguh perempuan itu ribet!.
TBC.....
see you next chapter 🤗