PRINCESS OF DARKNESS (My Beautiful Target)

PRINCESS OF DARKNESS (My Beautiful Target)
Ruang hampa dengan siksaan



hai semua jangan lupa tinggalkan jejak vote, like dan komentar ya...⭐


Happy Reading.....🌹



 


apakah aku membuatmu lelah?


 bisakah aku menghapus air matamu?..


hatiku merasakan penyesalan setiap harinya...


tapi akan kukatakan padamu dengan lantang...


aku tak bisa hidup tanpamu


bagiku,hanya ada dirimu....


sepanjang waktuku hanya dirimu


aku mencintaimu dan terima kasih banyak


tolong peluk diriku dan jangan tinggalkan aku.....


hingga aku bisa hidup dengan menggenggam cintamu.....


dengar apa yang hati ini ingin katakan


Aku mencintaimu dengan seluruh hidupku....


.......🥀🥀🥀.......


🖤🖤🖤


Ruang tamaram itu kini hanya berisi Geraman para serigala yang terus mengoyak dan memakan buas mangsa mereka.sedang seorang pria tampan yang berdiri tegap dengan wajah yang memancarkan kedinginan mencekik hanya menatap tanpa ekspresi apa yang dilakukan para serigala peliharaanya.


tak butuh waktu lama,tubuh wanita itu telah habis tanpa sisa hanya menyisakkan kepala yang kini teronggok tanpa tubuh.


"James,bawa para wolf kembali!!" titah Rafendra dingin,pria kharismatik itu menatap wajah penuh amarah tertahan putranya dalam.


tab....tab...tab....


Arkansas kembali melangkah dengan langkah angkuh dan berat menuju ke arah pria yang kini terbaring tak sadarkan diri dengan kedua tangan yang sudah lenyap.


Greph.....


duakh.....


"ARKHHHHH"


satu tarikan kuat pada rambutnya dan pria itu langsung menjerit keras saat Arkansas dengan brutalnya menghantamkan kepala pria itu pada lantai dingin yang sudah penuh dengan ceceran darah berbau menyengat.Axel tersenyum bengis dengan sebuah handycam di tanganya,sungguh menyenangkan sekali melihat kekejaman tanpa ampun sang tiran.meski tak jarang mereka semua akan merinding ketakutan saat melihat bagaimana kejamnya Arkansas dalam menyiksa.


Arkansas mengambil sebuah tank dan mulai menjepit lidah pria dengan luka di pipi kirinya itu.


"AKHHHH"


kini bahkan untuk berteriak dan memohon saja pria itu tak bisa.tank itu menarik paksa lidah pria itu dan.


Crash............


terpotong sudah,Arkansas langsung melayangkan belati di tangannya memisahkan lidah itu dari tempatnya.seketika darah dari mulut pria itu mengalir deras.


Srethhh........


tak membiarkan korbannya mengambil nafas,satu sayatan besar diberikan Arknasas dari dada hingga perut korbanya.Rafendra menggeleng lucu melihat betapa beringasnya sang putra menyiksa korban.Pria itu bahkan tak bisa lagi berteriak dan menjerit.


"Tristan,lakukan tugasmu!!" titah Rafendra begitu melihat Arkansas bangkit dan berjalan menuju dirinya dengan sapu tangan yang kini membalut telapak tangannya.


Tristan mengangguk cepat,pria manis itu kini berdiri angkuh dihadapan korban sang bos dan.


Duakh.........


satu tendangan kuat diberikan pria itu pada dada korban.tubuh lemah itu terhempas jauh hingga terbatuk darah.


"aduh!! tubuhmu sekeras batu,kakiku sakit tau"grutu Tristan dengan wajah riang yang sangat tak senada dengan ucapannya.


"hehehehe...mari main" pria manis itu berjalan dan mulai mengambil belati yang sudah diolesi racun oleh james.


srakh......


srakh......


"ARKHHHHH..... LEPAS....LEPASKAN AKU....KAU IBLIS MONSTER!!" jerit pria dengan tato naga pada punggung kirinya.


pria berwajah babyface seakan tuli, mengiris kedua telinga korban dan bersenandung riang sembari menutup mata seakan menikmati apa yang ia lakukan.Rafendra terkekeh geli,sungguh para turunan sahabatnya semua adalah iblis psikopat.


"monster....monster.....monster....apa tidak ada yang lain? kau ini membosankan!!" celetuk Tristan dengan wajah merengut kesal.


Pria berwajah babyface itu kemudian menyalakan korek api dan membakar ujung belatinya hingga membuat pria bertato itu menggeleng panik.


Crash.........


"hahahaha...baunya seperti daging bakar Daddy!!" pekik girang Tristan saat belati panas itu mulai menancap dan mengiris daging tubuh itu perlahan.


"ARKHHHHH.....BUNUH SAJA AKU!!! IBLIS JAHANAM!! ARKHHH...SAKIT.....SAKIT HENTIKAN!!" jerit pria itu kesakitan.tristan merengut dan semakin menancapkan belati itu sembarangan.


jleb......


"sudah ah!!! lelahnya,habis ini nanti aku akan bercerita pada kakak ipar!!" riang Tristan kala pria dihadapannya sudah nampak sekarat dengan nafas putus-putus.


pria itu kini diambang maut dengan kondisi mengenaskan namun belum juga tewas,dan Tristan langsung menancapkan belati itu pada tenggorokan korbanya.


Arkansas kembali bangkit dan dengan sekali kode tangannya,tubuh sekarat itu diangkat dan dilemparkan ke kolam berisi tiga buaya besar peliharaan sang ayah.


Buaya besar itu langsung mencengkram tubuh sekarat korban Tristan dan membawa tubuh itu kesasar kolam dengan mulutnya,dapat dilihat dari atas ruang eksekusi bagaimana tubuh lemah itu meronta meski sudah sekarat.


gigi-gigi tajam itu mulai mencabik dan memisahkan bagian-bagian tubuh dengan sekali memutar badan,tubuh itu terlepas!.


emran melihat bagaimana kedua rekanya tewas,pria itu menatap kosong dan ketakutan mulai menguasai akal sehat pria itu.


"ARKHHHHH.....IBLIS....KALIAN MONSTER PEMBUNUH....PSIKOPAT BERDARAH DINGIN... LEPASKAN AKU... LEPASKAN!!!" Jerit Emran panik.tubuhnya bergetar saat kini hanya dirinyalah yang tersisa.


Rafendra terkekeh sinis dan tak lama berdiri bangkit menuju sosok yang kini telah jatuh bersimpuh ketakutan.


"ikat dia terbalik dengan rantai!!" titah Rafendra bengis.pria tampan yang tak lekang usia itu berdiri angkuh menatap dingin calon korban putra sulungnya itu.


telapak tangan kokoh itu terulur mencengkram kuat rahang Emran ,manik tajam itu menyorot dingin penuh amarah.


"berani sekali kau menyentuh calon menantuku!! wah....sudah bosan hidup rupanya bos bodohmu itu?!!" ucap Rafendra sarkas.


Plak..........


satu tamparan kuat dilayangkan ayah dari ilbis kembar itu hingga tubuh Emran terhempas melayang kebelakang.rantai besi itu mengikat kuat tubuhnya.gigi Graham Emran tanggal seketika dengan sudut bibir robek dan pipi yang langsung membengkak.


"son!! tubuh pria ini sangat cocok dijadikan kanvas!!" ucap Rafendra sembari menatap santai wajah dingin Arkansas.


Arkansas mendekat tanpa suara,pria itu membawa sebuah cambuk ditangannya.


"hitung saat aku mulai!!" ucap Arkansas dingin.


Ctar........


"ARKH......" jerit Emran saat cambuk bergerigi tajam itu mengenai punggung nya langsung tanpa hambatan.


ctar........


"kubilang hitung!! apa kau tuli?!!" ucap Arkansas murka.


Emran menganguk lemah dengan ringisan tertahan.


pria tiran itu menyeringai bengis dan kembali melayangkan cambuknya.


Ctar .........


"hitung dari awal!!"


Ctar.....


"1"


"ARKH...."


Ctar..........Ctar.........


cambukan demi cambukan dilayangkan Arkansas dengan kuat tanpa ampun ,punggung pria malang itu telah koyak dengan darah dan daging yang terlihat mengenaskan.Rafendra menatap semua itu dalam diam sembari meneguk wine ditangannya.


kini cambuk berganti belati kecil nan runcing.


emran menggeleng lemas saat melihat pria itu mendekat dengan seringai bengisnya.


"hm....kau ingin kulukis bagaimana?ah....bagaimana kalau kuberi lukisan abstrak saja" kekeh dingin Arkansas yang mulai mengoleskan sebuah cairan berwarna hitam pekat pada belatinya.


Srethhh.....


"ARKHHHHHH..........TOLONG BERHENTI!!" jerit Emran kala belati itu mulai menyayat pipi hingga terus turun hingga lehernya.


Crash.......crakh........


Arkansas bahkan membuat sayatan lebar mengangga hingga batas telinga pria malang itu.jeritan teriakan penuh kesakitan terdengar indah tak membuat Arknasas berhenti.


"berhenti? hm.....katakan Fladimir yang mendalangi semua ini? atau ada orang lain?" desak Arkansas tidak sabar.pria itu bahkan kini membawa belati beracun bisa ular itu tepat didepan mata Emran.pria itu mengangguk cepat dan menatap pasrah pada mafia bengis itu.


"kau menyentuh calon istriku?!!" suara serak dan dalam penuh kemarahan itu menghadirkan suasana mencekam dan mencekik seketika.


"jawab!!" murka Arkansas saat pria dibawah siksaannya itu hanya diam menunduk takut.


"i..ia,a...aku menamparnya" cicit Emran bergidik.


telapak tangan sang tiran terkepal kuat hingga buku jemari itu memutih.terdengar Geraman penuh kemarahan yang langsung ditangkap jelas oleh Emran,seketika pria malang itu bergetar ingin mati saja.


Krakhhhh.....


sekejap mata,Arknasas menarik dan mematahkan telapak tangan Emran hingga bunyi patahan tulang itu terdengar nyaring.


"ARKH.... AMPUN!!AMPUNI AKU!!" jeritan permohonan itu tak terdengar oleh Arkansas yang telah termakan kabut hitam kemarahannya.


Sebuah dessert Eagle kini mengarah pada tubuh Emran,pria itu melotot horor saat kokangan senjata mulai terdengar.


"1"


Dor...........


lutut kiri Emran hancur tertembus peluru lesatan senjata penghancur itu.


"beraninya kau menyentuh milikku!!"murka Arkansas,darahnya mendidih jiwa iblisnya meronta.


"2"


Dor..


kini bahu kanan yang hancur tertembus tembakan kedua dari sang tiran.


"3"


Dor.......


Perut itu terkena tiga tembakan beruntung dari Arkansas.nafas pria itu memburu sedang Emran sudah bernafas terputus-putus.Pistol itu terlempar sembarang dengan Arkansas yang berjalan cepat menuju Emran dengan manik menyalang murka.


"beri aku sarung tangan besi!!" titah Arkansas tajam.Ryu mengangguk dan segera keluar menemui James agar menuju ruang senjata dan mengambil permintaan sang bos.


kini telapak tangan pria tiran itu terbalut sarung tangan yang terbuat dari lempengan besi dengan ujung-ujung kuku meruncing.


Jleb......


tangan Arkansas menekan dada Emran hingga menembus kulit dan daging pria itu.Emran tercekat dengan tatapan dingin dan ngeri semua orang.


"ini keinginan ibuku,akan KUCABUT jantungmu!!" ucap Arkansas bengis.Rafendra menyeringai dan mulai bangkit melangkah pergi,biarlah putranya mengamuk dan melepas amarahnya.


"dad pergi,kau segera selesaikan lalu pulanglah menemui gadismu.daddy sudah menyuruh Rion memindahkan Liora ke mansion dengan seluruh alat kesehatan yang memadai" ucap Rafendra sebelum pergi dengan Tristan yang ikut dalam diam.Arkansas menatap Lamat sang ayah kemudian mengangguk samar.ryu dan Axel menunduk sopan membiarkan Rafendra segera melangkah pergi.


Arkansas kembali menatap tubuh mengenaskan Emran yang kini telah tewas dengan jantung tepat ditangan sang tiran.Arkansas mencengkram dan menarik paksa jantung itu keluar dari tubuh Emran yang hanya mampu melihat tanpa bisa berbuat apapun.tubuh pria itu sudah penuh sayatan dan juga lubang akibat peluru yang bersarang dimana-mana.


"paket kepala pria dan wanita jal*ng itu dan kirim ke Rusia!! katakan kita akan datang menyapa suatu hari nanti" ucap Arkansas penuh arti.Axel mengangguk dan tersenyum tipis penuh rencana.


manik Arkansas menatap jantung yang ada dalam genggamannya,menyalakan sebuah tunggu pembakaran dan begitu api membesar,jantung itu dilemparkan masuk hingga dilalap api yang membara panas.bau busuk akibat jantung yang tercampur racun segera menguar disepanjang lorong markas eksekusi dan tak lama,seekor harimau besar berjalan mendekat dan duduk diam tepat dibelakang sang tiran.



Arkansas mengusap wajahnya yang sedikit terciprat darah kemudian menatap harimau besar itu tanpa ekspresi.


"apa kau lapar Tiger?!! kau ingin jantung ini? " tanya Arkansas pada harimau besar penjaga markas.Tiger adalah harimau Benggala yang dibawa Rafendra saat pergi mengunjungi Xavier yang tengah sedang berlibur di India bersama selenia.harimau itu masih bayi saat itu,induknya tertangkap para pemburu dan Rafendra membawa pulang harimau itu atas permintaan Anggi.


Tiger adalah harimau yang sudah menjadi bahan uji coba racun Rion,dan binatang buas itu kini kebal akan racun apapun yang didapat dari memangsa korban sang tiran.Tiger hanya menurut jika Arkansas dan Rafendra berbicara,entah! binatang itu seakan tau siapa yang berkuasa.


Arkansas segera mengeluarkan jantung yang telah berwarna hitam itu dengan sebuah besi panjang sebagai tusukannya.


"makan!!" titah Arkansas pada sang Harimau yang kini berdiri tegak dan menunduk samar.


binatang itu mulai mencengkram jantung itu dengan kedua kaki depannya dan mulai mengoyak dengan taring dan cakarnya.harimau itu mulai makan dengan tenang dan semua itu tak lepas dari para anggota BE yang melihatnya merinding.Harimau ini benar-benar hewan buas bermartabat.bahkan binatang itu makan dengan elegant tak berantakan seperti para serigala.Arkansas terkekeh geli melihat hewan kesayangan makan dengan tenang.


"Axel kirim rekamannya itu ke dunia bawah,dan pastikan semua musuh-musuh BE melihatnya!!" ucap Arkansas dengan seringai keji diwajahnya yang kini terlihat begitu dingin tanpa emosi.axel mengangguk dan segera pamit menuju ruang monitornya.tinggal Ryu dan Arkansas yang kini terduduk santai memperhatikan harimau besar itu makan.


"selanjutnya apa?" Ryu bertanya tanpa ekspresi,pria berwajah tampan yang hampir sama seperti Arkansas dalam kepribadian.kini putra lingga itu menghela nafas saat Arkansas hanya diam dengan wajah datarnya.


"belum saatnya" hanya dua kata dan putra Rafendra itu segera bangkit diikuti Tiger dari belakang,Ryu mendesah dan menyugar rambut nya frustasi.


"aku harus meminta Aniki mengirim katana baru" gumam Ryu pelan.ruang eksekusi itu telah sepi , meninggalkan keheningan setelah pembantaian sadis sang tiran.


TBC........