
Jangan lupa untuk selalu tinggalkan jejak Vote, Like dan Komentarnya 😘
...🌴...
...H...
...A...
...P...
...P...
...Y...
...R...
...E...
...A...
...D...
...I...
...N...
...G...
...🌴...
Silau dari sebuah lampu Cristal besar yang tergantung menghiasi sebuah ruangan besar dengan pilar-pilar bercat abu-abu membawa kesan suram dan hampa disana.
seorang pria dengan tubuh tegap atletis menatap seorang pria yang tengah berdiri dihadapannya dan seorang wanita yang duduk tak jauh darinya.
maniknya begitu dingin penuh dendam.
"apa yang kau dapat?" Suara malasnya terdengar menginterupsi.
Glek.......
pria dengan kemeja putih yang berdiri dihadapannya meneguk Saliva sebelum mengambil nafas bersuara.
sungguh,meski telah berteman dan bekerja sama begitu lama,namun aura kelam dari pria didepannya itu sangat berat.
pria berkemeja itu akhirnya buka suara,meski bagaimana dirinya adalah tangan kanan pria itu sendiri.
"organisasi kita telah berhasil memotong jalur ekspedisi mereka,dan...dan beberapa telah berhasil kita tumbangkan.kau bisa mengeceknya sendiri ketua" lapor pria berkemeja itu lega.
" Samuel? sejak kapan kau menjadi bodoh?! tidak cukup!! Arkansas.....dan BE!! kita...atau mereka yang harus tumbang!!" desis pria itu memanggil nama sang tangan kanan tajam.
Don Alfonso Pedro yah! dia,sang ketua organisasi mafia asal Brazil.ketua dari organisasi SantosDominiq.
satu dari musuh paling berat dari Blood Eagle.beruntung keduanya memiliki wilayah kuasa yang tak saling bersinggungan namun kini entah apa masalah yang terjadi hingga ketua dari kartel SantosDominiq mulai mengusik wilayah kekuasaan Blood Eagle.
maniknya berkilat tajam saat nama dari leader Blood Eagle itu terucap dari mulut nya.
dan disamping sosok Samuel,sosok wanita dengan gaun tidur minim terawa sensual sembari membayangkan status yang akan dialami oleh istri dari sang leader BE jika sang Leader kalah oleh mereka.dapat ia pastikan,wanita kebanggaan Wiguna itu akan tamat.
oh bukan,bahkan kematian wanita itu harus terjadi secepatnya bahkan sebelum pria penguasa Inggris itu kalah.
yah,jika memang pria itu bisa kalah?.
setelah Samuel keluar,Wanita berpakaian seksi itu mendekat kembali pada sosok Alfonso.
" sayang.....kau ingin lanjut lagi?...ahh..aku masih ingin dirimu" jemari berkutek merah itu menari nakal diatas dada bidang yang nampak berhias bekas luka memanjang itu.
Plak..........
BRUKHHH......
"akhhhh...."
"pergi Barbara!! kau menjijikkan!! jika kau gatal pergi dan layani anak buahku diluar sana,mereka tak masalah dengan barang bekas seperti dirimu"
Deg.........
sakit!
Yah,wanita itu adalah Barbara atau Stefani?.
tubuhnya terhempas bukan hanya oleh kata-kata kasar Alfonso,namun perlakuan dingin pria itu setelah puas memakai tubuhnya sungguh menjadi cambuk untuk hatinya hari demi hari.
namun Barbara sudah terlanjur basah! dirinya sudah jatuh terlalu dalam dalam lumpur dendam dan ambisi.
" Alfonso....kau tega sekali sayang....baru beberapa waktu lalu kau menikmati diriku,kini kau menyuruhku melayani anak buahmu? ahhh..lebih baik aku pergi dan memanjakan diriku di spa!" Barbara berucap manja dan dengan gaya centil ia bangkit dan berjalan pergi ,sungguh ia lelah menghadapi pria tak berhati seperti Alfonso.
BRAKH.....
pintu ruang kerja itu tertutup keras dengan menghilangnya tubuh Barbara.
Alfonso mendengus dingin dan berbalik duduk sambil meraih sebuah bingkai foto berisi figure seorang gadis cantik yang tengah tersenyum manis memegang sebuah piagam lengkap dengan toga yang memperindah sosoknya.
"Adik kecilku" suara berat pria itu turun dengan kelopak mata yang terkulai sedih.
...........🌴...........
Tristan entah mengapa merasakan firasat buruk saat Arkansas mengumpulkan semua inti BE didalam sebuah ruangan bernuansa dark blue.bahkan didalam sana sudah ada sang mantan Leader, Rafendra Wiguna.
padahal,Acara pernikahan akan berlangsung beberapa jam lagi dalam satu hari itu.namun,sebelum acara pernikahan dilaksanakan leader tiran pewaris dari BE itu sudah mengumpulkan seluruh inti pada ruang khusus bawah tanah mansion Wiguna.
"jadi sebenarnya ini ada apa boss?" Gabriel bertanya bingung begitu sampai dan masuk bersama Ryu.
yah,jika dalam mode serius maka seluruh putra Wiguna family akan memanggil Arkansas sebagai boss sedang jika dalam keadaan santai,para inti itu akan memanggil Arkansas dengan sebutan brother.
"Axel menemukan masalah dalam ekspedisi kita ke Brazil" bukan,bukan Arkansas yang menjawab namun sosok murka Arion yang bersuara ketika awan gelap dari saudara kembarnya itu bahkan tak memungkinkan untuk mengeluarkan suara.
Ryu sang wakil terdiam dengan sorot mata menajam, benar! jika sampai Arkansas sudah tak bersuara dan tergantikan oleh Arion,maka hanya ada satu jawaban,mencari mati!.
"huft......."Rafendra menghela nafas.sungguh generasi putranya mendapat masalah lebih besar dari masa jabatannya dulu.
"jadi ada-apa sebenarnya Axel?!" baiklah Ryu mulai geram.
Pakhhhh.....
sebuah amplop besar coklat terhempas diatas meja kayu berwarna hitam dengan ditengahnya terlihat kumpulan ikan koi yang berenang tenang.
"Maafkan papi...tapi papi harus mengatakan ekspedisi senjata kimia kalian telah di sabotase dan papi rasa musuh kalian ini sama kuatnya dengan organisasi kita" Alex yang duduk tak jauh dari sofa dimana Rafendra duduk bersuara.
pria berusia 50 tahun itu sungguh merasa tercekik akan aura kelam pasangan ayah anak Rafendra dan Arkansas.
" dan parahnya lagi......setengah dari anggota delta yang pergi......." Bimo yang duduk tepat disamping Lingga bahkan tak berani melanjutkan kata-katanya.
" Mati...mereka semua mati dan siapapun yang berani membunuh anggotaku!.........." suara dingin Arkansas mengalun merdu bak ayunan sabit maut hingga.
" lenyapkan mereka,bila perlu Blood Eagle akan war!" lanjutannya dengan seringai dingin dan tatapan mata tenang yang mengerikan.
Rafendra terkekeh kejam,pria tampan yang sudah tak muda lagi itu bangkit dari sofa dan berjalan menuju sebuah lemari buku dengan sebuah patung seekor elang disisi kanannya.
Bipppppp......
permata yang ada di kepala elang tersebut ditekan oleh jari telunjuk mantan sang leader.
jejeran buku yang tersusun rapi pada rak mulai terbuka,yah itu semua adalah buku digital.
tak lama,sekat yang membatasi buku mulai tenggelam masuk kedalam bagian rak dan menjadi satu dan kini hanya menyisakan deretan buku digital yang mulai bergerak berderet menjadi satu hingga.
dan itu sukses membuat mata Nixon,Tristan,Gabriel,dan James membola.
mengapa?
yah,karena dari inti BE lainya hanya mereka yang tak tau terutama Nixon yang baru bergabung menjadi salah satu anggota Axel.
Sisanya? Ryu, Axel, Arion terutama Arkansas.tentu saja mereka semua tahu karena posisi mereka yang lebih tinggi dari inti lainya.
Axel mulai duduk bersama Bimo sang papi.
klak.....
suara ketukan cepat jari-jari kokoh Axel yang tengah berkolaborasi dengan sang papi, Bimo terdengar berirama.
"sepertinya kita tak akan semua bisa hadir dalam pernikahanmu nanti, Tristan.dan Daddy sungguh minta maaf untuk itu,anggota kita yang berada di Brazil kini terjepit dan Daddy hanya bisa menebak jika,pernikahanmu dan sakura nanti tidak akan bisa terselenggara dengan mudah" Rafendra berucap menatap wajah sedih salah satu putranya itu kala penjelasan darinya selesai terucap.
"nah...ini dia,musuh besar yang aku dan papi baru saja mengetahui sebab mengapa dia begitu membenci organisasi kita,bukan...lebih tepatnya membenci bos Ar!!" suara Axel menginterupsi.
Tristan menghela nafas.
"ya sudah tak apa dad,itu lebih baik dari pada tidak jadi nikah sama sekali~" Tristan menghela nafas panjang,mau tak mau inilah yang harus diputuskan.
kini semua mata menuju kearah layar LCD besar dimana sebelumnya menjadi tempat rak jejeran buku.
"Don Alfonso Pedro,Kartel mafia asal Brazil yang memimpin organisasi Kartel mafia bernama SantosDominiq....... organisasi mereka sama seperti Blood Eagle. hanya saja mereka memproduksi senjata api segala jenis, narkotika, perdagangan organ,club dimana transaksi jual beli anak-anak hingga gadis-gadis remaja,dan satu lagi........pria itu juga menyediakan jasa pembunuh bayaran" Ryu membaca artikel yang berhasil disusun apik oleh Axel dan Bimo.
"ck....ck....ck....tak kusangka,ternyata kita masih lebih manusiawi" dramatis James setelah selesai menelaah informasi bombastis musuh besar mereka.
"tapi,mengapa dia mencari masalah dengan kita? terutama boss Ar? dan yang tidak bisa di percaya bukankah wilayah kekuasaan kita dan mereka terlalu mengada-ada?! jadi apa masalah mereka mengusik anggota kita yang tengah ekspedisi?!" geram Rion mencoba bertanya entah pada siapa.
"Ar...katakan pada dad, sebenarnya apakah kamu dan Pedro pernah berselisih?" Rafendra mencoba menelisik apa yang sebenarnya menjadi sumber masalah disini.
pria berumur itu tau dengan pasti orang seperti apa Pedro itu.seburuk-buruknya Blood Eagle,masih lebih hitam lagi kartel SantosDominiq.
organisasi mafia SantosDominiq adalah yang terburuk, bahkan dalam masa kepemimpinan sandingan kepemimpinan Rafendra sang leader Blood Eagle sebelumnya. generasi ke generasi kepemimpinan SantosDominiq, organisasi mereka telah berkubang dalam kejahatan.
yah, SantosDominiq telah berdiri lebih awal dari Blood Eagle. saat kepemimpinan Rafendra, SantosDominiq telah berganti leader sebanyak dua kali dan bisa dikatakan kartel ini lebih besar dari Blood Eagle.dan saat Arkansas memimpin,mereka telah tiga kali berganti pemimpin.
tentu saja, SantosDominiq tak sama seperti Blood Eagle yang mana Rafendra maupun Arkansas tak sembarang memilih anggota, Blood Eagle terbentuk dari orang-orang kuat yang berbakat dan bukan hanya kumpulan para penjahat saja.
SantosDominiq bisa disebut juga sarang besar para penjahat dari berbagai kasus!.
dan kini Blood Eagle tidak hanya butuh otot untuk melawan namun juga otak dan jaringan mereka.
"katakan Ar!!" Rafendra menekan mulai tidak sabar.
Arkansas diam,pria itu tau namun entah ia terlalu malas bahkan hanya untuk mengingat pria tidak penting yang mencap dirinya sebagai musuh.
masa bodoh!.....
"Arkansas,ingat...kau sudah punya istri, seorang putra dan kini istrimu tengah mengandung dua bayi kembar kalian...Daddy tidak ingin ketidakpedulianmu pada musuhmu kelak akan berakhir bencana"
Deg...........
nyeri ...
"kenapa dengan jantungku?" batin Arkansas linglung.
hening......
kata-kata Rafendra bagai air es yang ditumpahkan langsung diatas kepalanya ,Arkansas terdiam rasa takut tiba-tiba datang entah dari mana.
bukan untuk dirinya,namun untuk keluarga kecilnya.
"Arkansas....Arion...Ryu....Axel....Gabriel... James....Tristan.....Nixon...baik Marcel dan Xander yang tak ada disini...ingat boys kami para ayah tak akan ada selama disini untuk membantu kalian menghadapi bahaya....ada waktunya kami akan pergi dan......." Bimo menghela nafas berat,Bimo tau tak perlu bicara lebih untuk para putra mereka tau apa yang ingin dia katakan.
para pria itu terdiam,fikiran mereka bercabang kemana-mana.
"nah...Tristan selamat untuk pernikahanmu nanti,dan sisanya para inti segeralah berangkat dan lihat nasib anggota kalian di perbatasan Brazil sana" Alex bangkit menepuk bahu lemas Tristan.
.............🌴.............
Liora mendesah panjang kala melihat sosok suaminya yang kini terlihat tengah bersiap,meski wanita cantik itu tau bahwa beberapa waktu lagi waktu sakral sebuah pernikahan akan terjadi,namun tugas memang harus dilakukan.
"Ar....apa tidak bisa kamu tidak pergi saja? minta saja Rion mengambil bagianmu" Liora merengek.
Arkansas,pria tampan dengan senyum teduh yang sangat mahal itu berjalan mendekat dan merangkul tubuh kecil sang istri dengan lembut.
"Dear....tidak bisa sayang,semua masalah ini harus aku sendiri yang datang dan meluruskannya.pihak kali ini tidak bisa di pandang remeh,bukan aku tidak percaya pada Rion,namun entah mengapa intuisiku berkata aku harus turun" jelas Arkansas mendesah panjang kala tak tega melihat wajah sedih sang istri.
"tapi.....aku dan baby kita tidak mau kamu tinggal Ar..." Liora merengek,sungguh bukan ia ingin hal ini terjadi,namun entahlah dirinya sendiri tak tau.
" aku janji hanya dua Minggu dear" bujuk Arkansas lembut sembari mengecupi pipi bulat memerah Liora,tangannya tak diam terus mengelus perut buncit Liora yang tak terasa lagi akan memasuki waktunya,beruntung kehamilan kali ini istrinya tak aneh-aneh.
"janji?" Liora menjulurkan jari kelingkingnya manja.
Arkansas terkekeh dan meraih kelingking sang istri dengan gemas.
"ia janji sayangku.....sini cium dulu" gelak Arkansas akan tingkah manis sang istri.
"tapi ciumnya satu kali saja jangan banyak-banyak" manik indah Liora memicing .
Arkansas menyeringai dan.
cup...............
cup...............
cup..............
"AR.....CURANG,SATU! BUKAN TIGA IHHHH"
BWAHAHAHA...
"maaf dear...hahaha...siapa suruh itu pipi apa mochi,itu lagi bibir maju minta dicium " puas! Arkansas tergelak puas melihat amukan Liora,sungguh rasanya ia akan rindu nanti ekspresi menggemaskan wanita pemilik hatinya itu.
Grephhh........
Liora menutup mata dan menikmati kehangatan tubuh tegap yang kini tengah memeluknya.
"aku pergi wife.....ingat hanya 14 hari dan sepulangnya aku,kita akan dinner " janji Arkansas setelah pelukan mereka terlepas.
"baiklah~" akhirnya Liora hanya bisa mengangguk pasrah.
.........🌴.........
Tristan mendesah begitu acara pernikahannya telah berakhir,bukan apa-apa.
hanya saja segalanya terasa sepi saat setengah dari inti BE sudah berangkat beberapa jam lalu menuju Brazilian.
"sabar ya anak papi...yang penting nanti malam kamu bisa minum madu murni" Lingga dan mulut bocor nya mulai beraksi.
wajah mendung Tristan terbit cerah sementara para ibu hanya bisa melotot horor melihat ekspresi putra bungsu mereka.
"papi kalau ajar anak itu yang benar kenapa? heran Samantha, bisa-bisanya mami Yura kuat sama suami seperti papi lingga" cibir Samantha menatap wajah menyebalkan lingga.
"hah...mami juga tidak tau tha! mami kena mantra kali sama papi mu" jawab Yura dramatis.
Lingga mendengus dan melonggos pergi bersama Tristan yang mengekor bak anak itik yang tengah berburu ilmu malam pertama.
poor Sakura.....
...TBC...
berhubung El masih dalam keadaan kurang sehat,El minta maaf kalau upnya lama.....