
hai semua jangan lupa tinggalkan jejak vote, like dan komentar ya....⭐
🌹 Happy Reading 🌹
pagi hangat dengan sinar mentari yang menyapa.sebuah mansion besar dipinggir kota London ini nampak terlihat sepi padahal matahari sudah nampak meninggi.
seorang pria yang masih betah dengan wajah bantalnya nampak menuruni tangga dengan lesu,meski begitu wajah babyface nya tetap terlihat manis tak berkurang.
"hoam.......mommy.....Ara......!!"Tristan berteriak keras saat melihat tak ada satupun anggota keluarga Wiguna yang terlihat.
"hei...kamu kesini!" Tristan memanggil seorang maid yang hendak berjalan sopan melewatinya.
"ia Tuan muda,ada yang bisa saya bantu?"wanita paruh baya itu menunduk sopan meski gemas melihat wajah mengantuk si bungsu BE.
"kau melihat mommy Veleri? Ara? kakak ipar ku? Iblis kembar? raja Neraka?"tanya Tristan santai,sungguh pria manis itu tidak sadar telah menistakan para pria Wiguna dengan tidak tau dirinya,sungguh hebat sekali kau nak!.
Wanita berpakaian maid itu mengeryit bingung,siapa yang pria manis ini tanyakan? sang maid nampak tidak paham.
"maksud tuan muda Tristan bagaimana? siapa? maaf Tuan muda saya tidak paham" ujar Wanita itu bingung.tristan menepuk jidatnya keras,pria manis itu terkekeh sendiri mengingat panggilannya untuk sang bos dan daddy nya.
"hehehe...maaf,maksud pria tampan ini bos Kansas,Rion dan Daddy Rafendra" kekeh Tristan santai.
"oh....tuan besar dan tuan muda Kansas keluar tiga jam lalu,kalau tuan muda Rion baru saja pergi bersama tuan muda james.nyonya Veleri bersama Nona Ara dan Nona Liora sedang ditaman belakang berjemur menikmati sinar mentari" jelas maid itu sopan.Tristan mengangguk dan tanpa banyak kata lagi lengsung melesat mencari ketiga wanita kesayangannya.
"OH IA....TOLONG BAWAKAN BUAH KETAMAN BELAKANG,DAN JANGAN LUPA BUATKAN SAMBAL KACANG.AKU AKAN MENGAJAK MOMMY DAN KEDUA GADIS MANISKU NGERUJAK!!" teriak Tristan heboh,maid dan beberapa penjaga nampak tersentak kaget mendengar suara nyaring Tristan,dan pria manis itu hanya menyengir polos tak berdosa.
🖤🖤🖤🖤
"MOMMY!!!!!........" jerit Heboh dan langsung berlari menuju ketiga wanita yang nampak mengelus dada terkejut.pria itu segera berlari ke sebuah Gazebo tempat para wanita berkumpul.
"kak Tristan kenapa sih??! tidak perlu teriak juga kali kak!!" geram Ara kala merasa telinganya berdengung sakit.Liora terkekeh dan mengelus rambut hitam Ara lembut.
"sudah Ara,jangan marah nanti Tristan balik merajuk bagaimana?" goda Liora sembari mengerling jahil menatap Anggi yang kini terkekeh geli.
"ish......dasar bayi tua" grutu Ara jengkel.
"Tristan bawa apa sayang?" tanya Anggi lembut kala melihat Tristan datang bersama dua orang maid yang membawa buah dan semangkuk besar sambal kacang.
"mom,Ara,kakak ipar kita NGERUJAK yuk" heboh Tristan lengkap dengan binar bahagia menatap buah-buah segar yang telah terpotong bersih.
melangkah maju dan duduk manis disamping kursi Roda Liora.
Anggi dan Liora terbahak melihat wajah manis penuh Binar si Bungsu Be,sedang Ara mengangga horor menatap Tristan dengan tatapan mata tak dapat terbaca.
"kak.....kak Tristan ngidam?!! oh my God......apa kata dunia" pekik Ara heboh.
PLETAK............
satu jitakan kesal mendarat dikening mulus gadis remaja itu,Anggi menggeleng takjub melihat kelakuan kedua remaja beda usia itu.sedang Liora sibuk menutup mulutnya menahan tawa.
"bukan bodoh!! mau NGERUJAK tidak?!! kalau tidak mau pergi sana!!" ucap Tristan jengkel.
"ia....ia....begitu saja marah!! kak Tristan pms ya?!!" goda Ara nakal,gadis itu begitu senang melihat wajah manis Tristan yang nampak memerah imut.
pagi itu suasana taman belakang mansion besar Wiguna nampak heboh dengan suara tawa Tristan dan Ara,Anggi dan Liora nampak geli melihat interaksi aneh kedua manusia manis itu,namun tak ayal menjadi hiburan tersendiri bagi setiap orang yang tinggal di mansion sang Lucifer.
"ada apa Tristan? seperti kau sedari tadi terus melihat dress Ara?" tanya Liora penasaran,sudah lebih dari 5 menit Tristan melamun sembari menatap gaun rumahan yang Ara kenakan.dan itu cukup membuat dua wanita beda generasi itu heran.
"oh itu dress.... Tristan sangka itu taplak meja makan yang tidak sengaja dia pakai" ucap Tristan enteng.memang mulut kurang ajar ini si Tristan!.
"sembarangan!! enak saja kalau bicara setan satu ini!!" sembur Ara jengkel,memang sih gaun rumahan Ara ini sedikit ramai dengan motif bunga-bunga yang sekilas nampak seperti taplak-taplak meja yang tersebar di seluruh mansion wiguna.bagaimanapun Anggi adalah wanita yang sangat menyukai bunga,hingga seluruh gorden,taplak meja diseluruh mansion besar ini bermotif bunga segala jenis.
"nah itu buktinya"tunjuk Tristan santai pada gaun rumahan Ara.gadis remaja itu mengeram dengan Liora yang sudah frustasi melihat perdebatan dua bungsu itu.jika Ara bungsu Wiguna,maka Tristan adalah bungsu BE.
"sudah....sudah...ribut lagi mommy buang semua stok es krim kalian!!" ucap Anggi kesal,jika dibiarkan terus maka kedua bungsu ini akan menyebabkan perang dunia ke tiga hingga seluruh taman ini akan hancur berantakan .
"tapi Tristan,itu wajah kamu kenapa lebam-lebam?" tanya Anggi yang akhirnya sadar setelah sedari tadi sibuk bersama liora menikmati Rujak buatan Kepala maid.
Tristan menoleh tak lama mulai mendongeng prihal wajah lebamnya.Anggi, Ara dan Liora nampak terdiam menikmati kisah miris nan lucu si bungsu.
#flasback on#
setelah puas membantai,para BE segera kembali ke Markas demi membersihkan diri.kan tidak mungkin mereka kembali pulang dengan tubuh berlumur darah itu.
Tristan sibuk mengaduk susu coklat panas yang tercium begitu harum hingga penjuru ruangan.maklumlah coklat impor dari Belgia!.Xavier membawakan coklat untuk Ara dan Tristan saat berjalan-jalan berlibur bersama sang istri Selenia.
"aduh....kenapa sakit perut lagi!!" Tristan meringis kala perutnya terasa melilit dan karna tak tahan,pria manis itu segera berlari keluar pantri menuju kamar mandi.tapi Sebelum itu ia menatap penuh Ancaman kepada kawan-kawannya.
"ingat jangan ada yang berani minum minuman ku!! kalau ada yang berani minum ku banting kalian!!" Ancam Tristan Sebelum menutup keras pintu kamar mandi.
"elah......itu anak lagaknya......siapa juga yang mau minum minuman bocah!!" gumam Axel jengkel.
"hahahaha...sabar Xel,namanya juga anak mommy" gelak Ryu yang terlihat sibuk membersihkan katana baru miliknya.pedang khas Jepang yang dikirim oleh kakak sepupunya ,anak dari kakak sang ibu.Ryusuke Daiki Hara.
Brakhhhh.........
sosok James masuk dengan nafas memburu serta tatapan bergidik sembari melangkah cepat memasuki pantri.
"James...jangan itu pun-"
"nanti saja aku haus" potong James cepat sebelum Marsel sempat selesai berbicara.
"matilah pria bodoh ini" batin Ryu menatap Mug besar bergambar the Avenger milik Tristan penuh arti.
"bodoh!!" ejek Axel menyergai misterius.
" perang dunia ini" Gelak Marsel yang bertos ria dengan Gabril yang sedari tadi menyimak dalam diam.
"sial itu wanita!! sudah kutolong malah bicara yang tidak jelas!!" umpat James emosi.
"kenapa?" tanya Gabril penasaran.
"tadi,sehabis mengantar kayra.aku melihat seorang wanita ribut dengan seorang pria,niat hati ingin menolong,eh...... belum apa - apa aku sudah diajak gelut sama itu pria bang*at!! belum apa-apa sudah ditonjok wajahku.coba saja aku tidak biasa,bisa ****** aku.gila badan nya itu besar layaknya kingkong!!" jelas James berapi-api,yang lain saling menatap tak lama gelak tawa pecah seketika.
BWAHAHAHAHHA.....
"kau terlalu banyak gaya tebar pesona !!" gelak Marsel yang sibuk menunjuk nista wajah nelangsa James.
"pesona mu sudah turun pamor!!' ucap Ryu mengejek.
"SUSU COKLAT PUNYAKU MANA!!!.....SIAPA YANG MINUM!!" suara teriakan murka dari arah pantri membuat suara tawa hening seketika.
"ma*pus" ucap Axel sarkas.
" kamera Xel...kamera" ujar Gabril menjadi-jadi.
"JAMES TAN....DIA YANG MINUM PUN-"
bugh.........bugh.........
semua melotot horor kala Axel belum selesai bicara,dan kini Tristan sudah menghajar James bringas.dan karna masih tersulut emosi,James justru menghajar balik.lihatlah markas itu kini heboh dengan adu jotos antara James dan Tristan.
"wah...berani kau menghajar ku?!!" umpat James kala sudut bibirnya sobek akibat bogem si bungsu.
"beraninya kau minum coklatku!!" balas Tristan sengit.tristan ini memang pelit jika menyangkut makanan atau minuman miliknya.dia tak akan mau dan rela berbagi dengan siapapun kecuali berbagi dengan Anggi dan Ara.
Bugh.....Bugh.....
mereka saling adu jotos,kini kedua pria beda umur itu telah dalam mode senggol dikit bacok.
krauk....krauk....krauk...
"pop corn ini enak banget Xel" ucap Marsel yang sudah duduk anteng bersama Ryu sembari menikmati sebox popcorn yang dibeli ramai-ramai oleh anggota BE.dan kini mereka tengah duduk melingkar menyaksikan tontonan Boxing Live.
"eh.....Ion,soda nya kurang nih" ucap Axel menatap wajah antusias Rion menatap baku hantam kedua Kawanya itu.lihatlah betapa laknatnya kawan-kawan Tristan itu,bukan dilerai.mereka justru malah asik menonton.
Dor.........
"mau berkelahi,pergi ke arena sana!! jangan di dalam markas" suara Berat penuh kemarahan itu seketika membuat semua bungkam,wajah Tristan sudah memar dimana-mana,sedang James.pria itu meringis merasakan rahangnya yang sedikit geser lengkapn dengan kedua sudut bibirnya sobek dan pipi yang membiru.
Arknasas menembak tepat pada lantai ditengah perkelahian Kedua kawan laknatnya itu,Arkansas sungguh pusing melihat ruang santai yang kini berantakan seperti terkena hantaman badai.
"cepat berdamai,jika tidak!!! kukirim kalian bermalam bersama Demon!!" smirk Arkansas menunjuk cctv dimana ketiga serigala buas peliharaan tengah makan malam dengan satu tubuh Algar yang kini disantap bringas.
Glek.........
James meneguk Saliva ya gugup dan Tristan yang kini bergidik ngilu.
greph.....
"maaf ya Tan,nanti coklamu ku ganti se toko" ucap James yang sudah memeluk dan memukul punggung Tristan kuat.
"uhuk...ia...ia aku maafkan,jangan se toko,sepabriknya saja" tuh kan, Tristan ini dikasih hati minta jantung.
"yah.....bubar live action sudah selesai" kesal Axel yang sudah merapikan lagi kameranya.semua menatap Arkansas jengkel,tidak bisakah si Tiran ini tidak menganggu.tapi ya sudahlah melihat tatapan tajam membunuh si Hades siapa yang berani protes?!.
akhirnya perkelahian selesai dengan damai,dengan James yang berjanji membawakan coklat impor Belgia lagi saat ia pergi bertugas bersama Rafendra Minggu depan.
# flasback off#
Bwahahahah......
"kau yang benar kak adu jotos sama si Driversky?!!" tanya Ara heboh
"BWAHAHAHAH....ADUH MOM,INI PUTRAMU SUDAH GILA" gelak Liora menatap wajah kesal Tristan.
"wah kak Tristan harus tanggung jawab,pasti wajah playboy kak James hancur!!" heboh Ara menatap ngeri wajah Tristan yang kini bertekuk kesal.
"buat apa tanggung jawab,James itu tidak hamil kok!!" jawab Tristan asal.
uhuk........
seketika Anggi tersedak hebat,wanita cantik itu lalu menatap wajah polos Tristan miris.anak ini benar-benar bikin sakit kepala.
"ASTAGA!! KAU MEMBUAT HAMIL ANAK ORANG TAN?!!" nah kan,satu lagi makhluk menyebalkan keluar.Freya duduk dengan cepat disamping Anggi lalu tanpa bertanya langsung melahap sepotong besar buah mangga manis tanpa perduli wajah Horor Ara.
"diam deh kau anak mama!! " sembur Tristan kesal.ayolah sedari tadi ia terus terpojok akibat ke tiga wanita beda generasi itu terus bertanya yang tidak-tidak dan menertawakan dirinya, Tristan jadi kesal sendiri.
"Tristan tidak boleh begitu lagi ya sayang,kalau punya apa-apa itu harus berbagi dengan kawan-kawan .lagi pula kalau habis kan bisa beli lagi sayang" bijak Anggi menatap lucu raut kesal pria manis itu,jadi teringat lingga.
"tidak mom!! para pria gila itu tidak boleh dibagi milik Tristan,hanya mommy saja yang boleh!!" Tristan tetap kekeh tak mau mengalah.
ketiga wanita itu menghela nafas frustasi,tidak ada gunanya memberi kata-kata bijak untuk si bungsu labil,hanya sia-sia ujung-ujungnya mubazir.masuk telinga kanan keluar telinga kiri.
"dasar anak mommy!!" cibir Ara geli.
"ck...ck....ck...masih baik anak mommy,dari pada kamu.TANTE-TANTE BWAHAHAHAH" gelak Tristan kemudian berlari kencang menghindari amukan Ara.
"AAAAAAAA.......ANAK SETAN!! AWAS ARA ADUKAN SAMA DADDY!!"jerit Ara yang sudah melempar salah satu sepatu flatnya ke arah Tristan.
tawa ceria menghiasi pagi cerah di mansion mewah Wiguna itu,semua orang tertawa bahagia melupakan sejenak beban yang ada.
Liora menunduk dan menatap kakinya dalam diam,biarlah sejenak ia rehat dan menunggu waktu hingga pemulihannya selesai dan kakinya siap melangkah kembali.
Anggi menatap wajah Liora dengan senyum lembut yang penuh arti.
"semoga Kansas dan para putraku selesai dengan cepat" batin Anggi penuh harap.
TBC.......