PRINCESS OF DARKNESS (My Beautiful Target)

PRINCESS OF DARKNESS (My Beautiful Target)
worry



hai semua jangan lupa tinggalkan jejak vote, like dan komentar ya....⭐


selamat membaca.....🌹



⚜️⚜️⚜️My Beautiful Target ⚜️⚜️⚜️


didalam sebuah ruangan yang nampak cukup beraroma obat-obatan,seorang gadis terlihat tertidur pulas dengan seorang pria tampan yang terus memandanginya dalam diam.sementara seorang pria lagi nampak sibuk menjahit dan meneteskan sebuah serum pada luka yang terdapat pada leher gadis itu,Arkansas terdiam memandangi Gabril yang tengah bekerja mengobati gadisnya.


Gabriel,si dokter gila itu nampak bekerja dalam diam.sungguh,dirinya tak menyangka bahwa dapat melihat langsung ketika si bos berhati dingin dan kejam itu datang dengan menggendong seorang gadis ala bridal masuk kedalam laboratorium rahasia pusat riset BE.


bahkan hingga kini pria yang berperan sebagai kepala peneliti kesehatan BE tidak mampu lagi berkata-kata kala bekerja dibawah tatapan tajam sang bos.poor you Gabril.


"di lehernya hanya luka kecil beruntung tidak terlalu dalam,meski luka yang hampir mendekati tulang selangka terkena racun" jelas Gabril sambil menoleh dan menatap iba wajah sang bos yang terlihat sangat kacau.meski wajahnya tetap terlihat datar seperti biasa,namun percayalah Gabril mampu melihat kecemasan yang besar dari balik manik setajam elang itu.


"berapa lama ? dan bisa kau deteksi jenis racun dan serum penyembuh yang tepat? kapan gadisku bisa sembuh?" ucap Arkansas serak sembari menetap Gabril dalam.percayalah Gabril sangat terkejut dan tak dapat berkata-kata.apa kata Arkansas tadi? gadisnya? oh pukul Gabril sekarang,sejak kapan si tiran ini mengklaim seorang gadis? wah! sepertinya ucapan kawan-kawannya benar,si tiran telah menemukan pawangnya.


Gabril menoleh dan langsung menatap luka cakaran yang cukup dalam pada selangka liora,pria itu menghela nafas sejenak.


"maaf bos,itu semua tergantung keadaan imun Miss liora.berhubung racun neorotoksin yang digunakan wanita itu lebih tinggi dari racun ular yang biasanya,aku akan menyuntikan racun grade B terlebih dahulu.jika penawaran tidak bekerja maka kugantikan dengan serum grade A.aku tidak berani langsung menyuntikan level A takutnya serumnya tidak cocok"jelas Gabril panjang lebar.


Arkansas mengangguk samar dan kembali mengusap rambut panjang liora lembut.pria itu benar-benar akan menghancurkan Natasha dan Stefani jika gadisnya tidak membaik.gabril berlalu menuju sebuah lemari es yang berisi jejeran botol kecil racun dan segala jenis level penawarnya.pria itu mengambil sebuah botol kecil dengan sebuah cairan berwarna keemasan.


"tenanglah bos,jika tebakanku benar maka 2 hari lagi Miss liora akan sadar.namun tetap harus beristirahat untuk memulihkan diri" pria itu membuka laci dan mengambil sebuah jarum suntik dan memasukkan cairan keemasan itu kedalam suntikan.


"ingat bos,harus tenang dan jika Miss liora akan merintih sakit nanti,kau jangan memukulku! dan pegangi tubuhnya saat jarum ini mulai kusuntikkan" peringat Gabril ,ingat ia tidak mau saat menyuntikkan gadis itu tiba-tiba sang bos malah kalap dan memukulnya .oh maaf saja ia masih ingin hidup dengan wajah tampannya!.


Arkansas mulai membungkuk dan memeluk tubuh liora saat jarum itu mulai menusuk kulit lengan putih pucatnya.


"isshh.."liora merintih dan menggeliat kesakitan,Gabril merasakan keringat dingin kala merasakan tatapan laser menghunus tubuhnya.


"bisa tidak kau lebih lembut sedikit!" desis Arkansas tajam.gabril tetap tenang meski jantungnya kini berpacu ketakutan,sungguh sial harus berhadapan dengan iblis tiran ini.



"huft..sudahlah Ar. dosis,kecepatan serta waktu penyuntikan sudah kuperhitungkan.jadi tidak bisa diubah sesuka hati meski pasien kesakitan sekalipun ,mengertilah kak" desah Rion frustasi,pria itu tiba-tiba masuk dan berdiri dengan jas dokternya.kembaran Arkansas itu kasihan juga melihat sahabatnya harus berhadapan dengan sisi posesive seorang Arkansas.pria itu berdiri dan menatap saudara kembarnya itu dalam.


"aku tahu kau mencemaskan gadismu,tapi tolong jangan menatapku seperti kau ingin membunuhku saat itu juga.kau tahu aku bekerja secara profesional dan aku mencintai pekerjaan ku lebih dari apapun jadi penanganan ku adalah prioritas" jelas Gabril sabar.


" kau tidak akan mengerti Gabril,kau hanya mencintai sains dalam hidupmu"balas Arkansas lemah.


"kau tidak tahu betapa pentingnya dia dalam hidupku" batin Arkansas nanar,pria itu duduk disamping brankar liora dan mengusap wajah gadis itu sayang.


"ada apa kau kemari Rion?" tanya Gabril menatap sahabatnya itu penasaran.


"tidak ada,hanya ingin memberi tahu bos data-data produksi pabrik di Manhattan sudah siap" jelas Rion yang tadi diminta Axel mengabarkan Arkansas bahwa mereka sudah menunggu di markas besar.


"selamat pagi dokter gila" suara riang Tristan tiba-tiba terdengar dari balik tubuh tegap Rion,rupanya pria manis itu baru saja tiba.


Gabril mendelik sinis mendengar panggilan Tristan padanya,meski memang kenyataannya seperti itu tetap saja ,masa dia yang tampan dan genius sains ini dikata gila! hell ,apa kata dunia?.


"woah....seharian tidak bertemu aku merindukanmu dokter gila"racau Tristan dengan kedipan mata ,menggoda si muka serius ini sangat menyenangkan baginya.gabril tidak akan menampakkan wajah senang jika bukan sesuatu yang berhubungan dengan sains dan racun.


"Tristan! minggir kau menghalangi jalanku" desis Gabril tajam sambil menatap garang pada sahabat kurang ajarnya itu,apa-apa kedipan mata itu? maaf saja Gabril masih normal!.


Tristan mengangga jengkel sambil berbalik menatap sinis pada Gabril, apa-apaan dokter gila itu? tunggu saja jika ada kesempatan ingin rasanya pria manis itu meracuni Gabril dengan racun buatan pria itu sendiri,itu sih jika dia berani?.Gabril tertawa dalam hati melihat wajah menerewang Tristan,Rion terkekeh dan arkansas? pria itu diam dan tetap acuh tidak perduli.


"aku ganti baju dulu,sebentar aku kembali" ucap Gabril pada ketiga kawannya.


"dasar dokter gila! muka tembok tidak bisa diajak bercanda.kau ganti seribu kali pun tidak akan kelihatan,bagaimana kau hanya menggantinya dengan kemeja berwarna sama.siapa yang tahu kau sudah ganti apa belum?" sinis Tristan mengejek kawan gilanya itu.


"aku tidak butuh model pakaian aneh-aneh, bagiku baju bersih sudah cukup" jawab Gabril acuh.tristan hanya berdecak dan berjalan mendekati sang bos.


⚜️⚜️⚜️


Sretth......


Duakh.....


langkah angel berhenti , tubuhnya mematung kala mendengar suara keributan tak jauh darinya.sial ia ketakutan tanpa sebab,andai saja ia meminta seseorang menemaninya berjalan-jalan tadi.


manik angel melotot horor menyaksikan apa yang terjadi di depan matanya.gadis itu menutup mulutnya menahan teriakan,ia berbalik dan berjongkok ketakutan dibalik semak .


seorang pria tengah menghunuskan sebuah katana pada seorang pria yang telah jatuh dalam kondisi babak belur.sedang tiga orang pria berdiri angkuh menatapnya bengis.


"kita bawa saja dia ke markas"seorang pria dengan jaket kulit hitam nampak duduk santai menyandar pada kap mobil dengan sebuah handicame ditangannya.


"ia,aku lelah Ryu sampah ini biar di mutilasi oleh Gabril hehehe" pria berambut pirang itu tertawa mengerikan sambil menguap bosan.


"simpan katanamu,jika ada yang melihat akan repot jika kita membunuh sampah ini disini" pria yang memegang handicame itu bangkit dan masuk kedalam mobil sport Buggati berwarna putih.


"akh....ishh..." angel dapat mendengar desis penuh kesakitan pria malang yang tengah menahan darah dari lengan yang nampak tersabet katana tadi.darah pria itu membuat angel mual dan ketakutan.


pria dengan katana itu berjalan dan dengan kasar menusukkan jarum pada leher pria malang yang dihajarnya tadi.


Zhing...wush...zrash........


tiga buah sabetan menebas tangan dan kepala pria itu.angel terbelalak kala kepala itu tepat jatuh didepan matanya.darah berbau anyir membuat angel ketakutan dan tak lama air mata mengalir deras.angel membekap mulutnya dengan tangan tak mau pria kejam itu mendengar suaranya.


"ck...kau kenapa membunuhnya disini bodoh! bikin repot saja" pria berambut pirang itu langsung bertindak dan memainkan ponselnya entah apa angel tak perduli.


"breng*ek sudah lemah banyak tingkah!"


angel mematung bahkan bergerak sedikitpun ia tak sanggup.kini keadaan terlihat sepi kembali ,entah mungkin mereka sudah pergi.


"sekarang giliranmu,nah nona sampai kapan kau mau Disini?"


deg........


angel menegang dengan jantung berdetak cepat,gadis itu ketakutan kala melihat pria yang berdiri dengan noda darah tepat dihadapannya.


bibir Ryu menyeringai,sejenak ia terpesona pada gadis manis yang tengah ketakutan dihadapannya.tanpa sadar angel melangkah mundur ,tubuh gadis itu terasa kaku .pria itu pembunuh kejam yang baru saja menebas tubuh orang lain.


tes.....tes....tes....


deg......


Ryu tersentak kala hatinya entah mengapa merasa sakit saat melihat air mata dari manik hitam gadis itu,sebenarnya ada apa dengan dirinya? Ryu tanpa sadar mendekat dan memeluk tubuh tegang angel lembut.


"shhh...jangan menangis aku tidak akan menyakitimu" gila,sejak kapan Ryu mau berucap lembut pada seorang gadis? Ryu tergelak sendiri dalam hati.ryu ini hampir sama dengan Arkansas,pria yang terlalu malas berurusan dengan wanita.


"kau! antar gadis ini kembali ke tempatnya" perintah Ryu pada salah satu anggotanya.


tak lama angel dalam keadaan linglung dibawa masuk kesebuah mobil dan dibawa pergi oleh salah satu anggota delta.


"tumben kau biasa saja? kau melepaskan gadis itu tanpa peringatan? kau memeluknya juga tadi? wah.....kau sehat kawan?" pertanyaan beruntun James dibalas dengusan malas dari putra lingga itu.Ryu berlalu begitu saja dengan sejuta tanda tanya besar di otak James.


"*kau akan jadi targetku"


TBC*........


see you next chapter 🤗