
hai semua jangan lupa tinggalkan jejak vote, like dan komentar ya.....⭐
dan berhubung banyaknya silent reader,mungkin El akan up 3-4 kali seminggu,dan selang-seling aja.
selamat membaca....🌹
⚜️⚜️⚜️My Beautiful Target ⚜️⚜️⚜️
Tahun itu diam tanpa kata....
hanya bisa berbalik pergi...
senyuman manis tak lagi berarti...
ketakutan akan hasil akhir...
membuat hati menutup diri...
masa depan cerah tertutupi awan mendung...
hati membeku tak ingin mencoba lagi...
hanya terdiam membisu melihat takdir...
tak ingin kembali merasakan luka...
katakan bagaimana?...
cara membukanya lagi...
biarkan cinta tulus membuka hati...
lupakan kesakitan yang membuat jiwa dan raga semakin tak bahagia....
⚜️🖤⚜️
suara langkah kaki terdengar berat dan penuh ancaman memasuki kediaman besar Houston.semua orang menyingkir teratur kala melihat sosok Arkansas menyeret masuk tubuh mengenaskan Natasha.
Arkansas sendiri masuk sambil menyeret dan menarik pergelangan tangan Natasha kasar,sedang Stefani sudah ditarik oleh Ryu.Natasha meringis dengan air mata yang terus jatuh berderai,kulitnya terasa akan terlepas akibat eratnya genggaman pria tiran itu,lengannya membiru dan tulangannya serasa retak.
"Arkansas ada apa ini boy?" tanya Tuan besar Jack Houston dimana semua keluarganya terlihat diam membeku tak berani bersuara kala merasakan aura gelap mencekam Arkansas.
"kau tanyakan saja pada cucu tidak tau dirimu itu! karna masih menghormati hubungan keluarga Wiguna dan Houston ,kuseret dia kemari.sekarang tanya padanya cepat!" desis Arkansas yang di akhiri dengan suara bentakan penuh amarah.
Ryu dan Axel seketika memilih berdiri tegak dibelakang sang bos sembari melihat apa yang akan dilakukan oleh sang bos yang dipastikan sebentar lagi akan mengamuk.
"Arkansas,apa yang kau laku-"
"DIAM!" Rebecca seketika terbungkam dengan wajah pucat pasi saat putra Anggita itu menatapnya bengis disertai suara bentakan penuh amarah.katakanlah Arkansas kurang ajar membentak orang yang lebih tua,tapi apa pria tiran Arogant itu perduli? maka jawabannya adalah tidak!.
"le...lepas Arkansas,mami to...tolong Natasha" lirih wanita itu kala merasa sebentar lagi tulang lenganya pasti akan remuk.
Duakh....
prank.....
tubuh mengenaskan penuh luka wanita itu dihempaskan kasar hingga menghantam guci besar hingga bunyi hempasan itu membuat tangis Rebecca pecah,sedang keluarga nya yang lain menatap iba namun terlalu takut bergerak saat terlihat betapa murkanya putra Rafendra itu.
Uhuk.....
darah segar seketika keluar dari mulut Natasha,Rebecca segera berlari menuju putrinya.
Dor........
lampu kristal tepat diatas tubuh Rebecca jatuh.jika Kevin tidak segera menarik tubuh istrinya sudah pasti Rebecca akan tertimpa lampu kristal besar itu.
semua orang mematung saat letusan timah panas itu menyapa gendang telinga semua orang.
"siapa yang menyuruh anda mendekat?! kalian tidak dengar perintahku? cepat tanya dan jangan bertindak gegabah jika masih ingin hidup !" geram Arkansas mulai menekan rasa haus darahnya.
dengan jantung berdebar keras,Tuan besar Jack Houston mulai mendekat pada Natasha.sungguh pria tua itu tidak tau lagi harus bagaimana menghadapi ulah cucunya itu.natasha wanita angkuh,keras kepala dan sombong.semua sifat buruknya benar-benar membawa bencana bagi keluarganya dan kini bencana itu datang langsung dari iblis turunan Wiguna,katakan pada Tuhan untuk memberikan ketabahan untuk Jack Houston.
"katakan Natasha,katakan apa yang telah kau lakukan? kau ingin melihat kami semua mati karenamu?" desah Jack menatap frustasi pada keadaan mengenaskan Natasha.
Marsel geram,Natasha pasti sudah sangat keterlaluan jika Arkansas sampai turun tangan sendiri menyiksanya.
"JAWAB NATASHA ,APA YANG SUDAH KAU LAKUKAN KALI INI? KAU BENAR-BENAR WANITA KERAS KEPALA SIAL*N"maki Marsel dan bangkit berdiri kemudian berjalan cepat menarik tubuh Natasha dan mencekik leher sepupunya itu.dari kecil Marsel memang tidak menyukai sifat buruk sepupunya itu,hingga dulu ibu bahkan kakek dan seluruh keluarganya sering kali mendapat teguran akibat ulah jahat Natasha yang sering membully teman-temannya .
nafas Natasha tersendat akibat cekikan buas Marsel,Hana sudah menangis di pelukan Zoya sedang Jack sudah jatuh lemah disangga oleh tubuh tegap Marvel.sedang Rebecca meraung didalam pelukan Kevin suaminya.
"tolong Kevin,tolong putriku" racau Rebecca sembari menatap seluruh anggota keluarganya yang seakan pasrah atas kemarahan Marsel.
"a..aku hiks aku tidak tau mengapa hiks...mengapa Arkansas menyiksaku seperti ini?" tanya pilu Natasha disertai ucapan kekeras kepalanya membuat emosi pria tiran itu makin tersulut.
Dor....
AAAAAKKHHH.....
timah panas itu langsung menembus paha kiri Natasha yang sudah jatuh terhempas oleh Marsel sebelumnya.
Rebecca dan Hana menjerit tersentak,Jack menutup mata dengan deru nafas panjang sedangkan Marvel dan Kevin terbungkam melihat betapa mengerikannya putra Rafendra dan Anggita itu.
"bawa kemari Wanita itu" perintah Arkansas sambil menunjuk Stefani yang sudah tergolek lemas.
Ctar.......
"1 ,katakan apa yang sudah kalian lakukan!" Arkansas menghitung dengan nada santai sembari mengeluarkan pertanyaan mutlak yang tak bisa dibantah lagi.
cambukan demi cambukan itu semakin mengoyak kulit Stefani,darah sudah memenuhi seluruh tubuh penuh luka itu.
"a..akh...aku dan Na..Natasha menyewa pembunuh " jawab Stefani tersendat disertai ringisan penuh kesakitan.Ryu mencambuk wanita itu tanpa iba.beraninya mereka membuatnya tumbang dengan racun,maka lihatlah bagaimana dengan senang hati putra lingga itu membalas .
Jack dan seluruh keluarganya langsung terbelalak tak percaya,pembunuh? untuk apa? seketika tubuh Rebecca jatuh lemas.
"aku mencintaimu Arkansas! tapi apa? kau justru lebih memilih j*Lang itu! hiks....kau yang memaksaku ...kau!" pekik Natasha frustasi,tubuhnya serasa remuk dengan luka dimana-mana.
Arkansas terkekeh remeh kemudian menatap jijik pada Natasha.
"memangnya siapa yang menyuruh kau mencintaiku? lagipula perasaanmu tidak ada artinya bagiku" ucap Arkansas tajam.Rebeca menatap murka pada pria tiran itu,ibu mana yang tega melihat anaknya diperlakukan buruk meski kenyataannya Natasha adalah wanita dengan perangai buruk.
"ARKANSAS!!" geram Rebecca berdiri menatap nyalang pada putra Rafendra itu,Arkansas mengangkat bahu acuh kemudian duduk santai bak seorang raja menatap bengis pada seluruh keluarga Houston.
"cambuk dia" perintah Arkansas sambil menunjuk Stefani dan Natasha dengan dagunya.Axel melirik anggota delta dan mereka segera berjalan dengan membawa cambuk kulit kearah kedua wanita malang itu.
"sorry brother,kami sudah peringatkan kau soal natasha.tapi kau tidak bisa mencegah sepupu gilamu itu" ucap Axel menepuk pundak Marsel yang nampak berdiri dan menatap Natasha biasa saja.
"dia bukan tanggung jawabku,lagipula wanita keras kepala itu memang harus diberi pelajaran" balas Marsel acuh.Marvel merangkul Zoya saat suara cambukan BE pada tubuh Natasha dan Stefani begitu mengerikan.Hana sudah jatuh tak sadarkan diri dengan Jack menatap pasrah,mungkin Arkansas sudah benar.dengan begini mungkin cucunya akan sadar.
Ctar.......
AAARRKKHH.....
Ctar........
"TOLONG HENTIKAN...ARKHHH..."
Ctar.....
hening.........
Natasha dan Stefani jatuh tak sadarkan diri dengan tubuh penuh luka berdarah.
"sudah..kumohon Arkansas lepaskan putriku hiks...ampuni mereka" tangis Rebecca sembari bersimpuh dibawah kaki pria tiran itu.Arkansas tak bergeming,wajah tampan itu tetap datar dan tenang.
Arkansas mengangkat tangan dan seketika semua siksaan itu berhenti,wajah serta tubuh kedua model itu telah rusak dan sangat mengerikan.bahkan Axel ingin muntah namun dendamnya terbalas.terima kasih pada sang tiran bengis itu,poor you Natasha Stefani.
"ajarkan putrimu,jangan berani menyentuh milikku!" Arkansas bangkit dan berlalu bersama para Anggotanya.jack menghela nafas dan memerintahkan semua orang membawa Natasha dan Stefani ke rumah sakit demi menangani luka mereka.
"papi,mami,opa,Oma tidak usah urusi wanita keras kepala itu.marsel tidak mau berurusan dengan kemarahan Arkansas lagi,maaf paman Kevin,Marsel sudah pernah memperingatkan kalian soal obsesi Natasha tapi kalian tidak menganggap kata-kata ku.sekarang urusi putri kalian itu!" kesal Marsel kemudian menarik kedua orang tua serta Jack dan Hana pergi begitu saja meninggalkan Rebecca dan Kevin yang menatap keluarganya miris.
🖤🖤🖤
"bodoh....bodoh ...kenapa malah tersesat sekarang!"angel memaki dirinya kala berjalan seorang diri setelah pemotretan,dan kini gadis itu tersesat.awalnya ia hanya ingin jalan-jalan melepas penat,naas gadis itu tidak tau arah dinegara orang.poor angel
angel terus berjalan sembari menoleh ke kanan dan ke kiri,langit nampak mulai menggelap dengan matahari yang telah berganti oleh sang bulan.angel berjalan terus tanpa tujuan, bahkan gadis itu lupa arah jalan kembali karna begitu asik menikmati suasana kota saat tadi ia dengan bodohnya meninggalkan para crew dilokasi pemotretan nya.
Angel semakin menggeram kala sadar ia tidak membawa dompet dan ponselnya.poor,kini gadis itu benar-benar berada dalam masalah.
"huft....bagaimana ini?" gadis itu menghela nafas berat kemudian memilih duduk di sebuah kursi taman yang nampak sepi.gadis itu semakin memeluk dirinya sendiri kala angin malam mulai terasa menusuk.
"hehehe...hai manis mau bermain bersama kami?"
deg...
angel menoleh kaku dan melotot horor kala melihat tiga orang pria yang nampak seperti preman mendekatinya.mereka sepertinya mabuk dan angel seketika terserang panik.
"wow...dia seksi kawan,lihat bukankah dia seorang model? wah kita menemukan mainan yang bagus hahah....."
tubuh Angel bergetar kala pria itu terus menatap lapar pada tubuhnya dan menjilat bibirnya sendiri sembari menyeringai mesum.angel rasanya ingin menangis kini.
TBC....
alright,lets see what Will happen tomorrow 😏
see you next chapter 🤗