
hai semua jangan lupa tinggalkan jejak vote, like dan komentar ya......⭐
Happy Reading.....🌹
krik.....krik....krik....
seketika suasana kantin hening saat para most wanted man London masuk dan kini tengah berjalan santai menuju ke sebuah meja yang berisi seorang gadis manis yang terduduk manis.
"KAKAK IPAR......."
"uhuk...uhuk" seketika gadis itu tersedak Saliva ya sendiri terkejut mendengar suara teriakan menggelegar entah tertuju pada siapa.dan ia belum menyadari nya.
seketika semua pandangan kini tertuju pada gadis manis berdress pink soft itu kaget,bagaimana tidak.Tristan dengan heboh berlari kearahnya dan duduk tenang bagai tak terjadi apa-apa.dan kini lihatlah Amber yang berdiri bengong menatap aneh Tristan.
"hai kakak ipar!! Tristan yang tampan sudah datang" ujar Tristan dengan senyum lebar dan dengan santai duduk manis tepat disamping Liora,liora menatap pria manis itu geli namun tak lama duduk diam tak bersuara.sungguh,senyum manis Tristan cukup menghibur bagi liora.pria manis ini benar-benar seperti anak-anak.
tak lama manik mata liora membola kala melihat sosok pria tampan tengah menatapnya tajam.
"kenapa tidak bilang mau kemari?" tanya Arkansas dengan suara berat nan dingin.
liora bergidik begitu pula semua orang yang mendengar suara pria itu,seketika udara terasa membeku disertai pandangan tegang dari semua karyawan yang tengah berada disana.semua mata fokus melihat sang big bos yang tengah menatap tajam pada seorang gadis manis yang nampak tertunduk diam.
"kali ini apa lagi salahku?!! dasar tiran kejam!!" batin Liora jengkel.
"tidak mau bilang! memangnya kenapa?!" tanpa sadar Liora berucap ketus membalas pertanyaan Arkansas.dan percayalah manik pria itu semakin terlihat tajam menusuk dan saat itu juga liora merutuk mulutnya yang tak bisa direm saat berbicara.
"habislah kau Miss Benedict" batin Ryu iba.
" bos pasti ngamuk ini"batin Axel miris.
"wah Tristan lapar nih" batin Tristan masa bodoh tak perduli aura gelap sekitarnya.biarlah si bungsu dan perut karetnya.
"minggir" ucap Arkansas dingin pada Tristan yang entah sejak kapan mulai memakan nasi goreng seafood diatas piring pesanan liora.anak Dajjal memang si bungsu ini.
"heh!! sejak kapan kau makan sarapan Q,kenapa kau makan si Tan?!! pesan sana sendiri!!" sembur Amber jengkel.
Tristan masih tak menyadari titah sang bos dan masih sibuk dengan makanannya.
"hehehehe...maaf kak Amber,aku lapar tau" jawab Tristan asal.pipinya bahkan menggembung akibat banyaknya makanan yang ia kunyah.ada-ada saja anak Thomas ini.
Brukhhhh.......
"ADUH MAMI..........."pekik Tristan keras saat Arkansas dengan kasarnya mendorong tubuhnya jatuh hingga terjerembab dengan tidak elitnya.dan lihatlah kini dengan wajah santainya Arkansas justru duduk santai ditempat Tristan tadi duduk sebelumnya,bahkan erangan pria manis itu tidak diindahkan oleh si tiran itu.
"ck...ck...ck...kambuh sudah budak cinta ini" celetuk Ryu santai tanpa perduli ekspresi kesal Tristan pada sang bos.
"heh Ryu!! aku tidak cinta ya sama bos tiran!! kau sembarangan mengatai ku cinta sama bos" sembur Tristan tidak nyambung.Ryu mendengus dan menatap malas pada kelemotan kawan tengilnya itu.
"bodoh malah dipelihara,bukan kau setan!! tapi si bos" ucap Axel jengah.
"oh......makanya bicara yang jelas dan benar.mana aku paham" elak Tristan santai.pria manis itu kini berdiri dan memilih duduk disamping Amber tanpa perduli tatapan tajam Axel padanya.
"kau kira masih sekolah harus pakai penjelasan!! dasar bodoh!!" Ryu mencibir jengah.
"BWAHAHAHAH...ANAK SEKOLAH,DIA INI MEMANG MASIH SEKOLAH DASAR.TRISTAN.....TRISTAN HAHAH...SIAL PERUTKU KERAM!!" Axel terbahak nista sembari memukul bringas punggung Tristan .pria tampan itu tertawa lepas tak terkendali melihat wajah merengut Tristan lengkap dengan bibir melengkung ingin menangis.siapa suruh berani duduk disamping Amber incaran seorang Axel jadi kini Axel tengah puas membalas dendam.
sementara itu,Arkansas duduk santai sembari menopang dagu dan memiringkan tubuh menatap intens wajah manis liora yang kini nampak duduk kaku lengkap dengan pipi memerah akibat tatapan tajam Arkansas yang terus tertuju pada wajahnya.bahkan pria itu sekarang duduk diam tanpa suara,hanya menatap dan menyeringai dalam.
"jangan lihat aku seperti itu" cicit Liora pelan,sumpah gadis manis itu sangat malu dan lihatlah suaranya terdengar seperti tikus terjepit saja.
"terserah aku" jawab Arkansas santai,pria itu semakin melebarkan smirknya kala wajah merona Liora membuatnya gemas.
"hm....obat nyamuk dimana-mana" cibir Ryu yang kini memilih menarik tangan Tristan berdiri dan melangkah pergi begitu saja.axel bahkan sudah menarik lengan Amber lembut disertai kedipan nakal yang dibalas decakan kesal gadis itu.Arkansas tersenyum tipis,puas saat melihat kawan-kawannya begitu peka akan pengusiran halus yang tengah ia lakukan .
kini hanya Liora dan Arkansas yang tersisa,bahkan pria itu tak perduli tatapan -tatapan nakal para wanita yang berusaha mencuri pandang berusaha menarik perhatian pria tiran itu.
"ihhh pergi Ar,jangan lihat aku seperti itu,malu tau tidak" Liora menatap Arkansas kesal dan berusaha berbisik pelan agar pria itu mengerti.
"kamu kekasihku,calon istriku jadi untuk apa malu hm....biar saja semua orang tau" ucap Arkansas santai.
"jadi buat apa kesini?" tanya Liora akhirnya pasrah,percuma melawan pria arogan seperti Arkansas.gadis manis itu menarik gelas berisi jus apelnya.
"menemani calon istri ku makan"
"uhuk....uhuk...uhuk..."
liora tersedak hebat kala ucapan santai Arkansas membuat para karyawan wanita disana menjerit heboh.
"pelan-pelan baby,tidak ada yang merebut minumanmu" Arkansas mengusap sudut bibir liora dan tanpa jijik menjilat jemarinya yang terdapat sisa jus apel yang liora minum.
Blush........
sukses,kini Wajah liora memerah bak kepiting rebus dan lihatlah bagaimana wanita-wanita disana menatap lapar dan iri pada keberuntungan Liora.
"manis" ucap Arkansas santai dan dengan tanpa dosanya berkedip nakal melihat wajah melongo Liora yang kini menatapnya tak berkedip.dan sejujurnya Liora sedari Arkansas mengusap bibirnya menahan nafas dan kini pria ini benar-benar sukses mengobrak abrik hatinya.
"breath baby...take a breath" kekeh Arkansas geli.
"kau...kau mabuk?" pertanyaan bodoh Amber yang entah sejak kapan kembali lagi seketika membuat senyum Manis Arkansas luntur.dan lihatlah kini tatapan tajam itu kembali lagi dan lebih gelap dari sebelumnya.tak mau memperdulikan wajah melongo Amber yang kini tengah diseret paksa oleh Axel,Arkansas kembali sibuk menatap wajah merona liora lebih dekat.
"Amber sayang ayo pergi,jangan ganggu si tiran deh!! ayo kita berkencan" ucap Axel santai.
"bencana heh? mari lihat bencana apa yang akan kau terima honey" ucap Axel yang kemudian menyeret paksa amber menjauh pergi.
"pergi juga" gumam Arkansas dingin.
Liora kini menunduk sembari memilin ujung dress nya gugup,tuhan ia sungguh malu kala merasa wajahnya pasti kini benar-benar panas.
"kamu merona begini jadi tambah cantik,aku suka" goda Arkansas sembari mengelus wajah merona liora lembut.
deg.....deg.....deg.....
"pergi sana,dasar kamu mesum akut!!" kesal Liora yang tidak bisa lagi menahan rasa malunya, lebih baik menyuruh Arkansas pergi atau liora tak bisa menjamin jantungnya akan aman.
Arkansas terkekeh dan dengan santainya menempelkan jari telunjuknya diatas bibir lembut liora dan sedikit menekannya.
"bibir kamu nakal ya,berani ngusir calon suami sendiri hm?" smirk Arkansas terlihat begitu mengerikan dan lihatlah bagaimana bulu kuduk liora berdiri tegak.
"CIEEEE......DUNIA MILIK BERDUA,YANG LAIN PADA NUMPANG LEWAT.BOS.....JANGAN LUPA UANG PAJAK CINTA!!!" sumpah demi Tuhan suara menggelegar Tristan benar-benar membuat liora malu sampai ke sumsum tulang.
"BOS MAH.....GOMBAL TERUS!!!" kali ini suara iseng James ikut terdengar girang sembari menggebrak meja jauh dipojok pintu masuk sana.
"BERISIK!! PERGI SEMUA!!" suara menggelegar kesal Arkansas membuat dua tengil itu lari terbirit-birit keluar area kantin dan lihatlah bagaimana Ryu dan Axel terbahak nista disana.
"mamp*s kau James ,bos ngamuk itu!!" ucap Tristan yang kini masih setia mengintip dari arah pintu masuk cafetaria.
"suaramu terlalu keras tadi setan!!" kini James yang balik memaki Tristan kesal.
"sama-sama salah tidak usah ribut!!" ucap Ryu jengah.
"MISS BENEDICT JANGAN LUPA KALAU DIAJAK NIKAH MINTA HADIAH MAHAR PALING MEWAH!! KALAU PERLU MINTA SEBUAH PULAU UHUY........" teriak Tristan heboh,masa bodoh delikan tajam kawan-kawan nya kala panik melihat tatapan membunuh si Tiran.
"ya Tuhan Tristan bikin malu saja....mati sajalah aku!!" batin Liora ingin menangis kalau melihat senyum penuh arti setiap orang padanya.gadis itu menunduk dengan kedua tangan menutup wajahnya.
"jangan menunduk baby,mahkotamu bisa jatuh" jemari kokoh Arkansas menarik dagu liora lembut dan membelai sayang rambut panjang gadis itu, Arkansas bahkan kini menarik lembut rambut liora dan mengecup rambut halus beraroma vanila itu rakus.
Liora mengulum bibirnya menahan senyum lebar nya.liora terhayut dalam perasaan hangat berbunga-bunga,gadis mana yang tidak meleleh saat seorang pria setampan Arkansas menggombali dirinya.bukan kata-kata manisnya,namun lihatlah siapa yang mengucapkannya.
tatapan mereka bertemu dan saling tenggelam dalam rasa hangat yang tercipta oleh benang takdir yang entah kapan telah terikat kuat pada keduanya. kantin telah sepi memberikan waktu bagi pasangan fenomenal putra Mahkota Wiguna itu.
"sebentar lagi baby.sebentar lagi kau akan menjadi milikku seutuhnya"ucap Arkansas penuh arti.
liora diam dan membiarkan Arkansas yang kini menarik tubuhnya tenggelam dalam dekapannya.
cup.......
Arkansas mengecup singkat sudut bibir liora lembut dan membelai wajah manis itu penuh tatapan cinta.
"ayo kuantar pulang" Liora mengangguk dan berdiri dengan Arkansas yang membawa tas gadis itu ditangannya .Liora tersenyum dengan hati yang dipenuhi bunga-bunga yang terasa bermekaran sempurna.
🖤🖤🖤
seorang gadis berusia 24 tahun tengah berlari tergesa-gesa sembari memeluk setumpuk map tebal.
maniknya terus melirik jam dilenganya dan sesekali menggerutu pelan.
"aish.....bagaimana ini sudah hampir telat"
tanpa gadis itu ketahui,seorang pria tampan dengan setelah kemeja putih tengah berjalan santai berlawanan arah dengan ya .pria itu sedari tadi terlihat sibuk dengan ponsel yang bertengger manis ditelinga pria itu.
"kau bagaimana sih?!! aku sudah bilang kirim dokumen itu kemarin,bagaimana bisa kau lupa hah!!hais....." pria itu nampak memaki kesal seseorang disebrang sana.
"kau-"
Brukhhhh........
pria itu oleng dan dengan sigap menangkap lengan wanita yang entah siapa yang memulai awal,tubuh mereka bertabrakan dan kini wanita dengan blouse Biru muda itu tengah menutup mata bersiap jatuh.
deg.....deg......
pria itu terdiam mematung memandangi pahatan indah wajah wanita didalam dekapannya.
"eh....kok tidak sakit" wanita itu bergumam dengan manik yang masih setia terpejam.
"khem....nona sampai kapan kau mau begini?" pria itu mengulum senyum geli yang kala tubuhnya kini menjadi sandaran wanita asing itu.tubuh manis beraroma coklat begitu membuat akalnya hilang.jika berlama-lama pria itu tak tau apa yang akan terjadi.
"aduh maaf Mr,saya minta maaf.tapi saya sedang terburu-buru ganti ruginya nanti saja saya permisi" wanita itu segera melepaskan diri dan berlari masuk kedalam gedung WJC.
pria itu menatap tubuh wanita beraroma coklat itu hingga hilang dibalik lift yang telah tertutup.
"siapa? apa aku melihat malaikat?" pria itu bergumam limbung,bahkan ponselnya yang jatuh dan retak tak diindahkan dan lebih memilih menatap kemana sosok wanita itu pergi hingga hilang entah kemana.
"Mr XANDER!!! CEPATLAH RAPAT PROYEK JEJU SUDAH TELAT 10 MENIT!!" suara teriakan asisten pria itu menyadarkannya.dan yah,xander.pria itu Xander Luksius Aditrama Wiguna.
tersentak kaget dan segera berjalan cepat memasuki mobil sportnya dan melaju cepat meninggalkan sejuta rasa penasaran dihatinya.
"aku akan mencarimu nanti!!" batin pria itu penuh tekad.
TBC...
ini cast Axel,semoga suka.tapi jika ada masukan El bisa ganti segera. dan untuk yang lain nanti nyusul ya😋