PRINCESS OF DARKNESS (My Beautiful Target)

PRINCESS OF DARKNESS (My Beautiful Target)
Sesi pertama menuju kehidupan bahagia



hai semua jangan lupa tinggalkan jejak vote, like dan komentar ya...🌹


gambar yang El kasih disini sebagai pemanis ya ....😊



⚜️ Happy Reading ⚜️


Anggi yang mendengar pujian dari seorang pria muda berwajah sangat tampan dan kalem itu tanpa bisa dicegah akhirnya salah tingkah juga,bukan hanya dirinya sebenarnya.tapi Zoya,Zeline, Zenit,Yura bahkan Selenia yang baru saja tiba juga nampak tersenyum begitu lebar.


Rafendra yang melihat istrinya salah tingkah akhirnya mendengus keras dan menatap istrinya jengkel.hell!! istrinya itu sudah tua,buka gadis muda lagi yang harus gampang salah tingkah oleh sekedar gombalan receh!.


"dasar istri buta!! apa wajah tampanku masih kurang hingga dia salah tingkah pada laki-laki muda dan tengil ini?!! sial!!" batin Rafendra absurd.


"sayang perhatikan wajahmu itu!! aku bahkan lebih tampan darinya!! apa aku kurang memuaskan mu?!!" ucap Rafendra mengeram tepat ditelinga Anggi istrinya.


Doeenngggg......


semua mata para istri kerabat mereka membola sempurna dengan para ayah yang sibuk menepuk jidat mereka sendiri,ayolah apa Rafendra ini gila? mengapa bicara seperti itu? sangat frontal!.


Anggi meringis sesaat lalu menatap bengis wajah tanpa dosa suaminya itu,pria ini benar-benar lupa akan usianya rupanya.


"diam dan tutup mulut mesum mu itu!!" desis Anggi jengkel,melirik sekeliling lalu menarik tubuh Rafendra paksa menjauh dari sana.suaminya harus diberi pelajaran.


Dexter terkekeh puas,rupanya menggoda keluarga ini sangat menyenangkan! pria muda itu melirik Ara dengan kedipan mata nakalnya.Ara? gadis itu menggeleng tidak mengerti tingkah Dexter saat ini.aneh! satu kata dalam fikiran Ara dan itu cukup membuat seringai Arkansas terbit puas.adiknya masih polos? Arkansas dan Rion mengelus dada lega.


Dexter menoleh dan tersenyum sopan pada sosok Arkansas,pria kedua yang harus ia luluhkan demi mendapatkan Ara.Dexter tau,bahkan sangat tau mungkin Arkansas akan lebih berbahaya dari sosok Rafendra jika menyangkut keluarganya.jika Rafendra masih bisa dibujuk melalu Anggi,maka Arkansas ini nampaknya cukup keras kepala dan tidak bisa di tentang.benar-benar perwujudan penguasa tiran dan arogant,tapi Dexter tak akan menyerah apapun yang terjadi.


menutup mata sejenak dan kini hanya tersisa dirinya dan Arknasas yang berdiri saling berhadapan.pria tiran itu sudah mengusir halus keluarganya rupanya.


"kau menantang ku?" suara berat dan tidak bersahabat Arkansas jujur saja mampu membuat semua orang yang mendengarnya akan mengigil seketika.tapi,ini Dexter.pria itu bukan merasa takut,namun rasa kagumnya pada sosok Arkansas semakin dalam dan itu cukup membuat tombak dihatinya untuk masuk melamar Ara sebagai calon gadis dan wanitanya kelak semakin tertancap dalam.Arkansas adalah pintu besi yang berdiri kokoh.


tersenyum ramah dan mulai memasang wajah seorang pebisnis yang berusaha melobby.Dexter benar-benar gila!.


"haha....tidak...tidak...Mr Arkansas salah paham,saya kemari hanya mencoba bersikap ramah pada tuan rumah acara besar ini.dan saya tadi hanya berusaha menyapa baik adik juga ibu anda sir, jadi saya harap anda tidak tersinggung dan saya harap apa yang saya lakukan tidak menyinggung pria berkuasa seperti anda" ucap Dexter mulai melancarkan jurus mencari muka dan melobby andalannya.


sudut bibir Arkansas tertarik sinis,satu alisnya terangkat menilai.Liora yang melihat reaksi Arkansas dari jauh mulai panik.


"kay,bagaimana ini?!! jika Kansas mengamuk maka mommy akan murka nanti!! astaga apa yang harus aku lakukan?!!" pekik Liora panik saat melihat kini Arkansas berjalan dengan langkah berat dan aura hitamnya menuju Dexter yang masih terlihat cukup piawai menjaga ekspresi tenang diwajahnya.


berjalan mendekat dan mulai terkekeh mengerikan, Arkansas berucap datar.


"jangan dekati adik dan keluarga ku,atau aku tak akan berfikir dua kali untuk melenyapkan dirimu,camkan itu tuan muda Wishnutama!!" berbisik dengan suara dingin penuh ancaman,Arkansas menepuk pundak Dexter santai lalu berlalu begitu saja.Dexter? pria itu terdiam lalu tak lama terkekeh lucu, Arkansas memang pantas memegang gelar pengusaha tiran dan pria berhati batu.


"kau tidak bisa menghentikan cintaku Mr Arkansas Dimitri Leander Wiguna yang terhormat" gumam Dexter setelah melihat kepergian Arkansas.


🖤🖤🖤


berhari-hari telah berlalu setelah pesta itu,kini kediaman Wiguna harus dipusingkan dengan begitu banyaknya kado serta hadiah kiriman untuk putri bungsu mereka.Rafendra bahkan sampai mengamuk pagi ini kala melihat tumpukan kado di ruang tamu mansion nya.


"APA-APAAN INI?!! FAREN!!! BUANG SEMUA BARANG SAMPAH INI!!" amuk Rafendra menatap jengkel bungkus kado warna-warni dihadapannya.


kepala mansion itu datang dengan terburu-buru lalu memerintahkan para maid mengangkat semua hadiah yang dibawa masuk para penjaga lalu membawanya entah kemana.


"dengar!! lain kali jika ada barang seperti itu lagi,jangan bawa masuk!! atau kepala kalian semua ku penggal!!" amuk Rafendra tak main-main.para penjaga mengangguk patuh sembari menahan nafas kala tuan besar mereka kali ini benar-benar marah.ayah posesive memang.


beruntung Anggi dan Liora tengah keluar membawa Ara untuk jalan-jalan fiting Baju pernikahan untuk acara Arkansas dan Liora nanti.


"sabar Rafendra....sabar....kau bisa bertambah tua jika mengamuk terus.tarik nafas dan lupakan!!" monolog Rafendra seorang diri,berdecak lalu kembali melanjutkan langkahnya keluar mansion,hari ini pria itu punya urusan lebih penting dari pada mengurusi kado-kado tidak penting itu.


🖤🖤🖤


"Kansas, mommy sama Ara akan pergi ke rumah mamimu Zeline dulu.kalian berdua tidak apakan melakukan semua sendiri? lagipula madam Alusca sudah menunggu di studio" jelas Anggi begitu Arkansas dan Liora keluar dari mobil Alphard yang mereka pakai hari ini.Arkansa mengemudi dengan membawa ibu,adik serta calon istrinya seorang diri.lagipula ini Arkansas ia tak takut pada manusia manapun itu.


"terus kakak sama kakak ipar kembali naik apa mom?" tanya Ara polos menatap binggung wajah frustasi ibunya.


" Ara sayang!! kamu kira mobil kita hanya satu? yah tinggal telpon James nanti suruh bawa mobil kakakmu kesini ,begitu saja pakai bingung,Ara... Ara!!" hela Anggi melihat sikap putrinya itu.


"hehe...ia yah mom,ya sudah bye kakak ipar cantik!!" ucap Ara melambai riang saat liora kini telah keluar dari mobil bersama Arkansas yang selalu stay dengan wajah datarnya.


"Kansas"


"ia baby" nah kan,lihat bagaimana wajah datar itu langsung berubah 180° saat menatap Liora,senyum manis,manik jenaka serta wajah sebaik malaikat.bolehkah orang yang melihat pria itu menangis? sungguh terlalu.


Liora terkekeh lalu menggeleng geli kemudian menjawab santai.


"tidak ada,hanya manggil saja hehehehe" kekeh Liora lucu.


Arkansas melongo,pria itu tak lama menarik satu alisnya ke atas lalu tersenyum,senyum mesum yang pastinya sebagai tanda bahaya besar untuk gadis itu.


"hm....sudah nakal ya baby?!! berani mengerjaiku hm?!!" ucap Arkansas dengan smirk iblisnya.


Glek....


"aduh!! m*mpus kau Liora!!". batin Liora yang bahkan kini menelan saliva susah payah.


Greph.......


Pukhhhhhh.......


"YAKHH............ARKANSAS!!! TURUNKAN AKU!!! KYAAAAA....." pekik Liora kala kini tubuhnya sudah terangkat bak karung beras,tidak cukup! bahkan kini tangan besar pria itu mendarat indah memukul bok*ng Liora bertubi-tubi.


"haha....masih berani hm? dasar kucing liar nakal!!" ucap Arkansas puas,bahkan tangan pria itu sudah mulai bermain merem*s bok*ng sintal calon istrinya,sungguh pria itu bahkan tak perduli menjadi bahan tontonan gratis para pengunjung studio foto itu.gila!!


hening......


setelah aksi nekad memberi pelajaran yang dilakukan Arkansas,kini Liora duduk dengan wajah masam di sebuah ruangan yang terlihat begitu banyak kamera disana.


"baby...masih berani ngambek? oh...rupanya mau diberi pelajaran lebih dari yang tadi hm?!!" goda Arkansas semakin menjadi,pria itu bahkan menjilat bibirnya sendiri sens*al dihadapan Liora,gadis itu melongo dengan bulu kuduk telah meremang berdiri sempurna.


berdecak dan menghela nafas tak iklas,liora memilih mengalah atau pria gila ini akan semakin bertingkah diluar nalar.


"ia...ia tidak ngambek lagi.puas!!" ketus Liora menatap Arkansas sengit,pria itu terkekeh dan mengangguk samar.


"tidak ngambek kok mulutnya maju begitu? mau kucium ya baby?!!' tanya Arkansas menyeringai picik.


"MATI SAJA KAU!!!" amuk Liora frustasi.


"kok mati sih baby? kalau aku mati nanti kamu jadi janda loh? masa janda sebelum menikah,kan tidak lucu sayang?!!" lagi dan lagi Arkansas membuat darah tinggi Liora naik! .


sang fotografer terkikik melihat interaksi calon pengantin tersebut,sungguh sosok baru Arkansas membuat mereka semua spechless.


tertawa....?


wah.....sebuah fatamorgana kah?


"khem.... Mr Arkansas,sebaiknya anda bergegas,waktu sesi foto prewedding akan segera tiba" ucap Mr Benji sang fotografer.


Luksi'studio


yah,kini Arkansas berada di salah satu studio foto pernikahan terbesar milik keluarga Luksius,milik Xavier yang kini dipercaya oleh Pasangan suami-istri Wiguna sebagai tempat putra mereka melakukan sesi prawedding.


"sudah kau siapkan barang-barang nya Benji? kita berangkat sekarang!!" titah Arkansas mutlak.Liora mengeryit,berangkat? bukankah mereka akan berfoto di ruangan.


"Kansas,kita mau kemana? bukankah foto prawedding akan dilakukan disini?" tanya Liora binggung.


pria tampan itu terkekeh dan mengacak rambut Liora gemas,calon istrinya benar-benar manis.


"tidak disini baby,sudah ikut saja!!" titah Arkansas tegas.


para crew foto segera membawa berbagai perlengkapan mereka diikuti Benji sang fotografer dari belakang.


Arkansas berjalan menuju pintu belakang gedung sambil menggandeng tengan mungil calon istrinya.


helipad dengan sebuah helikopter yang membawanya saat acara lamaran dulu kini terlihat.Liora kembali dibuat melongo akan ulah calon suaminya itu.


"ini mau kemana lagi?" batin Liora penasaran.



Arkansas membimbing Liora naik dan James segera sigap mulai membawa helikopter itu mengudara.


helikopter berbeda membawa para crew semua kesebuah hutan buatan yang terletak di sebuah kota kecil bernama Lisburn.


begitu Helikopter mendarat,para crew langsung sigap dibantu beberapa anggota BE yang sudah standby dari awal disana.


Seorang wanita langsung mendekat pada Liora dan membawa gadis itu kesuatu lokasi dengan senyum anggukan Arkansas menyetujui.


Arkansas sendiri sudah mulai ditangani langsung oleh Benji.


butuh waktu selama hampir 30 menit lamanya untuk mempersiapkan dan mendandani pasangan calon pengantin Wiguna itu.


sesi pertama dilakukan disebuah hutan dengan latar belakang kabut sebagai pemanis.Arkansa dengan jas Armani Hitam lengkap dengan tatanan sedikit berantakan pada rambutnya membuat Liora hampir lupa berkedip melihat betapa sempurna calon pemimpin rumah tangganya kelak.bahkan para wanita yang bertugas sebagai make over saja hampir lupa bahwa pria itu juga manusia,karna begitu tampannya wajah putra sulung Rafendra itu.


liora sendiri memakai gaun putih panjang yang melekat sempurna membungkus tubuhnya.Arkansas tersenyum puas.bahkan makeup tipis saja mampu membuat wajah cantik calon istrinya begitu bersinar,apa lagi saat hari bahagia mereka nanti? Arkansas bersiul nakal membaut Liora merona malu seketika.


"baiklah mari kita mulai!!" suara Benji mulai mengintruksikan.


jepretan demi jepretan kamera mulai menangkap pose apa yang diingkan sang fotografer.


"Miss Liora tolong kalungkan lengan Anda pada Mr Arkansas,ya seperti itu tahan!!" ucap Benji semangat.


"kau cantik baby" bisik Arkansas sens*al.


Liora mengigit bibir bawahnya menahan pekikan malu luar biasa,wajahnya memanas dengan senyum lebar yang tak bisa ia tahan.


"sekarang tolong gengam erat tangan pansangan anda Mr Arkansas dan cium dia!!" titah Benji cepat.Liora melongo,menatap cemas pada seringai licik Arkansas yang kini bertambah lebar.


"hm...selamat makan!!"



cup......


sebelum Liora bisa memproses situasi dan melayangkan protesan,bibir hangat itu langsung manyambar bibirnya dengan lum*tan lembut yang membuai halus.


ciuman terlepas dengan senyum kikuk Liora kala melirik malu pada para crew wanita yang terpekik iri pada dirinya .


"bagus!!! excellente !! Marvelous!! " Benji terpekik girang dengan gaya melambai dan kemayu bagai seorang gadis.


"sesi kedua....semua cepat siapkan!!" Benji kembali berucap dan seketika Liora ditarik untuk segera berganti pakaian.


sesi kedua mengambil tempat pada perbatasan wilayah dengan sinar jingga sang Senja sebagai latar.


kini Liora telah berganti dengan gaun panjang model pas di area atas dan sedikit melebar pada bagian bawah berwarna biru lembut hampir pudar,rambutnya disanggul rapi dengan sedikit hiasan bunga mempercantik penampilannya.Arkansas sendiri hampir lupa bahwa yang ia lihat adalah gadisnya dan bukanlah seorang Dewi bulan.sedang Arkansas menggunakan jas abu-abu yang terhias sebuah bunga kecil disaku jasnya.


"baiklah mari mulai sesi kedua!!' ucap Benji semangat.


"Mr Arkansas gengam erat telapak tangan pasangan anda,lalu kecup keningnya!! ia seperti itu tahan!!" Instruksi Benji cepat.


Liora menahan nafas kembali saat bibir hangat Arkansas kini mendarat lembut mengecup keningnya penuh perasaan.


cup.......



manik indah gadis itu tertutup rapat dengan senyum bahagia terukir sempurna di bibir manisnya.


"baik.cukup!! bagus...sangat bagus....semua selesai mari kita cetak!!" pekik Benji puas,pria melambai itu benar-benar puas akan kemistri pasangan dihadapannya itu.


"baby sesaat aku lupa bahwa kau adalah seorang manusia dan bukanlah seorang malaikat yang dikirim khusus untuk diriku.sayang terima kasih karena sudah menerimaku sebagai calon suami masa depanmu,terima kasih sayang" Arkansas berucap lembut menatap tepat pada manik indah liora yang kini nampak berkaca-kaca.


Cup.......


satu kecupan lagi mendarat kembali dikening liora.


"hiks....akulah yang harusnya berterima kasih karena kau sudah mau mencintai diriku,terima kasih Arkansas" air mata bahagia Liora luruh seketika.


cup....


cup....


cup....


cup....


kedua mata,pipi dan bibir Cerry itu dikecup Arkansas sayang,pria itu menghapus air mata gadisnya.


"i love you my future wife"


"i love you more my future husband"


TBC......