
Hai semua jangan lupa tinggalkan jejak vote, like dan komentar ya.....🌹
...💞 H A P P Y R E A D I N G 💞...
...terlalu banyak hal yang tak bisa terucap kata...
...meski tanpa kata pasti akan tersampaikan...
...menerima cinta yang datang tanpa terduga...
...dirimu adalah orang yang sangat berharga...
...diantara semua manusia yang ada di dunia...
...hanya kaulah yang terlihat olehku...
...hanya perlu berdiri disampingku...
...memandangku...
...biarlah waktu membawa cinta ini...
...selalu tersenyum seperti pertama bertemu...
...kini peluklah jiwa ragaku dengan hangat...
...hingga suatu waktu nafas kita berhenti...
...jiwa kita akan selalu terikat bersama...
...tak ada yang bisa memisahkan meski waktu telah habis...
...jangan berfikir masa depan...
...cukup lihat yang bersamamu kini...
...hanya berdiri disampingku dan pandang aku...
...bukankah jiwa ini tidak sendirian lagi?...
...dari sini hanya kaulah yang ada...
...mulai sekarang...
...berhentilah mencari...
...kaulah segalanya bagiku...
...jiwa yang awalnya tak tau apa arti cinta...
...lebih dekat dalam pelukan hangat...
...peluklah aku...
..........🔱..........
malam setelah pesta berakhir....
seorang pria tampan dengan kacamata beningnya tengah menarik tangan seorang gadis menuju sebuah sudut taman.
"kumohon...fikirkan sekali lagi,kamu tau aku ini tulus akan kata-kataku.kumohon terimalah perasaan ini dan ikutlah bersamaku!!" pria itu berucap memohon dengan sangat pada gadis yang menatapnya dalam diam.
"aku....kau tau apa dan bagaimana jalan hidupku?!! kamu tau aku tidak akan pernah membina hubungan apalagi berumah tangga!! aku hidup hanya untuk bayangan keluargaku terutama adikku! apa kamu tidak mengerti? tolong mengertilah...." gadis dengan rambut panjang diikat ekor kuda itu berucap Lirih,maniknya menatap sayu wajah tampan yang sudah beberapa bulan ini terus mengisi harinya yang suram dan monoton tak berarti.
"masa lalu itu bukan sesuatu yang bisa selamanya membelenggu....kamu harus menarik jauh masa lalu itu jadikan patokan untuk memulai hidup yang baru dan lebih berwarna...kumohon kamu tau perasaanku ini tulus...tolong fikirkan lagi Sebelum aku pergi!!" pria itu berucap putus asa,wajah tenangnya terlihat sendu dan tatapan matanya tak lepas sedikitpun dari sosok gadis yang sudah begitu lama ia perjuangkan dari sejak pandangan pertama.yah,perasaan ini begitu apik ia simpan dan kini saat waktu dirinya telah habis dan ia harus kembali,pria itu hanya berharap gadis yang ia cintai mau ikut bersamanya memulai hidup baru.namun apa? pedoman hidup gadis itu sungguh kuat dan sulit ia tembus.
"maaf....aku tak bisa!" Gadis itu berbalik dan berlalu pergi dengan setetes bening jatuh di pipinya tanpa sang pria sadari.
dari jauh,seorang pria tampan dengan jas pastel menghela nafas iba.pria itu berjalan mendekat dan menepuk bahu pria berkaca mata tadi dengan senyum prihatin diwajahnya.
"kau tau....Cristal memang seperti itu,sudah banyak pria bahkan anggota BE yang mencoba mendekati dan mengetuk hatinya.namun semua percuma saja,semenjak papa Thomas dan istrinya tiada.Cristal sudah takut memulai sebuah hubungan,ia takut kehilangan maka dari itu ia hanya memiliki pedoman hidup mengabdi pada keluarga Daddy Rafendra dan menjaga Tristan.selain itu ia lebih menyendiri seumur hidup!" jelas Axel sendu.yah, Axel-lah yang mendekat dan memperhatikan kejadian tak terduga itu sedari awal.
"aku akan kembali Xel....aku tak bisa lebih lama lagi disini,sudah hampir 2 tahun sejak perjalanan bisnis GLJ dan WJC pertama kali memulai kontrak hingga Liora akhirnya menikah dengan Arkansas.aku tak punya banyak waktu lagi disini Axel,GLJ membutuhkan kepala IT mereka! aku harus kembali!!" pria itu berucap sendu dengan suara bergetar penuh amarah tertahan.
"Nix....jika kalian memang berjodoh maka aku yakin pasti akan bersatu bagaimanapun caranya.namun,jika.kalian memang tak memiliki takdir.........." Axel terdiam sejenak menatap langit malam.
Nixon terdiam mengeraskan hati yang terasa hancur bahkan sebelum ia bisa melihat perasaannya berkembang.
Axel menoleh menatap Nixon sesaat,bibirnya terasa kelu saat menatap wajah putus asa itu.
"kau harus merelakannya Nix...mungkin dia bukan takdir untukmu!!' sambung Axel iba.
kedua pria itu akhirnya terdiam,duduk diatas rumput sembari menengadah dan menatap langit malam yang bertabur bintang.entah? hati manusia terlalu sulit ditebak,dan begitupula takdir cinta yang digariskan sang pencipta.
Axel bangkit kala ponselnya bergetar menampilkan nama sang istri.
"dimana?" suara Amber terdengar lelah.
"aku dibelangkang taman dengan Nixon.ada-apa sayang?" Axel bertanya lembut kala mendengar seperti amber baru saja menguap.
"pulang papi..mami mau tidur dipelukan papi!!' suara amber terdengar manja,Axel terkekeh geli mendengar suara manis istrinya.
"baiklah sayang...tunggu sebentar ya!!" ucap Axel sayang,ia menutup sambungan begitu Amber memutuskan sambungan mereka.
"pernikahan kalian bahagia? syukurlah aku senang mengetahuinya.amber sahabatku dan aku bahagia dia menikah denganmu Axel.tolong jaga dia karena mungkin aku akan segera kembali ke Amerika!" ucap Nixon begitu Axel menyimpan kembali ponselnya....
"mari kita masuk Nix...ini hampir pukul 2 pagi sekarang!!" ajak Axel sembari menarik lengan lemas Nixon.
akhirnya pria itu berjalan masuk ke Mansion Wiguna dan memasuki salah satu kamar tamu bersiap melihat takdir besok.
dua hari telah berlalu,Anggi nampak sendu kala berjalan menyusuri ruang demi ruang yang ada di dalam Mansion besar keluarganya.
sorot maniknya menyendu kala memasuki sebuah kamar dengan nuansa manis dan ceria,kamar milik Putri bungsunya.
manik sayunya menyusuri setiap sudut kamar milik Arabela putri kesayangannya.bahkan mobil mini hadiah dari suaminya saat Ara berusia 6 tahun masih disimpan baik oleh putri kecilnya itu.terduduk di sebuah kursi gantung dan Anggi mulai meraih bingkai foto putrinya dengan lembut.
foto memori indah kenangan mereka saat berlibur ke pantai dulu saat Ara baru saja lulus dari senior High school.
gadis manis itu cemberut menatap ibunya kala Anggi diam-diam memotret dirinya kala rambutnya baru saja diterpa angin hingga terlihat berantakan.Anggi tertawa nanar mengingat betapa manisnya wajah putri bungsunya ketika tengah marah.
"hiks....mommy tidak pernah bermimpi hari ini akan datang juga...hari hiks...hari dimana kamu akan pergi sayang....hiks...mommy tidak pernah akan hal ini sayang....." Anggi terisak samar kala melihat tumpukan koper disudut kamar putrinya itu.yah,hari ini Dexter akan membawa Ara pindah ke Mansion baru yang pria itu beli sebagai hadiah untuk Ara istrinya.
dari arah pintu, seorang pria paruh baya dengan kemeja hitam dan celana kain senada menatap sendu sosok istrinya itu.Rafendra berjalan masuk dan duduk tepat disamping Anggi dengan helaan nafas berat.
Greph........
diraihnya tubuh sang istri dan mulai membawa tubuh rapuh itu kedalam dekapannya.yah,meski istrinya terlihat ceria dan selalu memasang senyum selama acara berlangsung.namun baik Rafendra maupun kedua putranya tau bahwa istri dan juga ibu mereka itu tengah menanggung beban hati saat harus menerima putrinya tidak akan selamanya selalu ada bersama keluarganya,akan ada saatnya seseorang lelaki datang dan membawa pergi seorang anak perempuan dari keluarganya.dan itulah yang Anggi maupun Rafendra rasakan kini.
"menangis lah sayang....aku tau kau begitu sedih melepas Ara,namun putri kita sudah dewasa dan kini ia harus ikut dengan suaminya.walau bagaimanapun kita sebagai orang tua harus bisa melepaskan putri kita untuk suaminya, begitupun dengan putri kecil kita" ucap Rafendra lembut mengusap air mata yang jatuh membasahi pipi halus istrinya.
"hiks..aku...aku tidak tau Rafen....aku tidak tau!!" Isak Anggi semakin memeluk erat tubuh suaminya.
Dari arah pintu, seorang pria tampan menatap sedih kedua sosok yang paling ia hormati itu.menutup mata sejenak dan mulai mengambil nafas perlahan meyakinkan diri.
"mom...dad....." suara pria itu menyapa lembut membuat Anggi maupun Rafendra tersentak sesaat.
"oh...Dexter...maaf nak,mommy hanya sedang-" ucapan Anggi terhenti oleh usapan Dexter pada air mata diwajahnya.
pria itu tersenyum lembut dan bersujud dibawah kaki Anggi,menggenggam erat telapak tangan sang ibu dari istrinya.
"mom....jika mommy tidak ingin berpisah dari Ara,Dexter tidak masalah memindahkan seluruh pusat WsTama.Corp ke London,Dexter sudah menganggap mom layaknya ibu saya sendiri" ucap Dexter tulus,Anggi melirik suaminya sesaat.Pria paruh baya itu menggeleng samar dan tersenyum lembut menatap sayang wajah istrinya.Rafendra tau,disini mereka tak boleh egois.disana Dexter adalah anak tunggal dari Dirga juga Anastasia,dan Rafendra tau besannya itu sudah lama berharap Ara pindah setelah menikah dengan putra mereka,itu semua adalah karena Anastasia selalu kesepian seorang diri di Mansion Besar keluarga Wishnutama.mana lagi Dexter selalu bepergian pulang pergi Amerika,London dan kembali Ke Indonesia untuk melihat keadaan orang tuanya,jadi Disini sikap bijak para Wiguna harus dilakukan.
mendesah dan membelai rambut Dexter lembut,Anggi sadar ia tak boleh egois.seorang anak perempuan tetap harus ikut dengan suaminya begitu mereka telah menikah.
"tidak nak....mommy minta maaf,sungguh mom hanya butuh waktu untuk melepas Ara.karena bagaimanapun dia adalah putri yang mommy rawat dari bayi.maaf mommy sudah membuatmu merasa tidak enak" ucap Anggi lembut sembari memegang kedua tangan Dexter dan membawa pria muda itu berdiri.
"terima kasih mom...dad...Dexter janji akan membahagiakan Ara dan selalu mengunjungi mom dan dad saat Dexter punya waktu senggang" ucap Dexter tegas.
Anggi memeluk erat tubuh menantunya itu dan mengangguk samar sembari menghapus air mata yang tersisa.
Ara tersenyum dan berbalik tak jadi menuju kamarnya,yah.ara melihat semua yang dilakukan Dexter karena ia telah menunggu suaminya cukup lama hanya untuk mengambil turun koper-koper mereka.awalnya wanita manis itu sudah meminta para maid yang mengambil barang mereka,namun Dexter menolak dan berinisiatif membawa turun sendiri barang istrinya.jadilah ia menyusul dan melihat hal haru yang sedang terjadi.
"maafkan Ara dad..mom...Ara janji akan hidup bahagia demi kalian!!" batin Ara sebelum memasuki Lift dan turun kebawah menemui mertua serta para kakak dan kakak iparnya.
..........🔱✴️🔱..........
Tingggggg.....
suara lift terbuka membuat setiap orang menoleh cepat kearah datangnya seorang pria tampan dengan pasangan paruh baya yang mengikuti dari belakang.
Dexter berjalan menyeret dua buah koper besar milik Ara dan Rafendra menarik satu lagi yang tersisa.
wanita manis dengan blezer putih membalut tubuhnya itu menoleh cepat dan berlari memeluk sosok wanita paruh baya cantik yang selama ini telah memberi kasih sayang untuknya.
Greph......
Deg.....
tubuh Anggi hampir terjerembab kebelakang jika saja Rafendra tak sigap menahan tubuh istrinya.
"hiks...mommy...tolong maafkan Ara.....Ara tetap putri mommy meski kita tidak tinggal bersama lagi hiks...tetap sayangi Ara seperti dulu ya mom... Daddy" Ara terisak dan menatap sosok sang ayah yang berdiri tepat dibelangkang tubuh ibunya.
"ia...putri mom..ia...mommy harap kamu selalu bahagia sayang...apapun yang terjadi meski kita sudah terpisah jarak sekalipun,kamu tetap tuan putri untuk mommy Daddy juga kakak-kakakmu!" ucap Anggi lembut penuh kasih.
Rafendra membelai rambut panjang putrinya dan menatap dalam wajah Dirga juga Anastasia.
"tolong jaga dan rawat putriku.jangan sakiti dia dan perlakukan dia layaknya putri kandung kalian sendiri.aku dengan rela menyerahkan harta berharga keluargaku pada kalian dan jangan pernah kecewakan diriku,atau....aku tak segan menebas habis seluruh klan Wishnutama dengan tanganku sendiri!!" ucap Rafendra santai,namun sungguh demi apapun Dirga dan Anastasia seketika merasakan seakan ia berhadapan langsung dengan sosok Lucifer sang malaikat maut.
kini koper-koper Ara sudah dibawa masuk ke mobil Dexter,Anggi memeluk Anastasia dan Rafendra menjabat tangan Dirga sebagai salam perpisahan .
Didepan pintu Ara menatap para kakak-kakaknya terutama Tristan yang sungguh kini tengah menangis kejer tak mau berhenti.
"hiks...HUAAAA...kau tega meninggalkan kakak imutmu ini sendiri Ara! uwahhhhhh hiks...tega sekali kau gadis bakpao!!' tangis Tristan yang kini menatap Ara bagai musuh.
para inti mendengus,sungguh si bayi monster ini sangat kekanakan.
"tidak kak Tristan! Ara tidak tinggalkan kakak...Ara janji akan datang berkunjung jika ada waktu!! kakak jaga Mom juga dad untuk Ara ya....Ara janji akan selalu memberi kabar nanti!!" bujuk Ara agar kesedihan Tristan berkurang.
Arkansas maju membelai rambut panjang adiknya.
" kakak tidak akan bicara banyak,cukup kamu tau satu hal.apapun yang terjadi para kakakmu selalu berdiri didepan dan belakang demi melindungimu,jadi hiduplah bahagia adikku!" ucap Arkansas lembut lengkap dengan wajah tanpa emosinya.Ara tak tersinggung melihat wajah dingin kakak sulungnya itu,karena dibalik sikap kaku Arkansas.ada sejuta kasih sayang tulus untuk keluarganya.
"ia kak Ara paham, terima kasih sudah menyayangi Ara selama ini" Ara berucap lirih dan memandang semua wajah yang akan ia tinggalkan.
"Ara...mami harap kamu selalu jaga kesehatan ya sayang...disana tidak ada mami Zeline atau Zenit yang bisa selalu datang saat kamu sakit,jadi jangan pernah abaikan kesehatanmu ya sayang....kami menyayangi dirimu!!" Zoya berujar sendu melepas kepergian putri Anggi yang sudah ia anggap sebagai putrinya sendiri.Ara mengangguk ribut dan mulai memeluk tubuh para ibu dan ayah satu persatu kemudian beralih memeluk para kakak dan kakak iparnya.
kini wanita manis itu menatap Rayganta kecil yang tengah digendong oleh Liora kakak iparnya.
"jagoan kecil....bunda Ara pamit ya,kamu cepat besar dan jadi pria yang hebat dimasa depan.bunda Ara sayang Rayganta!!" ucap Ara lirih membelai pipi bakpao bayi kecil tampan itu.
akhirnya setelah selesai berpamitan, Rafendra beserta seluruh keluarga besar menatap kepergian iringan mobil Dexter yang mulai melaju pergi melewati gerbang kedua dan terus menjauh hingga menembus gerbang utama batas tanah pribadi Wiguna itu.
...TBC...