PRINCESS OF DARKNESS (My Beautiful Target)

PRINCESS OF DARKNESS (My Beautiful Target)
meet day



hai semua jangan lupa tinggalkan jejak vote, like dan komentar ya...🌹


⚜️ Happy Reading ⚜️



pesawat dengan lambang sayap Elang terbentang gagah dengan seri OY-JJA berwarna Hitam elegant, kini pesawat pribadi yang ditumpangi oleh Wiguna Family bersama para keluarga besar para sahabat kini mulai bersiap lepas landas dibawah kendali Jeremi sebagai pilot dan James sebagai co-pilot membantu sang ayah.


"Dad sudah putuskan sebelum sesi prawedding Kansas,acara tahunan perusahaan kita akan dilakukan seminggu dari sekarang dan disana Arabela akan Daddy kenalkan secara publik sebagai putri tunggal keluarga besar Wiguna.jadi Daddy harap kalian semua mulai waspada!" tekan Rafendra kala kini ia tengah berkumpul dengan para pria di ruang berkumpul dalam pesawat pribadi milik keluarga besar Wiguna.



ruang berkumpul dengan fasilitas kedap suara dan juga sistem fingerprint untuk dapat memasukinya.bahkan Tidak ada pramugari atau pilot yang dipekerjakan Rafendra saat ia tengah berkumpul bersama keluarga besar dan para sahabatnya.semua dijalankan langsung oleh para sahabatnya.


"dad yakin? resikonya cukup tinggi,mengingat selama ini Ara hanya dikenal sebagai putri papa Xavier,ingat bahkan musuh dari dunia bisnis saja sudah punya niat mencelakai Ara,lantas bagaimana dengan dunia bawah?!! Gabril sedikit khawatir dad!" putra Bimo itu bersuara menyampaikan kecemasannya.


"benar dad,bahkan hanya segelintir musuh dari dunia bisnis bisa membuat Ara dan Liora hampir celaka.beruntung Liora bukan gadis pada umumnya yang hanya tau berbelanja dan berdandan saja.untung calon menantu Daddy itu gadis yang pawai memakai senjata api dan sedikit bela diri.Axel tidak yakin jika itu gadis lain,sudah pasti itu tidak akan baik" Pria dengan kaca mata bening bertengger manis menutupi manik tajamnya itu mulai ikut menyampaikan pemikiran nya.


"apa yang kalian cemaskan?!! ayolah Daddy,papa,papi bahkan ayah dulu sewaktu muda lebih banyak memiliki musuh dibanding kalian.dan kalian lupa sebagian kekasih kalian itu gadis-gadis penggila kekerasan .bukannya seperti para ibu kalian yang bahkan tidak tau cara menembak.yah,selain mommy." ucap Lingga sembari menyindir halus pada Arkansas yang terdiam dengan wajah dinginnya,Rion yang tengah tersenyum canggung ,Axel yang menghela nafas,dan Marsel yang nampak mengangguk samar.benar,para kekasih mereka bukan gadis lemah yang hanya tau menangis jika menemui bahaya.mereka lebih dari itu!.


"apa yang perlu di khawatirkan,jika ada yang mencari masalah.habisi saja, bunuh!!" Arkansas berucap santai kemudian bangkit dan berlalu begitu saja meninggalkan tatapan bergidik para pria disana kecuali sang Ayah dan saudara kembarnya.


"putramu semakin hari semakin mengerikan Rafendra,sungguh aku tak mengerti kau beri makan apa iblis-iblis kecil itu dulu hingga menjadi sosok sadis seperti itu?" ucap Alex menggeleng takjub.


"kau tidak ingat Lex,dulu saat berusia sekitar 10 tahun.Arkansas itu bahkan membuat koma seorang remaja berusia 20 tahunan karna membuat Ara yang saat itu berusia sekitar 3 tahun menangis akibat tidak sengaja tertabrak hingga jatuh saat mereka berjalan-jalan di mall.kau ingat bagaiman dia menghajar remaja malang itu hingga berakhir Veleri yang menghukum Rafendra dan mengusirnya agar tidur di markas? haha... kecilnya saja sudah brutal begitu dan lihat besarnya jadi bak sosok melebihi Lucifer" ucap Lingga dengan gelak tawa mengingat masa lalu.


"hahahaha...yang benar papa Lingga,bos Arkansas Bringas juga ternyata sejak kecilnya" gelak Tristan heboh.


"hah.....bibitnya saja sudah keturunan iblis apalagi anaknya" sindir Bimo melirik Wajah masa bodoh Rafendra jengah.


"sudahlah....sekarang sebaiknya kita beristirahat,waktu mendarat masih cukup lama" putus Xavier yang kemudian bangkit menuju kamar dimana sang istri tertidur.


🖤🖤🖤


undangan pesta perayaan tahunan kerajaan bisnis Wiguna telah tersebar ke seluruh Eropa,semua kolega dan rekan bisnis dari Rafendra dan Arkansas sudah menerima undangan tersebut sejak 3 hari yang lalu.dan kini tibalah hari dimana acara akan dilaksanakan.


kini para perias tengah sibuk mendandani nyonya besar Wiguna serta putrinya itu.tapi tidak dengan Liora,gadis itu sudah dibawa entah kemana oleh Arkansas.katanya ia akan membawa Liora ketempat dimana gadis itu akan dapat tampil sebagai calon ratu Wiguna yang sesungguhnya,ya sudah biarkan saja selama pria itu bahagia.


"mommy....Ara tidak mau pakai gaun ini! astaga mommy gaun ini sangat berlebihan.ini apalagi? masa wajah Ara ini di bedakin tebal sekali sih Mom?!! ishhh.....Ara jangan dibuat seperti badut lah Tante Dhinar!!" protes Ara sengit pada perias kepercayaan keluarganya itu .


"Ara diam dulu!! jangan ribut biar Tante Dhinar bisa kerja cepat,yang lain juga perlu dirias Ara!! jadi diamlah atau mommy masak kelinci peliharaanmu,mau?!!" ancam Anggi yang melihat gemas sekaligus jengkel akan ulah Ara yang seperti cacing kepanasan tak bisa diam.


"hihihi...tenanglah nona muda Arabela,Tante akan merias tipis saja wajahmu .lagipula kamu itu cantik jadi Tante tidak perlu make up tebal-tebal,jadi tenang ya" ucap Dhinar terkekeh geli.ara mendengus namun akhirnya mengangguk pasrah.


akhirnya acara rias merias telah usai.semua pekerja yang dibawa Dhinar merias keluarga Wiguna berdecak puas.


sementara itu di ruang lantai bawah mansion, Rafendra duduk bersama Rion menunggu kedua orang wanita kesayangan mereka.


menghela nafas dan mulai berdecak,Rion mulai mendumel kala merasa bosan akibat menunggu berlalu lama.


"hais.....mommy sama Ara kenapa lama sekali sih!! tau begini Rion jemput Kayra saja lebih baik!!" pria itu terus menggerutu,ditambah wajah santai dan tawa remeh sang ayah membuat kekesalannya merangkak berkali-kali lipat.


"hahahaha...begitulah wanita son,kamu harus bersabar! cantik itu butuh waktu dan proses yang panjang dan saat kau menikah nanti,jika kau berani menggerutu seperti ini saat menunggu istrimu berdandan,maka lihat saja bagaimana kau akan mendengar ceramah panjang lebar calon istrimu hingga Daddy jamin kupingmu itu pasti akan panas.jadi sabar dan tunggu saja dengan tenang" ucap Rafendra panjang lebar.malas juga sebenarnya pria paruh baya itu berucap bak rel kereta api,tapi demi memberi pengertian pada putranya itu tak masalahkan .


"merepotkan!!" cibir Rion malas.


"bagaimana jika kau katakan itu pada Kayra,kuyakin mulutmu itu akan dirobeknya" suara jenaka yang sangat menyebalkan terdengar kala sosok Tristan kini berdiri gagah dengan toksedo putihnya.


"malam Daddy,bagaimana putramu ini tampan tidak?" tanya Tristan jenaka.Rafendra terkekeh lalu menyeringai picik.


"kau sangat cantik " goda Rafendra sembari menekan kata terakhir nya keras.


Tristan berdecak kesal lalu memilih menatap ke arah lift yang terdengar samar.


"woah.....bidadari cantik Tristan sudah turun!!" pekik pria manis itu girang.


disana Anggi tersenyum lebar sembari menggandeng tangan mungil Ara.


deg....deg.....deg....


"cantiknya istriku " batin Rafendra yang menatap tak berkedip pada sosok Anggi yang turun dengan gaun berwarna merah maroon dengan potongan punggung yang terbuka .wanita itu terkekeh saat menatap wajah terpesona suaminya.


"khem...dad...melamunya nanti saja" goda Rion sembari berdehem keras.


Rafendra tersentak lalu tersenyum canggung.


berjalan cepat merangkul pinggang sang istri,pria itu kemudian berlalu tanpa memperdulikan ketiga orang dibelakang nya yang menatapnya kesal.


"hais....Daddy!! Ara jangan ditinggalkan lah!!" grutuan kesal Ara terdengar jelas disambut gelak tawa kedua kakaknya.


Ara berjalan bergandengan dengan Tristan sementara Rion sudah berlalu cepat menggunakan mobil Bugatti Veyron nya.


🖤🖤🖤🖤


para wartawan mulai berjejer menunggu para tamu orang-orang dengan kedudukan tinggi di negara ratu Elizabeth itu.karpet merah terbentang sepanjang pintu masuk.


Ara menatap semua dengan gugup dari balik kaca mobil.kedua orang tuanya menatapnya dengan senyum hangat terutama sang ayah, Rafendra menarik lengan putrinya diikuti Anggi yang membelai sayang bahu Ara,memberi ketegaran.Rafendra membawa keluarganya masuk melalui pintu khusus di belakang gedung menghindari paparazi.


memasuki Gedung dengan kilatan lampu Blitz yang terus bersahutan ,suara musik mulai terdengar hingga keluar gedung.satu persatu tamu-tamu penting mulai berdatangan.


"dad!!" panggil Rion yang telah tiba bersama Gabril menyambut mereka dari pintu khusus Wiguna.


Rafendra menatap Ara lembut lalu mengecup kening putrinya sayang.


"Ara,Daddy dan mommy akan keluar menyambut tamu.kamu tidak apa kan Daddy tinggal bersama para kakakmu?" tanya Rafendra lembut.


Ara menggeleng samar kemudian tersenyum secerah mungkin.


"tidak apa dad,lagipula kak Daisy sudah ada.Ara bisa bersama mereka dulu sebelum Daddy memperkenalkan Ara nanti" jawab Ara yakin.


"haha...jangan cemas sayang,mungkin kau akan mendapat seorang pangeran tampan yang akan mengajak putri mommy ini berdansa nanti" goda Anggi sembari terkekeh geli tanpa memperdulikan delikan tak terima suami serta para putranya.


"tidak!! Ara masih kecil jangan cinta-cintaan dulu !! Daddy tidak izinkan!!" sembur Rafendra tegas.Anggi terkekeh.


cup.....


"MOMMY!!!" Rion dan Gabril berteriak kesal sembari menutup mata Ara saat Anggi dengan santainya mencium bibir Rafendra didepan mata putri bungsu itu,entah kemana pikiran ibu satu ini? Rion menghela nafas geram melihat reaksi bahagia ayahnya itu.benar-benar!.


"bagaimana sayang? tidak masalahkan hanya berdansa saja?" Anggi berucap nakal sembari membelai wajah kokoh Rafendra yang kini terlihat menghela nafas pasrah.istrnya tak bisa dibantah!.


"mommy... Daddy...berdansa tidak masalah sih untuk Ara,selama pria itu nanti tak masalah kakinya akan bengkak terinjak hill Ara" ucap Ara santai.Rafendra tergelak ,putrinya sungguh pintar sekali.


memasuki gedung dengan para tamu mulai memusatkan pandangan pada king and Queen pemilik dari pesta Mega Grup Wiguna Jaya Corporation.


Rafendra benar-benar tak pernah setengah-setengah dalam bekerja.


gedung indah dengan lampu kristal besar tergantung sempurna,dekorasi ala abad pertengahan lengkap dengan berbagai hidangan dari seluruh dunia tersaji rapi demi memuaskan para tamu.


semua tamu sibuk berbincang seputaran bisnis dan segala hal tentang saham,sementara para wanita sibuk berbicara fashion dan gosip-gosip terbaru tentang para sosialita.


"selamat datang semua di acara tahunan perusahaan kami,saya Rafendra Wiguna selaku pemimpin besar dari Grup WIguna Jaya Corporation mengucapkan selamat datang dan selamat menikmati jamuan kami" suara tegas Rafendra terdengar menciptakan keheningan diseluruh penjuru gedung.


aura kewibawaan serta ketegasan mantan pemimpin Blood Eagle itu bahkan tak lekang oleh jaman.


" dan untuk mempersingkat waktu,saya selaku pemimpin keluarga besar Wiguna akan memperkenalkan putri tunggal saya kepada semua kolega dan rekan bisnis kami.selain itu akan ada sebuah berita bahagia yang ingin putra sulung saya sampaikan.maka dari itu mohon perhatian!!" tegas Rafendra mutlak.


tab....tab....tab....


semua atensi para tamu segera beralih setelah Rafendra turun dari panggung.


pria itu berjalan kearah beberapa pria muda tampan yang kini berjalan dengan seorang gadis remaja manis ditengah mereka,tapi tunggu! atensi kini terpusat penuh pada putra sulung Rafendra ,Arkansas Dimitri Leander Wiguna.sang Triliuner muda yang terkenal Kejam dan berhati dingin tak tersentuh kini berjalan dengan menggandeng seorang gadis cantik lengkap dengan gaun berwarna emas.mereka terlihat begitu mesra.siapa kedua gadis berbeda usia itu? mengapa begitu dekat dengan para keluarga serta kerabat dekat Wiguna? pertanyaan demi pertanyaan terus berputar difikiran para tamu.


Arkansas menggandeng tangan Liora lembut dan membawa gadis itu keatas panggung.


Ara diapit oleh Rion dan juga Kayra sedang Rafendra berdiri di tengah ballroom bersama Anggi sebagai tuan rumah pesta.


"Perkenalkan semua,gadis ini adalah Arabela Queennara Wiguna.putri tunggal keluarga kami.jika sebagian orang mengetahui bahwa gadis ini adalah putri dari Selenia adik saya,namun yang sejujurnya adalah ia adalah putri tunggal saya.putri bungsu saya bersama Anggita Veleria Hermawan Wiguna.kemari sayang" Rafendra memanggil Ara untuk segera mendekat padanya.gadis remaja itu berdiri dengan senyum manis menunduk sopan memberi salam untuk para tamu yang hadir.



gadis dengan gaun abu-abu model A-Line dress menjuntai itu begitu membuat para tamu berdecak kagum,putri Rafendra ini sangat cantik.


"dan saya juga akan memperkenalkan calon menantu kami,calon istri dari Putra sulung kami.dia adalah putri dari pemilik grup Garden Luxurious jewelry.adik dari CEO Mathew Anderson,Mari beri sambutan untuk Liora Queensia Benedict calon istri dari putra saya Arkansas Dimitri Leander Wiguna"


riuh tepuk tangan terdengar antusias kala Arkansas sang pria tampan berwajah datar itu membawa Liora kehadapan para tamu yang kini sibuk bertepuk tangan sembari mengagumi sosok gadis seorang Arkansas.


sayang,seribu sayang.banyaknya mata para eksekutif muda yang menatap sembari mencuri-curi pandang pada Ara dan Liora membuat Rafendra dan Arkansas menggeram menahan emosi.


sosok manis nan anggun Liora membuat banyak pasang mata menatap lapar gadis itu,sementara Ara sudah gelisah kala banyaknya tatapan intens mata para pria yang menatapnya penuh Arti.gadis remaja itu benar-benar gambaran dari kepolosan dan kecantikan muda yang sesungguhnya.


Rangkulan Arkansas pada liora semakin erat,sementara Rion dan para inti BE lainya sibuk menutupi sosok Ara bersama para kekasih mereka.adik bungsu mereka terlalu polos untuk para pria metropolitan seperti para eksekutif muda disana.


sementara tanpa siapapun sadari,seorang pria tampan dengan manik sebiru lautan nampak menatap Wajah Ara dengan senyuman dalam penuh Arti.


"gadis cantik yang menarik, Wiguna ya? hm....kau milikku!!"


deg...........


TBC.....