PRINCESS OF DARKNESS (My Beautiful Target)

PRINCESS OF DARKNESS (My Beautiful Target)
Inikah rasanya



hai semua jangan lupa tinggalkan jejak vote, like dan komentar ya.....⭐



Happy Reading....🌹



Amber duduk disamping jendela dengan sebuah pistol ditangannya.gadis itu merasa beberapa hari ini ia diikuti,dan malam ini dengan bantuan Nixon mereka sudah bersiap.


sebuah mobil Jeep hitam berhenti tak jauh dari kondominium tempat tinggal nya.dan Amber melirik Nixon yang tengah menyeringai penuh arti.


"kau tau siapa mereka?" tanya Amber cepat.


"kau ingat pernah berkelahi dengan seorang wanita yang menyerang Angel? wanita itu membayar seseorang untuk memberimu pelajaran!" ucap Nixon santai.


"bodoh!!" ketus Amber tersenyum remeh.


"sudah lama aku tidak menembak,bagaimana jika mereka sasarannya? matikan lampu dan mari berpesta" riang Amber si gadis sniper .


Klek....


gelap.....


hening.....


ke empat pria berpakaian hitam itu berhenti saat seketika semua gelap tanpa satu cahaya pun.


"ada apa ini? ketua,apa kita lanjutkan tugas ini?" seorang pria dengan masker hitam bertanya pada pria yang memakai masker berwarna merah.


"lanjutkan,dia hanya seorang gadis yang harus kita bunuh.ingat model bernama Mika itu membayar mahal!!" ucap si ketua mutlak.ketiga anak buahnya mengangguk dan kembali melangkah.


ceklek.....


pintu yang sebelumnya terkunci itu terbuka dengan mudah.


gelap....


para penyusup itu tak bisa melihat apapun.


Blam!!!


Klik!!!


deg....


kaget,para penyusup melihat pintu yang sudah tertutup dan terkunci dari luar.


"welcome" suara lembut namun dingin itu membuat ke empat pria asing itu terperangah .


Dor........


pria yang berdiri paling depan tumbang dengan sebuah timah panas menembus tempurung kepalanya.kaca mata ultraviolet Amber membuat gadis itu mampu melihat dalam gelap.


"BEDEBAH!!! TUNJUKKAN DIRIMU,GADIS JAL*NG!! BERANINYA KAU MENYERANG KAMI DENGAN PICIK!!" suara makian penuh amarah terdengar. dan Nixon hanya duduk santai diatas sofa sembari menguap bosan,biarlah Amber menghabisi sampah itu seorang diri.


Dor......


Brugh....


satu lagi tumbang dengan dada berlubang serta darah yang sudah merembes deras.apa ini,mereka datang untuk membunuh,namun kini merekalah yang terbunuh.


"banyak bicara" ucap Amber setelah satu lagi timah panasnya meluncur sempurna menembus kulit dan daging para penyusup yang begitu bodoh masuk dalam kandangnya.


Dor.....Dor.....Dor......


tembakan saling bersahutan, para penyusup itu menembak sembarangan tak perduli asalkan korban mereka kena.


"ARKHHH.....BEDEBAH!! LUTUTKU!!!" suara pekikan kesakitan seorang pria terdengar kala timah milik Amber menembus tempurung lutut kaki kirinya.


Amber terkekeh,oh ayolah dia hanya ingin melindungi dirinya sendiri.


"end my last"


dor.....dor....


klik......


lampu kembali hidup dengan pemandangan pertama Nixon adalah tubuh empat orang pria berpakaian hitam yang tergeletak tak bernyawa lagi dan jangan lupakan darah yang menggenang menguarkan aroma anyir.


"ck...ck....ck...harus ku apakan wanita model murahan itu Nix? haruskah kulenyapkan juga atau kubuat wajahnya cacat?" kekeh Amber riang.gadis itu berjalan sembari menenteng sebuah koper dan tak lama.


Boom!!!!!


Kondominium itu terbakar dengan sebuah mobil sedan hitam melaju menjauh pergi.


"kau luar biasa,harusnya kita mengajak Q tadi.pasti dia senang!" kekeh Nixon enteng.


"Mari pergi menyapa si Mika itu dan beri dia hadiah sapaan hangat" smirk Amber bengis.gadis ini benar-benar psikopat cantik.


"kau mau pakai apa kali ini?" tanya Nixon penasaran.


"lihat saja nanti"


..............⚜️..............


Gadis bersurai coklat itu nampak berjalan gelisah,kaki jenjangnya terus bergerak kesana-kemari sembari menatap sebuah bingkai foto seorang pria tampan yang terlihat begitu kaku dan tak menampilkan ekspresi apapun dalam foto tersebut.


"huft......." Liora menghela nafas dan mulai memasuki walk in closet untuk mengambil sebuah bathrope dan bersiap untuk mandi.


tak lama gadis berwajah manis dengan kulit putih mulus itu berjalan kearah kamar mandi,hari ini tubuhnya terasa lelah hanya karena menemani ibu kekasihnya berbelanja.sungguh Anggi benar-benar wanita paruh baya dengan tenaga masa muda.bayangkan saja,Liora dan Arabela diseret memasuki sebuah mall terbesar milik kolega suami wanita itu dan memaksa liora membeli pakaian,perhiasan bahkan alat make up .entah sejak kapan seorang Anggita menjadi gila belanja?.


Blam!!!!!


pintu kamar mandi tertutup dan liora sudah mulai melakukan ritualnya dengan air shower yang terdengar mengalir.


Cklek........


pintu kamar Liora terbuka perlahan,seorang pria tampan dengan manik setajam elang dan garis rahang kokoh masuk dengan langkah tenang dan diam.pria itu menatap pintu kamar mandi berwarna putih itu intens,seulas senyum miring yang sayangnya terlihat tampan luar biasa menghiasi wajah adonisnya.


disana,Arkansas berjalan santai menuju kamar mandi.pria tampan itu berdiri sembari melipat tangan didepan dada dan bersender pada dinding tepat pada samping pintu kamar mandi.manik tajam itu terpejam dengan senyum yang kian melebar.


suara gemericik air terhenti dengan manik mata itu perlahan terbuka,suara senandung merdu terdengar dari balik pintu yang memisahkan kedua insan yang belum lama ini saling mengungkapkan rasa.Arkansas,pria itu diam tanpa suara merasakan debaran jantungnya sendiri.


deg....deg...deg....


ceklek.........


"aduh....kenapa bathrope nya pakai jatuh segala!! untung ada handuk didalam kamar mandi,kalau tidak ck..ck...ck.." dumel Liora yang berjalan keluar dengan hanya sebuah handuk kecil menutupi seluruh tubuh indahnya.sungguh gadis itu tak sadar ada sepasang manik predator yang tengah menatapnya tanpa berkedip.


deg.........


Liora berdiri kaku saat sepasang lengan kekar memeluk tubuhnya dari belakang.


"aroma ini...." batin Liora panik.


"A....Ar?" cicit Liora gugup.bayangkan saja saat kau hanya memakai handuk yang bahkan tak mampu menutupi seluruh tubuhmu dan kini ada seorang pria yang dengan mudahnya memelukmu? wah...liora meremang!


"hm......kau mandi lama juga ya baby? apa yang kau lakukan didalam sana?" goda Arkansas sembari menumpukan dagunya diatas bahu polos Liora,sumpah demi apapun.Liora merinding kala hidung pria itu mengendus leher jenjangnya.bahkan Arkansas tak mengizinkan liora berbalik menatap dirinya.


Arkansas memundurkan tubuhnya tanpa melepaskan kedua tangan yang masih memeluk pinggang ramping gadisnya.bibir seksi pria itu menyeringai kala melihat betapa kakunya tubuh liora.


Blush....



damn!!!


wajah Arkansas terasa panas,untunglah liora tak bisa melihat wajahnya yang sudah memerah.bisa malu jika si pria tiran bisa-bisanya memerah didepan seorang gadis.


Arkansas membalik tubuh gadisnya lembut dan.


deg..........



Arkansas melotot horor kala melihat betapa ranumnya buah dada Liora dibalik handuk tak seberapa itu.



Liora melotot kala melihat kemana arah mata kekasihnya itu,damn!! malu,gadis itu seketika ingin berlari masuk kembali kedalam perut ibunya.


"A...Ar...kau...kau sudah pu.. pulang? jangan..jangan menatapku seperti itu,a...aku tidak suka!!" meski gugup,liora berusaha menyadarkan pria tampan yang nampak diam menatap dirinya tak bergeming.gadis itu memeluk tubuhnya dan menyilangkan kedua tangannya didepan dada berusaha menghalanginya tatapan mesum Arkansas.Pria ini benar-benar bikin sakit kepala!



"khem..."Arkansas berdehem memalingkan wajah menutupi gairahnya.oh ayolah ini mansion orang tuanya dan Arkansas tak mau membuat ibunya mengamuk nanti.


baiklah,pria itu berjalan menjauh dan duduk angkuh di depan ranjang Queen size kamar tamu yang Liora pakai selama menginap di mansion utama Wiguna itu.


"ke..kenapa masih disini? Kem...kembalilah ke kamarmu!!" ucap Liora mulai kesal melihat bukanya pergi,Arkansas justru duduk santai diatas ranjang nya.


Pria tiran itu terkekeh dan tak lama bersiul nakal memperhatikan setiap lekuk tubuh gadisnya.damn!! butiran air itu justru membuat kulit liora semakin terlihat seksi.dan tatapan nakal Arkansas benar-benar membuat liora mengerang frustasi,rasa malu benar-benar menenggelamkan dirinya.hei!! ia hanya memakai selembar handuk dan didepannya seorang pria tampan tengah menatap tubuhnya tanpa berkedip.dasar Arkansas sialan!!.


"disinilah kamarku baby,kau tidak bisa melarang dimana pun aku ingin berada.kau sangat seksi baby" goda Arkansas dengan kerlingan jahilnya.mengabaikan godaan nakal Arkansas,liora berjalan cepat menuju walk in closet demi mencari pakaian yang akan gadis itu kenakan.wajah gadis itu memerah dan terlihat kesal.


Blam!!!


HAHAHAHA......


pintu ruang ganti itu tertutup dengan bantingan keras dan Arkansas seketika terbahak melihat reaksi gadisnya.benar-benar manis bukan?.


ceklek....


pintu terbuka sedikit,tak lama wajah manis liora tampak mengintip melihat apakah iblis tiran itu masih ada?.


"huft....selamat" gumam Liora bersorak riang,gadis itu membuka pintu lebar dan.


"selamat dari apa hem?" suara maskulin berat disertai hembusan nafas beraroma mint itu menyapu tengkuk Liora perlahan .


deg....


Liora berdiri kaku saat wajah Arkansas tepat berada disamping ceruk lehernya dari belakang ,pria ini benar-benar iblis tanpa suara.


greph......


Brugh.....



Arkansas menarik tangan liora lembut dan melempar gadis itu terjatuh diatas ranjang.


deg.....deg....deg.....


semakin dekat.......


Wush.....


Arkansas meniup wajah liora yang masih menatapnya terkejut,bahkan tubuh gadis itu terasa kaku dengan manik membulat sempurna.


"bukanlah aku sangat mempesona hingga kau tak berkedip baby?" goda Arkansas yang semakin mengikis jaraknya.


"kau..kau mau apa? dan bagaimana kau bisa masuk ke kamarku?" damn! liora memaki dirinya yang bahkan hanya mampu bercicit bagai tikus yang sedang terjepit pintu.liora tak habis fikir,bagaimana Arkansas bisa masuk meski ia telah mengunci pintunya.


Arkansas terkekeh,manik pria itu menatap intens gadis yang kini berbaring dibawah kungkunganya.Liora bersumpah dalam hati,manik tajam Arkansas sangat memikat penuh pesona siapapun gadis yang melihatnya,pria ini sangat jantan dengan aroma maskulin yang tak akan mampu ditolak oleh wanita atau gadis manapun.


deg.....deg.....deg.....


Liora memaki dirinya saat bahkan jantungnya sendiri tak mau bekerja sama,Liora melirik takut-takut perubahan ekspresi wajah pria tampan diatasnya ini.semoga Arkansas tak mendengar debaran jantungnya yang tengah menggila.


Arkansas menyeringai,pria itu kini berbaring disamping tubuh mungil gadisnya.kedua lengannya melingkar sempurna pada pinggang ramping yang terasa sangat pas dalam pelukanya.


Arkansas semakin menggila saat Liora bahkan hanya diam tak bergerak sedikitpun.


cup.......



Bibir hangat Arkansas menyapu kulit leher putih mulus liora,hidung mancung pria itu menghirup rakus aroma Vanila manis dari tubuh gadisnya dan Liora mengeram Merasakan sensasi geli pada leher dan juga wajahnya.


Greph....


gadis itu mencengkram kuat kemaja Arkansas saat pria itu meremas pinggangnya dengan bibir yang terus menyesap lembut kulit lehernya,memberi kecupan dan gigitan ringan disana.Arkansas seakan mabuk dengan seluruh aroma tubuh liora yang seakan memenuhi seluruh penciuman pria itu.


manik Arkansas menggelap saat menatap mata sayu dan bibir yang tengah terbuka itu.liora berusaha bernafas dengan benar saat darahnya seakan mendidih.


tak tahan lagi dan .....


cup......


bibir hangat pria itu kini meraup bibir manis merekah bak sakura yang tengah mekar.Liora tanpa sadar terbuai permainan manis Arkansas saat pria itu melum*t bibirnya begitu lembut penuh perasaan.



lengan gadis itu terangkat dan melingkar sempurna pada leher kokoh Arkansas.keduanya menutup mata menikmati ciuman manis yang menenggelamkan keduanya dalam rasa cinta yang luar biasa.


seringai puas terukir dari balik ciuman itu,Arkansas tak menyangka akhirnya rasa cintanya terbalas melalui balasan ciuman yang gadis itu berikan.


Bugh...Bugh....


liora sudah merasa pasokan udaranya semakin menipis.gadis itu memukul dada bidang Arkansas lemah,ia butuh bernafas.


"hah...hah...hah...kau mau membunuhku?!!" kesal liora sembari menghirup udara rakus.dadanya sesak akibat Pria itu terlalu lama meraup bibir nya.


"bibirmu manis,dan ini milikku!!" Arkansas tersenyum menggoda sembari mengusap bibir liora yang telah sedikit membengkak akibat ulahnya.manik pria itu mengunci manik coklat yang kini terlihat sayu dan begitu menggairahkan dimatanya.sumpah demi apapun,Selama di London beberapa hari yang lalu.didalam fikiran pria itu hanya ada bayang-bayang liora yang menari dengan senyum indah menatapnya.sungguh demi Tuhan,Arkansas sudah jatuh dengan kepasrahan akan cinta yang telah memenuhi hatinya.


Cup....cup....cup.....


"ih...berhenti mencium bibirku!! dasar kau pria mesum gila!!" pekik Liora frustasi saat Arkansas tak berhenti menyerang bibirnya.


greph....


pria itu tak bergeming,dibawanya tubuh gadis itu semakin merapat pada tubuh atletisnya.


"Liora dengarkan aku baby,jangan pernah biarkan pria manapun melihat apalagi menyentuh semua milikku.tubuhmu,hatimu,jiwamu bahkan dalam mimpi sekalipun kau milikku!!" tegas Arkansas dengan jemari yang tak berhenti mengelus lembut wajah manis liora.


Blush...


gadis itu tanpa sadar mengangguk dan tak lama mendelik kesal.hell!! memangnya dirinya barang?.sabar,hanya itulah yang bisa liora lakukan menghadapi si tiran posesive dan pemaksa ini.


cup.....


Blush....


Arkansas mengecup pipi bulat liora dengan senyum lembutnya menatap wajah sayu liora ,menarik selimut dan semakin merapatkan tubuh mereka.


"tidurlah baby,aku tidak akan berbuat lebih" ucap Arkansas membelai rambut liora pelan.


"i love you my beautiful future wife" suara serak dan dalam Arkansas terdengar mengalun indah ditelinga liora,gadis itu tersenyum dengan setetes air mata yang tiba-tiba jatuh tak terelakkan.


"hiks...i love you more" balas Liora kemudian membalas pelukan Arkansas erat,kini wajah manis itu tenggelam dalam dada bidang yang terasa hangat dengan detakan jantung sang tiran yang terdengar bagai melody pengantar tidur.


TBC......


Bye😋