
hai semua jangan lupa tinggalkan jejak vote, like dan komentar ya....⭐
happy reading....🌹
⚜️⚜️⚜️My Beautiful Target ⚜️⚜️⚜️
"mau kemana kau! "
suara dingin nan tajam itu menyentak pergerakan wanita berpakaian hitam itu seketika.sorot mata wanita itu terlihat menyalang dan penuh kemarahan kala pria berwajah rupawan itu kini menodongnya dengan sebilah katana panjang nan tajam tepat dilehernya.
aura kekejaman Arkansas begitu pekat dan mencekik,wanita itu terlihat panik sembari menekan darah yang terus mengalir dari luka akibat tembakan Axel.
Wush.....
satu gerakan cepat dari Arkansas langsung menebas tubuh wanita itu jika saja wanita pembunuh itu tak mempunyai gerak reflek,sudah dipastikan tubuhnya akan langsung terpotong.arkansas menyeringai Kala melihat kemampuan korbannya.
"bagus,kau membuat permainan semakin menarik" ucap Arkansas bengis.
Shion,pembunuh itu bergerak mundur dan menoleh menatap sengit pada wajah dingin Arkansas.pria itu begitu murka dengan kemarahan yang tersimpan apik dibalik wajah datar tanpa ekspresi.
"IBLIS! KAU,KALIAN SEMUA BED*BAH KEPA*AT.KALIAN SEMUA AKAN KU BUNUH BAGAIMANAPUN CARANYA!" Shion berteriak nyalang sembari menunjuk berang pada Arkansas yang berdiri dengan tenang sembari menatap calon mangsanya menyeringai.
Axel kalang kabut,pria itu berjalan cepat sembari mengisi short Gun modifikasi nya dan mengarahkan senjata api itu pada Shion yang kini berbalik melihatnya.
"KAU JANGAN BANYAK BICARA! BICARA SAJA NANTI DENGAN PENJAGA NERAKA J*lANG!" pekik Axel geram,tatapan tajam Arkansas padanya membuat pria itu mengutuk wanita pembunuh bayaran yang telah berani menggunakan gas beracun pada teman-teman nya.
Shion melirik dan berbalik cepat pada Axel yang sudah siap dengan Baretha ditangannya.
"HAHAHAHA....KAU MAU MENEMBAK KU? JANGAN BERCANDA,JIKA AKU MATI MAKA KALIAN SEMUA HARUS MATI JUGA!" Shion,wanita itu tertawa terbahak meski ketakutan telah mengalir menguasai darahnya.
"BE*EBAH" maki Axel sembari melirik ekspresi Arkansas yang semakin menggelap.
Wush...
duakh....
"Sial" tanpa disangka-sangka,Shion menerjang dan menghantam tubuh Axel yang masih lemah akibat pengaruh gas yang tak sengaja terhirup olehnya.tubuh tegap pria itu bergerak refleks saat kuku-kuku besi wanita itu menggores menjatuhkan sebuah vas dan menghancurkan nya.untung,nasib baik masih bersama putra Alex itu.meski harus sakit akibat terjungkal namun terjangan kuku beracun itu berhasil ia hindari.
"dasar Tante girang! kalau mau nyerang bilang dulu,kasih aba-aba kenapa?" racau Axel mulai pening.
wanita itu terus menerjang dan mengayunkan kuku-kuku besi berlapis racun,ia begitu bernafsu merobek tubuh Axel yang terus menghindarinya.
"HEI WANITA TUA,KAU JANGAN TERLALU EMOSI.KERIPUTMU SEMAKIN BERTAMBAH ,SUDAH BURUK RUPA HATIMU PUN LEBIH BURUK DARI PENYIHIR" ejek Axel sembari terus bergerak menghindari terkaman maut pembunuh bayaran itu.
Bugh......
Duakh....
"Double **** sakit juga!!" maki Axel kala wanita itu menendang tepat ulu hatinya.
"MATI KAU!" Shion berteriak bengis dan siap menerjang dan mencabik tubuh Axel dengan kuku-kukunya.axel menutup mata dan merasa malu atas kekalahannya,jika saja dia tidak terpapar racun.sudah pasti wanita ini akan mati ditangan ya.
Wush....
Brakh...
"Akh"
sebelum wanita itu berhasil menyentuh Axel, Arkansas dengan cepat menarik tubuh wanita itu dan menghempaskan nya jauh dari tubuh sahabat nya.
"kau ! akan mati ditangan ku" Arkansas menatap tubuh Shion yang telah terhempas menghantam dinding dan terbatuk darah kini.
"uhuk" darah segar langsung keluar dari mulutnya kala tubuhnya jatuh terhempas menghantam dinding,wanita itu bersimpuh sembari menekan dada yang terasa sakit.arkansas menaikan alisnya saat melihat wanita itu meneteskan sebuah cairan berwarna merah pada setiap jari jemarinya.tak lama.sebuah pil tertelan dan wanita itu bangkit dengan cepat.
"kalian sendiri yang memaksaku bertindak sampai sejauh ini! maka jangan salahkan aku jika nyawa kalian harus lenyap hari ini juga!!" tekan Shion kemudian berlari cepat menerjang Arkansas sembari mengayunkan kuku-kuku besi berlapis racun neorotoksin kepada pria tampan berlapis aura iblis itu.
Axel tersentak kalau bau racun itu menguar kuat diudara.
"BOS! AWAS,DIA TELAH MEMAKAI RACAU PELUMPUH SYARAF LEVEL A DAN MEMINUM PIL PENGHILANG RASA SAKIT,HABISI DIA BOS!" pekik Axel geram.
"ia juga,mengapa aku harus mengkhawatirkan bos! lagipula si tiran itukan kebal oleh racun,bagaimana tidak ditubuhnya racun semua hehehe..." kekeh Axel tidak tau Diri.
Shion menerjang Arkansas dengan mengarahkan langsung kuku beracun yang kearah dada pria itu, Arkansas menghindar dan mencengkram lengan Shion erat kemudian menarik dan menghempaskan nya jatuh.kedua nya terus bertarung sengit dengan Serangan-serangan buas yang diberikan untuk menjatuhkan lawan.
"BEDEB*H KU BUNUH KAU!!" Shion menargetkan leher kokoh Arkansas namun reflek pria itu sangat cepat, arkansas menepis lengan Shion dan menghindar dengan cepat sembari menatap tajam penuh kemarahan.wanita ini cukup kuat dan cepat dalam menyerang.
deg.......
Arkansas mematung dan menoleh kebelakang tubuhnya dengan cepat, saat ternyata gadisnya lah yang tengah menjadi incaran. wanita ,Shion berlari dengan cepat sembari menyeringai puas saat berhasil lolos dari serangan si tiran BE dan kini mangsanya tepat didepan mata.
"DAMN!!" Arkansas menggeram murka saat berbalik dan mendapati wanita jahat itu telah berada disamping liora dengan jari-jemari yang sudah membingkai indah leher jenjang gadis itu .
"LEPASKAN TANGAN KOTORMU DARI MILIKKU!!" pria tampan itu kini benar-benar terlihat diliputi amarah,kedua tangannya terkepal erat,mata tajamnya semakin mengunus telak.wanita itu sungguh akan ia musnahkan selamanya!.
Shion terjebak.jika ia mundur maka kematian akan menyapanya ,jika ia semakin bergerak keras kepala maka sudah pasti iblis dihadapannya akan menyiksanya dengan kematian yang perlahan.
"BIARKAN AKU PERGI,JIKA TIDAK AKAN KUBUNUH GADIS MANIS INI.CEPAT !!" Shion berteriak sembari mencengkram leher liora erat.liora,gadis itu diam sembari menatap wajah tampan Arkansas yang terlihat penuh kecemasan serta ketakutan.pria itu takut? entah liora tak dapat mempercayai penglihatan nya.
"HAHAH...KENAPA KAU TAKUT AKU MEMBUNUH GADISMU? KALAU BEGITU JIKA AKU MATI AKAN KUBUNUH GADIS INI AGAR MATI BERSAMAKU!" tawa frustasi Shion sembari bergetar ketakutan kala Pria tiran itu berjalan dengan aura berat penuh kegelapan sembari menghunus tepat pada manik hitam Shion.
"Beraninya kau!" suara berat serta mencekam Arkansas mengiringin langkahnya mendekati posisi Shion yang berdiri dengan menjadikan liora sebagai tamengnya.
Greph.....
"AKH" apa ini? .Shion menjerit saat liora dengan tangannya sendiri menarik serta mencakar wajah Shion yang berdiri tepat dibelangkang nya.dan naas,tanpa disadari gadis itu.kuku beracun Shion menggores leher hingga tukang selangkanya.
liora menyentuh lehernya yang terasa panas dan berbalik menendang Shion agar menjauh dari tubuhnya.
Duakh...
Brakh....
tendangan liora tidak main-main dan Shion terhempas kembali menghantam dinding.
"SUDAH CUKUP!! KAU BENAR-BENAR AKAN MATI!" Arkansas tanpa bisa dicegah langsung mengayunkan katana panjang nan tajam milik Ryu.
Slash.....
tes....tes...tes...
hening.........
leher itu telah terlepas dari tubuhnya.Arkansas tanpa banyak bicara langsung mengayunkan katana itu menebas korbannya.darah mengalir deras tanpa suara jeritan yang terdengar.liora mematung dan jatuh lemas sedang Axel melotot horor saat melihat wajah dingin Arkansas yang terlihat tidak terpengaruh oleh mayat wanita yang telah ia bunuh.
"habislah kau wanita gila,kau membuat si tiran murka maka matilah kau" batin Axel kemudian meringkuk menjauh tak mau kembali menjadi sasaran sang iblis.
"matilah kau"ucap Arkansas bengis dengan seringai buas diwajahnya setelah buas mencabik dan mengoyak tubuh yang telah berani bermain dengannya.tak ada teriakan tak ada jeritan permohonan.
tanpa Arkansas sadari,liora telah bergetar dengan tubuh menggigil yang disertai rasa panas pada lukanya.racun mulai bekerja dan gadis itu tak mampu bahkan untuk bersuara menyadarkan Arkansas.
Axel tersentak dan langsung berteriak menyadarkan sang iblis yang masih sibuk dengan korbannya.
"BOS AR!! MISS BENEDICT DIA KEJANG BOS!" suara Axel menyadarkan pria itu,Arkansas langsung berlari dan membawa tubuh liora kedalam pelukannya.maniknya menatap nanar liora yang tengah berusaha mengatur nafasnya serta rasa Panas dan dingin yang mulai menyerang sendi-sendi tubuhnya.
"uhuk....." darah keluar disertai tubuh gadis itu menggigil.Arkansas menangis? pria itu benar-benar menangis dan memeluk tubuh liora erat.
"AXEL CEPAT HUBUNGI RION SURUH DIA BAWA HELIKOPTER KEMARI!!" Arkansas panik ,pria itu menangis untuk pertama kali dalam hidupnya.axel tercengang namun ini bukan saatnya ,hidup mati sang pemilik hati iblis sedang diujung jurang kematian.dan Axel harus bergerak cepat meski ia sendiri tengah lemas.
"uhuk...aku,aku tidak apa-apa uhuk....hanya luka- " ucap liora terhenti saat kepalanya terasa berat dan penglihatan nya memburam.
"LIORA.....LIORA BANGUN SAYANG!! TOLONG JANGAN TUTUP MATAMU INI,AKU...AKU SUDAH MEMBUNUH WANITA ITU.KUMOHON JANGAN TUTUP MATAMU" arkansas terpekik dengan hati terasa sakit serta air mata yang terus mengalir deras.liora jatuh tak sadarkan diri didalam pelukanya.
"Axel bersihkan tempat ini dan siapkan laboratorium markas minta Gabril siapkan serum racun neorotoksin sekarang juga"perintah Arkansas setelah tangisnya mereda tergantikan sorot mata membunuh yang pekat.
"sial*n wanita itu !! kenapa dia membuat pekerjaan ku semakin banyak,cih...tunggu saja saat bos sudah mengizinkanku ,dengan senang hati kulenyapkan tokoh utama itu"tekan Axel dengan smirk buasnya.ia mata dewa,apapun yang diketahui oleh sang tiran .semua sudah diketahui dulu olehnya.tunggu dan lihat saja!.
TBC........
see you next chapter 🤗