
Hai semua jangan lupa tinggalkan jejak vote like dan komentar ya......✌️
...💠...
...H A P P Y...
...R...
...E...
...A...
...D...
...I...
...N...
...G...
...💠...
Suasana ketegangan nan panas sangat terasa disebuah ruangan didalam sebuah rumah mewah berlantai tiga itu.
dikursi tunggal pada sofa berwarna cream itu duduk Baron dengan wajah dipenuhi kegelapan dan kebencian.Erika duduk dengan tubuh bergetar sembari memeluk dirinya sendiri,kedua orang tua Baron sudah terbang kembali ke Prancis sebelum kepolisian Inggris mengambil langkah sehubungan atas kebakaran rumah sakit yang entah bagaimana bisa ditarik menjadi tersangka,seluruh keluarga Baron! entahlah? semua masih hitam putih,dan hanya dengan sebuah Vidio tak memungkinkan pihak berwajib mengambil langkah tergesa-gesa,dan untuk saat ini hanya opini publik yang membakar mereka dalam kepanikan .
"ba... bagaimana ini bisa terjadi?!! apa...apa celah yang sudah kita lewatkan?!!" Erika mengigil,dapat ia lihat jelas seluruh Vidio panas saat dirinya tumpang tindih bersama Baron diatas ranjang dan seorang wanita yang terlihat di blur wajahnya.
PLAK........
"PAPA!!" Nyonya Atson berteriak saat melihat kaget Harold yang menampar wajah Erika,wajahnya memerah dengan mata gelap penuh kekecewaan dan putus asa.
"kau...kalian mengapa bisa menyeret kami semua kedalam kubangan seperti ini?!! dasar kau anak tidak tau diri?!! apa maksud semua Vidio itu?!! bukan...bukankah bukan seperti ini seharusnya?!!" Nafas Harold tersengal emosi,pria paruh baya itu menunjuk geram putri juga sosok Baron yang terlihat duduk mematung.
"pa...papa ini semua hanya kebohongan mereka untuk menjatuhkan kita!! mereka...para Wiguna itu mempermainkan kita!! sudah dari awal mereka tau dan mereka mengulur waktu hanya untuk menonton kita menjadi hinaan semua orang" Erika menjerit dengan mata memerah dan nafas memburu,wanita itu tak menyangka! Wiguna sangat kejam,mereka bukan hanya bermain-main.namun para serigala itu mengincar mental dan memburu mereka pada rasa ketakutan dan keputus asaan.
"hahahaha......para bedebah itu telah menghancurkanku!! saham perusahaanku anjlok dan aku BANGKRUT!!" tawa sumbang Baron terdengar dan pria itu bangkit keluar dari kediaman Harold.
"BARON....MAU KEMANA KAU?!!" jerit Erika geram,pria itu mau melarikan diri? mimpi saja,akan ia pastikan mereka menanggung semua bersama.
...........💠...........
Cristal,Ryu,Marsel,Rion bahkan para anak dan menantu Wiguna menatap aneh kearah sosok yang dua hari ini terus saja tersenyum lebar bak orang tidak waras!.
Tristan terkadang melamun,terkekeh dan tak lama tertawa bahkan sampai memeluk dan menciumi guling atau siapa saja yang ia lihat dengan brutal dan tak lama kemudian akan terlihat murung.entah ada-apa dengan anak itu?.
dan salah satunya apa yang kini terjadi baru- baru ini,pipi pria manis itu sukses mendapat cap merah terang saat entah bagaimana pagi-pagi ia sudah bangun berseri dan saat didapur entah setan dari mana,ia malah mencium pipi Kayra gemas dan sukses terkena tamparan kedua iblis kembar dan yah,bersyukur itu bukan cap tangan Rion ,kalau ia.bisa tanggal seluruh gigi si babyface iblis itu.
"Tan!! sadarlah.......kau tidak kesambet setan BloddyMarry-kan?!!' Marsel bertanya ngeri begitu ia beserta sang istri dan anak mereka tiba di Mansion Wiguna untuk sekedar menghabiskan waktu makan bersama.
dan malam ini,Makan besar dirayakan atas keberhasilan rencana licik Rion dan Axel.dan yah,mereka berkumpul ria di taman belakang untuk menikmati suasana malam.
pipi Tristan masih sedikit bengkak,dan bersyukur Liora.kakak iparnya yang baik hati mengompres dirinya pagi tadi,atau bengkak itu tidak akan hilang.gila memang si kembar R,mereka menampar pakai tenaga badak! sakit,sangat!.
"hehehe..." nah kan,ditanya ia malah tertawa seperti orang gila! Semua inti menatap Tristan ngeri,sedang para istri hanya bisa menggelengkan kepala miris.apa Tristan mulai kehilangan akal sehat? semua bertanya-tanya.
"Tristan...kamu kenapa? coba bagi-bagi sama semuanya kalau ada sesuatu?" Liora mendekat dan menepuk pundak Tristan lembut,dan pria itu menoleh menatapnya dengan cengiran lebar dan Rayganta maupun Arkansas sukses ingin memberi bogem mentah pada wajah bodoh itu! sabar.
"kakak ipar,hatiku kok aneh ya?!" Tristan mengangkat tangannya dan memegang kearah dimana Jantungnya berada.disana berdebar kencang dan sejak hari itu,Tristan selalu merasa tubuhnya aneh.
"APA?!! KAMU PUNYA PENYAKIT JANTUNG TAN?! ASTAGA....SEJAK KAPAN?!! KENAPA TIDAK BILANG KAKAK?!!!" Cristal meraung panik,sementara Nixon sibuk menutup kedua telinganya yang terserang dengungan luar biasa.
"coba jelaskan pelan-pelan!" Gabril bertanya gemas dan mulai menatap intens wajah Tristan yang entah mengapa malah memerah.
"sebenarnya...... jantungku berdebar kencang sejak dua hari yang lalu,dan sejak bertemu hihihi...aduh kenapa malah berdebar kencang begini ?!!" Tristan malah tertawa malu-malu kucing.damn! para inti saling melirik horor.
"coba...coba...?!!!" Baiklah sifat Fakeboy James kambuh.
para bocah berlari dan mulai membentuk lingkaran seakan tengah menunggu sebuah dongeng dibacakan untuk mereka.Rayganta merotasi bola matanya malas dan bocah tampan itu justru sibuk mengambil laptop dan mulai bermain game.
James mulai mendekat dan duduk disamping Tristan menyambar tubuh Cristal seenak jidat.Wanita itu mengerang namun tak ayal pindah posisi juga kesamping Angel dimana disisinya duduk Nixon dengan tenang menatap geli raut jengkel istrinya.
"baiklah,jawab pertanyaan ku dan jangan pernah berbohong!!" seru James antusias.
Axel dengan licik meraih sebuah handicame mini merekam ekspresi lucu diwajah Tristan,ayolah.ini bisa jadi hiburan di markas nanti.
"kau bertemu seorang gadis?!" pertanyaan pertama James terdengar sangat antusias.
Tristan menoleh secepat kilat dan tanpa sadar wajahnya memerah.
"WOW.....CIE...CIE.....BAYI KITA SUDAH BESAR!!" Jessy berteriak heboh dan ia berkedip nakal saat kini Tristan malam menunduk dengan senyum malu-malu,sumpah mereka seperti melihat anak gadis beranjak remaja! lucu tapi geli.
"ke..kenapa teriak sih?!!" Tristan malu! sumpah demi apa kenapa layaknya sekarang dia tengah diintrogasi dan di bully begini?.
James menyerigai lebar dan meraih kedua bahu Tristan memaksanya mengangkat wajah untuk pertanyaan selanjutnya.
"dia cantik?" goda James mengerling nakal.Tristan mengangguk polos dan wajahnya semakin memerah bak tomat masak.
"Kau berdebar saat didekatnya,memikirkannya dan kau suka melihat dia tersenyum?!!' cerca James berturut-turut.
Tristan mengangguk ribut dan tanpa sadar memeluk bantal sofa gemas layaknya tengah memeluk seseorang.
para istri tertawa lepas dan wajah para anak mereka terlihat bosan,apa yang para orang dewasa itu ributkan? bosan,Para bocah itu akhirnya bangkit memilih menonton televisi saja,sungguh mereka tak mengerti.
"siapa nama gadis itu, Tan? coba beritahu kami?" Liora penasaran juga,siapa gadis yang bisa menarik kepolosan menjurus naif si Tristan.
"Sakura.....hihihi...dia cantik!" Tristan tertawa malu-malu dan tak lama ekspresinya mendadak sedih.mereka semua menatap heran, ada-apa? .
"sakura..?" gumam Cristal seakan tengah mengingat-ingat sebuah nama.
"kenapa ?" Kayra akhirnya bersuara,sungguh wajah sendu yang tadinya begitu bahagia itu terlihat sangat tidak nyaman dan Kayra harus tau apa masalahnya!.
"sebenarnya...."
...☘️ Flashback ☘️...
Sehari setelah mengantar sakura,Tristan bergegas cepat kembali mengunjungi Hotel saat tugasnya selesai,pria manis itu berjalan tergesa-gesa memasuki Markas untuk bersiap .
"heh Tan!! kau jalan itu lihat-lihat!!" Silver memaki saat kentang dan ayam goreng yang ia beli untuk dimakan beramai-ramai setelah Sparing kini justru jatuh berhamburan akibat ditabrak Tristan yang masuk terburu-buru menuju ruang istirahat inti .
"Halah.....beli lagi sana,kau jangan seperti orang susah!! BE makanya junk food,kalau ototmu berubah jadi lemak mam*us!! " Silver dan seorang Anggota yang harusnya mereka yang marah kini malah terdiam linglung mendengar ejekan plus cibiran Si Babyface tak berakhlak itu!.
berlari kearah tangga,Tristan naik ke lantai dua.yah,diMarkas tidak ada Lift.semua hal harus bisa melatih otot seperti tangga yang melingkar hingga lantai 4 bawah tanah dan lantai 4 atas.
"Bajingan itu!!" maki Silver menghela nafas berat.sudahlah! ia yang lebih tua harus mengalah dan sabar,jika tidak!.
Brakhhhh.....
semua anggota yang tengah berlatih Sparing dilantai satu tersentak kaget,bahkan spagetti yang baru saja diletakan di piring oleh Ryu untuk makan siang malah jatuh akibat kekagetannya.
"TRISTAN!!!" amuk Cristal kesal sudah.
Tristan menutup atau membanting daun pintu dengan riang seakan tak berdosa,hantaman keras itu bahkan terdengar hingga seluruh lantai satu dan tiga.
bersenandung riang dan menuangkan banyak sabun cair beraroma coklat.
20 menit kemudian......
keluar dengan wajah segar dan berseri.pria manis itu membuka lemari besar,memilih sebuah sebuah jas informal,kaos putih polos
sempurna.....
meraih kaca mata,jam tangan dan tak lupa mengoles minyak telon menyisir rambutnya rapi dan menatap seluruh dirinya didepan cermin full body.
"wah...ternyata dari semua akulah yang paling tampan!!" Tristan tertawa sendiri berbalik dan melangkah pergi keluar kamar.
PRANKKKK.......
piring spagetty Ryu kembali jatuh,Cristal bahkan menatap linglung sosok rapi dihadapan mereka itu ,sungguh Tristan yang biasanya acuh soal penampilan kini terlihat begitu dewasa nan mempesona dengan kaca mata menghiasi wajah tampannya.
"kau....kau siapa?" Gagap Cristal saat kini Tristan sudah berdiri tepat dilantai satu.
bahkan anggota mereka menatap tak berkedip sosok bungsu mereka itu,sejak kapan si babyface itu bisa berpenampilan rapi? ajaib!.
Melongos dan masa bodoh! Tristan meraih kunci mobil sport yang sudah lama ia biarkan lama dibagasi tanpa tersentuh karena ia lebih suka naik motor.kini mobil sport mewah BMW i8 itu terlihat gagah dengan kilau putihnya.
"hei my brother! saatnya kau keluar!!" Seru Tristan riang.
Cristal,Ryu,silver bahkan Gabril yang baru tiba langsung menatap saat mobil yang sudah lama tertidur digarasi Markas itu akhirnya keluar juga.
"dia...dia benar adikku?!!" gagap Cristal menatap mobil yang sudah meraung gagah itu keluar dari kandang .
dan.....
Bruuuummmmmmm.....
setiap mata menatap horor saat mobil meninggalkan tanah markas.
dan dijalan raya....
mobil cukup banyak menarik perhatian setiap pengguna jalan,sosok tampan dengan kaca mata itu terlihat menakjubkan saat kap atas mobil yang memang terbuka memperlihatkan sosoknya.
dan mobilpun berhenti di depan pintu masuk hotel.
sosok tampan itu keluar dan memasuki lobby dengan acuh.
( cast Tristan El ganti,bertambahnya umur maka cast kemarin tidak lagi cocok maka El ganti dengan cast baru.harap diterimanya )
"permisi..." Tristan menyapa ramah pada para resepsionis wanita yang menatapnya tak berkedip.
"kau dengar aku nona?!!" mulai tidak sabar,dan Tristan akhirnya menggebrak meja resepsionis itu.
"eh..ia..ia..ada yang bisa saya bantu?!!" sial! pesona pria itu sungguh menakjubkan hingga kedua wanita dibelangkang meja resepsionis itu tergagap.
"sakura?? beri aku nomor kamar pengunjung hotel bernama sakura!" Tristan berucap tak sabar.resepsionis itu bergerak cepat dan mengeryit kemudian.
"maaf tuan,nona sakura sudah cek up kemarin pukul 7 pagi"
Duar........
bak petir menyambar! Tristan berdiri lemas dan maniknya kosong menatap dua resepsionis itu tak percaya.
berbalik tanpa ucapan lagi,Tristan kembali dan berdiri dimana terakhir ia bertemu Sakura.
meraih ponsel dan mengetik nama sosok cantik yang sudah menganggu tidurnya.
Tut...........
tak ada balasan,hingga.....
"the number you are calling its not answer!!"
kedua tangannya jatuh lemah dikanan dan kiri tubuhnya.
berjalan kembali ke mobil dan didalam mobil ia mengetik pesan .
From : Tristan@babyface
To : Sakura
sakura,kau pergi? kemana? tolong beritahu aku,aku mencarimu dan mengapa tak mengangkat telpon ku?!'
send......
menghela nafas dan bersandar pada kursi kemudi dengan mata tertutup kembali mengenang memori indah meski sekilas namun cukup meninggalkan kenangan manis hingga kerelung hati.
...☘️ off ☘️...
semua menghela nafas prihatin.
"kau itu jatuh cinta Tan,C.I.N.T.A !! " tekan James iba.
mengangguk dan senyum tulus Tristan terbit meski terlihat miris Dimata saudara-saudara nya.
"apa susahnya?! cari saja dia Tan?!!" Nixon berucap sembari mengusap rambut pendek Cristal sayang.
"aku tak tau siapa dia,tempat tinggal pastinya dan bahkan nama panjangnya!" sesal Tristan,rasanya ingin berteriak dan menyalahkan betapa bodoh dirinya!.
"tunggu...sakura,apa dia seorang dokter wanita blasteran Jepang dan Amerika?" Cristal bertanya intens dan menatap wajah kagum Tristan.
"bagaimana kau tau kak?!! kau paranormal?!!" antusias Tristan hingga sebuah bantal sofa melayang ke wajahnya.
"dunia sangat sempit......dia adalah dokter yang mengoperasi wajahku dulu,kalau sakura itu yang kau maksud? maka Kakak tau dimana kau bisa mencarinya" balas Cristal mantap.
"dimana?!!" antusias Tristan dan ditatap oleh para inti geli.
"California West Jhony hospital!!" balas Cristal meraih gelas tehnya dan meneguk minuman dingin dengan campuran susu itu dengan nikmat.
"well..... berjuanglah Tristan!! kami mendukung dirimu" Angel berseru heboh dengan anggukan kepala riang para sahabatnya.
pria itu tersenyum lebar dan entah angin topan dari mana,Rion dan Arkansas membuat mereka semua jatuh dengan rasa jengkel luar biasa.
"tidak bisa! kau tidak bisa pergi ke sana saat kiriman alat keamanan baru yang dipesan Swedia akan dikirim dua hari lagi!!" Putus Arkansas santai.
wajah Tristan mendung dan Anggukan para inti membuatnya Pundung seketika.
"Tristan tak apa, pergilah...aku mengizinkanmu!!" putus Liora menatap bengis wajah tampan Arkansas yang terlihat menghela nafas panjang,sudah! jika sang ratu sudah bertitah,bahkan ia sang Hades sekalipun tak bisa menolak.
senyum Tristan terbit dan ia bangkit hendak memeluk Liora sebelum sorot mata bengis dari Rayganta menghunus tubuhnya dan sorot membunuh Arkansas membuatnya mengigil.setan alas!.
...TBC...