PRINCESS OF DARKNESS (My Beautiful Target)

PRINCESS OF DARKNESS (My Beautiful Target)
In The Strom



Hai semua jangan lupa tinggalkan jejak vote like dan komentar ya....✌️



...🍁...


...H A P P Y...


...R...


...E...


...A...


...D...


...I...


...N...


...G...


...🍁...


Manik indah wanita cantik dengan perut terlihat membuncit lucu itu berkedip,ia mencolek pipi suaminya dan seketika itu sang pria dengan fitur wajah tegas nan tampan itu menoleh dan tersenyum lembut membelai perut sang istri.


" kenapa sayang?" Arkansas bertanya lembut setelah ponsel pintar itu ia letakkan kembali diatas meja ruang keluarga,disana ada juga sosok pasangan AA,JF dan CN.


ketiga pasangan itu terkekeh saat tau siapa yang baru saja menelpon boss penghancur mereka itu.


"Tristan menelpon kamu,Ar?" Liora bertanya sembari mulai merapat manja pada tubuh tegap sang Hades.Arkansas terkekeh samar dan mengangguk malas.


"Halah!!! pasti dia mulai meminta kalau sok berkelakuan manis begitu!! kali ini dia minta apa boss?!" si pria dengan rambut yang sudah kembali dicat hitam itu mencibir,James! si playboy insyaf berdecak.


Freya terkekeh dan mencubit perut sixpack suaminya manja dan pria itu hanya bisa meringis geli saat tangan nakal istrinya masuk ke celah kaos dan mencubit perut sensitifnya.


" Jadi? anak nakal itu sudah mulai hilang akal? hah.....bagaimana silver,kapan dia sampai?" Cristal bertanya lagi saat bosan melihat kelakuan James dan Freya.


Amber yang sibuk bersandar pada lengan kokoh Axel harus sabar saat pria tampan itu dengan santai meraih dan menegakkan tubuhnya .Axel sibuk dengan laptopnya kini!.


"Axel.......!!" geram amber yang merasa kehilangan lengan hangat suaminya.


" sabar baby...biar aku lihat dulu posisi silver sudah sampai mana" ucap Axel frustasi akan kemalasan sang istri,amber dan rebahanya!.


"jadi Ar? Tristan minta apa sama kamu?" Liora kembali bertanya saat semua kini terfokus pada para setan kecil yang entah kerusuhan apa yang kini mereka lakukan hingga tak jarang para maid menjerit takut.


"adalah sayang......sudah kamu duduk damai dan biar suamimu ini bekerja" smirk Arkansas sembari melirik Axel yang sudah mengangguk paham.


satu lagi korban akan dihancurkan!


dengan tanpa ampun!...


Raygan berjalan mendekati Liora dan memeluk serta mencium perut buncit ibunya.


"hai little baby" ucap Rayganta mrmanggil kedua calon adiknya dengan senyum manis yang membawa bulu kuduk kedua inti dan para istri mereka berdiri.


"Ray.....jangan tersenyum" ucap Freya mencicit.


bocah tampan dengan wajah dingin itu mengangkat satu alisnya malas.menatap Freya acuh dan kembali bermanja pada ibunya.


"kenapa Freya? kok Ray tidak boleh tersenyum? ada-apa?" Liora berucap penuh tanya.


keheningan terjadi dengan Rayganta menyilangkan kedua tangannya masa bodoh.


" ihhh...serem tau kak!"


krik.... krik....


1 detik......


2 detik.....


dan.....


BWAHAHHAHA....


"SADISNYA ISTRIKU!!! BWAHAHA...." baiklah sepertinya James mulai gila!.


Liora melirik wajah acuh putranya dan wajah dingin Arkansas,sungguh apakah kedua pria ini tak memiliki ekspresi saat Tuhan menciptakan wajah mereka? Liora tak tau apakah harus tertawa atau menangis saat Freya berkata senyuman Rayganta itu 'seram'.


Arkansas bangkit dan mencium kening Liora sayang dan mengacak rambut hitam putranya sesaat,pria itu akhirnya berlalu menuju ruang kerja pribadinya di mansion.


"Axel...kau tak perlu kuberi tahu bukan apa yang harus kau lakukan ? lakukan dalam waktu 1 jam!" titah Arkansas begitu para pria tampan itu kini berjalan menuju ruang kerja sang Hades.


" Itu mudah jika dua peretas terbaik dunia bekerja sama!" Axel melirik Nixon yang terlihat menyerigai dingin.


Sakura telah merawat Cristal dulu,dan Nixon berhutang pada dokter itu!.


"so.......dimana Silver sekarang?" Arkansas melirik James yang bertugas mengirim anggota membantu kepulangan Tristan.


"dengan jet tercepat kita,kuyakin mereka telah tiba di California dua jam yang lalu" terang James tegas.


Arkansas mengangguk dan kini tak perlu lagi merasa malu saat bungsu mereka kini telah tumbuh menjadi pembunuh setara dengan para inti lainya.


.........🍁.........


"ARKHHHHH......"


Dokter pria dengan sikap arogan itu terjatuh sembari berteriak memegangi lututnya yang baru saja terkena tembakan telak dari sebuah Short Gun bertipe Baretha.


teriakan.....


kepanikan....


dan semua orang merasa melihat sosok predator yang kini sangat mengerikan!.


hingga......


sosok dokter malang itu dibekuk oleh sekumpulan pria berkemeja hitam yang entah datang sejak kapan!.


Tristan mengeryit saat tak akan pernah salah mengenali para anggota BE.


hingga....


"Tristan!!"


Pria yang terlihat menakutkan itu menoleh saat bahunya ditepuk dan suara seorang pria terdengar jantan memanggilnya.


"silver? kapan kau datang?!" Tristan bertanya dengan tatapan aneh diwajahnya.


silver!.


pria dengan rambut perak itu mendengus jengah melihat ekspresi wajah aneh Tristan.


" boss mengirimku,waktumu sudah habis dan pekerjaan organisasi menumpuk! kau punya waktu hingga malam ini! " jelas Silver acuh.


beberapa pria berwajah kaku berdiri dibelakang tubuh silver dan mereka terlihat tak memiliki sisi manusiawi disana.


Benji mengeram murka saat kedua tangannya ditekuk kebelakang dan ia dipaksa berlutut.


"APA YANG KAU LAKUKAN?!! APA KAU SEORANG PENJAHAT YANG MENGGERTAK WARGA SIPIL?! BETAPA MENJIJIKAN!! " amuk Benji geram.


tidak ada seorangpun yang berani berbicara saat melihat sosok berambut silver yang nampak gagah dengan sebatang rokok yang diapit ditengah jari-jari kokoh nan panjang pria itu.


"BEDEBAH!! BERANINYA K-"


DUAKH.........


belum selesai dokter yang baru saja tertembak itu berbicara,sebuah kaki dengan keras menendang tubuhnya hingga terhempas menghantam dinding.


semua yang melihat kebrutalan sosok tampan menjurus manis itu terdiam menahan nafas!.Tristan memutar pergelangan kakinya setelah tanpa ampun menerjang tubuh dokter pria itu kalap.


dengan hanya satu tendangan dan tubuh pria itu terhempas dengan meninggalkan seteguk darah yang dimuntahkan! lututnya belum reda dari rasa sakit dan kini perutnya menerima rasa sakit yang tak terpatri.


"tutup mulutmu itu!! yang tadi hanya kakimu,selanjutnya kepalamu yang akan kuledakkan!!" hardik Tristan kesal.


sakura berjongkok menutupi telinga dan matanya dengan tubuh bergetar! ia tak pernah melihat kebrutalan sesadis menembak orang lain tanpa beban,dan Tristan sudah membangkitkan ketakutan dalam dirinya.


"Fu*k!! your are monster!!" teriak Benji tak bisa mempercayai apa yang kini telah terjadi.


dokter yang baru saja menerima tendangan Tristan meringkuk,rasanya seluruh tulang dalam tubuhnya remuk dan saat tatapan matanya bertemu dengan pria dengan senyum iblis itu,ia bungkam! tak memiliki keberanian lagi berbicara.


"kamu....si...siapa kamu sebenarnya" Dena mengigil oleh rasa takut setengah mati.


tertawa!!


pria tampan bungsu BE itu melirik sekilas sosok yang berjongkok disamping tubuhnya malang! sakura membuat amarahnya kembali menyala.


berjalan angkuh dan ....


Greph...............


"ARKHHH....LE..LEPASKAN!!" Dena menjerit saat tangan kokoh Tristan menarik rambutnya hingga rasanya kulit kepalanya terasa akan lepas dari tempatnya.


"kau!! dimana kelayakanmu bertanya siapa aku?! namun mulut busuk mu yang menyuruh calon istriku tidur dengan pria lain akan kubuat hancur!!" Tristan membelai pipi Dena dengan jari-jari yang terasa dingin menyentuh kulit wanita itu.mengigil! Dena tak pernah bermimpi akan mengalami situasi seperti ini.


Sringggggg......


Dena mengigil saat sebuah pisau belati mulai terlihat keluar dari tempatnya.


"ja... jangan!!" gagap Dena bergidik saat ujung dingin belati tajam itu bermain diwajahnya.


"hahaha...apa kau bilang? jangan? hahaha...apa kau pernah berfikir rasa sakit dari sakura saat kau menghasut orang-orang bodoh ini menarik tubuh lemahnya kemari?! apa kau pernah berfikir?!! dasar sampah!!" Desis Tristan penuh kebencian.


hingga.......


Srethhh.....


"ARKHHHH.....YA TUHAN!! ARKHHH... HENTIKAN!!" Dena menjerit saat pipinya disobek dengan ganas oleh sosok tampan yang kini tersenyum bak malaikat itu.


menikmati....


seluruh aula menjadi diam tenggelam dalam ketakutan akan teror!.


prank.....


puas! Tristan melempar belati itu jauh dan terkekeh sadis.


"Bro.....this is your !!" Silver melempar sebuah tabung kecil kearah Tristan sebelum memerintahkan para anggota menutup semua jalan masuk udara.


"A..apa yang kamu lakukan?!!" perawat wanita yang selalu bersama Dena mulai berkeringat dingin saat melihat apa yang para pria asing itu lakukan.


masa bodoh,silver menatap Tristan dan berucap santai.


"kau harus pergi sebelum isi dari tabung itu keluar,atau..........yah,kau Taulah!!" silver mengangkat bahu acuh tertawa sinis dan berlalu pergi setelah menepuk pundak Tristan.


"apa?!" Tristan bertanya penuh minat.


dan sebelum mencapai pintu silver menjawab.


"tuan muda Rayganta yang memintaku memberimu itu,itu.....gas asam sitrat dengan beberapa komponen kimia berbahaya!" kalimat terakhirnya begitu samar hingga hanya Tristan yang mampu menangkap.


mengangguk dan Tristan tak menyangka setan kecil itu begitu baik memberinya gas beracun sebagai suvenir.


" brother silver,bawa gadisku juga! disini aku akan bermain sebentar!!" Tristan berucap santai sembari mulai melepas jambakan pada rambut Dena dengan kasar.


Benji dan para sekutu mereka meradang! apa-apaan dengan aura dingin dan mengerikan ini? dan pria asing itu telah pergi.


"apakah kau tau siapa aku?! aku adalah putri dari kepala rumah sakit! beraninya kau melukaiku seperti ini!! maka sakura akan terima konsekuensinya!!' ancam Dena putus asa.ia terus mengerang menahan rasa sakit menusuk yang terus meningkat setiap detik! wajahnya seakan terbakar dan percayalah,setiap sel dalam tubuhnya seakan ikut terbakar.


tertawa.......


tawa maskulin yang benar-benar sarat kekejaman! Tristan mengangguk acuh dan duduk diatas sebuah kursi bak seorang pangeran dari negri dongeng.


hingga.....


drttt.......


suara sebuah panggilan terdengar memecah ketegangan.


Benji meraih ponselnya dengan tangan bergetar menahan amarah.


" Benji! apa yang terjadi? mengapa Tuan Sanders tiba-tiba mengumumkan penutupan rumah sakit?! apa yang kalian lakukan dan dimana kalian sekarang?!!"


Deg......


waktu seakan berhenti saat suara auman murka Ferdinand terdengar dari sebrang.Tubuh Benji membeku menatap seringai licik Pria dengan jaket kulit yang kini duduk angkuh.


Pria itu menatap sosok Tristan seolah-olah sedang menatap monster,bukan.namun salah satu kaki tangan iblis yang merangkak dari neraka.


Brukhhhh...........


Benji terjatuh dalam posisi berlutut sembari menarik tubuh Dena yang bersimbah darah ikut memohon bersamanya,meski Dena tak tau apa yang baru saja didengar Benji.namun melihat reaksi Benji,itu cukup membawa lampu terang di fikiran wanita itu.


ini tidak sederhana!


mereka salah menentang lawan!


"Aku...aku...bukan..!! kami...kami akan menangis,memohon,berlutut bahkan melucuti diri kami.....aku...aku mohon...mohon ampuni kami" Benji tercekat,seluruh jiwanya bagai dirantai oleh rantai tak kasat mata.


ketakutan......!!


Ketidakmampuan...!!


kemalangan...!!


Benji tau,mereka akan tamat jika terus melawan sosok asing itu.


Tertawa....!!


suara tawa penuh penghinaan dan kedinginan .


"sayang sekali......sudah terlambat!!"


Tristan menggeleng nampak menatap iba pada manusia bodoh dihadapanya yang kini terlihat berlutut dan bahkan para wanita disana mulai menangis pilu,takut akan nasib mereka kelak.


mereka yang awalnya berkoar sombong akan kejatuhan sakura,kini mereka tak menyangka akan disapu begitu mudah oleh seorang pria yang bahkan tak mereka kenal!.


"to... tolong....akuh...akuh akan berlutut,jika..jika perlu aku akan mencium kaki dokter sakura! tuan...tolong ARKHHH..tolong ampuni akuh!!" dokter dengan darah yang terus mengalir dari luka tembaknya terus meratap memohon pengampunan,entah mengapa? luka tembak itu begitu membakar dengan rasa panas dan kesakitan yang mulai menelan jiwanya.


Tristan menggeleng santai,tangan kokohnya bergerak menunjuk beberapa orang yang semula begitu ganas menyerang sakura.


"kau...kau..dan kau....!!" tunjuk Tristan sembari berdiri dan menyugar rambutnya kebelakang.


seorang perawat wanita dan dua orang perawat pria mengigil,bahkan bibir mereka seakan terkunci rapat tak mampu bersuara.


taphhhh.... taphhhh.....


langkah pria itu berjalan menuju pintu keluar,dan saat didepan pintu,ia berbalik dan terlihat tabung gas itu mulai terlihat dari salah satu tanganya.


"well.....good bye " Tristan tertawa dan mulai menarik pemicu tabung dan melempar benda itu dengan cepat sebelum keluar dan menutup pintu.


dan tak lama,teriakan kesakitan mulai terdengar dari dalam dan pria itu melangkah pergi bak malaikat tak berdosa meski puluhan nyawa kini berada diujung tanduk olehnya.


..........🍁..........


sakura menunduk tak berani menatap langdung dan hanya sekedar melirik seorang pria tampan dengan rambut dicat perak itu .


"jangan melirikku! aku sudah punya istri,dan aku tak suka gadis lemah!!" ucap silver yang duduk santai disamping kemudi dengan salah satu anggotanya terkekeh mendengar suara dingin kawannya itu.


" santai saja Silver! jika si Babyface cerewet itu tau kau menggertak kekasihnya,kau akan menderita pecah gendang telinga oleh raungannya!!" pria dikursi kemudi berucap jenaka,sungguh sakura merasa berada di dunia dua dimensi.


sungguh kemana wajah kaku dan tak manusiawi para pria itu? kini sakura dapat melihat suasana jenaka dan saling mengejek diantara mereka! entah? apakah ia harus tertawa atau menangis!.


"tu...tuan,aku akan dibawa kemana?" sial! sakura bahkan hanya bisa mengeluarkan suara bak cicitan seekor tikus karena perasaannya yang sedang berantakan.


"well.... kau akan kami bawa ke rumah adik kami,si setan bungsu!" si pengemudi itu menjawab ramah saat silver bahkan terlalu malas berbasa-basi.


"adik? siapa?" sakura mencoba bertanya hati-hati.


"Tristan!" jawab Silver jengkel menghadapi keingintahuan sakura.


Bukh.....


si pengemudi memukul punggung silver jengkel .


"apa-apaan kau?!!" amuk silver yang kaget dipukul tiba-tiba.


"santai lah sedikit pada calon adik ipar kita!! kau jangan membawa wajah kakumu disini!!" omel si pengemudi jengkel .


"maaf ya sakura....si silver ini memang begini,tembok berjalan!" kekeh Si pengemudi jenaka.


sakura tersenyum samar dan mengangguk kaku.


"em....tuan,apa..apa yang akan dilakukan Tristan disana?" sakura bertanya sembari melirik canggung pada silver yang kini mulai meraih satu lagi batang rokoknya.


"kau tak perlu tau,diam dan jadilah gadis penurut!!"


silver mendengus dan akhirnya perjalanan dihabiskan dalam keheningan.


...🍁...


...TBC...