
hai semua jangan lupa tinggalkan jejak vote, like dan komentar ya......⭐
happy reading.....🌹
Pria tampan dengan tubuh Atletis dan aura bak seorang raja itu berbaring santai sembari menopang wajahnya menatap sosok manis yang kini terlihat tertidur pulas.Arkansas menatap gemas sosok liora yang kini tertidur polos disampingnya,tahukah bagaimana seorang Arkansas masuk dan menyelinap untuk dapat tidur sambil memeluk pinggang ramping sang pujaan hati?.yah,tunggulah saat yang tepat.waktu dimana dia akan mengumumkan pada dunia bahwa liora akan menjadi ratu sang putra sulung wiguna.tidak dengan kata-kata,namun perbuatanlah yang akan berjalan.
senyum tipis diwajahnya tak pernah pudar saat jemari kokoh Arkansas terus bermain menyentuh wajah manis yang kini tertidur lelap.arkansas bahkan tak pernah bermimpi pria diktator dan tempramental seperti dirinya bisa begitu sabar menghadapi gadis keras kepala dan tak mau mengalah seperti seorang gadis manis bermarga Benedict ini.
pagi ini Arkansas telah rapi dengan jas Kerja yang telah membalut sempurna tubuh Atletisnya,jas mewah Armani itu benar-benar menambah kadar keanggungan seorang Arkansas.tubuh tegap,mata tajam,wajah tampan serta kekayaan yang melimpah menjadikannya pria lajang paling diincar seantero London dan seluruh dunia para pebisnis yang sedang mencari calon menantu ideal untuk para putri mereka.namun sayang sosok kaku dan tak tersentuh itu begitu sulit diraih.bahkan Rafendra maupun Anggi sampai pusing setengah mati menghadapi para pengusaha yang setiap harinya datang dan menyodorkan putri-putri mereka dengan berbagai cara.namun sayang Arkansas menolak semua wanita itu dengan mulut pedas tak berakhlak miliknya.bolehkan kedua paruh baya itu menjahit mulut wasabi sang putra sulung?.
Arkansas terkekeh dan tanpa banyak bicara ataupun menunggu hingga liora terbangun,pria itu malah mengangkat tubuh mungil itu kedalam gendongan ala bridal miliknya.dan lihatlah liora semakin merapat dan menenggelamkan wajahnya kearah dada bidang Arkansas menghirup aroma maskulin pria itu,aroma dari parfum mewah dengan wangi perpaduan Citrus,Woody hingga sedikit greentea aroma parfum klasik khas Italia.Arkansas tersenyum tipis dan menggeleng geli melihat gadisnya kini nampak seperti bayi.meringkuk kedalam pelukannya,namun lihat saja jika gadis manis ini terbangun .mengamuk sudah pasti!.
James dan Tristan yang berdiri didepan pintu keluar mansion seketika menganga lebar hingga mata tak berkedip.apa bos mereka gila membawa liora ke kantor dalam keadaan masih tertidur pulas seperti ini? wah....sungguh gila si tiran itu.
Axel meringis membayangkan bagaimana liora akan mengamuk nanti dan Ryu terkekeh geli melihat kelakuan gila sang bos.
"pest....kurasa bos sudah gila! bagaimana jika Miss liora terbangun kemudian mengamuk nanti?" bisik Tristan yang dibalas gelengan tak tahu si driver sky itu.
"kau yakin bos,akan membawa Miss liora dalam keadaan seperti ini ke kantor? kau waras kan bos?" tanya Axel sembari mengusap wajah gusar.
Arkansas melirik dan menyeringai tak perduli.dia akan membuat liora menemaninya seharian ini dikantor,dan urusan nanti pria tiran itu tak perduli.
"hah....dasar es batu!! sudahlah ayo berangkat" hela Axel kemudian masuk kedalam mobil Alphard hitam bersama James dan Tristan,sedang Ryu akan kemarkas untuk melihat keadaan pengiriman senjata lusa ke Berlin.
🖤🖤🖤
begitu mobil mewah itu berhenti,Arkansas langsung membawa turun liora yang masih setia terpejam .Pria itu tak henti-hentinya tersenyum sembari terkekeh geli melihat betapa manisnya kelakuan liora kini.
tanpa banyak bicara,Arkansas berjalan melewati jejeran para petinggi perusahaan yang kini berdiri tepat di pintu masuk lobby gedung WJC Group.para karyawan seakan tak berkedip menatap pemandangan langka itu.bahkan para karyawan wanita menatap bak mendapat durian runtuh saat kekehan Arkansas begitu terdengar merdu menyapa pagi hari mereka.benar-benar iblis tampan.
masuk kedalam lift dengan Axel dan Tristan yang mengekor setia sedang James telah pergi menyusul Ryu.diam berdiri hingga sosok sang bos tiran telah menghilang.para karyawan WJC benar-benar seperti bermimpi.
"Tristan,kau pergilah ke pusat riset dan cek perkembangan senjata baru dan kau Axel cek sistem pemindai bom di AR SECURITY sistem" titah Arkansas sembari masuk ke dalam ruang kantornya.
Arkansas meletakkan tubub liora perlahan di sofa ruang kantornya.tak ada seorang pun yang diizinkan masuk saat dirinya bersama gadisnya.pria itu membelai halus wajah lelap liora yang masih saja bermain di alam mimpi meski jam sudah menunjukkan pukul 8.30 pagi.Pria itu terkekeh dan menggeleng geli.
berdiri tegak dan berjalan ke meja kerjanya.Arkansas mulai berkutat dengan tumpukkan berkas bernilai jutaan dollar,sembari bekerja tak pernah sedetikpun maniknya lepas dari sosok liora.gadis itu benar-benar putri tidur!. melirik jam dan menghela nafas,pria itu sebenarnya tak tega membangunkan liora,namun gadis itu harus bangun dan mengisi perutnya atau perut itu tak akan sakit nanti.
perlahan Arkansas berjalan hingga tiba disamping tubuh liora,berjongkok dan mengelus sayang pipi chabby itu gemas.tak bergeming,Arkansas menghela nafas dan mulai memberikan ciuman bertubi-tubi agar sang sleeping beauty terbangun.
cup......
cup......
cup.....
cup.....
Kening,kedua pipi bulat bahkan ciuman itu berlabuh di bibir ranum itu lambat.liora menggeram dan merasa mulai terusik akibat merasakan bibirnya mulai digigit gemas oleh Arkansas.
"bangun sleeping beauty,jika masih tidak bangun juga! akan ku jadikan bibirmu ini makananku" goda Arkansas menatap geli kedua alis liora yang nampak bertaut.
"engghhh.....5 menit lagi kak Mathew,eh...tunggu kenapa suara kakak jadi seperti pria iblis mesum itu" liora bergumam sembari terkekeh masih dengan manik yang terpejam.Arkansas mengeram jengkel.hell!! pria berwajah malaikat tampan seperti dirinya dikatakan iblis mesum? ingin sekali Arkansas meraup bibir kurang ajar gadis itu dengan ciuman panasnya.tapi tidak boleh! selama belum mengikrar janji suci,pria itu hanya boleh memberi kecupan ringan dan itu cukup membuatnya gila.
"bangun baby,atau kau mau kubuat bibirmu itu membengkak hem?" gemas Arkansas dengan reaksi lemot gadisnya.
"kak Mathew...tunggu...."
liora mengeryit dan bergumam tidak jelas.namun tak lama maniknya terbuka lebar dan seketika melotot horor kala melihat seringai maut si iblis tampan.
"AAAAAAAA......MESUM...MENGAPA KAU MASUK KE KAMARKU?? DASAR TIDAK SOPAN!!" pekik liora panik,ingat semalam dia hanya tertidur dengan sebuah tank top dan celana pendek sepaha!.Arkansas reflek menutup kedua telinganya dan terkekeh geli melihat reaksi panik liora sembari menarik sebuah jas yang disangkanya selimut,sungguh gadis itu belum sadar dimana ia sekarang.
wajah cemberut,bibir mungil itu mengerucut,pipi memerah malu serta manik mata membulat horor. Arkansas ingin terbahak namun tak mau membuat liora semakin kesal padanya.gadis ini sungguh menggemaskan.
"bangunlah nona manis,dan lihatlah dimana ini baru kau boleh mengomel" suara bernada mengejek membuat liora mendengus dan tak lama maniknya melotot horor.dimana ini?.
"kau...kau membawaku kemana ? kau..kau pria gila!!" sungguh liora tak mampu berkata-kata.gadis itu menatap Arkansas dengan wajah bengong yang terlihat lucu.
pria tiran itu duduk santai diatas sofa,menyilangkan kedua kakinya angkuh serta bersidekap dada.dengan alis terangkat satu dan kekehan menyebalkanya menatap liora.
"atau kau mau terus menggunakan tank top itu? yah....tidak apa-apa juga,lumayan aku bisa melihat gratis gunung kembar montok itu" demi demit setan gunung dan lautan,liora mengangga horor sembari menutupi dadanya dari pandangan mesum Arkansas .sungguh mulut frontal pria itu membuat wajah liora sudah seperti kepiting rebus!.
liora bangkit dan memeluk jas Arkansas demi menutupi tubuhnya,berjalan cepat sembari menatap bengis wajah tampan yang masih tersenyum penuh kemenangan itu.
BRAK..........
daun pintu berwarna hitam itu tertutup dengan bantingan keras liora,gadis itu benar-benar malu luar biasa.sungguh itulah mengapa liora selalu mengunci pintu kamar nya saat tidur,gadis itu selalu menggunakan tank top dan celana pendek saat tertidur dan bahkan hanya bra dan celana dalam.namun yang liora tidak ketahui adalah,Arkansas selama ini mati-matian menjaga nalurinya sebagai lelaki demi bisa tidur sembari memeluknya.salahkan saja si tiran yang bisa masuk kemanapun yang ia mau.
"AAAAAAAA.........MATILAH KAU IBLIS MESUM!!!" teriak liora dari dalam kamar mandi.dan pria tiran itu justru terbahak dengan tawa puasnya.
HAHAHAHAHA.......
"terima kasih atas pujiannya my lady, sungguh tubuh yang indah!!" balas Arkansas jahil.
"DIAM....DASAR PRIA SINTING... BERHENTI BERBICARA TENTANG TUBUHKU....AAAARRKKHHH..AKU BISA GILA" teriak liora sengit.
"jangan berteriak baby,cukup berteriak saat aku memasuki dirimu diatas ranjang kelak" goda Arkansas semakin menjadi,pria itu bersandar Santai di daun pintu kamar mandi.mendengar alunan gemericik air sembari fikiran kotornya mulai menerawang bentuk tubuh sang pujaan hati.
"DASAR GILA!!" maki liora jengkel.
"damn!!!" maki Arkansas sembari menggeleng mengusir bayangan sosok liora yang kini menari-nari didalam otaknya.Arkansas merutuk kesempurnaan yang selalu membuatnya jatuh semakin dalam.
"oh.....sial,ada apa denganmu Arkansas? kembalilah bekerja dan lupakan fikiran kotormu!!" monolog Arkansas dan berlalu keluar dari kamar pribadinya dan kembali duduk dengan tumpukan berkas yang harus ditanda tangani.
ceklek.......
"kau sudah bosan hidup?!! kalau mas-" Arkansas terbungkam seribu bahasa saat melihat sosok ayahnya masuk keruang kerjanya sembari tersenyum jahil.dan satu lagi,wajah mengejek sang ibu membuat moodnya langsung terjun bebas.
"ck...ck...ck ,kau ini! mengapa putraku ini sedari kecil hingga dewasa,mulut kurang ajarmu tidak pernah berubah? mommy heran! bahkan Rion dan Ara saja tidak sekurang ajar dirimu Arkansas Dimitri Leander Wiguna!!"desis Anggi frustasi.
Arkansas tak bergeming,pria itu menatap wanita kesayangannya itu tanpa ekspresi.sungguh dia sangat menyayangi ibunya itu,meski terkadang mulut mercon Anggi membuatnya pusing dan bersyukurlah sang ayah memiliki hati sekeras baja dalam menghadapi sang ibu.
"huft.....bisakah kalian tidak mengangguku hari ini?" desah Arkansas frustasi.
Anggi berjalan anggun menuju kursi kebesaran sang putra,sedang Rafendra memilih duduk di sofa sembari menatap apa yang akan dilakukan istri cantiknya.
Bukh......
"isshh" desis Arkansas menahan rasa sakit akibat pukulan sayang sang ibu.sungguh tangan mungil itu terasa seperti besi baja.
Rafendra terkekeh geli melihat amarah sang istri.
"dasar anak kurang ajar!! apa yang sudah kau lakukan pada Natasha?!! kau...kau membuat mommy sakit kepala" pekik Anggi gemas melihat wajah datar tanpa ekspresi sang anak.
"kurasa itu sepadan mom,lagipula dia mengusik milikku! aku tak salah bukan dad?" jawab Arkansas acuh, Rafendra menggeleng gemas melihat istri dan putranya itu.
"kau salah!! harusnya kau buat wajah sombong gadis itu rusak parah,ishh...mommy gemas sekali ingin mencakar wajah Rebecca yang membela putrinya membabi-buta,awas saja dia berani menganggu menantu mommy.mommy akan kirim daddymu ke Afrika" ucap Anggi santai,tak sadar wajah melongo Rafendra dan wajah menahan tawa putranya.
"what the hell!! kenapa jadi aku yang kena sayang?!! kau tega mengirim suami tampan mu ini ke Afrika?" kesal Rafendra,kenapa jadi istrinya marah padanya.ah ayolah dirinya hanya suami pencinta istri.
"ini semua salahmu,kau menurunkan gen iblismu pada putraku!!" jawab Anggi cuek.bolehkah Rafendra menangis melihat kelakuan sang istri.Arkansas menggeleng geli sungguh kedua orang tuanya adalah yang terbaik di seluruh dunia.romantis, harmonis,saling melindungi, mendukung dan mencintai satu sama lain.sepanjang hidupnya Arkansas mengambil kehidupan orang tuanya sebagai panutan .
Rafendra menarik tubuh sang istri duduk diatas pangkuannya tak perduli tatapan protes Arkansas.
"putra kita sayang, kau ini selalu membuatku tidak habis fikir! istriku ini sangat luar biasa.kau membuatku ingin menciummu" goda Rafendra terkekeh geli melihat wajah jijik Anggi menatapnya.
"mulut ini dasar tidak sopan,ada Arkansas sayang .ciumnya dirumahnya saja" balas Anggi terkekeh gemas.
"oh..ayolah...jangan bermesraan dihadapanmu,aku bisa gila mom..dad..go away" desah Arkansas frustasi.sungguh gila kedua orang tua nya ini.
"kau iri? makanya menikah sana" ejek Rafendra sembari mengecup pipi Anggi dihadapan sang anak.Arkansas melongo spechless melihat kemesuman sang ayah.rasanya ingin menangis saja!.
tanpa mereka sadari,liora menatap interaksi keluarga Arkansas dengan deraian air mata miris .andaikan dulu ayahnya bisa seperti itu pada sang ibu? tentu mereka bisa menjadi keluarga kecil yang bahagia.
liora memukul dada yang terasa sesak dengan jutaan rasa sakit yang menikam.
tes.....tes....tes...
deraian air mata itu terus berjatuhan.menutup mulutnya dengan kedua telapak tangan,isakan itu teredam sempurna.
"hiks...mama,liora kangen mama hiks.....kenapa rasanya sakit sekali hiks....jika boleh bertanya,mengapa Tuhan memberi kita takdir seperti ini? hiks....ma,papa sungguh bahagia diatas semua tangis Lio ma hiks....liora lelah" Isak liora yang kini telah kembali memasuki kamar mandi dan menangis disana.sungguh tak ada siapapun yang ingin hidup dalam kenangan keluarga yang berantakan dan penuh drama.
TBC....