PRINCESS OF DARKNESS (My Beautiful Target)

PRINCESS OF DARKNESS (My Beautiful Target)
Siasat Dan Takdir



...Vote, Like dan Komentar ya ❣️...



...🌴...


...H...


...A...


...P...


...P...


...Y...


...R...


...E...


...A...


...D...


...I...


...N...


...G...


...🌴...


Setelah sarapan pagi,Liora dan Kayra pergi keluar mansion dengan kawalan empat orang anggota delta yang menyamar sebagai bodyguard biasa.


Liora dan Kayra akan keluar membeli kebutuhan bayi untuk si kembar.memang ada maid yang bertugas belanja bulanan,namun Liora hanya mau jika dirinya yang turun langsung membeli kebutuhan anak-anaknya.


kini mereka sudah tiba di pusat mall besar investasi dari perusahaan Ws.tama corp.


yah, perusahaan suami dari Ara.


"Li? sudah semua ini? tinggal cari susu formula dan minyak telon" ucap Kayra yang sudah terlihat letih berjalan kesana-kemari.


jujur Kayra bukan seorang shopaholic.


"benar kay, bagaimana jika kita cari cemilan dan minuman dulu? ada cafe khas indo di distrik dua mall" jelas Liora yang kini memberikan kantong belanjaan pada salah seorang bodyguard yang terlihat memiliki sedikit barang bawaan mereka.


"Benar! woah sudah lama aku ingin merasakan dessert khas Indonesia itu" seru Kayra senang.


akhirnya kedua menantu Wiguna itu berjalan menuju distrik dua.


"Blake,Rakhel pergilah kembali dulu bawa barang-barang dan sisanya tinggal" perintah Kayra resah juga dikawal kemana-mana.


"tapi nyonya muda kedua? tuan Rion akan marah jika kami meninggalkan tugas" Blake menolak halus.


"tidak apa Blake,kami juga akan segera kembali " Liora membujuk dengan halus.


sungguh,mereka bukan wanita lemah.


dirinya bahkan bukan tabu lagi soal senjata dan pertahanan diri,jadi apa yang harus ditakutkan?.


sungguh Liora merasa dirinya dan Kayra saja sudah cukup untuk saling menjaga.


yah,sejak hilangnya Putri Lucas para pria jadi overprotektif pada para istri dan anak-anak mereka.


hingga yang biasanya cukup mengandalkan kemampuan bertahan diri sendiri,kini harus puas dikawal kemana-mana dengan lebih dari satu penjaga!.


Kayra si mantan psikopat pembunuh bayaran mana Sudi sebenarnya,namun kasihan suaminya jika ia tolak mentah-mentah.


"baiklah" putus Blake dengan berat hati.


ia menatap dua sisa kawannya yang akan tetap tinggal.


biarlah, masing-masing sudah dilengkapi empat pistol berpeluru 9mm dan tiga buah bom asap jika terjadi hal diluar kendali.


lagi pula si mata dewa punya mata dimana-mana.


seluruh sistem keamanan di mall ini juga sudah masuk dalam jaringan pantau markas cctv be.


kayra menatap kagum interior cafe khas indo itu.



kursi-kursi yang terbuat dari anyaman,lukisan pohon pisang dan jejeran tanaman hias sebagai dekorasi.


sungguh memanjakan mata.


" kay mau pesan apa kita?" tanya Liora setelah membuka buku menu yang memang sudah ada diatas meja.



"apa saja memang yang ada?" kayra menatap balik sambil terkekeh.


yah,buku hanya ada satu dan itu sudah dipegang oleh Liora.


"karena makan siang belum waktunya, bagaimana jika cemilan ringan?" tanya Liora sembari terus melihat menu jajahan khas Indonesia.


"terserah aku ikut saja" jawab Kayra santai.


"Tom...derik mari pilih kursi kalian juga,jangan berdiri saja " Liora memanggil dua pengawalnya juga untuk ikut bergabung.


keduanya tersenyum senang.


ayolah mereka juga lapar dan lelah menemani dua wanita cantik itu belanja.


yah,kedua pria berusia 20 tahun itu memang masih muda dan mereka cukup dekat dengan para istri inti,itu mengapa mereka dipilih Ryu sebagai salah satu penjaga.


"mbak...tolong klepon dan martabak telur empat porsi,es cincau empat gelas" ucap Liora.


benar,cafe ini benar-benar Indonesia.


mulai dari pelayan,para barista hingga koki semua adalah orang Indonesia asli yang dibawa langsung oleh Dexter pemilik mall.


"baik Mrs,mohon tunggu" pelayan itu berbalik setelah selesai mencatat.


pesanan datang,dan kayra sampai memegang perutnya yang sudah berbunyi hanya karena aroma lezat dari martabak asli Indonesia itu.





perut karetnya meronta.


mereka sudah siap bersantai hingga......


time stand still


ringtone ponsel Liora berbunyi samar.


setelah sedikit berbicara, kata-kata terakhir sang penelpon cukup menganggu Istri dari Arkansas itu.


"dan tolong temui aku pribadi kak,ini tentang keselamatan lili hiks...tolong kak"


Tut........


........⚜️.......


Lucas dari teras halaman vilanya menatap langit biru bertabur kapas halus awan yang begitu indah menghias langit cerah.


yah,dirinya ingat.langit juga terlihat cerah saat terakhir ia bersama putrinya yang hilang.


dan kini,setelah kembali dari kantor penerbangan untuk meminta cuti,ia harus cepat menemui kakak iparnya atau Stefani akan berbuat hal buruk pada putrinya.


tubuhnya lelah,jiwanya rapuh.


Lucas bahkan tak bisa tenang bahkan saat kembali pulang dan bicara dengan istrinya.


kakinya melangkah menuju garasi dengan tiga buah mobil mewah dan satu buah motor Kawasaki ninja terparkir disana.


"pah! dengarkan mama dulu,papah!!" suara Dysabel terdengar berteriak dari arah pintu vila mereka.


Brrrrrrmmmmm....



motor sport itu melaju kencang tanpa memperdulikan panggilan dari Dysabel.


yah,Lucas harus segera menuju Mansion dirinya di kejar waktu.


.........🌴.........


Asap rokok mengepul bagai cincin kabut yang melayang di udara,tatapan jenaka pria itu terus menyorot pada sosok yang kini duduk angkuh menatap dirinya malas.



ruang dengan nuansa hitam maskulin itu kini menjadi tempat berkumpulnya lima orang pria tampan dengan senyum palsu diantaranya.


"jadi? jangan buang waktuku! cepat bicara" sentak Arkansas malas penuh tekanan.


Alfonso tersenyum main-main,pria itu duduk di kursi tak jauh dari meja kerja Arkansas yang terlihat begitu menolak kehadirannya.


"dan matikan rokok sialmu itu! kau tidak lihat putriku ada disini?!" Rion kesal.


jika saja Archana kecil tidak menangis ingin di gendong olehnya,tidak mungkin Arion tega membiarkan putrinya memasuki ruang kerja si hades.


keempat pria tampan itu melirik kearah Rion yang tengah menggendong putri kecil Arkansas itu.



sang tiran mendengus dingin,putrinya ini bisa-bisanya memilih Rion dari dirinya yang notabene adalah ayahnya sendiri.


balita manis yang picik!.


Alfonso mendengus,ia mulai melirik Fredrik yang kini mulai meraih sebuah file di dalam koper yang sudah ia bawa.


"apa ini?"


Arkansas menatap datar tak minat.



"ini data tentang client kami yang membutuhkan jalur baru senjata! kita bisa bekerja sama,kau pemasoknya dan kami distributornya.adil bukan? wilayah kami dan kau bisa meraup milyaran dollar sekali pasok!" Fredrik mengeryit binggung menatap ekspresi datar Arkansas yang seakan tak perduli dan justru terus menatap sosok kecil yang asik tertawa polos menepuk wajah Arion.


"kau ingin kami memasok senjata untuk client kalian?" suara Rion terdengar mengejek.


Alfonso tersenyum simpul.


dan kedua tangan kanannya hanya mendengus sabar.


"well.... bagaimana jika kami 70% dan kalian 30 % tanpa negosiasi!" smirk Rion dengan santai duduk memangku balita manis yang kini berbalik menatap ayah dan juga tiga pria SantosDominiq itu dengan manik bulat yang mengerjap lucu.


Alfonso mengigit pipi dalamnya gemas.


Fredrik mengigit jari tak kuasa.


Samuel,pria itu bahkan tak berani menatap wajah lucu itu balik dan lebih memilih mengecek kembali syarat dari Rion tadi.


Arkansas ? ayah balita itu sendiri sudah mendesah panjang menatap betapa inginnya dia memangku putrinya itu,yah. sayangnya si kecil hanya ingin seorang papi bukan Daddy dulu.


sabar....sabar......


"mana bisa seperti itu Mr Rion! itu terlalu kecil" protes Samuel kesal.


sungguh,Second Leader Blood Eagle itu begitu rakus memeras hasil .


"baiklah 40-60 tidak,pergi dari sini!" mutlak Rion yang memang sudah ahlinya dalam negosiator.


Samuel menatap Alfonso resah.


Alfonso tersenyum dan mengangguk tak masalah.


40% bukanlah uang yang sedikit.


baiklah untuk sekarang itu sudah cukup sebagai awal yang baik.


........⚜️........


...# back on#...


Stefani menatap geram wajah sembab Dysabel.


yah,wanita itu datang setelah kepergian Lucas.


"APA KAU BODOH?! SEKARANG CEPATLAH HUBUNGI LIORA ITU DAN SURUH DIA DATANG MEMBANTUMU MELEPASKAN PUTRIMU! KAU HARUS BISA MEMBUAT DRAMA AGAR DIA DATANG INGAT JANGAN SAMPAI DIA MEMBERITAHU SIAPAPUN PANGGILANMU,DIA DILUAR MANSION DAN CEPAT PANGGIL DIA!" Stefani memaki emosi.


tak ia perdulikan tangis frustasi Dysabel.


"Ta..hiks..tapi Lucas sedang menuju Mansion sekarang!" sentak Dysabel putus asa.


"MAKA DARI ITU KAU INI BODOH! KITA SEKARANG DIBURU WAKTU! CEPAT....HARI INI JUGA LIORA HARUS DITANGANKU!" sentak Stefani semakin emosi.


Dysabel meraih ponselnya gemetar.


entah? kepulangan Arkansas benar-benar membuat rasa takutnya tiba-tiba muncul dan seluruh tubuhnya bergetar mengingat reputasi tiran kejam dari CEO WJC itu.


bip........


"hal..halo..hiks..kak Liora"


hening......


"dysa? kamu baik-baik saja? tenanglah jangan menangis suamiku telah kembali dan anggotanya sudah turun banyak membantu Lucas. tolong bersabarlah" suara lelah dari sebrang membuat tubuh Dysabel gemetar.


"bisa kita bertemu kak,tolong di cafe Redrose"


"dan tolong temui aku secara pribadi,ini demi keselamatan lili hiks...tolong kak!" pinta Dysabel yang menerima perintah dari Stefani.


Tut


"bagus Dysabel! kini kamu pergilah dan.jalankan perintahku dengan benar,atau kau tidak akan melihat lagi putrimu" smirk Stefani dan langsung berlalu pergi layaknya tidak terjadi apapun.


...# off #...


.......🌴.......


Kayra dan dua penjaga yang sedari tadi mengikuti Liora nampak mengeryit binggung.


ada-apa dengan istri dari Arkansas itu?.


"Li, ada-apa? kenapa buru-buru begitu?! biarkan aku ikut atau tidak sama sekali!" Kayra mendesak.


Liora yang sudah tiba di basement parkir,tidak ada cara lain.


klik


pintu masuk mobil tertutup dan kedua bodyguard sudah duduk di kursi kemudi.


WUSHHHH...


kabut tipis perlahan keluar dari sebuah tabung kecil berisi cairan gas obat bius.


Liora menahan nafas sejenak dan.


BRUKHHHH.....


kayra tertidur terkulai tak sadarkan diri menyandar pada kursi mobil.


kedua bodyguard yang duduk didepan mulai merasa pusing dan tak lama ikut terlelap.


" maafkan aku kay,maaf semuanya! aku tetap harus lakukan ini,aku harus temui dysa demi lili,Lucas juga adikku dan sebagai kakak aku tidak bisa menutup mata saat aku bisa membantu" Lirih Liora sebelum membuka pintu mobil.


Klik.....


pintu mobil tertutup,Liora keluar segera dari mobil dan mulai berjalan menuju taksi yang telah ia pesan sebelumya.


"pak ke cafe Redrose" ucap Liora saat sang supir bertanya.


mobil taksi berlalu pergi setelahnya.


..........⚜️.........


Kringgggggg.....



bel pintu sebuah cafe terbuka saat sosok cantik yang cukup menarik perhatian masuk dengan dress chiffon berwarna putih polos dan rok hitam motif berbunga.



wajah cantik itu berusaha tersenyum saat melihat sosok yang ia cari.


melupakan perbuatan kasar terakhir kali Dysabel,Liora akhirnya harus berlapang dada demi keponakannya dan juga sang adik.


Liora melihat pasti sosok Dysabel,dan tanpa disadari Liora, Dysabel melirik sinis sosok yang kini nampak mendekat.



"malaikat palsu! " Dysabel menyerigai sinis.


segera ia menormalkan raut wajahnya menjadi sendu.


Stefani yang duduk tak jauh dengan wajah baru menyerigai bengis.


wanita licik nan picik!.


cafe kini memang terlihat ramai.


"kak..hiks...bisa kita bicara di lantai dua,aku tak ingin orang lain melihat masalahku" Dysabel terisak kala Liora sudah berdiri dihadapannya.


istri Lucas itu begitu baik memainkan drama,sedang Liora begitu menghawatirkan adiknya dan Lili.


"hah... baiklah,jangan menangis dan bicara perlahan" ucap Liora dengan senyum paksa.


ia mengingat bagaimana wanita ini memaki putranya,menghardik keluarganya dan membantah adiknya yang notabene adalah suami sendiri.


Dysabel masih memiliki noda dimata Liora.


"jadi? bicara perlahan dysa,jangan menangis seperti ini!" Liora mendesah panjang.


"kak.. kumohon maafkan semua perkataan ku hari itu,hiks...aku sangat kalut dan fikiranku kacau" Dysabel mengerti wajah Liora yang masih enggan memberi wajah baik padanya.


"wanita rubah ini! jika Stefani berhasil melenyapkan pembunuh seperti dirimu,maka aku akan pastikan hanya lili yang akan mendapat kasih sayang para Wiguna itu! " batin Dysabel memaki.


"memaafkan sangat mudah,namun melupakan tidak semudah kamu membuang sampah pada tempatnya! sampah jika sudah kau buang akan kamu lupakan begitu saja,namun makianmu pada Ray putraku,ketidak sopanan mu pada mom veleri.huft......tidakkah kamu fikir itu sangat keterlaluan dysa?" ucap Liora menatap wajah Dysabel tajam.


"maaf kak..maaf....tolong..tolong lupakan itu,dan kau bisa hukum aku nanti begitu lili kembali,hiks...dia diculik kak!" tangis palsu Dyasabel pecah.tanpa Liora sadari,istri Lucas itu mencubit pahanya sendiri dengan keras agar air matanya bisa tumpah.


dan yah,ia berhasil membuat rasa iba Liora tumbuh.


"Stefani......hiks...."


Deg.........


tubuh Liora mematung.


apakah saudari tirinya itu masih hidup?.


lalu kemana dia selama ini? .


dan mengapa tiba-tiba datang dan menculik keponakannya sendiri? .


ayolah lili itu adalah putri dari Lucas yang nyatanya adalah adik kandung Stefani sendiri!.


"hiks...dia meminta agar kakak datang dan mengambil lili seorang diri tanpa memberi tahu siapapun hari ini juga pukul 4 sore hiks.....dia...dia akan mengirim pesan tanpa nama untuk lokasinya nanti hiks...aku tak tau siapa Stefani itu,tapi dia hanya ingin kak Liora yang datang! jika...jika kakak merasa tidak bisa,aku..aku..akan bicarakan ini dengan suamiku hiks....lili" Dysabel semakin menangis kala rasanya pahanya mulai membiru akibat cubitannya.


sungguh ia tak Sudi mengeluarkan air mata asli didepan istri rubah dari Arkansas itu,namun demi rencana mereka berhasil ia harus rela!.


"ba... bagaimana bisa?" Liora bagai disiram dengan seember air dingin,otaknya seakan membeku dan jantung berdebar.


"mengapa dia kembali? mengapa dia masih hidup? dan kemana dia selama ini? apa yang mau dia lakukan?! Stefani...kau masihlah berhati busuk dari dulu bahkan sampai kapanpun kau masih bernafas! kau mengambil lili? tidak masalah,akan KUBUNUH kau dengan tanganku sendiri jika kau mencoba memecah keluargaku!" batin Liora sebelum bangkit dan memapah Dysabel keluar cafe.


..........⚜️...........


Prankkkkkk.......


...TBC...