
Hai semua jangan lupa tinggalkan jejak vote, like dan komentar....🌹
...🦂...
...H...
...A...
...P...
...P...
...Y...
...R...
...E...
...A...
...D...
...I...
...N...
...G...
...🦂...
...melihatmu membuatku menahan nafas ini...
...biarkanlah tetap seperti ini...
...jangan biarkan moment indah ini berakhir...
...kau tanamkan sebuah mimpi padaku...
...terdengar dan terlihat...
...semakin indah hari demi hari...
...aku bisa mendengar cinta ini bergema...
...kau genggam tanganku...
...berbagi cinta denganku...
...dan tanpa dirimu...
...semua kilau cahaya...
...semua bintang yang hiasi malam...
...tidak akan pernah berarti tanpa hadirmu...
...lautan emas dan permata...
...dunia yang kau genggam dalam tanganmu...
...tidak akan pernah berarti saat kita bersama...
...kau untukku...
...aku untukmu...
...kita satu dalam kehidupan...
...kaulah segalanya...
...............🔱................
hamparan pasir putih dengan gulungan ombak perlahan menemani langkah demi langkah kaki pasangan yang tengah tenggelam dalam romansa indah sunset yang tiba.
"kau suka sayang? jika kau suka kita bisa mendirikan istana kita ditempat seperti ini?" tanya Arkansas lembut sembari menggenggam hangat telapak tangan halus istrinya.Liora tersenyum lembut lalu menggeleng perlahan.
"aku suka, tapi....istana besar yang hanya ada kita berdua itu tidak menyenangkan.tunggulah hingga para junior kita hadir baru kita fikirkan lagi,lagipula mommy akan senang dengan makhluk-makhluk mungil,lucu dan polos yang akan kembali mengisi hari-hari Mansion besar Daddy.aku ingin tinggal dengan mereka lebih lama,aku...aku mencintai suasana hangat keluarga yang sekarang dapat aku rasakan....aku...aku..tidak ingin tinggalkan semua" ucap Liora Lirih,Arkansas terdiam sesak.sungguh luka hati istrinya dimasa lalu akan selalu ada,meski bagaimanapun ia telah coba menyembuhkan luka itu.hanya waktu dan roda takdir yang bisa Arkansas pegang sebagai penyembuh sejati.
genggaman itu semakin erat,Liora menoleh kala telapak tangan besar dan hangat itu mengusap pipinya penuh kelembutan dan cinta.sang tiran meraih wajah sembab Liora dan kini mereka saling bertatapan lama.
deg......deg....deg.....
jantung Liora berdebar kencang kala usapan lembut itu ia rasakan pada perutnya yang tertutup dress rumahan sederhana berwarna putih elegant.
Cup.......
menutup mata kala bibir mereka bertemu dalam keheningan hembusan angin senja,rangkulan pria tampan itu semakin merekat hingga tubuh keduanya seakan menempel.basah,hangat dan sangat panas.
ciuman lembut penuh cinta dan juga kasih sayang.lidah jantannya membelit lidah sang pujaan hati,mengantarkan berjuta perasaan hangat yang tak mampu tersampaikan lewat kata-kata,jemari kokoh itu menarik tengkuk Liora dan semakin merapatkan jarak keduanya.tenggelam,hanyut dalam pusaran cinta yang tak bertepi.
"hoshhh....hah...hah...." deru nafas Liora memburu kala rasa sesak akibat ciuman panas itu yang kini telah berakhir,menutup mata kala jari jempol Arkansas menari indah mengusap bibir bawahnya yang terasa kebas dan pastinya sudah terlihat sedikit membengkak.
" manis. ciuman ini ingatlah sebagai setiap tetes obat untuk setiap lukamu sayang,dan ingatlah ada aku yang selalu berada disampingmu tidak perduli saat kau dalam duka ataupun saat kebahagiaan menyapamu" ucap Arkansas dengan jemari yang membelai sayang wajah memerah lembut istrinya.Liora mengangguk haru sembari menghambur kepelukan pria tampan dengan sejuta cinta kasih itu.
keduanya terus kembali berjalan sembari menghabiskan satu hari manis yang sebentar lagi akan terganti kala matahari akan meminta sang bulan mengambil tempatnya.
senyum indah tak pernah luntur dari wajah cantik yang kini benar-benar penuh aura lembut dan penuh kasih.istrinya dan kehamilannya wanita-nya adalah kebahagiaan terbesar dalam hidup seorang Arkansas.
Greph....
"eh...?" Liora tersentak kala Arkansas menarik berhenti tubuhnya dan diam sejenak.
dari belakang tubuh mungilnya,dapat Liora rasakan tangan kekar itu melingkar memeluk perutnya yang sudah membuncit.pelukan hangat penuh perlindungan.Arkansas memeluk tubuh Liora dari belakang dan membiarkan dagunya bersandar di bahu mungil istrinya.
Cup.......
Liora mengigit bibir bawahnya kala bibir hangat pria rupawan itu menjalar mengecup setiap jengkal dari kulit leher jenjangnya.wangi manis vanila benar-benar membuat Pria itu mabuk.
dengan sekali sentak kini tubuh mereka saling berhadapan,wajah tampan itu semakin mendekat dengan manik yang tak lepas dari bibir merekah bak sakura itu intens,Liora mematung.sungguh kini jantungnya berdebar kencang tak kuasa menahan getaran membara yang membakar setiap jengkal sendi-sendi ditubuhnya hingga.
cup........
menutup mata kala ciuman panjang nan lembut membuai itu kembali menenggelamkan kewarasannya.sungguh Arkansas adalah pria dengan bibir hangat yang mampu membuai wanita manapun,dan beruntunglah hanya dirinya satu-satunya wanita yang memiliki tahta dihati sang tiran.
Liora melenguh panjang kala lidah hangat itu terus bermain mengobrak-abrik setiap jengkal sudut dalam mulutnya.
lengannya akhirnya melingkar kala tubuhnya mulai lemas akan setiap serangan hasrat yang terus Arkansas berikan padanya.suasana menjelang malam yang sepi dengan hembusan angin yang begitu menyejukkan mengantarkan birahi Arkansas yang mulai terbakar.
terus dan terus,bibir itu kini turun terus mengecup dan menghisap setiap jengkal kulit halus yang kini seranganya berpindah pada leher putih nan halus Liora.
"ahhh...Ar...tunggu..ahhh...jangan..jangan teruskan...ahhhhhkkhh" Liora melenguh sembari mendongak kala Arkansas dengan gemas mengigit lembut kulit lehernya.sungguh kissmark itu kini terlihat merah terang.
Arkansas menghela nafas dan segera menghentikan aksinya meski ia enggan.merapikan kembali tatanan rambut sang istri dan mulai meraih kembali tangan mungil wanita itu untuk kembali berjalan.
"baiklah sayang,mari kita pulang sebelum aku kebablasan disini" desah Arkansas frustasi.
Liora diam dengan nafas yang masih tersengal-sengal,sungguh gila suaminya itu melakukan hal mesum seperti itu ditempat umum.beruntung tidak ada orang lain dan Sungguh ia malu kini.
"jangan..jangan lakukan itu lagi,atau..atau aku akan menguncimu diluar kamar!" ancam Liora jengkel.
Arkansas terkekeh santai lalu berucap tanpa beban.
"bagaimana kamu mengunciku sayang? tiada tempat di dunia ini yang tidak bisa aku masuki dan saat tiba saatnya,bahkan hole hangat milikmu akan kumasuki kembali hahahaha....." tawa renyah Arkansas benar-benar menyebalkan bagi Liora,bahkan wajahnya kini terasa panas dengan semburat merah Lucu yang menghiasinya.
Grephhhh...
PLAK....
"KYAAAAA......astaga iblis ini!!" sembur Liora dengan tangan yang sukses mendarat di dada bidang sang tiran,pedas sekali pukulan istrinya.namun Arkansas biasa saja,sungguh lama-lama pukulan manja Liora terasa manis! sungguh Arkansas sudah gila!
"mari kita pulang dan biarkan aku menyapa anakku!!" ucap Arkansas enteng.
Liora melotot horor dan
"TIDAK......."
"Oh manisnya istriku!!" gelak Arkansas tertawa puas sangat lepas tanpa beban.
.............🔱............
"wah....wah...wah....lihat si iblis tukang bantai sudah kembali"
Arkansas menatap datar saudara kembar serta kedua orang tuanya yang asik bermesraan tak kenal tempat itu datar,sungguh inilah tipikal manusia tidak tau diri.Arkansas dan segala kelakuanya!.
"sibuk,sudah bosan hidup kau?!!" desis Arkansas menatap Rion tajam, Rion? pria itu mencibir dan kembali sibuk menggoda sang istri yang nampak sibuk dengan ponselnya.
"malam Daddy..mommy..semuanya!" sapa Liora riang saat menatap anggota keluarganya yang asik bercengkrama diruang keluarga.
James, Tristan dan Freya tengah sibuk bermain PS dengan karpet bulu sebagai alas mereka.Kayra sibuk melihat-lihat model pakaian baru keluaran channel,sungguh biar begitu,Kayra adalah seorang yang fashionable.
Rafendra sedang merangkul Anggi sembari melihat kearah para putranya.Ara? gadis itu sudah tidur dengan paha Dexter sebagai sandarannya,bukankah sangat manis? Arkansas mendengus malas.
"malam sayang...kenapa pulangnya malam sekali? apa kalian sudah makan malam?" Anggi bertanya lembut sembari menatap hangat wajah cantik menantunya itu.
"hihi..terima kasih sudah bertanya mom,sudah.sebelum pulang kami sudah makan tadi" jawab Liora lembut.
"sudahlah mom...untuk apa bertanya jika dad punya puluhan mata dikota ini!!" Arkansas berucap sarkas,Anggi mendengus.Arkansas dan watak menjengkelkan nya.
"ayo sayang aku ingin mandi" ucap Arkansas sembari menarik lembut tangan sang istri,Liora tersenyum kikuk menatap wajah melongo semua orang.
"wo.....ayo sayang aku ingin mandi" goda Tristan sembari menirukan cara bicara sang tiran.Arkansas merotasi bola matanya malas hingga tiba-tiba Liora berhamburan memeluk tubuhnya kala cuitan-cuitan laknat itu mulai terdengar.
"cie...cie....ayo sayang aku akan membantumu mandi dengan usapan dan aw....sabun lembut menyapu kulitmu!" suara Laknat James terdengar frontal.
BWAHAHHAHA...
Liora menutup wajahnya menahan rasa malu dan seketika mencubit pinggang Arkansas kesal.pria tampan itu meringis sumpah cubitan maut Liora sakit juga! .
Ting......
pintu Lift tertutup mengakhiri suara tawa nista para keluarga absurd itu,menghela nafas panjang Liora menatap Arkansas sengit.ini semua karena ucapan laknat Arkansas hingga ia harus menahan malu akibat godaan-godaan kurang ajar para dua iblis jomblo itu.
"jangan tatap begitu,nanti jatuh cinta lagi" goda Arkansas mengerling jenaka.
"lama-lama lidah buaya buntungmu itu aku potong dan kumasak jadikan sup untuk si Tiger!!" sinis Liora jengkel, Tuhan.tidsk bisakah ia memiliki suami dengan perilaku normal? Liora hampir gila menghadapi sikap jahil bin mesum Arkansas.
"kalau kamu potong bagaimana aku akan memuaskan tubuhmu nanti" jawab Arkansas santai dan mulai memencet sandi untuk membuka pintu masuk kamarnya.canggih! bahkan kamar saja ia pasangi keamanan layaknya sandi brankas bank.
setelah pintu terbuka Arkansas masuk dengan santainya menuju walkt ini closet dan bersiap membersihkan diri.
"kyaaaa...Ar....pakai bajumu!!" pekik Liora kaget kala Arkansas melenggang hanya dengan boxer pendek keluar dari walk in closet.
"mau mandi malah kamu suruh pakai baju,kamu sehatkan sayang?!!" gelak Arkansas tertawa geli sembari berjalan kearah pintu kamar mandi.
Blam........
"fiuh....." Liora mengusap dadanya lega setelah melihat pintu telah tertutup.
"ya Tuhan ternyata suamiku sudah tidak waras!!" monolog Liora disertai kelegaan atas pemandangan surga dunia dari perut roti sobek suaminya.
baru saja ia hendak berbaring.
ceklek.....
pintu kembali terbuka dengan busa yang terlihat memenuhi rambut hitam sang tiran.
" baby....." panggil Arkansas pelan.
"apa?!" jawab Liora sarkas.
Arkansas terkekeh dan berdehem sejenak.
"jangan galak-galak nanti cantiknya luntur! kemari dan bantu aku keramas" ucap Arkansas dengan santainya.Liora melongo,apa.bantu keramas? Arkansas dan sifat manjanya kambuh.
dengan dongkol Liora berjalan memasuki kamar mandi dan mulai duduk diatas atas kepala Bathup.
Arkansas sudah berbaring dengan kepala mendongak bersiap merasakan tangan halus istrinya membasuh rambutnya.
hening....
hanya keheningan yang terasa saat Arkansas terpejam menikmati sentuhan lembut tangan sang istri.Liora tersenyum manis melihat wajah tenang suaminya itu,satu kata.tampan!.
setelah acara mandi yang berakhir dengan mandi bersama,kini keduanya telah terbaring nyaman diatas ranjang king size dengan tubuh saling berhadapan dan manik saling terkunci memandang satu sama lain.
"aku mencintaimu sayang.....sampai matipun aku akan selalu bersamamu" ucap Arkansas dengan senyuman hangat diwajahnya.
"hm...i love you more for all my life" balas Liora lembut.tersenyum dan keduanya saling memeluk erat menyalurkan kehangatan satu sama lain.
.............🔱..............
Rion menggendong tubuh Kayra lembut kala istrinya itu nampak telah tertidur pulas,tersenyum begitu lebar kala wanita cantik pemilik hatinya kini terlihat begitu indah didalam tidurnya.
meletakkan tubuh indah itu perlahan diatas ranjang dan kini menempatkan dirinya sendiri disamping tubuh istrinya.
takh.....takh....takh.....
tiga buah kancing depan piyama Kayra terbuka mudah.Rion menyerigai melihat bra dengan warna coklat gelap itu membungkus indah gunung ranum istrinya.sungguh otaknya blank! ia sama seperti Arkansas,mereka telah berpuasa cukup lama selama kehamilan awal istrinya,namun bermain sedikit tidak masalah bukan? .
nafasnya memburu dengan pandangan yang mulai gelap menahan hasrat.
takhhhh.....
dan kini piyama itu sudah terbuka lebar menampakkan dada dan perut indah istrinya.
"maaf honey..aku lapar" bisik Rion kalap.
"Engghhh...ah......" Nafas Kayra berubah terengah-engah kala merasakan sesuatu mulai merayap didadanya.
Kayra bergerak gelisah tidak nyaman,sungguh matanya begitu berat terbuka rasa kantuknya begitu besar.
Rion menenggelamkan wajahnya ditengah gunung ranum istrinya,satu tangannya membelai lembut kulit dada itu dan mulutnya bermain nakal di gunung satunya lagi.
plop.........
"ahhhhh... engghhh...ahhhhh..." dada Kayra naik turun kala permainan Rion semakin panas.
"AKHHHH" manik Kayra terbuka terang disertai pekikan keras kala gigi kokoh Rion tiba-tiba mengigit pucuk gunungnya gemas.
Greph.....
"aduhh!!!" pekik Rion kala jemari Kayra tiba-tiba menjambak rambutnya kuat.
"jauhkan tanganmu!!" ancam karya jengkel.lihat,tangan kokoh dan besar itu tanpa sadar masih me*emas dada kanannya kuat,sakit meski nikmat.
"aduh honey.....sudah hampir Sebulan aku puasa,cicip sedikit jangan marahlah!!" protes Rion jengkel kala acara icip-icip nya terganggu oleh bar-bar istrinya.
Kayra melotot melihat dirinya sudah bug*l tanpa penutup atasan apapun.
bra-nya? wanita itu mendengus melihat benda itu sudah tergeletak disamping posisinya tertidur.
"please....aku hanya ingin Mimi saja,tidak akan lebih.please honey....aku sangat merindukan tubuh ini" ucap Rion memohon,sungguh isi otaknya sudah panas dan ia tak mau mengalah kini.
Kayra mendesah,kasihan juga melihat raut frustasi suaminya.baiklah hanya main atas bukan bawah.mengangguk ragu dan kini Rion tersenyum lebar.
"AHHHHH....... RION...JANGAN BEGITU!!' pekik Kayra kaget kala mulut Rion sungguh brutal menyiksa dadanya.
plop.....plop....
keluar dan masuk,Kayra melenguh kala permainan mulut Rion begitu apik memanjakan dadanya.
"nikmati saja honey...." ucap Rion lembut.
"ahhhhh...Iyah.....aaahhh......ohhh"
dan malam itu, suara-suara nikmat teredam dibalik dinding kokoh kamar putra kedua Rafendra itu.
...TBC...
demi dewa.....El merinding disko + keringat dingin sumpah maafkan El jangan kata-katain El...sumpah El masih polos belum nikah juga😣😣